28 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Virus, Masker dan Minyak – [Sebuah Renungan]

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
April 9, 2020
in Esai
Virus, Masker dan Minyak – [Sebuah Renungan]

Ilustrasi tatkala.co / Nana Partha

Apa hubungan virus, masker dan minyak?

Sebenarnya tidak ada hubungan antara ketiganya. Hanya karena efek diam di rumah dan agak kurang kerja, saya mencoba menghubungkannya.

Semoga suasana sepi, memberi kita kesempatan untuk mengamati, merenung dan berpikir,  tentang apa bagaimana dan dimana posisi dan bagaimana mengharmoniskan virus corona yang menjadi hit belakangan ini.

Pandemi atau wabah jaman dahulu disebut dengan istilah grubug. Dalam kebiasaan penyebutan yang saya kenal, hewan terutama jenis unggas yang ada di sekitar manusia yang sakit disebut kena sasab,  mungkin sama dengan sakit, dan kalau hewan mati termasuk juga manusia yang mati secara serentak dalam jumlah besar disebut grubug mungkin maksudnya sama dengan wabah atau pandemi.

Tetapi apapun istilahnya yang jelas maksudnya adalah bahwa ada saatnya mahluk hidup yang bisa kita lihat mengalami sakit (tidak harmonis), baik secara sendiri-sendiri maupun massal. Dalam hal ini tentu ada yang menjadi penyebab kenapa mahluk hidup yang kita lihat tersebut menjadi sakit (tidak harmonis) bisa disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.  Faktor eksternal inilah dalam tradisi Hindu Bali juga disebut bhuta.

Istilah bhuta atau gelap atau tak terlihat ini dianggap mahluk hidup, yang memiliki jiwa dan raga tetapi raganya tak bisa dilihat oleh mata manusia biasa. Mahluk yang berjiwa raga ini tak terlihat tetapi ada dalam waktu,  mungkin itu sebabnya leluhur kita menyebutnya sebagai Bhuta Kala.

Jadi leluhur kita mengajarkan,  bahwa walaupun kita tak bisa melihat  “sesuatu itu”  bukan berarti ” sesuatu itu” tidak ada. Contohnya adalah bau,  kita tak pernah melihatnya,  tetapi setelah mencari-cari sumbernya barulah kita tahu bahwa ada sesuatu mungkin bangkai tikus yang menyebarkan bau busuk atau setangkai bunga melati yang menyebarkan bau harum.  Tetapi cobalah ditelisik lagi dan lagi,  maka sumber yang sesungguhnya dari bau itu tidak bisa kita lihat dengan mata biasa,  tetapi “sesuatu itu” ada.

Dalam filsafat samkhya yoga yang menjelaskan tentang penciptaan dan peleburan atau tranformasi energi. Semua mahluk hidup dikatakan berasal dari purusha (spirit)  dan prakrti (material halus). Pada proses tranformasi energi tercipta mahluk-mahluk yang sangat halus,  yang terdiri dari spirit dan material yang halus, material tanah,  air, udara maupun api. Juga tercipta panca indria dan panca karnendria sebagai alat komunikasi.

Sayangnya sepuluh indria ini terbiasa kita pakai hanya untuk berkomunikasi dengan jiwa dan raga dalam ukuran yang besar,  sehingga lalai berkomunikasi dengan mahluk yang berukuran kecil.  Mata kita hanya tertarik melihat sesuatu yang besar dan indah,  seperti melihat anjing yang cantik dan lucu,  tanpa hirau pada semut terinjak oleh kaki kita.

Sudah lama kita lupa berkomunikasi dengan  sesuatu yang “kecil”. Dasa indria kita mungkin juga sudah lupa bagaima caranya berkomunikasi dengan mahluk itu, sampai saat kita terperangah dengan kemunculan mahluk kecil sangat kecil yang disebut virus corona.

Dalam tradisi Hindu di Bali, selain menghargai sesama manusia, kita juga diajarkan untuk menghargai mahluk lain dan alam yang diimplementasikan dengan upacara Bhuta Yadnya Salah satunya adalah banten caru. 

Dalam gelaran upacara bhuta yadnya berupa caru ini,  leluhur kita memakai sarana berbagai kulit atau daging binatang,  darah, nasi, minuman berfermentasi bahkan dalam beberapa tradisi juga ada persembahan berupa tahi ayam dan lain-lain yang pastilah akan menjadi tempat yang baik bagi perkembangbiakan bakteri,  virus dan lain-lain. Tetapi caru dengan berbagai persembahan berbau busuk itu akan diletakan di bawah,  dekat dengan,  yang pada akhirnya akan ditanam di tanah atau dilarung ke laut/sungai yang mengalir. 

Ada dua yang dipakai untuk mengharmoniskan “sesuatu”  yang berbau busuk dalam caru,  yaitu tanah dan air yang bergerak/mengandung panas dan air garam/laut yang juga mengandung panas. Tempat upacara juga tidak sampai berbau busuk karena selalu dipenuhi dengan asap dupa,  dan bunga-bunga yang berbau wangi.  Penggunaan sesuatu yang berbau wangi,  untuk menetralisir bau busuk yang karat mata biasa dilakukan oleh leluhur kita.

Hal lain yang berkaitan dengan bau wangi juga dipraktekkan oleh para pemangku-pemangku di Bali dengan mengolesi tengkuk,  kedua kening dan tekak tenggorokannya dengan bau harum,  agar tak dimasuki oleh mahluk-mahluk halus yang lebih kasar.  Dalam hal ini, selain ukurannya, tingkat kekasaran mahluk juga ditentukan oleh kualitas penyusun tubuhnya, yang dominan pertiwi/ tanah paling berat, yang lebih ringan yang dominan air,  diikuti oleh yang dominan api dan yang terakhir adalah yang dominan udara.

Bakteri dan virus adalah mahluk yang tubuhnya dominan air yang merupakan transformati mahluk hidup yang mati/bangkai. Ia ada pada sesuatu yang berbau busuk. Ia nyaris sama dengan bau busuk itu sendiri. 

Dalam ilmu perpupukan,  MOUL atau bakteri dan virus bisa diciptakan dengan mencampurkan bakteri pada nasi basi,  daging, buah atau sayur busuk, yang diberi gula dan asam,  maka minyak akan menggagalkan transformasi energi ini.  Dan bau harum dari bahan alami juga akan mampun menghalangi perpindahan mahluk ini. Karena bau harum adalah percampuran air dan panas,  merupakan sesuatu yang lebih halus dari bau busuk. Jadi mungkin bisa untuk menyaring udara yang mengandung material lebih dan air,, tetapi masker yang hangat dan berbau harum alami akan mampu menghalangi mahluk yang lebih kasar salah satunya bakteri dan virus.

Bau harum dan panas bisa kita dapatkan dari bahan-bahan alami di luar diri kita dan kehangatan juga bau harum bisa kita dapatkan dari semangat ketulusan dan kegembiraan dari dalam hati kita.  Salam. [T]

Tags: covid 19filsafatfilsafat balirenunganvirus corona
Share62TweetSendShareSend
Previous Post

Mencermati Arahan “Stay at Home” di Tengah Covid 19

Next Post

Tak Ada Jaminan Kesehatan Hari Ini – Catatan Novel Monster Kepala Seribu

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

by I Ketut Suar Adnyana
August 27, 2026
0
BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Kebudayaan tidak pernah benar-benar hidup hanya karena diwariskan. Sebuah tradisi akan tetap hidup apabila pengetahuan, nilai, simbol, dan ingatan yang...

Read moreDetails

Destinasi “Detour”: Tren Wisata Alternatif Menyimpang Rute Utama

by Chusmeru
August 27, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERWISATA kadang berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Di awal perjalanan sudah ditentukan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi. Namun...

Read moreDetails

Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede

by Dharma Yuda
August 26, 2026
0
Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede

RANGKAIAN Karya Pedudusan Agung, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini yang berpusat di Pura Puseh Sibanggede sudah mencapai akhir melalui upacara...

Read moreDetails

Kalau Rakyat Harus Naik Bus ke Jakarta Agar Didengar, Ada Apa dengan Telinga Kekuasaan?

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 26, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

ADA yang menarik dari perjalanan sejumlah warga Pati menuju Jakarta menjelang aksi 27 Agustus 2026.  Mereka tidak sedang piknik. Empat...

Read moreDetails

Ibu Memasak di Kota

by Angga Wijaya
August 25, 2026
0
Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

Read moreDetails

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

by Sugi Lanus
August 25, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

Read moreDetails

Karnaval dan Kemacetan Sosial

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
0
Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

Read moreDetails

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
0
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

Read moreDetails

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

by Angga Wijaya
August 24, 2026
0
Telenovela

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

Read moreDetails

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails
Next Post
Si Pungguk Akhirnya Menemukan Buku Kritik Sastra Katrin Bandel

Tak Ada Jaminan Kesehatan Hari Ini - Catatan Novel Monster Kepala Seribu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru
Pendidikan

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru

SEMUA berawal dari kesungguhan, keteguhan, disiplin dan upaya kreatif dalam menggapai sebuah kemuliaan. Tidak mudah melewati dan menghadapi  tantangan dalam...

by Nyoman Budarsana
August 27, 2026
BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar
Esai

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Kebudayaan tidak pernah benar-benar hidup hanya karena diwariskan. Sebuah tradisi akan tetap hidup apabila pengetahuan, nilai, simbol, dan ingatan yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 27, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Destinasi “Detour”: Tren Wisata Alternatif Menyimpang Rute Utama

BERWISATA kadang berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Di awal perjalanan sudah ditentukan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi. Namun...

by Chusmeru
August 27, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [7]: Rezim Algoritma dan Pembubaran Standar Sastra

Semua tekanan yang sudah diuraikan dalam bagian-bagian sebelumnya bisa dibaca sebagai masalah-masalah yang terpisah. Namun semuanya adalah gejala dari satu...

by Andre Syahreza
August 26, 2026
Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede
Esai

Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede

RANGKAIAN Karya Pedudusan Agung, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini yang berpusat di Pura Puseh Sibanggede sudah mencapai akhir melalui upacara...

by Dharma Yuda
August 26, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Kalau Rakyat Harus Naik Bus ke Jakarta Agar Didengar, Ada Apa dengan Telinga Kekuasaan?

ADA yang menarik dari perjalanan sejumlah warga Pati menuju Jakarta menjelang aksi 27 Agustus 2026.  Mereka tidak sedang piknik. Empat...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 26, 2026
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya
Ulas Rupa

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

by Hartanto
August 26, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
Ibu Memasak di Kota
Esai

Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

by Angga Wijaya
August 25, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co