23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Terima Kasih, Saya Kuliah D3 Hingga S2 dengan Modal Pinjaman di LPD

I Nengah Suarmanayasa by I Nengah Suarmanayasa
March 1, 2020
in Esai
Terima Kasih, Saya Kuliah D3 Hingga S2 dengan Modal Pinjaman di LPD

Acara pertanggungjawaban di LPD Desa Adat Selatnyuhan, Desa Pengiangan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli,

Hari Minggu, tanggal 1 Maret 2020 bertepatan dengan Hari Manis Kuningan, saya tumben mengikuti acara pertanggungjawaban pengurus Lembaga Perkreditan Desa (LPD) kepada krama adat di kampung. Senang sekaligus bangga karena tempat kelahiran sudah memiliki LPD.

Sebagai info bahwa diantara 1.493 desa adat yang ada di Bali, belum semua memiliki lembaga LPD. Data dari LPLPD sampai dengan akhir tahun 2019, jumlah LPD yang ada di Bali sebanyak 1.443, sisanya lagi 50 desa adat masih berjuang untuk mendirikan LPD. Artinya, dalam konteks itu tanah kelahiran saya sudah bisa dikatakan maju apalagi LPD saat ini sudah berusia 18 tahun. Usia yang sudah dikatakan sedang senang-senangnya bersolek jika diibaratkan seorang gadis desa.

LPD Desa Adat Selatnyuhan, Desa Pengiangan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, adalah nama sekaligus alamat lengkap LPD sekaligus pula alamat yang tertera di KTP saya. Sebuah desa yang beranggotakan 209 KK dan berbatasan dengan kabupaten Gianyar sehingga kami selaku warganya merasa lebih dekat ke kota Gianyar.

Tapi kami tetap bangga dengan Bangli, sebuah kabupaten yang dikatakan sejuk dan nyaman, seperti jargon yang dimiliki Bangli, yakni Bersih, Aman, Nyaman, Gairah, Lestari, Indah. Selain jargon tersebut, Bangli juga memiliki tag line yang tertulis di setiap sekolah maupun kantor pemerintahan yakni “Bagimu Bangli kuberjanji untuk mengabdi”.

Mungkin karena tulisan tersebut, sampai saat ini saya belum ikhlas pindah domisili menjadi warga Buleleng mesti sudah tinggal sejak tahun 2011. Alamat KTP sampai sekarang masih Bangli, jika hal ini diketahui dinas Dukcapil tentu teguran keras akan dilayangkan kepada saya.

Sekitar jam 09.00 wita, saya datang ke tempat paruman (ruang pertemuan) yang berupa wantilan pura desa. Tampak pengurus LPD sudah bersiap sedangkan warga lainnya sudah mulai berdatangan. Pengurus kemudian melakukan persembahyangan di dalam pura. Acara paruman tidak akan dimulai sebelum Jero Mangku memercikkan tirta kepada semua warga yang hadir di paruman. Tentu ini adalah suasana yang sakral.

Warga dengan sabar menunggu nunas tirta sebagai perwujudan wangsuh pada Ida Bhatara. Sekitar pukul 10.00 wita, acara paruman pun dimulai dengan prolog oleh penyarikan adat. Adapun agenda paruman adalah penyampaian laporan dari pemucuk LPD, laporan dari Panureksa LPD, berikutnya acara darmatula (diskusi), setelah itu diisi acara hiburan berupa pengundian no rekening tabungan bagi 15 nasabah. Terakhir acara penutupan.

Saatnya pamucuk (kepala) LPD menyampaikan laporan kegiatan selama tahun buku 2019. Penyampaian laporan dimulai dengan menyebutkan sumber pendapatan dan biaya operasional yang dihabiskan hingga pada akhirnya keluar angka laba yakni sebesar Rp 557.123.754. Angka ini meningkat dari perolehan laba tahun buku 2018. Ini bukti bahwa LPD memiliki kinerja yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Pamucuk juga dengan gamblang menyampaikan rencana pembagian laba tersebut dimana alokasi laba harus mengacu kepada Perda no.3 tahun 2017 tentang LPD. Amanat perda mewajibkan kepada LPD agar 20 persen laba dialokasikan untuk pembangunan desa adat. Sehingga tahun 2020 ini, desa adat menerima dana sebanyak Rp 111.424.751 disamping menerima dana sosial (5 persen) sebesar Rp 27.856.188.

Total uang yang diserahkan LPD kepada warga adat sebanyak Rp 139.280.939. Angka ini sangat besar maknanya bagi krama adat. Dana ini akan digunakan untuk membantu biaya penyelesaian pembangunan pura maupun upacara ngenteg linggih yang akan dilaksanakan akhir tahun 2020.

Laporan yang disampaikan oleh pamucuk diterima baik oleh  panureksa maupun oleh semua krama adat. Penyampaian laporan dilaksanakan dengan penuh rasa kekeluargaan. Ini Menandakan bahwa LPD dan krama adat adalah satu kesatuan yang sudah sepatutnya bersinergi dan berkolaborasi untuk mewujudkan LPD yang semakin baik.

Terima Kasih

Saat acara diskusi, saya diminta memberikan komentar, saran maupun masukan untuk kemajuan LPD. Saya yang tumben hadir saat paruman merasa tidak enak hati tapi karena sudah ditunjuk tentu tidak enak kalau menolak. Pada kesempatan yang baik itu, saya mengawali dengan menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam dan tulus kepada LPD. Tanpa bantuan LPD, mungkin saya tidak bisa membuat tulisan ini sekarang.

Saat kuliah jenjang diploma 3, Bapak saya pinjam uang di LPD untuk modal kuliah. Begitupula saat lanjut S1 dan S2, Bapak masih menjadikan LPD sebagai sahabatnya di kala kesusahan. LPD penyelamat hidup saya. Sampai sekarang pun LPD masih menjadi mitra strategis keluarga dalam mengejar cita dan cinta.

Di hadapan paruman yang terhormat beberapa kali mulut saya berucap kata terima kasih, matur suksme majeng ring pengurus LPD. Sehingga saya berjanji akan berusaha berkontribusi demi kemajuan LPD.

Ada beberapa hal yang saya sampaikan terkait keberadaan LPD. Diantaranya, mengajak warga untuk menumbuhkan rasa memiliki LPD, karena sejatinya LPD adalah milik krama. Caranya, mengajak warga untuk menabung dan meminjam dana di LPD. Salah satu keuntungan mendepositokan uang di LPD adalah tidak adanya pajak dan bunganya lebih tinggi dari bank konvensional.

Sangat lucu manakala Ibu saya menjual bubur ayam, tapi saya selaku anaknya membeli bubur ayam ke tempat lain. Demikian analogi yang saya sampaikan untuk meyakinkan warga agar benar-benar merasa memiliki LPD. Jika warga menggunakan jasa LPD maka potensi laba akan meningkat sehingga dana yang akan diterima oleh warga di tahun berikutnya akan semakin banyak. Itu artinya LPD dari kita, oleh kita dan untuk kita warga desa.

Selain itu, saya juga mengingatkan kepada pengurus agar menerapkan prinsip kehati-hatian dalam tata kelola LPD dan terakhir saya mengingatkan bahwa musuh LPD adalah kredit macet. Kredit macet adalah sebuah risiko keuangan tapi hal tersebut bisa diantisipasi dengan menerapkan konsep 5 C (Character, capacity, capital, collateral dan condition oc economy) dan niat tulus pengabdian untuk desa.

Di akhir kata saya juga menyampaikan akan berusaha berkontribusi untuk mendukung, berpartisipasi untuk kemajuan LPD. Sekali lagi terima kasih LPD. Kau hadir menyapa disaat yang tepat. Tanpamu saya adalah butiran debu, denganmu, langkah ini kian mantap menggapai cita dan cinta. [T]

Tags: Banglidesa adatkuliahLPD
Share40TweetSendShareSend
Previous Post

“Masatua”, Dulu di Tempat Tidur, Kini di Balai Banjar – [Bulan Bahasa Bali di Desa Adat Kelaci]

Next Post

Pembina Pramuka Belum Tentu Berjiwa Pramuka

I Nengah Suarmanayasa

I Nengah Suarmanayasa

Staf pengajar di FE Undiksha-Singaraja

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Pembina Pramuka Belum Tentu Berjiwa Pramuka

Pembina Pramuka Belum Tentu Berjiwa Pramuka

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co