3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pembina Pramuka Belum Tentu Berjiwa Pramuka

Kardian Narayana by Kardian Narayana
March 1, 2020
in Esai
Pembina Pramuka Belum Tentu Berjiwa Pramuka

Foto-foto diambil dari id.wikipedia.org

Peristiwa memilukan yang dialami oleh siswa SMP N 1 Turi, Sleman, DIY, menjadi pukulan telak bagi Gerakan Pramuka. 10 orang siswa dinyatakan meninggal dunia, akibat terseret arus sungai Sempor saat melakukan kegiatan susur sungai dan 3 orang guru dinyatakan lalai dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Bagi saya, selaku orang yang pernah dididik dan aktif  Pramuka, kejadian ini sangatlah menyedihkan. Selaku pribadi menyucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban dan GERAKAN PRAMUKA. Peristiwa ini terjadi saat acara susur sungai yang dilakukan oleh adik-adik Penggalang.

Sebagai yang pernah aktif dipramuka, ada satu hal yang tidak pernah diungkap di media maupun Gerakan Pramuka, yang menjadi pertanyaan bagi saya (di luar kita bicara kelalaian), apakah pembina pramuka di SMP N 1 Turi telah memiliki sertifikat Pembina?

Sebelum ditetapkan sebagai pembina Pramuka, haruslah mempunyai minimal sertifikat Kursus Mahir Dasar, hal ini jelas tertulis dalam pasal 7 ayat 2 Permen Dikbud RI Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.  

Pasal 7 ayat 2 : “Pembina Pramuka sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Guru kelas/Guru mata pelajaran yang telah memperoleh sertifikat paling rendah kursus mahir dasar atau Pembina Pramuka yang bukan guru kelas/guru mata pelajaran.”

Permen Dikbud RI ini merupakan aturan turunan dari UU RI Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Permen ini dibuat mengacu pada 13 Peraturan Negara dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Jika mengacu pada ketentuan yang berlaku, dalam siaran pers Gerakan Pramuka Kwartir Daerah DIY juga tidak disampaikan tentang legal keahlian Pembina Pramuka SMP N 1 Turi.

Sehingga bagi saya ini menjadi pertanyaan besar. Kita tidak bicara pada kelalaian yang dilakukan oleh seorang Pembina, namun lebih bicara terhadap penegakan aturan yang telah dikeluarkan Pemerintah yang dalam susunan organisasi Kepramukanan, bahwa pemerintah menjadi Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka.

Gerakan Pramuka juga harus melakukan evaluasi terhadap penyelenggeraan Pramuka hingga ke tingkat gugus depan. Ujung tombak pembinaan Pramuka ada di Gugus Depan. Gerakan Pramuka melalui Lembaga Pusat Pendidikan dan Pelatihan harus menelusuri legal keahlian pembina Pramuka sekolah yang melakukan kegiatan pramuka, apalagi misalnya kegitan itu menimbulkan masalah dan korban. Apakah para peminanya sudah memiliki sertifikat KMD atau tidak?

*** 

Kita tidak akan lebih mendalam membahas tentang Peristiwa yang terjadi di SMP N 1 Turi, peristiwa ini sebagaiknya menjadi refelksi untuk kita semua, khususnya bagi mereka yang masih aktif di Pramuka. Sebagai orang yang pernah tumbuh dan berkembang di Pramuka, diklat terakhir yang saya ikuti adalah Kursus Mahir Dasar yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Kwarda Bali tahun 2010 (jika tidak salah ingat tahun).

Saya ikut pramuka  sejak tahun 2001 dan terakhir aktif di pramuka tahun 2015. Selama ikut di pramuka salah satu yang saya rasakan adalah tidak semua Pembina Pramuka berjiwa Pramuka. Banyak pembina Pramuka, yang hanya sekedar saja menjadi pembina pramuka, sekedar menjalankan tugas dari Kepala Sekolah yang sulit untuk di tolak.

 Sederhana saja, saat perkemahan tidak banyak pembina pramuka yang ikut bermalam di tempat kemah. Biasanya setelah jam 10 malam, pembina akan pamitan “saya pulang dulu, besok pagi saya datang lagi”. Apalagi jika saat kegiatan ada pembina pembantu yang biasanya berasal dari anggoota Penegak dan Pandega (anggota pramuka umur 16-20 tahun disebut dengan Pramuka Penegak Kelompok umur 21-25 tahun disebut Pramuka Pandega), pembina akan merasa sangat santai, jika ada kekeliruan pembina tinggal bilang evaluasi dan menyalahkan para pembatu pembina.

Hal-hal ini biasa sekali saya alami, kalau acara sukses, pembina akan senyum-senyum saja dan nepuk dada karena sudah sukses. Nah kalau sudah acaranya kacau, siap-siap sudah terima marahan bahkan terparahnya di blacklist tidak boleh ikut serta lagi (sudah capek-capek mikirin konsep acara, melakukan kegiatan saat acara, dan berujung dimarahi).

 Selain itu, Pembina Pramuka banyak yang tidak mampu mengembangkan materi latihan kepramukaan, sehingga meteri-materi yang disampaikan itu-itu saja dari generasi ke generasi. Padahal saat mengikuti pelatihan dasar pembina, semua materi dasar kepramukaan diajarkan, ya seperti biasa habis pelatihan ya habis juga ilmunya.

Walau sudah lama, tidak aktif di Pramuka, terkadang masih ada teman-teman yang bertanya, “Aku kini jadi pembina pramuka di sekolah, apa yang harus diajarkan pada siswa?”.

Saya selalu bertanya balik, “Udah KMD?” jawabannya beragam, intinya ada yang bilang sudah, ada yang bilang belum. Bagi yang belum KMD saya lebih memaklumi, apa lagi jika sejak sekolah dulu tidak pernah ikut Pramuka namun bagi yang udah KMD ini kurang ajar namanya.

Dalam UU RI Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka dari pasal 7 hingga pasal 10 telah diatur tentang Kegiatan, Metode, Penilaian, dan Kecakapan. Selain dalam ada dalam UU juga diatur dalam Permen Dikbud dan PP Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Semua sudah cukup jelas, materi dasar yang harus diajarkan kepada anggota pramuka haruslah berdasarkan pada Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat Kecapanan Khusus (SKK). Kenapa harus bingung lagi?

Kebingungan terjadi,akibat banyak pembina yang tidak meluangkan waktu untuk membaca UU Pramuka, Permendikbud tentang pramuka, AD/ART pramuka dan PP Pramuka.

Sejak UU RI Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka disahkan, Kwartir Nasional telah melontarkan wacana Revitalisasi Gerakan Pramuka. Pengertian Revitalisasi merupakan usaha-usaha untuk menjadikan sesuatu itu menjadi penting dan perlu sekali. Revitalisasi Pramuka dapat diartikan upaya untuk menjadikan Pramuka sebagai hal yang penting dan perlu sekali. Menjadikan Pramuka menjadi hal penting dan perlu sekali, ada perlunya kita menoleh kebelakang. Bicara Pramuka artinya kita bicara tentang kepanduan, kita tidak boleh lepas dari seorang tokoh kepanduan dunia, Lord Baden Powell of Gilwel.

Baden Powell membentuk the Boys Scouts pada tahun 1908, sebagai cikal bakal kepanduan dan di Indonesia menjadi Pramuka. Baden Powell merupakan orang yang cerdas, sejak kecil sudah mengagumi karya-karya ilmuan besar. Banyak mendapat penghargaan, gelar kehormatan dan warga kerhormatan di berbagai negara. Sejak tahun 1883-1940 Baden Powell telah menerbikat sekitar 30 buku. Dari sepenggal uraian tentang Baden Powell, sudah jelas semua, The Founder Scouts merupakan orang yang penting, sehingga gerakannya di terima di seluruh Dunia.

 Bagaimana dengan Pramuka saat ini? Apakah sudah diterima oleh seluruh anak muda dan orang tua? Apakah Revitalisasi Pramuka sudah terjadi?

 Sebagai orang yang pernah aktif di Pramuka dan masih perhatian dengan Pramuka, jawaban saya dengan semua pertanyaan diatas “TIDAK”. Banyak orang tua yang enggan memberikan ijin kepada anaknya untuk ikut Pramuka. Selama Pramuka hanya bicara tentang Teknik Kepramukaan saja, Pramuka tidak akan pernah menjadi penting dan perlu sekali.

Bagaimana bisa menjadi menjadi penting dan perlu sekali, saat regulasi Permen Dikbud RI Nomor 63 Tahun 2014 diterbitkan dalam pasal 2 dinyatakan; Pasal 1, Pendidikan Kepramukaan dilaksanakan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler wajib pada pendidikan dasar dan menengah, Pasal 2, Kegiatan Ekstrakurikuler wajib merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik; hanya menjadi keterpaksaan bagi sekolah, guru dan siswannya. Banyak perubahan yang harus dilakukan agar menjadikan sekolah, guru dan siswa tidak terpaksa dan tertarik untuk mengikuti Pramuka.

 Ketersediaan pembina dan instruktur muda sangat sedikit. Kolaborasi Pramuka dengan organisasi lain juga sangat jarang. Pelibatan organinasasi luar hanya terjadi di tingkat Penegak dan Pandega yang pola pembinaanya 25% Tenik Kepramukaan dan 75% Pengembangan Diri, melalui Satuan Karya. Satuan Karya pun tidak terlalu aktif dan tidak memberi ketermanfaatan yang banyak bagi anggotanya.

 Banyak program yang dimiliki oleh Gerakan Pramuka, namum banyak yang masih bersifat parsial, hanya dipermukaan tidak mendalam. Sampai dengan saat ini, yang terjadi pramuka tidak mampu membangun suatu Ketokohan anggotanya. Keluar dari Pramuka, anggotanya tidak menjadi apa-apa, tidak menjadi ahli apa-apa. Pendalaman yang diminati oleh anggotanya terkadang tidak terfasilitasi dengan baik oleh pembina.

Hal inilah yang penting harus dilakukan perubahan oleh pramuka. Menciptakan kader-kader yang mahir dalam satu bidang dengan legal yang jelas. Sebagai oranisasi yang mempunyai misi mencetak kader-kader pemimpin bangsa seharusnya mampu menciptakan Ketohoan Anggotanya. Selentingan yang sering terdengar dimasyarakat, saat seorang pramuka berpakaian lapangan, sepatu taktikal, celana taktikal, dengan berbagai atributnya pasti akan di bilang “Mimpinya jadi polisi atau tentara” lebih parahnya lagi dibilang “Polisi/Tentara Gagal”.

 Membuka diri dan bersifat lebih fleksibel dengan berpikir kreatif menyelesaikan permasalahan yang ada harus dilakukan oleh Gerakan Pramuka, sehingga dapat menjadi salah satu pilihan utama untuk pengembangan diri bagi anak-anak muda. Kemajuan teknologi dan informasi yang ada, harus mendorong kreatifitas dalam pelakukan pendidikan kepada anggota dan mendekatkan anggota dengan hal-hal yang bersifat lokal yang ada dilingkungan sekitarnya.

Pembina tidak perlu bingung untuk memikirkan materi yang harus diajarkan saat latihan, cukup baca SKU dan SKK, jika tidak mampu libatkanlah professional. Dekatkanlah para anggota dengan hal-hal yang bersifat lokal. [T]

Tags: Pendidikanpramukasekolah
Share114TweetSendShareSend
Previous Post

Terima Kasih, Saya Kuliah D3 Hingga S2 dengan Modal Pinjaman di LPD

Next Post

Puspaka & Suyasa, Dari Denpasar Pulang ke Buleleng, Sama-sama Jadi Sekda – [Catatan Seorang Wartawan]

Kardian Narayana

Kardian Narayana

Hobinya serabutan, dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis. Kini bekerja agak tetap menjadi video jurnalis di sebuah TV nasional

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Puspaka & Suyasa, Dari Denpasar Pulang ke Buleleng, Sama-sama Jadi Sekda – [Catatan Seorang Wartawan]

Puspaka & Suyasa, Dari Denpasar Pulang ke Buleleng, Sama-sama Jadi Sekda - [Catatan Seorang Wartawan]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co