3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Demam Berdarah, Perang Lain yang Tak Pernah Usai

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
June 7, 2020
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Ketika kita semua sedang berperang melawan virus “penakluk duania” saat ini, corona tipe SARS-Cov-2 penyebab pandemi Covid-19, virus demam berdarah dengue (DBD), secara sporadis terus melancarkan serangan. Ini memang musuh lama kita, yang sejak ditemukan pertama kali pada tahun 1968, terus menjadi masalah kesehatan serius masyarakat Indonesia.

Wajarlah saja dari 30 negara endemis DBD, Indonesia berada pada urutan ke-2. Secara nasional, saat ini ada sekitar 50 ribu jumlah kasus DBD, jauh lebih tinggi ketimbang kasus Covid-19 yang tercatat yaitu sebanyak 31 ribu terkonfirmasi. Syukurlah korban meninggal akibat DBD jauh lebih kecil, yaitu sebanyak 310 orang, seperenam korban tewas akibat Covid-19 yang sebanyak 1.851 orang. Yang mengagetkan lagi, jumlah kasus di Bali adalah kedua tertinggi di Indonesia setelah Jawa Barat, dengan jumlah kasus sebanyak 6 ribu lebih, dengan 13 korban meninggal dan bahkan kabupaten Buleleng, tercatat sebagai kabupaten dengan kasus terbanyak nasional, dengan 2.300 kasus dan 5 kematian.

Artinya, dari jumlah kasus maupun kematiannya, baik di propinsi Bali maupun di kabupaten Buleleng, DBD jauh lebih berat ketimbang Covid-19. Dalam hal Covid-19, propinsi Bali termasuk daerah yang tingkat kesembuhannya tertinggi, sekitar 59% (nasional 17%, global 32%) dan kematian terendah, sekitar 1% saat angka nasional sekitar 5.9%.

Situasi ini membuat Bali mendapatkan apresiasi dalam penanganan wabah Covid-19 dari pemerintah pusat dan bersama beberapa propinsi lain seperti DIY Yogyakarta dan Bangka Belitung telah dipertimbangkan untuk menjadi daerah pertama melakukan pelonggaran aktivitas sosial. Tentu saja tak dapat dilepaskan juga karena Bali merupakan aset andalan bidang pariwisata yang memiliki determinasi kuat secara ekonomi nasional. Lantas kenapa kita tetap lebih ngeri dengan Covid-19 dan seakan-akan DBD bukan apa-apa?

 Akan ada sejumlah alasan yang dapat dikemukakan. Sepertinya kita telah berdamai, atau tak sadar telah menyerah menghadapi DBD. Satu persoalan yang sudah sedemikian lama kita hadapi, pada suatu titik seakan-akan sampai juga pada satu keadaan teradaptasi atau lebih tepatnya sikap apatis. Tentu ini bukan hal yang baik. Sikap seperti ini jelas meniadakan greget otot-otot kita untuk tetap kencang melawannya. Keadaan ini mirip dengan bagaimana kita pun lelah dan lalu terbiasa menghadapi penyakit TBC yang setiap tahun di Indonesia diperkirakan membunuh sekurangnya sebanyak 67 ribu penderitanya.

Artinya, jika dirata-ratakan, setiap jam sedikitnya 8 orang Indonesia meregang nyawa dibantai kuman tuberkulosis itu. Sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan kematian akibat kecelakaan lalu lintas di negeri ini yang rata-rata setiap jama ada tiga orang meninggal di jalan raya. Dan ini pun sudah kita anggap biasa saja.

Alasan lain yang membuat kita lebih santai menghadapi DBD adalah, karena lain dengan Covid-19 yang ditularkan langsung dari manusia ke manusia, DBD hanya bisa ditularkan oleh nyamuk poleng Aides aegypti. DBD tetap membiarkan kita berpelukan hangat dengan sahabat atau keluarga, saat corona memisahkan kita yang tak suka sendirian, tercerai berai. Berada sendirian dalam ruangan isolasi jelas bukan pilihan orang-orang biasa seperti kita.

Walau memusnahkan nyamuk Aides mudah secara teoritis, faktanya hingga saat ini populasi tetap subur di sekitar kita. Kita pun selalu bersikap reaktif dan bertingkah menjadi pandir dengan berebut minta fogging (pengasapan) dan tak lupa menyalahkan pemerintah. Pengasapan, yang tampak heboh, sesungguhnya hanya prosedur yang memberi dampak paling sepele dalam program pengentasan nyamuk DBD. Sesuatu yang tampak heboh umumnya memang sedikit isinya dan kerap kali membuat kita menjadi abai dan terlalu santai.

Mestinya kita harus kembali pada hal-hal sederhana dan mudah yang sering kali punya kekuatan mengagumkan. Jika pengasapan butuh sedemikian banyak sarana, jadwal dan syarat jumlah tertentu kasus DBD di suatu lingkungan, maka tindakan-tindakan yang lebih efektif seperti menghilangkan genangan air sebagai habitat jentik si nyamuk poleng dapat kita lakukan setiap saat dan tak butuh sarana yang rumit-rumit. Apabila habitat bibit nyamuknya kita hilangkan, lalu bagaimana mungkin bisa tumbuh nyamuk dewasa sebagai vektor/penular?

Namun tentu, hal sederhana dan mudah ini tak cukup hanya dikerjakan oleh segelintir orang saja, namun harus secara serempak dikerjakan oleh semua orang dan terus-menerus. Harus ada kesadaran dan kepedulaian yang tak putus-putusnya. Jika bukan sebuah perang, sudah pasti ini strategi jitu melawan DBD. Satu rumah saja tak solid melakukannya, maka nyamuk dewasa yang tumbuh di situ dapat meneror orang lain dalam radius 100 meter. Maka berpelukan dalam komunitas  jangan cuma dalam pesta-pesta meriah, kepaduan pun menjadi keharusan dalam strategi pemberantasan DBD.

Fenomena yang terjadi dalam dunia medis dan penyakit memang sangat menarik. Sungguh mencengangkan sekaligus membingungkan, bagaimana mungkin virus SARS-Cov-2 yang hanya terdiri dari 30 ribu untai genom saat ini telah mengunci manusia yang super kaya dengan tiga milyar untai genom. Namun jangan buru-buru berkecil hati, tubuh kita sesungguhnya mampu menciptakan hingga 100 juta antibodi/kekebalan terhadap kuman yang berbeda.

Meskipun demikian, alam telah mengatur, dengan kekuatan maha dahsyat sebesar itu, manusia berpotensi menjadi mahluk diktaktor. Menganggap mahluk lain tak penting dan sah untuk dipinggirkan bahkan dimusnahkan. Dan kita telah berkali-kali diingatkan. Maka, super antibodi yang kita miliki harus selalu diikuti kerendahan hati dengan bersedia menguras genangan air sebagai strategi perang cerdas melibas DBD. [T]

Tags: demam berdarahkesehatanvirus corona
Share161TweetSendShareSend
Previous Post

Sang Hyang Eta-Eto: Memahami Kalender Hindu Bali & Baik-Buruk Hari dengan Rumusan ‘Lanus’

Next Post

Covid-19: Sebuah Pandemi, Sebuah Cerita [1]

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Covid-19: Sebuah Pandemi, Sebuah Cerita [1]

Covid-19: Sebuah Pandemi, Sebuah Cerita [1]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co