3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kakek-Nenek Sayang Cucu Boleh Saja, Tapi… Yuk Belajar Parenting, Biar Tak Sesat Pikir

Candra Puspita Dewi by Candra Puspita Dewi
May 30, 2020
in Esai
Kakek-Nenek Sayang Cucu Boleh Saja, Tapi… Yuk Belajar Parenting, Biar Tak Sesat Pikir

Penulis dan anaknya

Memiliki anak dan kemudian menjadi orang tua, tentu jadi hal yang diidam-idamkan bagi siapa pun pasangan yang sudah menikah. Biasanya ada beberapa usaha yang dilakukan oleh sepasang suami istri untuk bisa cepat dapat momongan. Dimulai dari cara sederhana, semisal makan makanan sehat, mengubah gaya hidup, ikut program hamil, hingga ikut program bayi tabung yang tentu membutuhkan segudang uang.

Nah, sebelum menjadi orang tua, kita sering kali mendengar nasihat dari orang-orang bijak. Bahwa menjadi orang tua mesti siap lahir batin. Ya semua orang tau itu. Sebab butuh kesiapan fisik, mental, hingga materi. Ya semua orang juga tau itu. Tapi selain itu, ada satu hal lagi yang mesti diingat. 

Bahwa menjadi orang tua bukan hanya mesti siap fisik, punya mental yang bagus, dan punya uang, tapi juga mesti cukup ilmu . Ilmu apa? Ilmu parenting. Jadi perlu belajar lagi. Seperti membaca buku-buku parenting atau ikut kelas-kelas parenting, saya rasa menjadi wajib dilakukan oleh para orang tua atau calon orang tua.

Yang dibahas dalam buku atau kelas parenting biasanya seputaran pemberian ASI, MPASI paling tepat, alasan pentingnya bermain bagi anak, sampai membahas pola asuh terbaik. Pokoknya bahasan-bahasan ilmu parenting yang aktuallah. Supaya ga tersesat saat nanti punya anak.

Tapi tapi tapi, ada satu lagi yang dilupakan. Bahwa belajar parenting bukan hanya penting untuk orang tua dan calon orang tua. Namun juga penting untuk calon kakek nenek atau yang sudah sah jadi kakek nenek. Kenapa penting, ya itu untuk menyamakan sikap saja saat menghadapi, merawat, dan mengasuh seorang anak. Lebih-lebih pada orang tua yang butuh bantuan kakek nenek untuk membantu menjaga anak mereka nanti.

Bayangin deh tu ya, uda berapa generasi coba? Pola-pola pengasuhan anak yang dulu-dulu apa masih bisa diterapin? Kalau kaya bahasa sekarang kan, mesti diupgretlah itu kan ya.

Sering saya melihat, antara orang tua dan kakek nenek berjalan dengan pintarnya sendiri-sendiri. Seperti tidak mau mengalah. Si ibu bapak, pintar bersama ilmu-ilmu barunya. Si kakek nenek, pintar bersama ilmu-ilmu lama mereka yang belum tentu semuanya bisa terpakai atau diterapkan di saat sekarang. Yang sebenarnya lebih tidak baik lagi adalah, kakek nenek biasanya menggunakan pengalaman mereka saat merawat anaknya dulu sebagai senjata untuk membenarkan cara mereka dalam merawat dan mengasuh cucunya yang jelas-jelas hidup di zaman yang berbeda.

Padahal, ada beberapa pengalaman yang tidak sesuai lagi, jika diterapkan pada saat ini. Semisal, memberi makan anak di bawah usia enam bulan. Kalau dulu-dulu sih, banyak yang biasa anaknya dikasi makan sebelum usia enam bulan ya. Padahal belum boleh sebenarnya. Sebab usus anak di bawah usia enam bulan belum dapat mengolah makanan padat.

Ah, harusnya ga usah saya jelasin, ibu-ibu baru pasti paham betul tentang itu. “Tapi buktinya si ini dan si anu dulu saya kasih makan umur empat bulan, buktinya sampai sekarang umurnya tiga puluh, masih hidup.

“Oh iya Nek, syukur masih hidup. Itu namanya Nenek lagi beruntung. Ya bagus kalau beruntung. Kalau pas ga beruntung, gimana? Nanti paling-paling alasannya tidak tahu. Tapi kalau dikasih tahu apa percaya? Nah itu maksudnya, belajar parenting jadi bisa dimanfaatkan untuk mengonfirmasi, apakah pola asuh yang dulu-dulu masih bisa dipakai atau tidak di zaman sekarang ini. Ya kalau ga percaya sama ibu bapak dari cucu kalian, setidaknya kalau dokter yang kasih tahu, yang jelasin, yang ngajarin, kakek nenek pasti lebih percayalah ya.

Ada salah satu sanak saudara yang pernah curhat pada saya. Ia punya anak. Anaknya bernama Naumi. Naumi adalah cucu yang lama sekali dinanti-nanti. sehingga saat lahir, Ia disayang sekali oleh seisi rumah. Terutama oleh  kakek neneknya. Hari-hari Naumi dipenuhi kasih sayang dari kakek dan nenek. Seluruh fasilitas, lengkap tersedia untuk Naumi. Tak pernah lepas perhatian mereka untuk naumi. Sepanjang hari Naumi selalu dipangku, ditimang-timang, dan digendong. Tenaga dan napas mereka, direlakan demi Naumi. Naumi bak tuan puteri. Ia harus selalu bersih. Tidak boleh ada kotor apalagi terluka tubuhnya.

Saat Naumi berumur satu bulan atau dua bulan, mungkin sah saja jika Naumi tak pernah lepas dari gendongan orang tua atau  kakek nenek. Tapi ketika usianya lebih dari itu, menggendong tidak boleh terus-terusan dilakukan. Itu bisa menghambat kamampuan motorik anak. Itulah yang terjadi pada Naumi. Naumi tak dibiasakan bebas bergerak melatih otot-ototnya. Sehingga Naumi belum bisa tengkurap. Naumi juga belum bisa duduk. Padahal anak-anak seusianya sudah mulai belajar duduk. Bahkan ada yang sudah mulai belajar merangkak. Ibu dan ayah Naumi sudah memberi tahu kakek nenek untuk sesekali memberi kesempatan pada Naumi bergerak bebas. Tapi kata kakek nenek, “Nanti kalau sudah waktunya juga pasti bisa”. Jadi, karena kakek nenek tak bisa diberitahu, akhirnya ibu Naumi melatih Naumi secara diam-diam.

Saat Kakek Nenek sedang tidur, ibu Naumi akan membiarkan Naumi bergerak bebas sesuka hati Naumi. Naumi bergelinding ke sana dan ke mari. hingga akhirnya ia bisa tengkurap dan duduk tanpa ada luka dan tanpa ada tulangnya yang patah. Bagi ibunya, kalau berlatih, pasti terbiasa dan jadi bisa. Yang penting sudah cukup umur untuk boleh dilatih.

Ada lagi cerita dari teman kuliah saya yang katanya anaknya selalu disuruh tidur oleh kakek dan neneknya. Bahkan saat anaknya sedang senang-senangnya bermain. Ayah si anak sudah memberi tahu kakek nenek bahwa tidur memang penting. Tapi mengajak anak bermain juga tak kalah pentingnya. Lebih-lebih saat si anak berusia sepuluh bulan. Bermain bisa melatih akal anak, kata ayahnya.

Tapi kakek nenek tak mau percaya. Kasian kata mereka kalau cucunya capai. Padahal bayi akan memberi sinyal pada pengasuhnya kalau dia sudah capai. Semisal, nangis atau rewel. Semula, kakek nenek ini akan diajak ke acara seminar parenting. Tapi mereka tak mau ikut. Karena tak mau, ayah dari si anak punya akal.

Di rumah, ia memutar video-video seminar yang membahas ilmu-ilmu parenting. Itu dilakukannya setiap hari. Supaya kakek nenek menonton. Atau jika tak mau menonton, setidaknya mereka mendengar informasi-informasi terbarulah tentang cara mengasuh anak dari video-video itu. Dengan harapan, meluruskan kekeliruan tentang pengasuhan anak.

Belum selesai sampai di sana. Ada juga tetangga sebelah rumah yang bersedih cerita pada saya  perihal anaknya yang tak kunjung bisa berjalan. Yang kakinya selalu terbungkus kaos. Sebab kakek neneknya takut kalau-kalau nanti ia kedinginan dan sakit. Diumurnya yang sudah satu tahun delapan bulan, si anak belum juga bisa berjalan. Padahal itu adalah batas usia seorang anak bisa berjalan. Kalau belum bisa, berarti ada masalah.

Orang tua si anak juga sudah sering memberi tahu kakek nenek. Karena merasa tak pernah dipercaya dan didengar. Akhirnya ibu dan ayah si anak memutuskan membawa anaknya sekaligus kakek neneknya ke dokter anak langganan. Jadi semuanya diboyong ke sana. Setelah ditanya ke dokter, kenapa si anak belum bisa berjalan, ternyata salah satunya mungkin dikarenakan kaki yang selalu terbungkus kaos. Membungkus kaki anak dengan kaos tidak selalu baik rupanya. Sebab jari-jari kakinya tak terlatih untuk mencengkram tanah. Sehingga ia tak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya saat berdiri.

Siapa lagi ya?? Oh iya seorang ibu yang saya kenal di puskemas. Waktu itu kami sama-sama mau berobat. Tapi yang sakit bukan dia, tetapi anaknya yang balita. Saya tanyakan sakit apa. Dia bilang sakit batuk pilek. Setelah itu dia curcol. Katanya, batu pilek itu berasal dari kakek nenek si anak. Kebetulan hari-hari si anak yang asuh kakek neneknya. Sebab ibu ini mesti kerja. Ayah si anak sudah meninggal. Jadi dia mesti tekun cari uang. Sebelum tertular batuk pilek, ibu ini udah bilang ke kakek nenek menyarankan pakai masker.

Tapi, bukannya mengiyakan malah ibu ini dikatai terlalu berlebihan. Malahan, si nenek mengatakan bahwa kalau anak batuk itu karena si ibu yang makan makanan manis. Kebetulan ibu ini masih memberi ASI selepas kerja. Jadi, yang di salahkan malah si ibu. Padahal, ya jelas batuk pilek berasal dari virus kan? Mungkin waktu itu imun si anak sedang kurang bagus jadi gampang tertular virus.

Nah, penularannya dari mana? Ya dari orang yang kena batuk pilek juga bukannya? Kalau yang kena batuk pilek ga pakai masker, jelas virus mudah menyebar. Nah, sesat pikir kan jadinya kalau kakek nenek ga mau perbarui pengetahuannya.

Sudah selesai. oh tunggu-tunggu saya baru ingat obrolan tahun lalu bersama kawan sekantor saya tentang anaknya yang mesti harus kudu wajib makaaaaannn mulu. Makan terooss. Kakek neneknya takut kalau telat makan, cucunya jadi sakit lambung. Alhasil, anak teman saya tak mau makan. Padahal, bukan begitu sebenarnya. Kita perlu juga membuat bayi merasa lapar. Coba deh orang dewasa kalau lapar, pasti kita akan makan kan? Sama juga dengan bayi. Yang penting jangan kelamaan ga dikasi-kasi makannya.

Nah, kalau baru lima menit lalu menyusu, habis 100 ml, ya mana mungkin bayi merasa  lapar. Jelaslah ia bukan tak mau makan. Tapi  sudah kenyang. Jadi, Perihal makan, bayi butuh jeda. Si ibu cuma butuh waktu  ngatur jam makan saja kok. Bukan malas. Nah, kalau yang ini, untung kakek neneknya cepat bisa beradaptasi dengan hal-hal baru tentang pemberian MPASI. Jadi tak pusing-pusing lagilah nyari cara untuk meyamakan pandangan dan sikap dalam mengahadapi dan merawat anak.

Nah begitulah jadinya kalau yang belajar parenting cuma orang tua dan calon orang tua. Supaya tidak terus bertentangan, supaya punya cara yang sejalan dalam meyikapi anak, alangkah baiknya kalau kakek nenek dilibatkan juga belajar parenting. Yuk belajar bareng-bareng! [T]

Tags: anak-anakibuKeluargaparenting
Share137TweetSendShareSend
Previous Post

Balada “Gelebeg” – [dengan rasa hormat kepada almarhum bapa]

Next Post

Dendam Seorang Arwah Gentayangan

Candra Puspita Dewi

Candra Puspita Dewi

Lulusan Undiksha Singaraja, kini jadi guru di Denpasar. Di sela mengajar, ia juga main teater di Komunitas Mahima dan Teater Kalangan

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Dendam Seorang Arwah Gentayangan

Dendam Seorang Arwah Gentayangan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co