2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Covid-19, LPD Baiknya Ringankan Kredit Krama – Contoh LPD Peliatan Ubud

I Nengah Suarmanayasa by I Nengah Suarmanayasa
March 22, 2020
in Esai
Covid-19, LPD Baiknya Ringankan Kredit Krama – Contoh LPD Peliatan Ubud

Ilustrasi tatkala.co/Nana Partha

Awal tahun baru (tahun 2020) penuh dengan harapan. Harapan untuk menjadi lebih baik, seperti karier yang lebih baik, rejeki makin bertambah, dapat jodoh, menikah dan sejenisnya. Intinya semua doa yang terpanjatkan tujuan untuk menjadi lebih baik. Tiba-tiba harapan itu mendapat respon dari semesta raya. Respon yang mengejutkan karena semesta raya sedang kedatangan tamu yang tidak pernah terduga sebelumnya.

Tamu itu adalah virus corona (covid-19). Virus ini mendadak akrab di telinga masyarakat. Semua media informasi menayangkan tamu ini. Di koran, TV, media on line, media cetak, dan paling hangat dan seru tamu ini diperbincangkan di media sosial. Berbagai informasi berseliweran hadir hingga membuat handphone hang, karena hampir semua group wa berlomba-lomba menampilkan informasi terbaru  seputar corona.

Pandemi global virus corona dikhawatirkan dan diprediksi akan merusak harapan. Baik harapan pemerintah, harapan perusahaan dan pada akhirnya berimbas pada harapan masyarakat. Perusahaan sudah memulai menghitung opportunity cost akibat adanya virus corona. Opportunity cost adalah biaya/kesempatan yang hilang sebagai akibat memilih keputusan yang lain. Tentunya keputusan yang dipilih adalah keputusan yang memberikan keuntungan ekonomi yang lebih tinggi.

Saat ini, keputusan untuk berdiam diri di rumah sesuai anjuran pemerintah adalah sebuah pilihan. Secara ekonomi, sekali lagi secara ekonomi pilihan ini “menimbulkan kerugian”. Dikatakan rugi, karena pilihan ini, membuat perusahaan tidak mampu berproduksi dengan optimal. Pilihan ini merupakan anomali jika dikaitkan dengan kegiatan sehari-hari perusahaan. Sekali lagi, itu jika dilihat dari kaca mata ekonomi.

Jika dilihat dari dimensi yang lain, seperti kesehatan tentu pilihan ini sangat rasional. Kesehatan dan keselamatan masyarakat adalah yang utama, sedangkan urusan ekonomi nomor berikutnya. Lagi-lagi ini tentang pilihan. Negara Indonesia sudah pasti memilih pilihan yang pertama yakni menyelamatkan manusia Indonesia.

Corona menimbulkan keresahan baik di kota maupun di desa. Corona juga menimbulkan kecemasan bagi berbagai profesi, terutama profesi yang bersinggungan dengan pariwisata, pengacara, politisi, pedagang, PNS dan profesi lainnya. Keresahan dan kecemasan hadir dimana-mana. Meskipun keduanya hadir pada saat bersamaan, tapi tingkat kegundahan masing-masing individu relatif berbeda.

PNS mungkin cemas tapi tingkat kecemasannya jauh berbeda dengan yang dirasakan oleh pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Pelaku UKM benar-benar harus memutar otak untuk memastikan usahanya bisa tetap bertahan. Jika pun mengalami penurunan, harapannya tidak sampai pada titik nadir. Sederhanaya yang penting bisa berjalan meskipun dalam kondisi sempoyongan.

Pelaku UKM cemas dan gelisah karena memikirkan utang perbankan. Seperti diketahui, dunia perbankan adalah dunia yang susah diajak “menyama braya”. Aturan perbankan sangat ketat serta sangat rigit mengatur hak dan kewajiban, seperti tanggal pembayaran angsuran, suku bunga serta denda jika terjadi keterlambatan pembayaran.

Sebagai informasi pembanding, pelaku UKM di Australia mendapat perhatian dan perlakuan khusus dari pihak perbankan. Asosiasi Perbankan Australia (ABA) memberikan keringanan bagi UKM untuk tidak bayar utang selama enam bulan. Kebijakan ini sangat membantu pelaku UKM untuk memastikan bahwa usahanya masih bisa bertahan di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang ini.

Selain itu, salah satu jaringan bank besar di Australia NAB (National Australia Bank) mengumumkan bahwa nasabah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bisa/diperbolehkan menunda pembayaran cicilan selama enam bulan. Bank ini juga menurunkan tingkat suku bunga pinjaman.

Suku bunga yang sekarang merupakan suku bunga terendah sepanjang sejarah perekonomian Australia. Tindakan tersebut diambil untuk mencegah negeri tersebut ke jurang resesi karena penyebaran virus. Bank Sentral Australia juga memberikan fasilitas pinjaman selama 3 tahun agar bank swasta bisa memberikan pinjaman lunak kepada nasabah. Negara benar-benar hadir di hati warganya. Bagaimana dengan di Indonesia?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indoesia juga sudah menerbitkan kebijakan pemberian stimulus bagi perekonomian dengan menerbitkan POJK No.11/POJK.03.2020. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi dampak terhadap kinerja dan kapasitas debitur yang diperkirakan akan menurun akibat wabah virus corona. Kebijakan ini memberikan keringanan kepada debitur/pelaku UKM yang terkena dampak penyebaran covid-19. Seperti, debitur bisa ditetapkan lancar meskipun yang bersangkutan sebenarnya sedang mengalami penurunan kualitas kredit (restrukturisasi).

Intinya kebijakan ini sebagai langkah antisipatif untuk memastikan agar kinerja perbankan tidak terganggu sehingga stabilitas sistem keuangan tetap terjaga. Demikian tujuan mulya yang diharapakn oleh OJK. Seperti diketahui bahwa aturan perbankan sangat rigit. Debitur yang benar-benar akan mendapatkan keringanan ini akan disibukkan dengan persyaratan administrasi yang diminta oleh bank.

Pihak bank akan sangat selektif dalam memilih dan memilah calon debitur yang tepat dan pantas menerima kebijakan ini. Sekali lagi yang tepat dan yang pantas menerima menurut pertimbangan bank bukan menurut debitur. Kadangkala bahkan sering terjadi di lapangan, bahwa pertimbangan debitur dengan pertimbangan bank berbeda. Semoga pelaku UKM bisa menikmati kebijakan dari OJK. Selamat berjuang untuk pelaku UKM.

Bagaimana dengan pelaku UKM di desa yang memanfaatkan pinjaman dana dari LPD? Pelaku UKM yang tinggal di desa juga mengharapkan keringanan dari pihak LPD. Sayangnya, LPD di Bali tidak memiliki atasan struktural seperti di dunia perbankan yang memiliki OJK. Pihak perbankan wajib, sekali lagi wajib hukumnya tunduk kepada OJK, sedangkan LPD tidak harus tunduk kepada lembaga apapun, kecuali pada paruman krama.

Pertanyaan yang patut dilontarkan, apakah krama adat memiliki pemahaman mendalam akan dampak covid-19 terhadap kinerja LPD dan terhadap kinerja perekonomian Bali? Ini persoalan lain yang terjadi di aras bawah. Semoga krama adat eling akan sesuluh nak lingsir tentang ajaran tat twam asi. Ia adalah kamu, saya adalah kamu, dan semua makhluk adalah sama sehingga bila kita menolong orang lain berarti juga menolong diri sendiri. sekaranglah saat yang tepat untuk mengimplementasikan ajaran itu. Ajaran yang baik adalah ajaran yang dilaksanakan dan ajaran yang dapat membantu meringankan beban hidup.

Salah satu LPD yang sudah mendengar jeritan para debitur adalah LPD Peliatan, Ubud. Tanggal 21 Maret 2020, LPD Desa Adat Peliatan, Ubud mengeluarkan kebijakan yang pemberlakuannya dimulai pada tanggal 1 April sampai dengan akhir bulan Juni 2020.

Adapun kebijakan tersebut adalah 1) Nasabah kredit bisa membayar bunganya saja s/d akhir bulan Juni 2020; 2) Nasabah kredit tidak dibebani biaya denda; 3) Nasabah tabungan dan deposito akan tetap dibayar bunganya sesuai dengan aturan yang berlaku, dan; 4) Kantor LPD buka seperti biasa dan semua transaksi berjalan sebagaimana mestinya. Ini adalah kebijakan yang sangat merakyat.

Surat edaran dari LPD Peliatan, Ubud, Gianyar

Debitur yang merupakan krama desa adat Peliatan pasti menyambut kabar ini dengan gembira. Setidaknya disaat menghadapi “ala” ada sahabat yang hadir dan siap membantu. LPD adalah sahabatnya orang desa. Sahabat hadir untuk memberi solusi dalam menyelesaikan permasalahan krama adat di desa.

Lewat tulisan ini, saya mengajak dan menghimbau kepada 1.433 pemucuk (kepala) LPD) di seluruh Bali agar mulai memikirkan debiturnya yang terkena dampak covid-19 ini. LPD sudah harus mulai memberikan keringanan kepada debiturnya baik berupa penundaan pembayaran pokok pinjaman dan menghilangkan sementara denda keterlambatan pembayaran. Ini adalah win-win solution. Debitur adalah mitra bisnis sekaligus sumber pendapatan utama bagi LPD sehingga penting dan patut diberikan bantuan disaat terkena musibah. LPD Peliatan sudah memulai dan semoga langkah

LPD Peliatan mampu menginspirasi para pemucuk LPD lainnya untuk memberlakukan hal yang sama yakni memberikan keringanan kepada debitur. Lewat tulisan ini, saya juga mengajak untuk mengingat kembali value atau prinsip unik yang dimiliki LPD yakni prinsip pang pada payu. Semoga kebijakan LPD Peliatan, Ubud menjadi kabar gembira sekaligus menjadi hadiah untuk menyambut hari raya nyepi tahun caka 1942.

Tags: covid 19desa adatLPDUbud
Share111TweetSendShareSend
Previous Post

Kulit Putih, Wajah Glowing, Pakai High Heels – Ah, Cantik Itu Duka

Next Post

April Banyak yang Nikah: MUA Galau, Pilih Job atau di Rumah Aja

I Nengah Suarmanayasa

I Nengah Suarmanayasa

Staf pengajar di FE Undiksha-Singaraja

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Rias Pengantin Puluhan Juta? Ah, Santai, MUA Punya Rincian…

April Banyak yang Nikah: MUA Galau, Pilih Job atau di Rumah Aja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co