2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Balada “Gelebeg” – [dengan rasa hormat kepada almarhum bapa]

I Wayan Artika by I Wayan Artika
May 30, 2020
in Esai
Balada “Gelebeg” – [dengan rasa hormat kepada almarhum bapa]

Ilustrasi tatkala.co || Nana Partha

Yeh memesu (mata air) di antero barat kaki Gunung Batukaru, Tabanan, Bali, yang mencapai ratusan, besar kecil, bersumber dari danau kembar (Buyan dan Tamblingan), tepatnya di timur laut desa. Alas tutupan (hutan lindung) dan kawasan hutan lainnya memberi kontribusi besar pada pasokan air sepanjang tahun. Sungai dan pangkung berhulu di perkebunan kopi atau perbatasan hutan, dijadikan sumber air sejumlah subak.

Esai pendek ini bercerita tentang berakhirnya sejarah ekonomi padi hanya dalam 250 tahun saja.

Catatan yang saya buat menunjukkan bahwa usia subak di kaki Batukaru adalah 250 tahun (2020, anak saya generasi VI). Ayah kompyang saya adalah generasi pertama, memulai ngebet alas (membuka hutan untuk sawah), menemukan mata air, membangun empelan, telabah, aungan serta mendirikan Bedugul  (pura subak) atau Pura Jero Sedahan.

Ngebet atau mencetak sawah tidak butuh waktu lama. Namun menjadikan sawah siap berproduksi yang didukung oleh terbangunnya habitat sawah, terbentuknya lumpur, tumbuhnya rumput dan gulma yang khas, berkembangbiaknya  aneka siput (pici pici, binga binga, buit buit, kakul), lintah, ikan (nyalian bengkeng, gajor), dan yang paling khas adalah lindung; dibutuhkan waktu yang sangat lama.

Sejak waktu mulai ngebet (generasi I) dan masih dikembangkan lagi oleh generasi II) membutuhkan waktu 100 tahun. Pada masa ini subak belum siap atau sudah mendekati siap berproduksi yang merupakan masa perintis. Namun demikian pada masa ini subak sudah bisa memberi kehidupan walaupun tetap ada ancaman sayah atau paceklik. Pada masa ini pula generasi II telah mengenbangkan berbagai teknologi  kerta masa (sistem atau pola tanam), pengolahan lahan, tata ekonomi (sistem upah kerja yang dibayar dengan padi atau beras), numerasi (seping, tanggapan, sibak, cekel, tegen, tenah, ceeng, bokoran), aturan subak, teknologi pascapanen (penyimpanan, gelebeg), berbagai upacara (membenih, menanam, persiapan panen, panen, dan pascapanen).

Maka kejayaan atau masa emas subak atau ekonomi padi dicapai oleh generasi III dan IV (kakek dan bapak saya). Pada masa ini ekonomi padi benar-benar satu-satunya dan segala. Desa tanpa uang, tanpa urbanisasi, tanpa pendatang, padi/beras menjadi komoditas dan alat tukar, aturan subak terjaga, pasokan air aman, mandiri tanpa campur tangan pemerintah, berbagai varietas padi terpelihara dengan baik, hama terkendali, biaya tenaga kerja masih rasional, subak menjadi sentra kehidupan sosial, tanpa pupuk kimia dan pestisida, sapi menjadi tenaga utama, seluruh kerja subak dilakukan oleh tangan manusia (membenih, mengolah lahan, panen, pengolahan hasil panen, pengangkutan).

Generasi saya (V) bertepatan dengan Revolusi Hijau Orde Baru dan Pembangunan Nasional. Di depan mata direntang janji dan harapan sehingga saya hanya tinggal di desa sampai setamat SD dan ikut kerja di sawah ketika libur sekolah, yang nyatanya setelah tamat sarjana tidak pernah lagi karena kerja di Singaraja sebagai dosen. Di bagian lain, Bali menyediakan kerja baru: pariwisata. Urbanisasi melanda kaki Batukaru. Tenaga muda yang kuat untuk kerja di sawah tidak ada lagi, menjadi awal krisis tenaga kerja tani. Pembangunan Nasional dalam bidang hidup sehat mengambil jatah air subak untuk proyek air bersih. Yang mana nyatanya air jauh lebih penting ketimbang semenisasi empelan, jangkaan, dan telabah dalam sistem instalasi air. Semua ini memang menjadi perhatian Bapak Soeharto namun apa gunanya saluran irigasi yang bagus anti bocor jika tiada air?

Generas V menghadapi sejumlah persoalan pelik yang pada akhirnya tidak terpecahkan: krisis tenaga kerja karena urbanisasi, tawaran berbagai kerja baru dan penggunaan uang sebagai alat pembayaran atau upah, serta krisis air. Selain itu, Revolusi Hijau sendiri menimbulkan persoalan baru: kimianisasi, masuknya aneka varietas baru, punahnya  varietas padi lokal. Ego sektoral juga menimbulkan persoalan pelik di kaki Batukaru, antara sektor pertanian atau perkebunan dan sawah. Ketika harga komoditas panili, cengkeh, atau kopi meroket, para petani mengubah sawah jadi kebun.

Salah satu ciri kejayaan ekonomi padi yang dikembangkan di atas sistem subak, adalah bangunan gelebeg yang menjadi simbol kekayaan atau status sosial. Gelebeg telah melampaui status sekadar menjaga ketahanan pangan keluarga atau desa. Maka berlomba-lomba membangun gelebeg  saka  (bertiang) empat atau enam dari kayu kelas tinggi, yang mungkin bisa didapat dari dalam alas tutupan Batukaru.

Gelebeg juga menjadi pertanda kehancuran ekonomi padi-subak. Memasuki generasi VI, satu per satu gelebeg  dibeli oleh kolektor barang antik. Alasan utama menjual karena tidak cukup lagi padi disimpan akibat produksi merosot. Dalam kondisi ini, muncul asumsi baru: kebutuhan lahan pemukiman bagi keluarga urban yang sukses di kota dan ingin menunjukkannya di desa dengan membangun rumah baru (walaupun kecil, berhimpit).

Generasi VI, anak saya, mungkin akan menghadapi persimpangan jalan. Kemanakah Revolusi Industri 4.0 akan membawanya? Apakah di tangannya kejayaan subak generasi III (kompyangnya) akan kembali, tentu dengan memanfaatkan teknologi revolisi 4.0.

Menyimak video dokumenter Ekspedisi Indonesia Biru tentang Kasepuhan Cipta Gelar di kaki Gunung Halimun, di mana ekonomi padi tetap menjadi basis, wajar jua saya bertanya, “Mengapa usia ekonomi padi kaki Batukaru sedemikian pendek?” [T]

Tags: Gunung Batukarupadipertaniantabanan
Share33TweetSendShareSend
Previous Post

Sanggah Setengah Jadi dan Ritual yang Kembali Sederhana

Next Post

Kakek-Nenek Sayang Cucu Boleh Saja, Tapi… Yuk Belajar Parenting, Biar Tak Sesat Pikir

I Wayan Artika

I Wayan Artika

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. | Doktor pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha Singaraja. Penulis novel, cerpen dan esai. Tulisannya dimuat di berbagai media dan jurnal

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Kakek-Nenek Sayang Cucu Boleh Saja, Tapi… Yuk Belajar Parenting, Biar Tak Sesat Pikir

Kakek-Nenek Sayang Cucu Boleh Saja, Tapi… Yuk Belajar Parenting, Biar Tak Sesat Pikir

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co