3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rumah, Sumur dan Mata Air

Penulis Cerita Katagori Umum by Penulis Cerita Katagori Umum
March 28, 2020
in Esai
Rumah, Sumur dan Mata Air

Rumah, Sumur dan Mata Air / Oleh: Made Suarbawa

Oleh: Made Suarbawa — Jembrana


Orang tuaku pindah ke rumah kami yang sekarang saat umurku baru tiga tahun jalan, sehingga ingatan yang kupunya hanya potongan-potongan yang acak. Kelebat bayang aku kecil yang jatuh terpeleset di ruang tunggu bidan saat diajak Ibuku memeriksakan kandungan, kemeriahan pergi melasti dan mendapat hadiah gula kapas, jatuh ke dalam sungai saat melintas di jembatan bambu dan yang membuatku ingin menulis tentang rumah adalah ingatan tentang sumur.

Saat baru pindah, kami tidak memiliki sumur. Untuk pemenuhan kebutuhan air bersih konsumsi, kami mengambil air dari sumur milik tetangga. Ibuku memilih beberapa rumah tetangga yang dikunjungi secara bergiliran, dengan kriteria; terdekat, sumur tidak terlalu dalam dan tidak ada anjing galak. Sedangkan untuk mandi dan mencuci, kami memilih sumur yang ada di tengah sawah yang juga menjadi titik temu belasan orang tetangga, terutama saat waktu mandi sore.

Menurut cerita, sumur itu dibangun oleh orang proyek yang mengerjakan salurun irigasi bendungan Palasari yang melintasi desa kami. Saat sudah bersekolah, selain mandi sore di lokasi sumur itu, kami juga membawa masing-masing satu ember air untuk kebutuhan mandi pagi sebelum berangkat ke sekolah. Tentu saja selain Ibuku, karena setelah selesai memasak setiap pagi, dia akan pergi ke sumur untuk mencuci dan mandi.

Pada musim kemarau panjang, seringkali semua sumur di sekitar rumah kami akan kekeringan sehingga kami akan meminta air ke sumur yang ada di Pura Taman, yang juga terletak di tengah persawahan. Menurutku sumur di pura itu ajaib, karena sepengetahuanku sumur itu tidak pernah kering dan ketinggian airnya sangat stabil seberapapun kemarau melanda. Tentu saja kami tidak mandi dan mencuci di sana, hanya mengambil air dan dibawa pulang.

Kira-kira di akhir tahun 80, kami memiliki sumur. Aku yakin Ayahku yang guru sekolah dasar kala itu, menabung cukup rajin untuk kemudian bisa membayar tukang gali sumur. Sumur milik kami termasuk paling dalam dibandingkan dengan sumur-sumur milik tetangga, apalagi dengan sumur yang ada di tengah sawah. Kedalaman sumur kami sebelas depa untuk mendapatkan air yang stabil. Proses penggalian yang memakan waktu dan begitu dalam, kelihatannya membuat Ibuku khawatir sehingga berkaul memotong ayam jago dan membuat cendol daluman kalau penggali sumur mulai menemukan air.

Sebagai anak kecil, aku lebih bahagia karena makan kuah ayam dan minum cendol daluman dibandingkan merayakan fakta bahwa sumur sudah ada airnya. Sumur kami yang begitu dalam, menjadi penyesalan kecil bagi Ayauhku karena memindahkan titik sumur beberapa meter ke arah barat daya dari yang seharusnya.

Menurut Ayah, sebelumnya dia sudah meminta petunjuk pada orang pintar yang memberi titik sumur persis di pohon belimbing, tapi Ayahku sayang pada pohon belimbing itu. Misterius, bagaimana kakek itu tau tentang pohon belimbing itu, padahal dia belum pernah ke rumah kami? Dan menurut para penggali sumur, sumber air di dalam sumur kami asalnya dari arah timur laut, persis arah pohon belimbing itu.

Bertahun-tahun kami bahagia memiliki sumur itu. Bergiliran menimba air untuk mengisi bak mandi dan gentong di dapur adalah rutinitas yang menyenangkan awalnya, tapi kemudian terasa menyebalkan. Setelah itu aku mulai menyadari kekhawatiran Ibuku saat penggalian sumur begitu dalam dan memilih mengambil air di sumur dangkal milik tetangga ketika itu.

Sumpah, bagiku yang waktu itu belum genap sepuluh tahun, menimba air dari kedalaman sebelas depa, sangat menguras tenaga dan emosi. Itu sebabnya, dimusim hujan, aku dan kakakku sering memilih mandi di saluran irigasi yang kami anggap lebih mudah dan menyenangkan, tapi menjadi tidak menyenangkan kalau kepergok Ayah kami karena kami tetap harus mandi lagi dan menimba lagi, karena dianggap mandi tidak bersih dan berenang dengan bebek. Ibuku juga sering mencuci di saluran irigasi, tentu untuk alasan menimba air yang melelahkan.

Pada awal tahun 2000, PAM (Perusahaan Air Minum) mulai memasang pipa di depan rumah kami dan tentu saja Ayahku mendapat tawaran untuk memasang air PAM. Aku senyum-senyum dalam hati mengingat pikiran masa kecilku yang menganggap punya keran itu keren, seperti yang sesekali aku nikmati saat berkunjung ke rumah paman yang tinggal di pinggir jalan raya Denpasar-Gilimanuk.

Ayahku baru memasang air PAM dua tahun kemudian, sebagai hadiah bagi Ibuku yang telah tegar menghadapi proses operasi tumor yang menjangkiti kandungannya. Dengan mengucurnya air dari keran, sangat memudahkan aktivitas Ibuku pada tahun-tahun pertama paska operasi yang tentu tidak sanggup jika harus menimba air dari sumur, sementara kami anak-anaknya yang sudah keluar dari rumah untuk sekolah dan bekerja tidak bisa membantunya.

Sudah dua minggu aku tinggal di rumah ini lagi, untuk memenuhi anjuran pemerintah mengisolasi diri karena kasus virus covid-19 yang mewabah di penjuru dunia, termasuk Indonesia. Dua minggu, waktu tinggal terpanjang semenjak lepas sekolah dan mulai bekerja, waktu yang panjang untuk membuat otak terbengong-bengong dan mulai mengulik apa-apa yang selama ini tidak pernah terpikirkan, detail yang tidak penting mulai terasa penting, seperti halnya sumur dan air PAM.

Sejak sumur-sumur digali di setiap rumah, sumur ditengah sawah tidak lagi digunakan walau tetap setia menampung air. Sejak air disalurkan melalui pipa-pipa kemudian begitu mudah mengucur dari keran, sumur di rumah-rumah mulai dilupakan walau tetap setia dengan misteri dikedalamannya. Sejak air tinggal klecek di keran, rasanya mewah penuh kemanjaan. Tidak ada lagi air yang diangkut dengan ember, tidak ada lagi ember yang dikerek kepermukaan dari kegelapan perut bumi.

Setelah merasakan kemewahan dan kemanjaan, rasanya mulai muncul sikap kurang ajar. Makian ketika air keran mati beberapa jam, atau ketika mati beberapa hari maka sumpah serapah akan ditujuakan pada perusahana-perusahaan yang mengelola pipa-pipa itu.

Saya merasa mewah, merasa dimanjakan dan juga mulai kurang ajar, tanpa pernah peduli atau sekedar bertanya siapakah yang merawat sumber-sumber air yang diangkut dengan pipa-pipa itu ke rumah dan mengucur tiap saat ketika keran dibuka? Saya jadi ingat ungkapan seorang petani ketika pipa-pipa dipasang dari mata air di hulu sungai desa kami menuju rumah-rumah penduduk, “Gendok bek, pulu puyung”. Gentong air penuh, gentong beras kosong. [T]

Tags: Lomba Menulis Cerita Dari Rumah Tentang Rumah
Share90TweetSendShareSend
Previous Post

Di Rumah Saja, Lima Menit Dalam Perburuan Magis

Next Post

Hitungan Sulit di Masa Sulit: Berapa untuk Makan, Berapa untuk Tabungan

Penulis Cerita Katagori Umum

Penulis Cerita Katagori Umum

Cerita-cerita ini ditulis para peserta lomba menulis cerita Dari Rumah Tentang Rumah yang diselenggarakan tatkala.co untuk katagori umum

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Hitungan Sulit di Masa Sulit: Berapa untuk Makan, Berapa untuk Tabungan

Hitungan Sulit di Masa Sulit: Berapa untuk Makan, Berapa untuk Tabungan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co