22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Virus, Masker dan Minyak – [Sebuah Renungan]

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
April 9, 2020
in Esai
Virus, Masker dan Minyak – [Sebuah Renungan]

Ilustrasi tatkala.co / Nana Partha

Apa hubungan virus, masker dan minyak?

Sebenarnya tidak ada hubungan antara ketiganya. Hanya karena efek diam di rumah dan agak kurang kerja, saya mencoba menghubungkannya.

Semoga suasana sepi, memberi kita kesempatan untuk mengamati, merenung dan berpikir,  tentang apa bagaimana dan dimana posisi dan bagaimana mengharmoniskan virus corona yang menjadi hit belakangan ini.

Pandemi atau wabah jaman dahulu disebut dengan istilah grubug. Dalam kebiasaan penyebutan yang saya kenal, hewan terutama jenis unggas yang ada di sekitar manusia yang sakit disebut kena sasab,  mungkin sama dengan sakit, dan kalau hewan mati termasuk juga manusia yang mati secara serentak dalam jumlah besar disebut grubug mungkin maksudnya sama dengan wabah atau pandemi.

Tetapi apapun istilahnya yang jelas maksudnya adalah bahwa ada saatnya mahluk hidup yang bisa kita lihat mengalami sakit (tidak harmonis), baik secara sendiri-sendiri maupun massal. Dalam hal ini tentu ada yang menjadi penyebab kenapa mahluk hidup yang kita lihat tersebut menjadi sakit (tidak harmonis) bisa disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.  Faktor eksternal inilah dalam tradisi Hindu Bali juga disebut bhuta.

Istilah bhuta atau gelap atau tak terlihat ini dianggap mahluk hidup, yang memiliki jiwa dan raga tetapi raganya tak bisa dilihat oleh mata manusia biasa. Mahluk yang berjiwa raga ini tak terlihat tetapi ada dalam waktu,  mungkin itu sebabnya leluhur kita menyebutnya sebagai Bhuta Kala.

Jadi leluhur kita mengajarkan,  bahwa walaupun kita tak bisa melihat  “sesuatu itu”  bukan berarti ” sesuatu itu” tidak ada. Contohnya adalah bau,  kita tak pernah melihatnya,  tetapi setelah mencari-cari sumbernya barulah kita tahu bahwa ada sesuatu mungkin bangkai tikus yang menyebarkan bau busuk atau setangkai bunga melati yang menyebarkan bau harum.  Tetapi cobalah ditelisik lagi dan lagi,  maka sumber yang sesungguhnya dari bau itu tidak bisa kita lihat dengan mata biasa,  tetapi “sesuatu itu” ada.

Dalam filsafat samkhya yoga yang menjelaskan tentang penciptaan dan peleburan atau tranformasi energi. Semua mahluk hidup dikatakan berasal dari purusha (spirit)  dan prakrti (material halus). Pada proses tranformasi energi tercipta mahluk-mahluk yang sangat halus,  yang terdiri dari spirit dan material yang halus, material tanah,  air, udara maupun api. Juga tercipta panca indria dan panca karnendria sebagai alat komunikasi.

Sayangnya sepuluh indria ini terbiasa kita pakai hanya untuk berkomunikasi dengan jiwa dan raga dalam ukuran yang besar,  sehingga lalai berkomunikasi dengan mahluk yang berukuran kecil.  Mata kita hanya tertarik melihat sesuatu yang besar dan indah,  seperti melihat anjing yang cantik dan lucu,  tanpa hirau pada semut terinjak oleh kaki kita.

Sudah lama kita lupa berkomunikasi dengan  sesuatu yang “kecil”. Dasa indria kita mungkin juga sudah lupa bagaima caranya berkomunikasi dengan mahluk itu, sampai saat kita terperangah dengan kemunculan mahluk kecil sangat kecil yang disebut virus corona.

Dalam tradisi Hindu di Bali, selain menghargai sesama manusia, kita juga diajarkan untuk menghargai mahluk lain dan alam yang diimplementasikan dengan upacara Bhuta Yadnya Salah satunya adalah banten caru. 

Dalam gelaran upacara bhuta yadnya berupa caru ini,  leluhur kita memakai sarana berbagai kulit atau daging binatang,  darah, nasi, minuman berfermentasi bahkan dalam beberapa tradisi juga ada persembahan berupa tahi ayam dan lain-lain yang pastilah akan menjadi tempat yang baik bagi perkembangbiakan bakteri,  virus dan lain-lain. Tetapi caru dengan berbagai persembahan berbau busuk itu akan diletakan di bawah,  dekat dengan,  yang pada akhirnya akan ditanam di tanah atau dilarung ke laut/sungai yang mengalir. 

Ada dua yang dipakai untuk mengharmoniskan “sesuatu”  yang berbau busuk dalam caru,  yaitu tanah dan air yang bergerak/mengandung panas dan air garam/laut yang juga mengandung panas. Tempat upacara juga tidak sampai berbau busuk karena selalu dipenuhi dengan asap dupa,  dan bunga-bunga yang berbau wangi.  Penggunaan sesuatu yang berbau wangi,  untuk menetralisir bau busuk yang karat mata biasa dilakukan oleh leluhur kita.

Hal lain yang berkaitan dengan bau wangi juga dipraktekkan oleh para pemangku-pemangku di Bali dengan mengolesi tengkuk,  kedua kening dan tekak tenggorokannya dengan bau harum,  agar tak dimasuki oleh mahluk-mahluk halus yang lebih kasar.  Dalam hal ini, selain ukurannya, tingkat kekasaran mahluk juga ditentukan oleh kualitas penyusun tubuhnya, yang dominan pertiwi/ tanah paling berat, yang lebih ringan yang dominan air,  diikuti oleh yang dominan api dan yang terakhir adalah yang dominan udara.

Bakteri dan virus adalah mahluk yang tubuhnya dominan air yang merupakan transformati mahluk hidup yang mati/bangkai. Ia ada pada sesuatu yang berbau busuk. Ia nyaris sama dengan bau busuk itu sendiri. 

Dalam ilmu perpupukan,  MOUL atau bakteri dan virus bisa diciptakan dengan mencampurkan bakteri pada nasi basi,  daging, buah atau sayur busuk, yang diberi gula dan asam,  maka minyak akan menggagalkan transformasi energi ini.  Dan bau harum dari bahan alami juga akan mampun menghalangi perpindahan mahluk ini. Karena bau harum adalah percampuran air dan panas,  merupakan sesuatu yang lebih halus dari bau busuk. Jadi mungkin bisa untuk menyaring udara yang mengandung material lebih dan air,, tetapi masker yang hangat dan berbau harum alami akan mampu menghalangi mahluk yang lebih kasar salah satunya bakteri dan virus.

Bau harum dan panas bisa kita dapatkan dari bahan-bahan alami di luar diri kita dan kehangatan juga bau harum bisa kita dapatkan dari semangat ketulusan dan kegembiraan dari dalam hati kita.  Salam. [T]

Tags: covid 19filsafatfilsafat balirenunganvirus corona
Share62TweetSendShareSend
Previous Post

Mencermati Arahan “Stay at Home” di Tengah Covid 19

Next Post

Tak Ada Jaminan Kesehatan Hari Ini – Catatan Novel Monster Kepala Seribu

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Si Pungguk Akhirnya Menemukan Buku Kritik Sastra Katrin Bandel

Tak Ada Jaminan Kesehatan Hari Ini - Catatan Novel Monster Kepala Seribu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co