2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kolaborasi LPD dan Pekerja Migran Membangun Desa

I Nengah Suarmanayasa by I Nengah Suarmanayasa
April 19, 2020
in Esai
Kolaborasi LPD dan Pekerja Migran Membangun Desa

Pekerja Migran Indonesia (PMI) baru datang dari luar negeri

Berbicara desa membuat pikiran imajinatif pembaca mengarah pada sebuah kondisi yang memperihatinkan. Seperti rendahnya kualitas SDM, terbatasnya infrastruktur, sedikitnya pertokoan, sedikitnya ragam profesi seperti dokter, pengacara, dosen, hakim, dominannya profesi sebagai petani, bahkan banyak menjadi petani gurem, karenanya angka kemiskinan lebih banyak terdapat di desa. Demikian wajah desa secara umum yang ada di Indonesia.

Karena itu pula, saat ini fokus dan lokus pembangunan Indonesia diarahkan ke desa. Desa diyakini sebagai harapan baru dalam mewujudkan Indonesia maju. Undang-undang No.6/2014 tentang desa memberi semangat baru kepada warga desa. UU ini hadir sebagai bentuk keberpihakan negara kepada desa. Dana desa sebesar Rp 1 M per desa per tahun yang digelontorkan pemerintah pusat membuat wajah desa berubah. Infrastruktur makin baik, sekolah-sekolah TK makin banyak, kantor kepala desa makin megah, penataan pasar desa makin baik, internet mulai masuk desa, dan banyak lagi perbaikan yang sudah terjadi.

Bali yang dikenal sebagai daerah tujuan wisata dunia juga mengalami perubahan. Disamping terbantu oleh suntikan dana desa dari APBN, desa di Bali khususnya desa adat banyak terbantu oleh LPD (Lembaga Perkreditan Desa). LPD didirikan untuk membantu warga desa dalam akses keuangan. Adanya LPD membuat warga desa yang awalnya tidak memenuhi syarat meminjam uang di bank (bank umum dan BPR) menjadi mendapat pinjaman di LPD.

Kelonggaran syarat yang ada di LPD membuat warga desa mendapat pinjaman/kredit. Kondisi ini menjadikan warga desa lebih berani membuat perencanaan hidup menuju kehidupan yang lebih baik. Misalnya perencanaan setelah tamat SMA. Umumnya, anak muda di desa bersekolah sampai jenjang SMA saja (wajib belajar 12 tahun). Keputusan itu diambil karena alasan ekonomi sehingga tidak berani melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Di samping itu, jika pun dipaksakan untuk kuliah, maka setelah lulus belum ada jaminan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Begitulah cerita-cerita atau obrolan yang biasa diobrolkan warga di desa saat bertemu di sawah maupun saat ngobrol di balai banjar.

Hadirnya LPD di desa membuat cerita hidup berubah. LPD menciptakan program yang memberikan kredit/pinjaman yang disesuaikan dengan kondisi peminjam/debitur. Sebagai contoh, banyak LPD terutama yang berada di pinggiran membuat program dengan nama kredit kapal pesiar bagi warga yang akan berangkat ke kapal. Skema kreditnya adalah membiayai seluruh biaya keberangkatan warga desa yang akan berangkat ke kapal.

Ada juga LPD yang memberi kredit sejak warga desa mulai sekolah di sekolah kapal pesiar (jenjang D1) sampai keberangkatan. Angsuran boleh dibayar setelah debitur mendapat gaji pertama setelah bekerja di kapal. Debitur dapat mengirimkan angsurannya dari tempatnya bekerja. Program ini benar-benar membantu warga desa. LPD bersinergi dengan anak muda yang akan berangkat demi kebaikan bersama. Program ini adalah simbiosis mutulalisme. LPD memeroleh pendapatan bunga dari pinjaman yang diberikan, anak muda mendapat kepastian biaya untk keberangkatan. Hal ini sejatinya adalah bagian dari upaya untuk membangun desa. Biasanya dengan sekali atau dua kali keberangkatan, semua utang di LPD akan lunas.

Umumnya, setelah berangkat yang 3 kali, perubahan hidup mulai dirasakan. Perubahan diawali dengan pembuatan rumah untuk orang tuanya, membeli mobil, kemudian untuk persiapan menikah. Setelah keberangkatan kelima maka sudah mulai memikirkan investasi. Apakah membeli tanah di Denpasar atau membuat usaha (bisnis). Dua atau tiga kali keberangkatan, keluarga yang di kampung sudah mulai merasakan perubahan hidup.

Kiriman uang perbulan mulai datang, orang tuanya yang rata-rata seorang petani mulai menggunakan baju bermerek luar negeri, menggunakan celana bahkan sudah terbiasa membawa handphone kemana-mana. Orang tua sudah tidak berutang lagi di warung, sudah bisa bayar peturunan di desa adat dengan lancar, dan cerita lainnya yang menunjukkan adanya perbaikan secara ekonomi.

Yang paling penting, adanya seorang kakak yang berangkat ke kapal pesiar membuat sang adik yang masih sekolah baik di SMA atau di SMP menjadi memiliki jaminan untuk bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya. Umumnya, jika adik dari seorang pekerja kapal pesiar sedang duduk di bangku SMA, sang adik akan mengikuti jejak sang kakak. Caranya juga hampir mirip dengan cara kakaknya.

Dimulai dengan sekolah di sekolah kapal pesiar selama 1 tahun, berikutnya meminjam uang di LPD sekitar Rp 40 juta untuk persiapan keberangkatan. Surat panggilan keberangkatan (job letter) dijadikan jaminan dan pembayaran angsuran dilakukan setelah mulai bekerja di kapal. Cerita berikutnya akan mirip dengan sang kakak. Dan keluarga yang bersangkutan kian mengalami peningkatan kualitas hidup.

Cerita sukses kakak beradik yang bekerja ke kapal pesiar akan berkabar ke tetangga yang ada di desa maupun di luar desa. Cerita ini akan membius semangat anak muda lainnya untuk mengikuti jejaknya.

Pertanyaan-pertanyaan mulai diajukan, seperti dimana sekolah agar bisa berangkat ke kapal? Siapa yang membantu sehingga bisa kerja di kapal? Berikutnya disusul pertanyaan, berapa biaya yang dihabiskan kalau mau berangkat ke kapal? Pertanyaan kunci, dimana atau bagaimana caranya mendapatkan uang tersebut agar bisa berangkat ke kapal?

Jawaban atas pertanyanaan-pertanyaan tersebut dibagi dengan riang gembira oleh para orang tua yang anaknya sudah duluan berangkat. Sampailah pada cerita bahwa LPD-lah sebagai pembuka pintu perbaikan hidup. LPD membantu semua biaya untuk keberangkatan. LPD berkolaborasi dengan calon pekerja kapal pesiar untuk membangun desa. Intinya LPD hadir sebagai solusi.

Layanan yang diberikan LPD akhirnya diadopsi oleh LPD-LPD di luar desa sehingga banyak LPD yang memberikan layanan kredit untuk calon pekerja ke kapal pesiar. Tidak heran jika di Bali banyak dijumpai sekolah kepal pesiar. Tidak heran juga jika banyak dijumpai anak muda yang umurnya di bawah 25 tahun sudah beberapa kali berangkat ke kapal pesiar.

Hampir di semua kabupaten di Bali banyak anak mudanya yang bekerja di kapal pesiar. Jumlah anak muda yang bekerja di kapal pesiar tiap tahun kian bertambah seiring adanya harapan dan kepastian untuk perbaikan hidup. Dan biasanya anak muda yang bekerja di kapal pesiar adalah anak muda yang berasal dari desa. Bahkan desa yang ada di pinggiran. Ini sangat berbeda dengan pilihan anak muda yang tinggal di kota yang lebih memilih melanjutkan kuliah setelah lulus SMA.

Seminggu belakangan ini media online maupun media cetak saling berlomba memberitakan orang yang bekerja di kapal pesiar. Awalnya orang yang bekerja di kapal disebut TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Belakangan sebutannya berubah menjadi PMI (Pekerja Migran Indonesia).

Salah satu surat kabar memberitakan bahwa saat ini (April 2020) setidaknya ada 78.000 orang Indonesia yang bekerja di kapal pesiar, dari jumlah tersebut, sebanyak 22.000 orang berasal dari Bali. PMI asal Bali menyumbang devisa sebanyak Rp 12 Triliun per tahun. Angka ini sangat besar dan sangat bermakna bagi perekonomian Bali. Berkat jasa tersebut, tidak berlebihan jika PMI disebut pahlawan devisa.

PMI biasanya bekerja di kapal antara 4-6 bulan, setelah itu kembali ke kampung halaman, Bali. Orang tua, sanak saudara, istri, anak, bahkan tetangga pun merasa bahagia mendengar berita jika ada salah satu anggotanya yang pulang dari kapal. Mereka bahagia karena akan segera berjumpa dan kebahagiaan dibarengi dengan adanya kepastian membawa lembaran uang dollar.

Orang rumah akan mendapat oleh-oleh yang semuanya berbau luar negeri. Mulai dari parfum, baju, celana, kaca mata, sepatu dan sebagainya. Intinya semua merasa bahagia tatkala PMI pulang kampung. Hadirnya teror Covid-19 membuat cerita menjadi mendadak berubah. Semoga Covid-19 segera kabur sehingga cerita-cerita bahagia saat seorang PMI pulang kampung segera terdengar kembali. PMI adalah harapan keluarga, pejuang desa sekaligus pahlawan devisa. Terima kasih PMI. [T]

Tags: desakapal pesiarLPDpekerja migran
Share18TweetSendShareSend
Previous Post

Stigma & Stigmata

Next Post

“The Flu”, “The Contagion”, dll. — Menonton Film Pandemi untuk Selamat dari Pandemi

I Nengah Suarmanayasa

I Nengah Suarmanayasa

Staf pengajar di FE Undiksha-Singaraja

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
“The Flu”, “The Contagion”, dll. — Menonton Film Pandemi untuk Selamat dari Pandemi

“The Flu”, “The Contagion”, dll. -- Menonton Film Pandemi untuk Selamat dari Pandemi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co