3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Rumah Saja, Lima Menit Dalam Perburuan Magis

Penulis Cerita Katagori Umum by Penulis Cerita Katagori Umum
March 28, 2020
in Esai
Di Rumah Saja, Lima Menit Dalam Perburuan Magis

Lima Menit Dalam Perburuan Magis/ Oleh: Nyoman Sukaya Sukawati -- Denpasar

Oleh: Nyoman Sukaya Sukawati — Denpasar

Saya melihat jam di tembok. Malam menunjuk pukul dua dini hari. 

Saya sedang menyendiri di kursi panjang dekat jendela, di ruang keluarga yang redup di bawah lampu downlight. Ada sesuatu yang agak aneh dengan rumah saya malam ini. Suasananya terasa sangat sepi, berbeda dari biasanya.

Istri dan anak-anak saya sedang tidur lelap di kamarnya masing-masing. Hanya saya yang masih terjaga, sendirian di ruang keluarga.

Saya sedang tak ingin tidur. Saya melewati malam hanya dengan duduk, sendirian,  seakan berjaga-jaga, menjaga rumah ini dan penghuninya.

Dari sini saya lihat pintu utama yg tertutup. Lampu penerangan masih menyala di luar. Cahayanya terungkap di ventilasi. 

Di atas meja, tiga laptop masih terbuka tapi layarnya mati, di sampingnya berserakan sejumlah buku dan kertas. Saya tak ingin menyentuhnya. Tak hendak melakukan apapun dengan benda itu.  

Tak ada yang saya pikirkan, juga tak ingin tidur. Hanya saja suasana malam ini agak aneh. Saya seolah berada di tempat asing oleh rasa sunyi. Apalagi saya di lantai dua, keheningan ini seakan menggaung memenuhi ruangan.

Jalan di depan rumah yang biasanya ramai oleh kendaraan dan orang lewat, malam ini sangat sepi. Saya tengok dari jendela. Di bawah sana tidak ada pergerakan. Sungguh aneh rasanya. Ini suasana yang  ganjil, pikir saya. Sesuatu yang tak mudah diceritakan. 

Untuk mengalihkan perhatian dari suasana sunyi ini, saya mengambil ponsel. Ada sejumlah notification di grup WA Banjar, namun saya tak membukanya. 

Sambil berdiam diri saya sentuh-sentuh layar HP tetapi pikiran saya melayang jauh. Sesaat, di benak saya melintas muka teman-teman di desa. Saya jadi merindukan mereka, para sahabat sepermainan dulu. Saya teringat mereka semua. Orang-orang baik, bersahaja, tapi banyak humor dan selalu riang. 

Ketika saya mulai hanyut di dalam ingatan yang penuh kenangan dengan sahabat-sahabat di masa silam itu, tiba-tiba angin datang berhembus dari jendela yg setengah terbuka. Angin dingin seperti es menyentuh tengkuk saya. Membuat saya sedikit menggigil. 

Tak lama berselang, angin yang lebih keras datang menyusul secara mengejutkan. Seakan ada mulut besar yg menghembuskannya secara seketika dari luar sana. Suaranya meraung keras dan mengguncang-guncang daun jendela sampai mengeluarkan bunyi berderak-derak. 

Angin apa gerangan ini? Saya bertanya-tanya dalam hati. Saya ingat, ternyata sekarang malam mapag Kajeng Kliwon. Pantas saja atmosfernya terasa beda. Ini malam keramat penuh aura magis. Malam menjelang Kajeng Kliwon adalah malamnya para gamang, unen-unen, dan segala macam makhluk halus untuk keluar ramai-ramai dari sarangnya dan berkeliaran berburu mangsa. Saat ini mereka pasti sedang berkumpul di mana-mana, di perempatan, karang suwung, bawah pohon besar, di lebuh-lebuh pekarangan.

Para penekun ilmu hitam juga sedang pergi ke kuburan dan tempat berhantu lainnya. Dengan ritual sanggah cucuk, mereka belajar ngelekas, menyerap energi kegelapan, menghirup wangi darah, mematangkan kekuatan sihir magisnya.

Saya jadi ingat kata orang-orang kalau di sekitar rumah tempat tinggal saya ini merupakan kawasan angker, tempat pertemuan makhluk gaib dari berbagai penjuru desa. Dulu, katanya, bahkan masih sandikala saja tidak ada orang yang mau lewat di jalan depan rumah saya ini karena sering ada kejadian menyeramkan. 

“Nyoman, hati-hati kalau tinggal di sana. Inget selalu nunas ica, memohon keselamatan,” demikian Bli Kacut pernah mengingatkan saya ketika baru pindah ke sini sekian tahun yang lalu. 

Bli Kacut adalah seorang panglingsir banjar, dikenal akrab dengan hal-hal mistis. 

Teringat akan hal itu membuat perasaan saya sedikit tercekam di tengah malam yang semakin senyap ini. Bli Kacut juga mengatakan, saat mapag Kajeng Kliwon, yang gaib-gaib itu akan keluar semua dan berkumpul di sekitar rumah saya ini. Konon energi mistis mereka bisa dirasakan lewat suasana yang tiba-tiba mencekam. Gumatat-gumitit terdiam, tidak berani bersuara. Suasana malam akan tiba-tiba hening dan muram. Alam seakan terperangkap dalam pengaruh magis.

Mungkinkah malam ini gaib itu tengah berkumpul sekitar sini, menyatroni rumah saya dan warga sekitar, menebarkan gangguan magis, sehingga saya tidak bisa tidur?

Terbayang istri dan anak-anak saya yang sedang tidur. Adakah mereka merasakan sesuatu? Apakah tidurnya gelisah? Apakah bermimpi buruk? Atau mungkin kaki mereka ditarik-tarik oleh makhluk gaib? Saya bertanya-tanya dalam hati.

Untuk mencari jawaban atas pertanyaan itu, saya kemudian memilih melakukan sesuatu. Saya segera memperbaiki posisi duduk, memejamkan mata dan mulai mengonsentrasikan mata ketiga atau mata batin. Saya ambil posisi meditasi dan berniat menangkap getaran-getaran gaib yang ada di lingkungan rumah saya yang mungkin ingin mengacau secara niskala. 

Saya duduk rileks, mengatur nafas dengan mata terpejam. Malam semakin hening dicekam angin yang menyelinap di sela-sela jendela. 

Baru saja saya memejamkan mata hendak bermeditasi tiba-tiba ada suara mendesis datang dari arah samping. Suaranya halus, berupa desisan panjang. Saya berusaha melupakan suara itu karena tidak merasakan ada energi magis. Itu hanya desisan biasa. Namun suara itu tidak mau berhenti. Ia terus mendesis. 

Saya tetap menjaga konsentrasi, masuk ke alam gaib, menggunakan mata batin untuk menemukan sesuatu yang mencurigakan yang berkeliaran di sekeliling rumah. Saya berketetapan akan meringkusnya kalau ketemu.

Sejurus kemudian, saya merasakan roh saya keluar dari badan kasar saya, meninggalkan tubuh saya yang sedang duduk dalam remang-remang dekat jendela. Sekarang saya terbang secara gaib mengelilingi rumah, memeriksa keadaan lingkungan, mengitari tembok pekarangan di tengah kesunyian malam.

Saya menemui diri saya berdiri di depan pintu gerbang, melihat situasi sekitar lebuh, lalu secepat cahaya saya bergerak ke gang samping, dan saat bersamaan saya melesat ke atap rumah. Saya mencari-cari ke seluruh sudut pekarangan dan bertekad memburu apa yang disebut gaib itu. 

Dari atap rumah, saya meluncur terbang menuju pojok pekarangan kaja-kauh, di sekitar palinggih Penunggun Karang. Di sini, mata batin saya tiba-tiba melihat wujud api yang menyala nyebleng. Bentuknya bulat lonjong. Api apa itu? Saya tak akan menceritakannya di sini. Yang jelas menurut penglihatan mata batin saya, itu bukan api biasa. Sungguh, itu bukan api sembarangan.

Inilah saatnya, kata saya dalam hati. Saya pasang ancang-ancang hendak meringkus api itu. Saya belum tahu seberapa kekuatannya, secepat apa pula gerakannya. Diam-diam saya mulai memampatkan tenaga kundalini dalam satu tarikan energi. Saya mengintai, mengendap-endap setenang kucing di atas  cakar yang siap menerkam.

Api tersebut seperti tak melihat kehadiran saya. Dia masih saja nyebleng di sana.  Tapi getaran magisnya sangat terasa. Mungkin dia sedang berkonsentrasi menyebarkan energi gaibnya. Entahlah. Tetapi justru itu menguntungkan karena akan jadi lebih mudah buat saya menyergapnya lewat serangan mendadak dan dia tidak akan punya cukup waktu untuk melepaskan diri.

Mengetahui dia tidak menyadari kehadiran saya, saya tidak buang-buang waktu. Dengan segera saya melesat ke arahnya secepat gerakan kilat merobek awan. Ketika api itu hendak saya tangkap, tiba-tiba suara desisan di sebelah saya terdengar semakin kencang. Bahkan, kali ini bukan hanya desisan tapi diikuti suara bergemuruh seperti ada gelembung pecah dan bergolak, mengganggu gendang telinga.

Suara ini membuyarkan meditasi saya. Mau tak mau, terpaksa saya membuka mata dan menoleh ke asal suara itu.

Saya berdiri dan beringsut ke samping, lalu dengan 3-4 langkah ke arah dapur sampailah saya pada sumber suara tersebut. Itu adalah bunyi air gemulak di atas kompor yang menyala. Saya kira air teko itu telah mencapai 100 derajat panasnya dan itu sebabnya dia bersuara ribut sebagai tanda sudah waktunya digunakan. Saya harus selekasnya menuangkannya ke cangkir yang telah siap sedari tadi dengan campuran Kopi Bali dan sedikit gula.

Ya, tadi sebelum duduk di dekat jendela, saya memang menjerang air di dapur untuk bikin kopi. Kebetulan posisi dapur saya menyatu dengan ruang keluarga dan terbuka tanpa sekat. Saat ini saya sedang sangat kepengin ngopi. Bagi pecinta kopi, waktu bukanlah halangan. Hasrat minum kopi bisa terbit kapan saja dan jam berapa saja. Tidak peduli siang atau tengah malam seperti saat ini.

Saya tengok jam di tembok. Sekarang jarumnya telah menunjuk pukul dua lewat lima menit dini hari. Waktu lima menit cukup untuk mendidihkan segelas air.

Kini secangkir kopi panas sudah ada di tangan saya. Saya sedang tak ingin tidur. Saya akan turun ke garasi, merasakan udara malam di luar kamar sambil menikmati kopi.

Pintu pagar garasi saya buka setengah. Saya duduk bersila di pintu masuk dengan menghadap jalan. Rumah-rumah dan warung sekitar masih gelap. Jalan juga sepi, tapi sesekali mulai ada kendaraan lewat. Mereka adalah bule yang pulang dari diskotek dan para pedagang yang sudah harus ke pasar menyiapkan dagangannya meski hari masih dini. Pelan-pelan saya hirup kopi hangat ini. Dan di sini, di antara aroma kopi serta keheningan pagi ini, saya menulis catatan ini. [T]

Tags: Lomba Menulis Cerita Dari Rumah Tentang Rumah
Share51TweetSendShareSend
Previous Post

Virus, Dadong Anu, Petugas Medis dan Logika Leak – Yang Mengobati Yang Dijauhi

Next Post

Rumah, Sumur dan Mata Air

Penulis Cerita Katagori Umum

Penulis Cerita Katagori Umum

Cerita-cerita ini ditulis para peserta lomba menulis cerita Dari Rumah Tentang Rumah yang diselenggarakan tatkala.co untuk katagori umum

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Rumah, Sumur dan Mata Air

Rumah, Sumur dan Mata Air

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co