13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Covid-19, LPD Baiknya Ringankan Kredit Krama – Contoh LPD Peliatan Ubud

I Nengah Suarmanayasa by I Nengah Suarmanayasa
March 22, 2020
in Esai
Covid-19, LPD Baiknya Ringankan Kredit Krama – Contoh LPD Peliatan Ubud

Ilustrasi tatkala.co/Nana Partha

Awal tahun baru (tahun 2020) penuh dengan harapan. Harapan untuk menjadi lebih baik, seperti karier yang lebih baik, rejeki makin bertambah, dapat jodoh, menikah dan sejenisnya. Intinya semua doa yang terpanjatkan tujuan untuk menjadi lebih baik. Tiba-tiba harapan itu mendapat respon dari semesta raya. Respon yang mengejutkan karena semesta raya sedang kedatangan tamu yang tidak pernah terduga sebelumnya.

Tamu itu adalah virus corona (covid-19). Virus ini mendadak akrab di telinga masyarakat. Semua media informasi menayangkan tamu ini. Di koran, TV, media on line, media cetak, dan paling hangat dan seru tamu ini diperbincangkan di media sosial. Berbagai informasi berseliweran hadir hingga membuat handphone hang, karena hampir semua group wa berlomba-lomba menampilkan informasi terbaru  seputar corona.

Pandemi global virus corona dikhawatirkan dan diprediksi akan merusak harapan. Baik harapan pemerintah, harapan perusahaan dan pada akhirnya berimbas pada harapan masyarakat. Perusahaan sudah memulai menghitung opportunity cost akibat adanya virus corona. Opportunity cost adalah biaya/kesempatan yang hilang sebagai akibat memilih keputusan yang lain. Tentunya keputusan yang dipilih adalah keputusan yang memberikan keuntungan ekonomi yang lebih tinggi.

Saat ini, keputusan untuk berdiam diri di rumah sesuai anjuran pemerintah adalah sebuah pilihan. Secara ekonomi, sekali lagi secara ekonomi pilihan ini “menimbulkan kerugian”. Dikatakan rugi, karena pilihan ini, membuat perusahaan tidak mampu berproduksi dengan optimal. Pilihan ini merupakan anomali jika dikaitkan dengan kegiatan sehari-hari perusahaan. Sekali lagi, itu jika dilihat dari kaca mata ekonomi.

Jika dilihat dari dimensi yang lain, seperti kesehatan tentu pilihan ini sangat rasional. Kesehatan dan keselamatan masyarakat adalah yang utama, sedangkan urusan ekonomi nomor berikutnya. Lagi-lagi ini tentang pilihan. Negara Indonesia sudah pasti memilih pilihan yang pertama yakni menyelamatkan manusia Indonesia.

Corona menimbulkan keresahan baik di kota maupun di desa. Corona juga menimbulkan kecemasan bagi berbagai profesi, terutama profesi yang bersinggungan dengan pariwisata, pengacara, politisi, pedagang, PNS dan profesi lainnya. Keresahan dan kecemasan hadir dimana-mana. Meskipun keduanya hadir pada saat bersamaan, tapi tingkat kegundahan masing-masing individu relatif berbeda.

PNS mungkin cemas tapi tingkat kecemasannya jauh berbeda dengan yang dirasakan oleh pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Pelaku UKM benar-benar harus memutar otak untuk memastikan usahanya bisa tetap bertahan. Jika pun mengalami penurunan, harapannya tidak sampai pada titik nadir. Sederhanaya yang penting bisa berjalan meskipun dalam kondisi sempoyongan.

Pelaku UKM cemas dan gelisah karena memikirkan utang perbankan. Seperti diketahui, dunia perbankan adalah dunia yang susah diajak “menyama braya”. Aturan perbankan sangat ketat serta sangat rigit mengatur hak dan kewajiban, seperti tanggal pembayaran angsuran, suku bunga serta denda jika terjadi keterlambatan pembayaran.

Sebagai informasi pembanding, pelaku UKM di Australia mendapat perhatian dan perlakuan khusus dari pihak perbankan. Asosiasi Perbankan Australia (ABA) memberikan keringanan bagi UKM untuk tidak bayar utang selama enam bulan. Kebijakan ini sangat membantu pelaku UKM untuk memastikan bahwa usahanya masih bisa bertahan di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang ini.

Selain itu, salah satu jaringan bank besar di Australia NAB (National Australia Bank) mengumumkan bahwa nasabah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bisa/diperbolehkan menunda pembayaran cicilan selama enam bulan. Bank ini juga menurunkan tingkat suku bunga pinjaman.

Suku bunga yang sekarang merupakan suku bunga terendah sepanjang sejarah perekonomian Australia. Tindakan tersebut diambil untuk mencegah negeri tersebut ke jurang resesi karena penyebaran virus. Bank Sentral Australia juga memberikan fasilitas pinjaman selama 3 tahun agar bank swasta bisa memberikan pinjaman lunak kepada nasabah. Negara benar-benar hadir di hati warganya. Bagaimana dengan di Indonesia?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indoesia juga sudah menerbitkan kebijakan pemberian stimulus bagi perekonomian dengan menerbitkan POJK No.11/POJK.03.2020. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi dampak terhadap kinerja dan kapasitas debitur yang diperkirakan akan menurun akibat wabah virus corona. Kebijakan ini memberikan keringanan kepada debitur/pelaku UKM yang terkena dampak penyebaran covid-19. Seperti, debitur bisa ditetapkan lancar meskipun yang bersangkutan sebenarnya sedang mengalami penurunan kualitas kredit (restrukturisasi).

Intinya kebijakan ini sebagai langkah antisipatif untuk memastikan agar kinerja perbankan tidak terganggu sehingga stabilitas sistem keuangan tetap terjaga. Demikian tujuan mulya yang diharapakn oleh OJK. Seperti diketahui bahwa aturan perbankan sangat rigit. Debitur yang benar-benar akan mendapatkan keringanan ini akan disibukkan dengan persyaratan administrasi yang diminta oleh bank.

Pihak bank akan sangat selektif dalam memilih dan memilah calon debitur yang tepat dan pantas menerima kebijakan ini. Sekali lagi yang tepat dan yang pantas menerima menurut pertimbangan bank bukan menurut debitur. Kadangkala bahkan sering terjadi di lapangan, bahwa pertimbangan debitur dengan pertimbangan bank berbeda. Semoga pelaku UKM bisa menikmati kebijakan dari OJK. Selamat berjuang untuk pelaku UKM.

Bagaimana dengan pelaku UKM di desa yang memanfaatkan pinjaman dana dari LPD? Pelaku UKM yang tinggal di desa juga mengharapkan keringanan dari pihak LPD. Sayangnya, LPD di Bali tidak memiliki atasan struktural seperti di dunia perbankan yang memiliki OJK. Pihak perbankan wajib, sekali lagi wajib hukumnya tunduk kepada OJK, sedangkan LPD tidak harus tunduk kepada lembaga apapun, kecuali pada paruman krama.

Pertanyaan yang patut dilontarkan, apakah krama adat memiliki pemahaman mendalam akan dampak covid-19 terhadap kinerja LPD dan terhadap kinerja perekonomian Bali? Ini persoalan lain yang terjadi di aras bawah. Semoga krama adat eling akan sesuluh nak lingsir tentang ajaran tat twam asi. Ia adalah kamu, saya adalah kamu, dan semua makhluk adalah sama sehingga bila kita menolong orang lain berarti juga menolong diri sendiri. sekaranglah saat yang tepat untuk mengimplementasikan ajaran itu. Ajaran yang baik adalah ajaran yang dilaksanakan dan ajaran yang dapat membantu meringankan beban hidup.

Salah satu LPD yang sudah mendengar jeritan para debitur adalah LPD Peliatan, Ubud. Tanggal 21 Maret 2020, LPD Desa Adat Peliatan, Ubud mengeluarkan kebijakan yang pemberlakuannya dimulai pada tanggal 1 April sampai dengan akhir bulan Juni 2020.

Adapun kebijakan tersebut adalah 1) Nasabah kredit bisa membayar bunganya saja s/d akhir bulan Juni 2020; 2) Nasabah kredit tidak dibebani biaya denda; 3) Nasabah tabungan dan deposito akan tetap dibayar bunganya sesuai dengan aturan yang berlaku, dan; 4) Kantor LPD buka seperti biasa dan semua transaksi berjalan sebagaimana mestinya. Ini adalah kebijakan yang sangat merakyat.

Surat edaran dari LPD Peliatan, Ubud, Gianyar

Debitur yang merupakan krama desa adat Peliatan pasti menyambut kabar ini dengan gembira. Setidaknya disaat menghadapi “ala” ada sahabat yang hadir dan siap membantu. LPD adalah sahabatnya orang desa. Sahabat hadir untuk memberi solusi dalam menyelesaikan permasalahan krama adat di desa.

Lewat tulisan ini, saya mengajak dan menghimbau kepada 1.433 pemucuk (kepala) LPD) di seluruh Bali agar mulai memikirkan debiturnya yang terkena dampak covid-19 ini. LPD sudah harus mulai memberikan keringanan kepada debiturnya baik berupa penundaan pembayaran pokok pinjaman dan menghilangkan sementara denda keterlambatan pembayaran. Ini adalah win-win solution. Debitur adalah mitra bisnis sekaligus sumber pendapatan utama bagi LPD sehingga penting dan patut diberikan bantuan disaat terkena musibah. LPD Peliatan sudah memulai dan semoga langkah

LPD Peliatan mampu menginspirasi para pemucuk LPD lainnya untuk memberlakukan hal yang sama yakni memberikan keringanan kepada debitur. Lewat tulisan ini, saya juga mengajak untuk mengingat kembali value atau prinsip unik yang dimiliki LPD yakni prinsip pang pada payu. Semoga kebijakan LPD Peliatan, Ubud menjadi kabar gembira sekaligus menjadi hadiah untuk menyambut hari raya nyepi tahun caka 1942.

Tags: covid 19desa adatLPDUbud
Share111TweetSendShareSend
Previous Post

Kulit Putih, Wajah Glowing, Pakai High Heels – Ah, Cantik Itu Duka

Next Post

April Banyak yang Nikah: MUA Galau, Pilih Job atau di Rumah Aja

I Nengah Suarmanayasa

I Nengah Suarmanayasa

Staf pengajar di FE Undiksha-Singaraja

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Rias Pengantin Puluhan Juta? Ah, Santai, MUA Punya Rincian…

April Banyak yang Nikah: MUA Galau, Pilih Job atau di Rumah Aja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co