3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tubuh Tanpa Makan

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
May 26, 2020
in Esai
Atat Yang Bijaksana #1

ILustari tatkala.co | Nana Partha

Bukan tanpa alasan jika Bhagawan Wararuci menyebut ucapan Bhagawan Byasa ada pada setiap ajaran. Baginya, ajaran Bhagawan Byasa seperti cahaya yang melenyapkan gelap. Terutama kegelapan pikiran. Konon Bhagawan Byasa tidak ada yang tidak diketahuinya, karena itu ia disebut mengetahui segalanya dan tanpa kebodohan [tan hana kapinggingnira]. Karena dari seorang Bhagawan yang demikianlah lahir ajaran, wajarlah jika orang yang demikian dihormati sebagai orang yang terpelajar. Yang dihormati, tidak hanya ajarannya tapi juga yang mengajarkan.

Bhagawan Byasa adalah satu dari sekian banyak nama-nama yang disebut-sebut dalam teks kuna. Konon, Bhagawan ini dilahirkan oleh seorang perempuan bernama Satyawati, sedangkan ayahnya bernama Bhagawan Parasara. Nama Parasara selain menjadi nama Bhagawan, juga nama salah satu Dharma Sastra. Apakah ada hubungan antara Bhagawan Parasara dan Parasara Dharma Sastra? Saya belum tahu soal ini, karena belum menemukan sumber-sumber yang bisa menjadi landasan pemikiran.

Satu hal yang penting bagi saya, adalah keterangan dari Bhagawan Wararuci bahwa Bhagawan Byasa dilahirkan di sebuah tempat bernama pulau hitam [Kresna Dwipa]. Sedangkan menurut banyak sumber, nama tempat seringkali juga menjadi nama orang atau sebaliknya. Dalam kasus ini, Bhagawan Byasa juga dikenal dengan sebutan Kresna Dwaipayana Wyasa. Itulah keterangan yang bisa kita dapat tentang Bhagawan Byasa yang dideskripsikan oleh Bhagawan Wararuci.

Byasa Wacana atau ajaran Bhagawan Byasa dipuji kemuliaannya bagai emas permata yang memenuhi daratan dan lautan. Hanya mereka yang berani menggali dan menyelam yang akan mendapatkan permata-permata mulia itu. Menurut Bhagawan Wararuci, isi Bharatakatha yang dikerjakan oleh Bhagawan Byasa adalah kematangan tentang rasa yang utama. Yang dimaksudkan sebagai rasa utama yang matang itu adalah pengetahuan yang super halus [rahasyajnana].

Rahasyajnana itulah yang menjadi sumber mata pencaharian bagi seorang Kawiwara [pinakopajiwana sang kawiwara]. Kawiwara berarti seorang penyair yang terkemuka. Dengan demikian, kita sampai pada pemahaman bahwa penyair adalah mereka yang menikmati rahasyajnana. Apakah yang dimaksud dengan rahasyajnana? Sampai pada pertanyaan itu, kita hentikan dulu sejenak. Saya ingin mengatakan, bahwa konsep kepenyairan yang demikianlah yang berlaku pada masa pustaka Sarasamuccaya tercipta. Konsep ini bisa saja telah berganti sesuai peralihan jaman. Tidak ada yang aneh dalam perubahan itu, karena segala yang ada di dunia ini, bergerak maupun tidak bergerak akan berubah.

Rahasyajnana sangatlah sulit untuk dijelaskan karena kerahasiaannya. Rahasia dalam hal ini berarti sangat halus, saking halusnya dia tidak bisa dipikirkan. Karena tidak terpikirkan, dengan singkat orang-orang lebih memilih untuk menyebutnya ‘memang demikian’ lalu selesai.

Mari kita tengok pustaka berjudul Sang Hyang Bedajnana untuk memetakan, apakah yang dimaksud dengan rahasyajnana ini. Bahkan menurut pustaka ini, jnana tidak hanya rahasia tapi sangat rahasia atau sangat halus [paramarahasya]. Kerahasiaannya dibagi menjadi dua, yakni rahasia dari jagat raya dan rahasia dari jagat kecil atau tubuh. Artinya, jnana merahasia di dua jagat itu. Oleh sebab itu, pustaka Sang Hyang Bedajnana menjanjikan bahwa orang-orang yang berhasil mengetahui rahasia di kedua jagat itulah yang akan mencapai alam Shiwa.

Untuk mengetahui rahasia dua jagat itu tadi, ada syarat yang harus dipenuhi. Syaratnya adalah menjadi Pandita. Syarat ini ditentukan dengan sangat jelas dalam pustaka Sang Hyang Bedajnana. Karena menurut pustaka tersebut, tubuh cahaya [dewa sharira] dan kelepasan [kamoktan] ditemukan [pinangguh] oleh sang Pandita. Mengenai hal ini, kita sudah bicarakan pada pembicaraan terdahulu tentang Diksa Widhi Widhana. Kalau tidak ingat, saya akan mengingatkan bahwa seseorang bisa disebut Pandita jika melakukan Lokika Karya yakni Diksa Widhi Widhana dan Parama Kaiwalya Jnana.

Sampai pada titik itu, syaratnya belumlah selesai. Selain menjadi Pandita, seseorang diwajibkan mengikuti syarat lainnya yakni menjadi murid. Saat menjadi murid pun, ada beberapa lagi syarat lainnya. Syarat-syarat itu ada beberapa, yakni setia [shrad-dadhano], menguasai indriya [jitendriya], menjalankan dharma [dharmatmo], menepati janji diri [wrata sampanno], dan berbakti pada guru [guru bhakti]. Setelah syarat-syarat itu terpenuhi, barulah seorang murid pantas diberikan pengetahuan berupa Sang Hyang Bedajnana.

Itulah sedikit penjelasan yang sangat tidak menjelaskan tentang rahasyajnana. Oleh sebab itu, berdasarkan pada penjelasan tadi, kita bisa mengetahui bahwa seorang kawiwara juga adalah seorang Pandita. Sekali lagi, itulah konsep ideal kepenyairan yang berlaku pada masanya.

Baiklah, sekarang kita kembali pada ucapan Bhagawan Wararuci yang sangat menghormati karya dan Bhagawan Byasa. Saking hormat dan kagumnya, Bhagawan Wararuci sampai-sampai mengatakan bahwa tidak ada pengetahuan yang tidak dilandasi oleh ucapan Bhagawan Byasa. Tentu saja ucapan itu tidak sepenuhnya benar, karena menurut nyatanya ada beberapa pengetahuan yang tidak bersumber dari Bharatakatha semisal Ramayana. Entah itu Ramayana karya Walmiki, atau Ramayana karya pujangga Bhati. Tetapi ungkapan ini jelaslah digunakan sebagai metafora untuk meninggikan kedudukan Bharatakatha.

Satu lagi metafora peninggian itu adalah seperti tubuh yang tidak akan pernah ada tanpa makanan dan minuman. Makanan dan minuman dalam metafora itu adalah Bharatakatha, sedangkan tubuh adalah ilmu-ilmu turunan yang lainnya. Perumpamaan itu digunakan dengan sangat tepat, sebab memang tubuh ini tidak akan dapat bertahan tanpa adanya makanan dan minuman. Meskipun, pada beberapa khasus ada yang mengatakan bahwa tubuh bisa bertahan dengan mengolah nafas.

Pernyataan itu jelaslah beralasan. Menurut satu pustaka, setidaknya ada tiga jalur utama dalam tubuh yang fungsinya untuk menyalurkan tiga hal yakni makanan, minuman dan udara. Saluran untuk makanan disebut anawaha. Berasal dari kata ana yang berarti makanan. Saluran untuk minuman bernama toyawaha. Sedangkan saluran untuk udara atau nafas adalah pranawaha. Ketiga saluran inilah yang disebut sebagai Tri Nadi. Di antara ketiganya, hanya saluran udara yang tetap berada di tengah. Sedangkan saluran makanan dan minuman, kadangkala berbeda antara pustaka yang satu dengan pustaka yang lainnya.

Perbedaan itu bisa ditemukan dimana saja, dalam pustaka apa saja jika dibanding-bandingkan. Bagaimana menjelaskan mengapa perbedaan itu ada, adalah sebuah kasus lain lagi yang sangat baik jika dicari penjelasannya secara bersama-sama dan dibagikan pada tiap orang yang benar-benar ingin tahu.

Nah, sampai disini dulu pembicaraan kali ini. Tapi di akhir tulisan ini, saya ingin mengemukakan sesuatu yang penting yang terus saja berkelindan di pikiran saya. Menurut pembicaraan tadi, kita tahu bahwa tiga unsur pokok pembentuk tubuh adalah nafas, makanan dan minuman. Di antara ketiganya, dalam berbagai macam pustaka, ada ajaran untuk meniadakan makanan dan minuman. Upawasa istilahnya dalam teks Siwaratrikalpa. Itu artinya, ada dua saluran yang diistirahatkan dalam tubuh. Sedangkan saluran tengah, yakni nafas tidak ditiadakan sama sekali. Tetapi dikendalikan dengan berbagai macam cara.

Kita mengenal kata Pranayama untuk pengendalian nafas itu. Artinya, nafas menjadi satu bagian yang penting untuk mempertahankan tubuh tanpa makanan dan minuman. Tidak hanya tubuh darah dan daging, tapi juga tubuh halus bernama pikiran.

Dan menurut suatu pustaka yang tidak saya katakan sumbernya, tubuh darah dan daging mirip sebuah kota dengan banyak pintu gerbang. Pintu-pintu itu, konon bisa terbuka dan tertutup asal orang punya kuncinya. Sama seperti Jnana, kunci dari gerbang tubuh itu disebut rahasya. Istilah lengkapnya kunci rahasya. Apa dan dimanakah kunci itu? [T]

Tags: filsafatrenungansastra
Share19TweetSendShareSend
Previous Post

Sejarah Kesehatan dan Kebangkitan Nasional(isme) Indonesia

Next Post

Kisah Kaos Kaki di Kapal Pesiar

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Kerja di Kapal Pesiar, “Macolek Pamor” Dianggap Kaya

Kisah Kaos Kaki di Kapal Pesiar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co