3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Surat Terbuka untuk Menpora Bapak Zainudin Amali: “Please, Pak, Pertahankan Program KPN”

Julio Saputra by Julio Saputra
March 6, 2020
in Esai
Surat Terbuka untuk Menpora Bapak Zainudin Amali: “Please, Pak, Pertahankan Program KPN”

Kapal Pemuda Nusantara [Foto: Ist]

Yang saya hormati, Bapak Menpora RI Zainudin Amali. Bagaimana kabarnya, Pak? Semoga sehat selalu di mana pun dan kapan pun. Perkenalkan Pak, saya I Made Julio Saputra, akrab disapa Julio. Saya bukan siapa-siapa Pak, hanya seorang pemuda dari suatu desa kecil di tengah-tengah Pulau Bali yang hobi membuat status galau di media sosial. Percayalah Pak, kenyataannya saya memang bukan siapa-siapa, karena kata mantan saya tempo hari, saya bukan siapa-siapa lagi. Hiks sedihnya hati saya Pak.

Baiklah, lupakan mantan sejenak. Sejujurnya Pak, saya itu ngefans banget sama Bapak. Sumpah. Saya memang suka ngefans sama pejabat-pejabat negara Pak, tapi tidak semuanya lho, hanya yang berkaitan dengan hal-hal yang saya suka saja. Contohnya ya Bapak sendiri. Kebetulan saya suka olahraga, dan saya juga masih muda, bujang, dan perjaka, masih bisa dikategorikan sebagai pemuda. Terlebih 2 tahun lalu, saya mengikuti program Kapal Pemuda Nusantara (KPN), salah satu program kenamaan milik Kemenpora RI yang sudah dilakukan sejak tahun 2005. Makin ngefanslah saya sama pejabatnya.

Pokoknya Bapak itu idola saya banget Pak. Semoga saya bisa bertemu Bapak lagi di kemudian hari. Sesekali boleh juga saya diundang untuk makan siang bersama Pak. Hehehe. Oh ya Pak, saya bermaksud membuat surat terbuka ini karena ada yang ingin saya sampaikan Pak. Saya ingin heart to heart ke Bapak, karena heart to heart ke mantan saya sudah tidak mungkin lagi. Dia sudah menikah dengan lelaki yang tentu saja lebih baik dari saya. Jadi saya berharap sekali Bapak membaca surat terbuka saya ini, karena kalau tidak dibaca, waduh tambah sakit hati dong saya Pak.

Oh, satu lagi, dalam surat terbuka ini, saya tidak bermaksud menggurui Bapak, saya yakin Bapak sudah lebih tahu dari saya. Bapak sudah lebih awal menikmati asam garam pahit manis kehidupan, pun sekarang sudah menjadi salah satu pejabat negara. Penjelasan-penjelasan saya dalam surat ini dimaksudkan agar bisa juga tersampaikan kepada pembaca setia di rumah, karena memang beginilah tujuannya adanya surat terbuka. Bertukar ide, bertukar pikiran. Bertukar hati? Waduh saya belum siap. Masih trauma sakit hati.

Jadi begini Pak, ada kabar yang berhembus bahwa mulai tahun ini, program Kapal Pemuda Nusantara (KPN) tidak akan diadakan lagi untuk seterusnya. Entah ini benar atau tidak, tapi begitulah kata salah satu sumber yang dirasa menyakinkan. Duh Gusti Prabu…. Mendengar kabar itu, hati saya sakit bukan main Pak, remuk seremuk-remuknya, perih seperih-perihnya. Terkoyak-koyak hati ini Pak. Kualitas sakit hati saya bahkan bisa disamakan ketika saya ditinggal selingkuh oleh pacar saya yang saya cintai segenap hati saya. Luka lama yang sudah terkubur dalam tiba-tiba menganga kembali dengan lebarnya. Sakit sekali Pak. Saya secara pribadi tidak rela jika kemudian program KPN benar-benar dihapuskan. Hiks.

Sama seperti tulisan saya sebelumnya di tahun 2018 yang berjudul “Pak Menteri, Mohon Pertahankan Program Kapal Pemuda Nusantara!” melalui surat terbuka ini, tanpa mengurangi rasa hormat, saya memohon kepada Bapak agar program KPN tetap diadakan Pak, agar tetap dipertahankan. Tentu permohonan saya ini disertai alasan yang jelas Pak, tidak seperti mantan saya yang pergi tanpa meninggalkan alasan apapun. Nah, alasannya, bagi saya, atau mungkin bagi teman-teman saya, KPN adalah program berbasis kepemudaan yang berkaitan erat dengan kemaritiman dan kelautan Indonesia dan sebenanrnya itulah yang menjadi keunggulan dalam program ini Pak, sehingga KPN menjadi program yang sangat pantas diadakan mengingat Indonesia adalah negara maritim.

Berbicara tentang Indonesia sebagai negara maritime, barangkali penting bagi kita semua untuk tahu tentang sejarah peradaban maritim dunia, tentang teori hukum laut atau konsep Mare Liberum yang dicetuskan Hugo Grotius, atau juga tentang jaringan pelayaran nusantara yang dikuasai VOC dengan mengubah konsep laut terbuka menjadi konsep laut tertutup, yang kemudian diceritakan Pramudya Ananta Toer dalam karyanya berjudul Arus Balik. Hhhmmm, sebenarnya ini sedikit agak panjang kalau diceritakan.  

Namun, terlepas dari hal-hal di atas, yang paling penting dan wajib untuk diketahui adalah kenyataan bahwa Indonesia memiliki luas perairan lebih besar dari pada luas daratan. Kalau saya tidak salah Pak (mudah-mudahan saya tidak salah), Indonesia memiliki 17.499 pulau dari Sabang sampai Merauke dengan luas total wilayah Indonesia 7,81 juta km2, terdiri dari 2,01 juta km2 daratan, 3,25 juta km2 lautan, dan 2,55 juta km2 Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Jika dipresentasekan, 75% wilayah Indonesia adalah perairan, dan sisanya 25% adalah daratan. Wow. Luar biasa sekali Pak. Tak heran jika nenek moyang saya dulunya adalah seorang pelaut, pandai mengarungi luas samudra, menanjak ombak menembus badai sudah biasa.

Nah, bisa dibayangkan Pak, karena hal tersebut, Indonesia tentu memiliki keindahan bahari dan hasil laut dengan kualitas terbaik. Mulai dari pulau-pulau yang cantik lengkap juga dengan terumbu karang dan tumbuhan laut yang tak kalah cantik, bahkan lebih cantik dari mantan-mantan saya. Eh lagi-lagi saya malah teringat mantan. Hehehe. Mohon maaf, Pak, bayangan masa lalu memang kadang suka menghantui gitu, terutama bagi budak-budak sakit hati seperti saya ini.

Oke, lanjut ya Pak. Kalau saya tidak salah lagi, luas terumbu karang di Indonesia mencapai 50.875 kilometer persegi yang kemudian menyumbang 65% luas total turumbu karang di coral triangle dan 18% luas total terumbu karang dunia. Di samping itu, Indonesia juga memiliki kekayaan laut lainnya, seperti kan, udang, dan berbagai jenis hewan laut lainnya yang memikat hati masyarakat dunia. Sayangnya, keindahan dan kekayaan laut Indonesia juga menjadi daya tarik bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan illegal fishing, trafficking, bahkan penyelundupan senjata. Ini serius. Saya tidak bohong.

_____

Para pemuda peserta program Kapal Pemuda Nusantara [Foto: Ist]

Itulah barangkali yang kemudian melatarbelakangi adanya program yang kedepannya mengharapkan peran pemuda Indonesia untuk menjaga sekaligus membangun kelautan Indonesia, mengingat laut juga memiliki peran yang sangat penting karena menyimpan potensi yang sejatinya luar biasa bermanfaat, dan program Kapal Pemuda Nusantara (KPN) itulah yang menjadi salah satu cara pemerintah untuk memajukan, mengembangkan, dan memanfaatkan potensi laut Indonesia melalui perantara pemuda. Ya, pemuda seperti saya ini Pak, juga seperti teman-teman saya yang lain. Tugas untuk melindungi kemaritiman dan kelautan Indonesia, mencakup pertahanan, keamanan, kelestarian dan pengelolaan sumber daya kelautan Indonesia, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun juga tanggung jawab semua masyarakat Indonesia, terutama generasi muda penerus tongkat estafet pembangunan bangsa.

Melalui perantara pemuda, tentu sangat diharapkan dapat mendukung Indonesia untuk mencapai tujuannya sebagai poros maritim dunia, sebagai negara maritim yang besar, kuat, dan makmur melalui pengembalian identitas Indonesia sebagai bangsa maritim, pengamanan kepentingan dan keamanan maritim, memberdayakan potensi maritim untuk mewujudkan pemerataan ekonomi Indonesia. Kata kebanyakan orang, sudah saatnya Indonesia bangun dari tidur lelapnya sebagai bangsa maritim jika tidak ingin tertindah oleh bangsa lain. Ayo banyun.

Selama pelaksanaan program KPN, selama kurang lebih 2 sampai 3 minggu (mungkin juga lebih, seperti KPN Sail Tomini 2015 yang berlayar hampir satu bulan), pemuda-pemudi dari seluruh Indonesia yang ikut di dalamnya diajak berlayar mengarungi beberapa sudut lautan Indonesia. Jujur saya suka sekali bagian mengarungi lautan Indonesia ini, karena mengarungi lautan hatinya hanya membuat saya tenggelam dalam kesedihan yang ngilu dan pilu. Huhuhuhu.

Peserta program juga diajak bersentuhan langsung dengan segala hal yang berhubungan dengan laut, melakukan aktivitas kebaharian, mengunjungi tempat-tempat konservasi laut dan hasil laut, mengunjungi daerah pesisir termasuk berinteraksi dengan masyarakatnya. Pemuda diajak membuka wawasan mereka sebagai anak anak bangsa akan kelautan dan kemaritiman. Mereka diberikan berbagai wawasan, tentang laut yang dulu menjadi media transportasi utama antardunia, tentang laut yang menjadi jalur lalu lintas pelayaran dan perdagangan antarwilayah di Indonesia bahkan juga negara-negara lain.

Mereka juga mendapat wawasan tentang potensi laut Indonesia yang menjadi salah satu sumber pangan masyarakat Indonesia, terutama protein hewani dalam bentuk ikan dan hasil laut lainnya. Mereka juga mendapat wawasan tentang peran laut dalam bidang lainnya, seperti konservasi dan pelestarian alam,sumber ilmu pengetahuan alam, sarana rekreasi dan pariwisata, dan lain sebagianya. Hal ini dimaksudkan sebagai salah satu wujud kepedulian pemerintah terhadap perkembangan dan kelestarian kelautan Indonesia yang mengutamakan peran pemuda Indonesia sebagai pelaku utamanya dengan cara menggugah, memunculkan, membangkitkan motivasi pemuda untuk mau ke laut serta merangsang tumbuhnya jiwa wirausaha pemuda di bidang kelautan.

Mantap kan Pak? Tentu saja hal-hal tersebut utamanya dimaksudkan agar pemuda-pemudi setelah mengikuti program KPN nantinya dapat menjadi pemuda bahari yang lebih cinta terhadap laut, memiliki tanggung jawab tinggi, memiliki rasa kepedulian terhadap sesama, mampu meningkatkan kemitraan untuk pembangunan pengelolaan sumberdaya alam, siap menghadapi tantangan global di masa yang akan datang.

Nah, bukan hanya itu saja Pak, pemuda-pemudi dari seluruh Indonesia tersebut juga dapat membentuk karakter karena dalam pelaksanaan kegiatannya, berbagai kedisiplinan lebih ditanamkan lagi pada diri masing-masing peserta KPN. Mereka juga dapat mengenali keberagam dan kekayaan budaya daerah di Indonesia karena pemuda-pemudi Indonesia juga diberikan panggung untuk menampilkan kesenian dan kebudayaan yang mereka miliki. Saya bersama teman-teman dari Bali saat itu berusaha setotalitas mungkin memperkenalkan realisme magis seni Bali dengan menghadirkan drama tari Calonarang lengkap dengan topeng rangda berukuran besar yang sangat ikonik. Kalau boleh saya jujur lagi Pak, ini salah satu hal yang tidak akan saya lupakan seumur hidup saya.

_____

Nilai-nilai keberagaman dalam program Kapal Pemuda Nusantara

Kebaragaman yang dirayakan selama program KPN tentu dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air. Mereka diberikan berbagai motivasi untuk menjadi warga negara Indonesia seutuhnya, yang sadar akan keberadaan bangsanya, yang senantiasa berjuang untuk memajukan negaranya, dan memiliki Indonesia sepenuhnya, bersyukur dan berbangga sepenuh hati terhadap kekayaan dan keanekaragaam suku, adat, dan budaya yang dimiliki oleh tanah air Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, Itulah kemudian disebut mencintai negeri dan menjaga NKRI dengan memiliki kebanggan terhadap tanah air, bangsa dan persatuan.Sangat nasionalis Pak.

Melalui program KPN juga, para pemuda dapat mempererat persahabatan, persaudaraan dan kerjasama serta saling pengertian. Selain itu juga membentuk jaring kerja nasional pemuda, memperkuat, dan meningkatkan jiwa dan semangat NKRI sekaligus memperdayakan diri sebagai kader bangsa. Bahkan mereka juga dapat menjunjung tinggi nilai kemanusian dengan melakukan bakti sosial kepada masyarakat, seperti program KPN Tahun 2018 yang saya ikuti 2 tahun lalu, para peserta KPN diterjunkan langsung dalam kegiatan membangun kembali Palu, Sigi, dan Donggala yang terkena bencana alam gempa dan tsunami. Harus saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kemenpora RI karena sudah memfasilitasi saya dan teman-teman saya sehingga bisa mmeberikan uluran tangan secara langsung di Palu, Sigi, dan Donggala. Uluran tangan kami tidak seberapa, namun tentu sangat bermakna, pun sangat berarti.

Perjalanan peserta KPN tidak serta merta berhenti saat mereka selesai menjalankan program, namun tetap berlanjut sebagai pemuda bahari yang siap menjadi ujung tombak pelestarian lingkungan hidup dengan memberikan kontribusi nyata terhadap kelautan Indonesia. Kontribusi nyata tersebut dapat dilihat dari kegiatan pascaprogram yang sudah mereka rancang di provinsinya masing-masing. Contohnya bisa jadi penanaman mangrove di daerah pesisir pantai, pemberian edukasi bahari kepada anak-anak, pelatihan pengolahan sampah dari laut menjadi barang bernilai jual tinggi, kegiatan susur pantai, penanaman terumbu karang, workshop kebaharian, dan masih banyak lagi. Teman-teman saya di program KPN 2018 bersama-sama mengadakan sebuah gerakan bertajuk “Siaga Nusantara” – Aksi Jaga Air Nusantara di provinsinya masing-masing.

Gerakan ini bertujuan untuk peminimalisiran sampah plastik di perairan (danau, sungai, dan laut) untuk keberlangsungan kehidupan biota air dengan membersihkan daerah perairan (danau, sungai, dan laut) dari sampah, terutama plastik. Gerakan ini sekaligus memperingati hari air sedunia yang jatuh ada tanggal 22 Maret 2019 yang dimaksudkan untuk mengajak setiap orang untuk sadar akan penghematan dalam penggunaan air, seperti menggunakan air secukupnya untuk aktivitas MCK (mandi cuci kakus), konsumsi (minum) dengan cukup dan tidak menyisakan dan penghematan dalam penggunaan air dalam rumah tangga (mencuci pakaian dan piring).

_____

Pemuda dari berbagai daerah di Indonesia dalam program Kapal Pemuda Nusantara [Foto: Ist]

Kami memimpikan sebuah dunia perairan di Indonesia yang bersih dari sampah dan berjuang mewujudkannya bersama-sama. Contoh lain adalah KAKPN Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tanggal 15 Maret nanti akan melaksanakan kegiatan “Memelaut – Mengenal dan Memahami Biota Laut” bagi Komunitas Sekolah Marjinal Kledokan, Caturtunggal, Depok, Sleman, D.I. Yogyakarta. Kegiatan yang dicanangkan oleh peserta KPN 2019 merupakan acara edukasi bahari yang dikemas dengan ide-ide kreatif dan menyenangkan, seperti mendongeng biota laut, melukis biota laut, dan sosialisasi makan-makanan bergizi. Keren betul mereka ini. Asli. Harus diapresiasi ini Pak. Hehehe.

Sebenarnya masih ada banyak lagi alasan mengapa saya tidak rela program Kapal Pemuda Nusantara dihapuskan Pak. Saya secara pribadi merasa program Kapal Pemuda Nusantara sebaiknya memang harus dilaksanakan tiap tahunnya mengingat program KPN sangat berdampak positif terhadap perkembangan Sumber Daya Manusia (Pemuda) dan perkembangan kelautan Indonesia. Program KPN melahirkan pemuda bahari, yang diharapkan dapat menjadi apa yang diharapkan di penjelasan saya di atas.  Ketimbang dihapuskann atau diganti, jujur saya lebih memilih program KPN ini dievaluasi segala kekurangannya, sehingga dapat dilaksanakan lebih baik lagi kedepannya. Jauh di lubuk hati saya yang paling dalam Pak, saya tentu berharap program KPN masih tetap dijalankan. Saya ingin ada lebih banyak lagi pemuda yang mencintai laut Indonesia, yang secara tidak langsung juga mencintai negeri ini. Pemuda Maju, Indonesia Jaya.

Demikian dengan surat ini saya sampaikan permohonan saya Pak. Saya meminta maaf sebesar-besarnya apabila dirasa ada kesalahan dalam surat saya ini. Jujur, saya tidak ada maksud lain selain memohon, seletingan-selentingan saya soal mantan hanya pemanis Pak, karena memang dialah yang pernah membuat hidup saya manis setelah program KPN 2018. Hehehe. Nah, untuk mengakhiri surat ini, mari Pak, bersama-sama kita serukan dengan lantang semangat kita.

“Pemuda? Maju, Olahraga? Jaya. Siapa kita? Indonesia. NKRI? Harga Mati”

“Di laut kita berlayar, di laut kita belajar, di laut kita bersama, kembali ke laut kita jaya” – JALESVEVA JAYAMAHE. [T]

Tags: Kapal Pemuda Nusantaralautpemuda
Share87TweetSendShareSend
Previous Post

Jagung Bakar

Next Post

Galeri Zen1, Dibuka 7 Maret 2020 – Mencapai Karya, Melampaui Pikiran

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Galeri Zen1, Dibuka 7 Maret 2020 – Mencapai Karya, Melampaui Pikiran

Galeri Zen1, Dibuka 7 Maret 2020 - Mencapai Karya, Melampaui Pikiran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co