3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kenapa Dinosaurus Punah, Virus Tidak?

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
May 14, 2020
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Dinosaurus hidup di Bumi pada zaman yang disebut sebagai Era Mesozoic yang berlangsung pata 252 sampai 66 juta tahun yang lalu. Sebuah asteroid berdiameter 15 kilometer menghujam bumi 66 juta tahun lalu, dengan guncangannya setara 10 miliar bom Hiroshima.

Bola api radioaktif menyebar ke berbagai arah hingga beratus-ratus kilometer dan menciptakan tsunami yang merendam separuh planet ini. Dinosaurus golongan ‘bukan burung’ tak punya harapan hidup sama sekali. Cuma yang berbadan kecil dan dinosaurus berbulu serta bersayap yang sekarang kita sebut burung yang bisa selamat. Kerajaan dinosaurus yang sempat “memimpin” bumi selama ratusan juta tahun, terhempas tandas, menyisakan sejarah alam yang sedemikian eksotik  memikat.

Sejarah telah berulang-ulang membuktikan, para raja  imperiumnya memang rentan untuk tumbang  musnah. Semakin rumit sebuah entitas, semakin banyak potensi keruwetan yang disimpan. Dinosaurus yang berukuran besar dengan struktur tubuh yang kompleks, berkebutuhan makanan yang banyak  persaingan alam yang ketat membuatnya rentan cedera  terserang penyakit.

Seperti halnya sebuah kerajaan, seorang raja yang berambisi mencengkram kekuasaannya dengan segala cara, niscaya ia punya segala musuh yang selalu mengintai. Entah musuh dari kerajaan lain, pun pengkhianat dalam negerinya sendiri. Dapat saja rakyatnya sendiri, bahkan orang-orang terdekat yang tak pernah disangka-sangkanya. Itulah yang dilakukan oleh Marcus Junius Brutus Caepio—lebih dikenal sebagai Brutus—seorang Senator Kota Roma yang pada akhir Republik mengkhianati  membunuh Gaius Julius Caesar. Bersama beberapa rekan senatornya yang lain, Brutus membunuh Caesar pada 14 Maret 44 SM.

Dan kelak pembunuhan tersebut mencetuskan perang saudara di Republik Roma. Pengkhianatan Brutus  senator-senator koleganya terjadi karena mereka merasa tidak puas melihat situasi dan kondisi Republik Roma di bawah kepemimpinan Caesar. Ia dianggap telah menjadi diktator yang sewenang-wenang dan acap menerbitkan sejumlah undang-undang yang mengukuhkan kedudukan dan kekuasaannya dalam pemerintahan monarki absolut. Padahal, Brutus sendiri pada mulanya merupakan sahabat Caesar dan rekan seperjuangan. Oh ya, jangankan hanya seorang kawan, bahkan pikiran seorang manusia dapat saja mengkhianati hatinya sendiri.

Hantaman asteroid maha dahsyat telah mengakhiri kerajaan dinosaurus, namun tidak kerajaan virus atau bakteri. Ia abadi hingga saat ini  beberapa kali mengguncang dunia akibat pandemi yang disebabkannya. Semua orang pasti pernah mendengar wabah Black Death yang telah merenggutkan hingga 200 juta nyawa manusia pada abad ke-13. Juga yang baru saja di abad ke-19, wabah Flu Spanyol yang telah membunuh hingga sepertiga penduduk Eropa.

Lalu hari ini, kita masih dicekam oleh rasa ngeri akibat pandemi Covid-19, generasi terkini grup virus Corona yang sebelumnya telah mewabah sebagai SARS  MERS. Covid-19 telah menggerogoti nyaris 250 negara dengan 3 juta penderita  melenyapkan 300 ribu nyawa manusia di seluruh dunia. Ia-lah penakluk dunia saat ini, menyingkirkan semua bangsa  kerajaan. Bagaimana virus  bakteri dapat abadi? 

Jawabannya akan sangat mengagetkan. Segala jasad renik yang sedemikian kuat bertahan, pastilah karena sebuah alasan yang sangat sepele yaitu karena kesederhanaan mereka. Kesederhanaan sepertinya takkan punya banyak musuh, pun sebuah entitas yang sulit dikalahkan. Apa sih yang mau direbut  dikhiananti dari sebuah kesederhanaan? Ia jauh dari segala potensi keruwetan  komplikasi.

Seorang pertapa atau biksu yang telah melepaskan segala-galanya, takkan lagi punya musuh yang setiap saat dapat menikam atau mengkhianatinya. Satu-satunya musuh yang masih tersisa hanyalah dirinya sendiri. Bertarung melawan diri sendiri adalah kesederhanaan paling hakiki. Jika kita punya mobil mewah, maka musuh kita adalah rasa takut bodinya tergores lantaran ulang iseng seseorang atau tak sengaja disrempet pengendara sepeda motor ugal-ugalan. Bila kita punya pasangan yang cantik  seksi maka musuh kita adalah tatapan mata jalang semua lelaki yang berhasrat menjilatinya.

Virus bahkan masih diperdebatkan sebagai mahluk hidup atau benda mati. Ia cukup beruntung diberi sebuatan sebagai mikroorganisme yang bahkan untuk berkembang biak saja butuh menumpang pada sel dari mahluk hidup lain, hewan atau manusia yang dikenal sebagai host atau inang.

Apabila virus masuk ke sel host, mikroorganisme ini akan memasukkan sejenis materi genetik ke dalam host dan mengambil alih fungsi sel host tersebut. Virus akan terus bereproduksi setelah menginfeksi sel host. Ia terlampau sederhana karena hanya terdiri dari seuntai protein yang disebut sebagai asam ribonukleat/deoksiribonukleat atau ribonucleat acid (RNA) atau deoksyribonucleat acid (DNA) yang ukurannya berdiameter sekitar 20-300 nanometer (nm) dan panjangku 20-14 ribu nanometer. (1 nanometer = 0,000001 mm).

Betapa kecilnya! Dengan ukuran sekecil  struktur sesederhana itu, virus akan sangat mudah bertahan  bersembunyi di mana saja  kapan saja. Dalam amplitudo temperatur yang lebar maupun iklim yang ekstrim. Bahkan jika sel tubuh hewan atau manusia dibagi-bagi sampai ukuran terkecil maka yang tersisa adalah bagian terpenting yang juga disebut sebagai protein RNA. Itulah kenapa saat seseorang telah mati bahkan tubuhnya telah terurai hancur, ia masih dapat diidentifikasi dengan pemeriksaan DNA-nya.

Lalu haruskan kita menjadi kecil  miskin agar lestari seperti virus? Mungkin bukan itu filosofinya. Bukankah virus kini menjadi penakluk walau ia tak tampak oleh mata? Tak semua harus menjadi pertapa atau biksu. Bahkan setiap orang boleh bermimpi menjadi raja, raja yang menguasai  mengalahkan dirinya sendiri, lalu tak satupun musuh di luar yang perlu mengalahkannya lagi. [T] 

Tags: covid 19virusvirus corona
Share23TweetSendShareSend
Previous Post

Anjing Bali dalam Hidup Masyarakat Bali

Next Post

Catatan Harian Perbekel dalam Kumpulan Cerpen “Ngipiang Jokowi”

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Catatan Harian Perbekel dalam Kumpulan Cerpen “Ngipiang Jokowi”

Catatan Harian Perbekel dalam Kumpulan Cerpen “Ngipiang Jokowi”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co