12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Terima Kasih, Saya Kuliah D3 Hingga S2 dengan Modal Pinjaman di LPD

I Nengah Suarmanayasa by I Nengah Suarmanayasa
March 1, 2020
in Esai
Terima Kasih, Saya Kuliah D3 Hingga S2 dengan Modal Pinjaman di LPD

Acara pertanggungjawaban di LPD Desa Adat Selatnyuhan, Desa Pengiangan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli,

Hari Minggu, tanggal 1 Maret 2020 bertepatan dengan Hari Manis Kuningan, saya tumben mengikuti acara pertanggungjawaban pengurus Lembaga Perkreditan Desa (LPD) kepada krama adat di kampung. Senang sekaligus bangga karena tempat kelahiran sudah memiliki LPD.

Sebagai info bahwa diantara 1.493 desa adat yang ada di Bali, belum semua memiliki lembaga LPD. Data dari LPLPD sampai dengan akhir tahun 2019, jumlah LPD yang ada di Bali sebanyak 1.443, sisanya lagi 50 desa adat masih berjuang untuk mendirikan LPD. Artinya, dalam konteks itu tanah kelahiran saya sudah bisa dikatakan maju apalagi LPD saat ini sudah berusia 18 tahun. Usia yang sudah dikatakan sedang senang-senangnya bersolek jika diibaratkan seorang gadis desa.

LPD Desa Adat Selatnyuhan, Desa Pengiangan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, adalah nama sekaligus alamat lengkap LPD sekaligus pula alamat yang tertera di KTP saya. Sebuah desa yang beranggotakan 209 KK dan berbatasan dengan kabupaten Gianyar sehingga kami selaku warganya merasa lebih dekat ke kota Gianyar.

Tapi kami tetap bangga dengan Bangli, sebuah kabupaten yang dikatakan sejuk dan nyaman, seperti jargon yang dimiliki Bangli, yakni Bersih, Aman, Nyaman, Gairah, Lestari, Indah. Selain jargon tersebut, Bangli juga memiliki tag line yang tertulis di setiap sekolah maupun kantor pemerintahan yakni “Bagimu Bangli kuberjanji untuk mengabdi”.

Mungkin karena tulisan tersebut, sampai saat ini saya belum ikhlas pindah domisili menjadi warga Buleleng mesti sudah tinggal sejak tahun 2011. Alamat KTP sampai sekarang masih Bangli, jika hal ini diketahui dinas Dukcapil tentu teguran keras akan dilayangkan kepada saya.

Sekitar jam 09.00 wita, saya datang ke tempat paruman (ruang pertemuan) yang berupa wantilan pura desa. Tampak pengurus LPD sudah bersiap sedangkan warga lainnya sudah mulai berdatangan. Pengurus kemudian melakukan persembahyangan di dalam pura. Acara paruman tidak akan dimulai sebelum Jero Mangku memercikkan tirta kepada semua warga yang hadir di paruman. Tentu ini adalah suasana yang sakral.

Warga dengan sabar menunggu nunas tirta sebagai perwujudan wangsuh pada Ida Bhatara. Sekitar pukul 10.00 wita, acara paruman pun dimulai dengan prolog oleh penyarikan adat. Adapun agenda paruman adalah penyampaian laporan dari pemucuk LPD, laporan dari Panureksa LPD, berikutnya acara darmatula (diskusi), setelah itu diisi acara hiburan berupa pengundian no rekening tabungan bagi 15 nasabah. Terakhir acara penutupan.

Saatnya pamucuk (kepala) LPD menyampaikan laporan kegiatan selama tahun buku 2019. Penyampaian laporan dimulai dengan menyebutkan sumber pendapatan dan biaya operasional yang dihabiskan hingga pada akhirnya keluar angka laba yakni sebesar Rp 557.123.754. Angka ini meningkat dari perolehan laba tahun buku 2018. Ini bukti bahwa LPD memiliki kinerja yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Pamucuk juga dengan gamblang menyampaikan rencana pembagian laba tersebut dimana alokasi laba harus mengacu kepada Perda no.3 tahun 2017 tentang LPD. Amanat perda mewajibkan kepada LPD agar 20 persen laba dialokasikan untuk pembangunan desa adat. Sehingga tahun 2020 ini, desa adat menerima dana sebanyak Rp 111.424.751 disamping menerima dana sosial (5 persen) sebesar Rp 27.856.188.

Total uang yang diserahkan LPD kepada warga adat sebanyak Rp 139.280.939. Angka ini sangat besar maknanya bagi krama adat. Dana ini akan digunakan untuk membantu biaya penyelesaian pembangunan pura maupun upacara ngenteg linggih yang akan dilaksanakan akhir tahun 2020.

Laporan yang disampaikan oleh pamucuk diterima baik oleh  panureksa maupun oleh semua krama adat. Penyampaian laporan dilaksanakan dengan penuh rasa kekeluargaan. Ini Menandakan bahwa LPD dan krama adat adalah satu kesatuan yang sudah sepatutnya bersinergi dan berkolaborasi untuk mewujudkan LPD yang semakin baik.

Terima Kasih

Saat acara diskusi, saya diminta memberikan komentar, saran maupun masukan untuk kemajuan LPD. Saya yang tumben hadir saat paruman merasa tidak enak hati tapi karena sudah ditunjuk tentu tidak enak kalau menolak. Pada kesempatan yang baik itu, saya mengawali dengan menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam dan tulus kepada LPD. Tanpa bantuan LPD, mungkin saya tidak bisa membuat tulisan ini sekarang.

Saat kuliah jenjang diploma 3, Bapak saya pinjam uang di LPD untuk modal kuliah. Begitupula saat lanjut S1 dan S2, Bapak masih menjadikan LPD sebagai sahabatnya di kala kesusahan. LPD penyelamat hidup saya. Sampai sekarang pun LPD masih menjadi mitra strategis keluarga dalam mengejar cita dan cinta.

Di hadapan paruman yang terhormat beberapa kali mulut saya berucap kata terima kasih, matur suksme majeng ring pengurus LPD. Sehingga saya berjanji akan berusaha berkontribusi demi kemajuan LPD.

Ada beberapa hal yang saya sampaikan terkait keberadaan LPD. Diantaranya, mengajak warga untuk menumbuhkan rasa memiliki LPD, karena sejatinya LPD adalah milik krama. Caranya, mengajak warga untuk menabung dan meminjam dana di LPD. Salah satu keuntungan mendepositokan uang di LPD adalah tidak adanya pajak dan bunganya lebih tinggi dari bank konvensional.

Sangat lucu manakala Ibu saya menjual bubur ayam, tapi saya selaku anaknya membeli bubur ayam ke tempat lain. Demikian analogi yang saya sampaikan untuk meyakinkan warga agar benar-benar merasa memiliki LPD. Jika warga menggunakan jasa LPD maka potensi laba akan meningkat sehingga dana yang akan diterima oleh warga di tahun berikutnya akan semakin banyak. Itu artinya LPD dari kita, oleh kita dan untuk kita warga desa.

Selain itu, saya juga mengingatkan kepada pengurus agar menerapkan prinsip kehati-hatian dalam tata kelola LPD dan terakhir saya mengingatkan bahwa musuh LPD adalah kredit macet. Kredit macet adalah sebuah risiko keuangan tapi hal tersebut bisa diantisipasi dengan menerapkan konsep 5 C (Character, capacity, capital, collateral dan condition oc economy) dan niat tulus pengabdian untuk desa.

Di akhir kata saya juga menyampaikan akan berusaha berkontribusi untuk mendukung, berpartisipasi untuk kemajuan LPD. Sekali lagi terima kasih LPD. Kau hadir menyapa disaat yang tepat. Tanpamu saya adalah butiran debu, denganmu, langkah ini kian mantap menggapai cita dan cinta. [T]

Tags: Banglidesa adatkuliahLPD
Share40TweetSendShareSend
Previous Post

“Masatua”, Dulu di Tempat Tidur, Kini di Balai Banjar – [Bulan Bahasa Bali di Desa Adat Kelaci]

Next Post

Pembina Pramuka Belum Tentu Berjiwa Pramuka

I Nengah Suarmanayasa

I Nengah Suarmanayasa

Staf pengajar di FE Undiksha-Singaraja

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Pembina Pramuka Belum Tentu Berjiwa Pramuka

Pembina Pramuka Belum Tentu Berjiwa Pramuka

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co