2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Terima Kasih, Saya Kuliah D3 Hingga S2 dengan Modal Pinjaman di LPD

I Nengah Suarmanayasa by I Nengah Suarmanayasa
March 1, 2020
in Esai
Terima Kasih, Saya Kuliah D3 Hingga S2 dengan Modal Pinjaman di LPD

Acara pertanggungjawaban di LPD Desa Adat Selatnyuhan, Desa Pengiangan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli,

Hari Minggu, tanggal 1 Maret 2020 bertepatan dengan Hari Manis Kuningan, saya tumben mengikuti acara pertanggungjawaban pengurus Lembaga Perkreditan Desa (LPD) kepada krama adat di kampung. Senang sekaligus bangga karena tempat kelahiran sudah memiliki LPD.

Sebagai info bahwa diantara 1.493 desa adat yang ada di Bali, belum semua memiliki lembaga LPD. Data dari LPLPD sampai dengan akhir tahun 2019, jumlah LPD yang ada di Bali sebanyak 1.443, sisanya lagi 50 desa adat masih berjuang untuk mendirikan LPD. Artinya, dalam konteks itu tanah kelahiran saya sudah bisa dikatakan maju apalagi LPD saat ini sudah berusia 18 tahun. Usia yang sudah dikatakan sedang senang-senangnya bersolek jika diibaratkan seorang gadis desa.

LPD Desa Adat Selatnyuhan, Desa Pengiangan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, adalah nama sekaligus alamat lengkap LPD sekaligus pula alamat yang tertera di KTP saya. Sebuah desa yang beranggotakan 209 KK dan berbatasan dengan kabupaten Gianyar sehingga kami selaku warganya merasa lebih dekat ke kota Gianyar.

Tapi kami tetap bangga dengan Bangli, sebuah kabupaten yang dikatakan sejuk dan nyaman, seperti jargon yang dimiliki Bangli, yakni Bersih, Aman, Nyaman, Gairah, Lestari, Indah. Selain jargon tersebut, Bangli juga memiliki tag line yang tertulis di setiap sekolah maupun kantor pemerintahan yakni “Bagimu Bangli kuberjanji untuk mengabdi”.

Mungkin karena tulisan tersebut, sampai saat ini saya belum ikhlas pindah domisili menjadi warga Buleleng mesti sudah tinggal sejak tahun 2011. Alamat KTP sampai sekarang masih Bangli, jika hal ini diketahui dinas Dukcapil tentu teguran keras akan dilayangkan kepada saya.

Sekitar jam 09.00 wita, saya datang ke tempat paruman (ruang pertemuan) yang berupa wantilan pura desa. Tampak pengurus LPD sudah bersiap sedangkan warga lainnya sudah mulai berdatangan. Pengurus kemudian melakukan persembahyangan di dalam pura. Acara paruman tidak akan dimulai sebelum Jero Mangku memercikkan tirta kepada semua warga yang hadir di paruman. Tentu ini adalah suasana yang sakral.

Warga dengan sabar menunggu nunas tirta sebagai perwujudan wangsuh pada Ida Bhatara. Sekitar pukul 10.00 wita, acara paruman pun dimulai dengan prolog oleh penyarikan adat. Adapun agenda paruman adalah penyampaian laporan dari pemucuk LPD, laporan dari Panureksa LPD, berikutnya acara darmatula (diskusi), setelah itu diisi acara hiburan berupa pengundian no rekening tabungan bagi 15 nasabah. Terakhir acara penutupan.

Saatnya pamucuk (kepala) LPD menyampaikan laporan kegiatan selama tahun buku 2019. Penyampaian laporan dimulai dengan menyebutkan sumber pendapatan dan biaya operasional yang dihabiskan hingga pada akhirnya keluar angka laba yakni sebesar Rp 557.123.754. Angka ini meningkat dari perolehan laba tahun buku 2018. Ini bukti bahwa LPD memiliki kinerja yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Pamucuk juga dengan gamblang menyampaikan rencana pembagian laba tersebut dimana alokasi laba harus mengacu kepada Perda no.3 tahun 2017 tentang LPD. Amanat perda mewajibkan kepada LPD agar 20 persen laba dialokasikan untuk pembangunan desa adat. Sehingga tahun 2020 ini, desa adat menerima dana sebanyak Rp 111.424.751 disamping menerima dana sosial (5 persen) sebesar Rp 27.856.188.

Total uang yang diserahkan LPD kepada warga adat sebanyak Rp 139.280.939. Angka ini sangat besar maknanya bagi krama adat. Dana ini akan digunakan untuk membantu biaya penyelesaian pembangunan pura maupun upacara ngenteg linggih yang akan dilaksanakan akhir tahun 2020.

Laporan yang disampaikan oleh pamucuk diterima baik oleh  panureksa maupun oleh semua krama adat. Penyampaian laporan dilaksanakan dengan penuh rasa kekeluargaan. Ini Menandakan bahwa LPD dan krama adat adalah satu kesatuan yang sudah sepatutnya bersinergi dan berkolaborasi untuk mewujudkan LPD yang semakin baik.

Terima Kasih

Saat acara diskusi, saya diminta memberikan komentar, saran maupun masukan untuk kemajuan LPD. Saya yang tumben hadir saat paruman merasa tidak enak hati tapi karena sudah ditunjuk tentu tidak enak kalau menolak. Pada kesempatan yang baik itu, saya mengawali dengan menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam dan tulus kepada LPD. Tanpa bantuan LPD, mungkin saya tidak bisa membuat tulisan ini sekarang.

Saat kuliah jenjang diploma 3, Bapak saya pinjam uang di LPD untuk modal kuliah. Begitupula saat lanjut S1 dan S2, Bapak masih menjadikan LPD sebagai sahabatnya di kala kesusahan. LPD penyelamat hidup saya. Sampai sekarang pun LPD masih menjadi mitra strategis keluarga dalam mengejar cita dan cinta.

Di hadapan paruman yang terhormat beberapa kali mulut saya berucap kata terima kasih, matur suksme majeng ring pengurus LPD. Sehingga saya berjanji akan berusaha berkontribusi demi kemajuan LPD.

Ada beberapa hal yang saya sampaikan terkait keberadaan LPD. Diantaranya, mengajak warga untuk menumbuhkan rasa memiliki LPD, karena sejatinya LPD adalah milik krama. Caranya, mengajak warga untuk menabung dan meminjam dana di LPD. Salah satu keuntungan mendepositokan uang di LPD adalah tidak adanya pajak dan bunganya lebih tinggi dari bank konvensional.

Sangat lucu manakala Ibu saya menjual bubur ayam, tapi saya selaku anaknya membeli bubur ayam ke tempat lain. Demikian analogi yang saya sampaikan untuk meyakinkan warga agar benar-benar merasa memiliki LPD. Jika warga menggunakan jasa LPD maka potensi laba akan meningkat sehingga dana yang akan diterima oleh warga di tahun berikutnya akan semakin banyak. Itu artinya LPD dari kita, oleh kita dan untuk kita warga desa.

Selain itu, saya juga mengingatkan kepada pengurus agar menerapkan prinsip kehati-hatian dalam tata kelola LPD dan terakhir saya mengingatkan bahwa musuh LPD adalah kredit macet. Kredit macet adalah sebuah risiko keuangan tapi hal tersebut bisa diantisipasi dengan menerapkan konsep 5 C (Character, capacity, capital, collateral dan condition oc economy) dan niat tulus pengabdian untuk desa.

Di akhir kata saya juga menyampaikan akan berusaha berkontribusi untuk mendukung, berpartisipasi untuk kemajuan LPD. Sekali lagi terima kasih LPD. Kau hadir menyapa disaat yang tepat. Tanpamu saya adalah butiran debu, denganmu, langkah ini kian mantap menggapai cita dan cinta. [T]

Tags: Banglidesa adatkuliahLPD
Share40TweetSendShareSend
Previous Post

“Masatua”, Dulu di Tempat Tidur, Kini di Balai Banjar – [Bulan Bahasa Bali di Desa Adat Kelaci]

Next Post

Pembina Pramuka Belum Tentu Berjiwa Pramuka

I Nengah Suarmanayasa

I Nengah Suarmanayasa

Staf pengajar di FE Undiksha-Singaraja

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Pembina Pramuka Belum Tentu Berjiwa Pramuka

Pembina Pramuka Belum Tentu Berjiwa Pramuka

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co