16 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Virus, Masker dan Minyak – [Sebuah Renungan]

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
April 9, 2020
in Esai
Virus, Masker dan Minyak – [Sebuah Renungan]

Ilustrasi tatkala.co / Nana Partha

Apa hubungan virus, masker dan minyak?

Sebenarnya tidak ada hubungan antara ketiganya. Hanya karena efek diam di rumah dan agak kurang kerja, saya mencoba menghubungkannya.

Semoga suasana sepi, memberi kita kesempatan untuk mengamati, merenung dan berpikir,  tentang apa bagaimana dan dimana posisi dan bagaimana mengharmoniskan virus corona yang menjadi hit belakangan ini.

Pandemi atau wabah jaman dahulu disebut dengan istilah grubug. Dalam kebiasaan penyebutan yang saya kenal, hewan terutama jenis unggas yang ada di sekitar manusia yang sakit disebut kena sasab,  mungkin sama dengan sakit, dan kalau hewan mati termasuk juga manusia yang mati secara serentak dalam jumlah besar disebut grubug mungkin maksudnya sama dengan wabah atau pandemi.

Tetapi apapun istilahnya yang jelas maksudnya adalah bahwa ada saatnya mahluk hidup yang bisa kita lihat mengalami sakit (tidak harmonis), baik secara sendiri-sendiri maupun massal. Dalam hal ini tentu ada yang menjadi penyebab kenapa mahluk hidup yang kita lihat tersebut menjadi sakit (tidak harmonis) bisa disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.  Faktor eksternal inilah dalam tradisi Hindu Bali juga disebut bhuta.

Istilah bhuta atau gelap atau tak terlihat ini dianggap mahluk hidup, yang memiliki jiwa dan raga tetapi raganya tak bisa dilihat oleh mata manusia biasa. Mahluk yang berjiwa raga ini tak terlihat tetapi ada dalam waktu,  mungkin itu sebabnya leluhur kita menyebutnya sebagai Bhuta Kala.

Jadi leluhur kita mengajarkan,  bahwa walaupun kita tak bisa melihat  “sesuatu itu”  bukan berarti ” sesuatu itu” tidak ada. Contohnya adalah bau,  kita tak pernah melihatnya,  tetapi setelah mencari-cari sumbernya barulah kita tahu bahwa ada sesuatu mungkin bangkai tikus yang menyebarkan bau busuk atau setangkai bunga melati yang menyebarkan bau harum.  Tetapi cobalah ditelisik lagi dan lagi,  maka sumber yang sesungguhnya dari bau itu tidak bisa kita lihat dengan mata biasa,  tetapi “sesuatu itu” ada.

Dalam filsafat samkhya yoga yang menjelaskan tentang penciptaan dan peleburan atau tranformasi energi. Semua mahluk hidup dikatakan berasal dari purusha (spirit)  dan prakrti (material halus). Pada proses tranformasi energi tercipta mahluk-mahluk yang sangat halus,  yang terdiri dari spirit dan material yang halus, material tanah,  air, udara maupun api. Juga tercipta panca indria dan panca karnendria sebagai alat komunikasi.

Sayangnya sepuluh indria ini terbiasa kita pakai hanya untuk berkomunikasi dengan jiwa dan raga dalam ukuran yang besar,  sehingga lalai berkomunikasi dengan mahluk yang berukuran kecil.  Mata kita hanya tertarik melihat sesuatu yang besar dan indah,  seperti melihat anjing yang cantik dan lucu,  tanpa hirau pada semut terinjak oleh kaki kita.

Sudah lama kita lupa berkomunikasi dengan  sesuatu yang “kecil”. Dasa indria kita mungkin juga sudah lupa bagaima caranya berkomunikasi dengan mahluk itu, sampai saat kita terperangah dengan kemunculan mahluk kecil sangat kecil yang disebut virus corona.

Dalam tradisi Hindu di Bali, selain menghargai sesama manusia, kita juga diajarkan untuk menghargai mahluk lain dan alam yang diimplementasikan dengan upacara Bhuta Yadnya Salah satunya adalah banten caru. 

Dalam gelaran upacara bhuta yadnya berupa caru ini,  leluhur kita memakai sarana berbagai kulit atau daging binatang,  darah, nasi, minuman berfermentasi bahkan dalam beberapa tradisi juga ada persembahan berupa tahi ayam dan lain-lain yang pastilah akan menjadi tempat yang baik bagi perkembangbiakan bakteri,  virus dan lain-lain. Tetapi caru dengan berbagai persembahan berbau busuk itu akan diletakan di bawah,  dekat dengan,  yang pada akhirnya akan ditanam di tanah atau dilarung ke laut/sungai yang mengalir. 

Ada dua yang dipakai untuk mengharmoniskan “sesuatu”  yang berbau busuk dalam caru,  yaitu tanah dan air yang bergerak/mengandung panas dan air garam/laut yang juga mengandung panas. Tempat upacara juga tidak sampai berbau busuk karena selalu dipenuhi dengan asap dupa,  dan bunga-bunga yang berbau wangi.  Penggunaan sesuatu yang berbau wangi,  untuk menetralisir bau busuk yang karat mata biasa dilakukan oleh leluhur kita.

Hal lain yang berkaitan dengan bau wangi juga dipraktekkan oleh para pemangku-pemangku di Bali dengan mengolesi tengkuk,  kedua kening dan tekak tenggorokannya dengan bau harum,  agar tak dimasuki oleh mahluk-mahluk halus yang lebih kasar.  Dalam hal ini, selain ukurannya, tingkat kekasaran mahluk juga ditentukan oleh kualitas penyusun tubuhnya, yang dominan pertiwi/ tanah paling berat, yang lebih ringan yang dominan air,  diikuti oleh yang dominan api dan yang terakhir adalah yang dominan udara.

Bakteri dan virus adalah mahluk yang tubuhnya dominan air yang merupakan transformati mahluk hidup yang mati/bangkai. Ia ada pada sesuatu yang berbau busuk. Ia nyaris sama dengan bau busuk itu sendiri. 

Dalam ilmu perpupukan,  MOUL atau bakteri dan virus bisa diciptakan dengan mencampurkan bakteri pada nasi basi,  daging, buah atau sayur busuk, yang diberi gula dan asam,  maka minyak akan menggagalkan transformasi energi ini.  Dan bau harum dari bahan alami juga akan mampun menghalangi perpindahan mahluk ini. Karena bau harum adalah percampuran air dan panas,  merupakan sesuatu yang lebih halus dari bau busuk. Jadi mungkin bisa untuk menyaring udara yang mengandung material lebih dan air,, tetapi masker yang hangat dan berbau harum alami akan mampu menghalangi mahluk yang lebih kasar salah satunya bakteri dan virus.

Bau harum dan panas bisa kita dapatkan dari bahan-bahan alami di luar diri kita dan kehangatan juga bau harum bisa kita dapatkan dari semangat ketulusan dan kegembiraan dari dalam hati kita.  Salam. [T]

Tags: covid 19filsafatfilsafat balirenunganvirus corona
Share62TweetSendShareSend
Previous Post

Mencermati Arahan “Stay at Home” di Tengah Covid 19

Next Post

Tak Ada Jaminan Kesehatan Hari Ini – Catatan Novel Monster Kepala Seribu

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Kepemimpinan Transformasional sebagai Jantung Kebijakan Publik dan Komunikasi Politik Modern

by Jerry Indrawan
July 16, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

TANTANGAN birokrasi di era disrupsi global saat ini menuntut perubahan fundamental dalam paradigma pengelolaan pemerintahan dan cara pemimpin berinteraksi dengan...

Read moreDetails

Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

by Agung Sudarsa
July 16, 2026
0
Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

Kita Melihat Dunia Sebagaimana Diri Kita Mengamati perilaku sang istri selama belasan tahun sebagai guru TK, saya punya ungkapan: Seorang...

Read moreDetails

Satu Bahasa Dua Realitas: Mengapa Roy Suryo dan Jokowi Mustahil Saling Memahami?

by Nur Inayah Yushar
July 16, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

DALAM panggung politik kontemporer Indonesia, perseteruan antara mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

Read moreDetails

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
0
Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

Read moreDetails

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
0
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

Read moreDetails

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

by Surfian Rahmat AP
July 15, 2026
0
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

DALAM beberapa tahun terakhir, lanskap media sosial seperti Instagram dan TikTok didominasi oleh proliferasi estetika “baddie”. Secara visual, seorang baddie...

Read moreDetails

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

by Angga Wijaya
July 15, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

Read moreDetails

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
0
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

Read moreDetails

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails
Next Post
Si Pungguk Akhirnya Menemukan Buku Kritik Sastra Katrin Bandel

Tak Ada Jaminan Kesehatan Hari Ini - Catatan Novel Monster Kepala Seribu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi
Khas

Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

MENJELANG usianya yang mengarah pada setengah abad, Pesta Kesenian Bali (PKB) dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Festival seni terbesar...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme
Khas

Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

DI tengah riuh tepuk tangan yang mengiringi setiap pementasan Pesta Kesenian Bali (PKB), ada pekerjaan lain yang berlangsung tanpa sorot...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Kepemimpinan Transformasional sebagai Jantung Kebijakan Publik dan Komunikasi Politik Modern

TANTANGAN birokrasi di era disrupsi global saat ini menuntut perubahan fundamental dalam paradigma pengelolaan pemerintahan dan cara pemimpin berinteraksi dengan...

by Jerry Indrawan
July 16, 2026
Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia
Esai

Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

Kita Melihat Dunia Sebagaimana Diri Kita Mengamati perilaku sang istri selama belasan tahun sebagai guru TK, saya punya ungkapan: Seorang...

by Agung Sudarsa
July 16, 2026
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan
Ulas Buku

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

by I Made Sujaya
July 16, 2026
Menyingkap Relasi Kuasa dalam Novel ‘Koloni’ Karya Ratih Kumala di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Menyingkap Relasi Kuasa dalam Novel ‘Koloni’ Karya Ratih Kumala di Singaraja Literary Festival 2026

 “Bagi laki-laki yang masih menganut patriarki, saya sarankan jangan membaca buku ini.” Ucapan itu langsung disambut gelak tawa peserta bedah...

by Dede Putra Wiguna
July 16, 2026
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK
Esai

Satu Bahasa Dua Realitas: Mengapa Roy Suryo dan Jokowi Mustahil Saling Memahami?

DALAM panggung politik kontemporer Indonesia, perseteruan antara mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

by Nur Inayah Yushar
July 16, 2026
Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010
Gaya

Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010

PADA 30 Januari 2018, Canon Indonesia merilis printer terbaru yakni Printer PIXMA Ink Efficient G series.  Ada lima tipe printer...

by tatkala
July 16, 2026
Musikalisasi Puisi Festival Seni Bali Jani 2026, Menyelaraskan Kata, Nada, dan Jiwa
Panggung

Musikalisasi Puisi Festival Seni Bali Jani 2026, Menyelaraskan Kata, Nada, dan Jiwa

MENYAKSIKAN Lomba Musikalisasi Puisi dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 bukan sekadar menikmati pertunjukan musik. Di atas...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Ketika Lagu Menjadi Cerita, “Sang Surya Sampun Metangi” Membawa Pesan Bali dalam Harmoni Musik
Panggung

Ketika Lagu Menjadi Cerita, “Sang Surya Sampun Metangi” Membawa Pesan Bali dalam Harmoni Musik

INI bukan sekadar konser musik. "Sang Surya Sampun Metangi" hadir layaknya sebuah perjalanan yang dituturkan melalui lagu. Setiap tembang mengalir...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih
Esai

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   
Esai

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co