12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pembina Pramuka Belum Tentu Berjiwa Pramuka

Kardian Narayana by Kardian Narayana
March 1, 2020
in Esai
Pembina Pramuka Belum Tentu Berjiwa Pramuka

Foto-foto diambil dari id.wikipedia.org

Peristiwa memilukan yang dialami oleh siswa SMP N 1 Turi, Sleman, DIY, menjadi pukulan telak bagi Gerakan Pramuka. 10 orang siswa dinyatakan meninggal dunia, akibat terseret arus sungai Sempor saat melakukan kegiatan susur sungai dan 3 orang guru dinyatakan lalai dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Bagi saya, selaku orang yang pernah dididik dan aktif  Pramuka, kejadian ini sangatlah menyedihkan. Selaku pribadi menyucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban dan GERAKAN PRAMUKA. Peristiwa ini terjadi saat acara susur sungai yang dilakukan oleh adik-adik Penggalang.

Sebagai yang pernah aktif dipramuka, ada satu hal yang tidak pernah diungkap di media maupun Gerakan Pramuka, yang menjadi pertanyaan bagi saya (di luar kita bicara kelalaian), apakah pembina pramuka di SMP N 1 Turi telah memiliki sertifikat Pembina?

Sebelum ditetapkan sebagai pembina Pramuka, haruslah mempunyai minimal sertifikat Kursus Mahir Dasar, hal ini jelas tertulis dalam pasal 7 ayat 2 Permen Dikbud RI Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.  

Pasal 7 ayat 2 : “Pembina Pramuka sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Guru kelas/Guru mata pelajaran yang telah memperoleh sertifikat paling rendah kursus mahir dasar atau Pembina Pramuka yang bukan guru kelas/guru mata pelajaran.”

Permen Dikbud RI ini merupakan aturan turunan dari UU RI Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Permen ini dibuat mengacu pada 13 Peraturan Negara dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Jika mengacu pada ketentuan yang berlaku, dalam siaran pers Gerakan Pramuka Kwartir Daerah DIY juga tidak disampaikan tentang legal keahlian Pembina Pramuka SMP N 1 Turi.

Sehingga bagi saya ini menjadi pertanyaan besar. Kita tidak bicara pada kelalaian yang dilakukan oleh seorang Pembina, namun lebih bicara terhadap penegakan aturan yang telah dikeluarkan Pemerintah yang dalam susunan organisasi Kepramukanan, bahwa pemerintah menjadi Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka.

Gerakan Pramuka juga harus melakukan evaluasi terhadap penyelenggeraan Pramuka hingga ke tingkat gugus depan. Ujung tombak pembinaan Pramuka ada di Gugus Depan. Gerakan Pramuka melalui Lembaga Pusat Pendidikan dan Pelatihan harus menelusuri legal keahlian pembina Pramuka sekolah yang melakukan kegiatan pramuka, apalagi misalnya kegitan itu menimbulkan masalah dan korban. Apakah para peminanya sudah memiliki sertifikat KMD atau tidak?

*** 

Kita tidak akan lebih mendalam membahas tentang Peristiwa yang terjadi di SMP N 1 Turi, peristiwa ini sebagaiknya menjadi refelksi untuk kita semua, khususnya bagi mereka yang masih aktif di Pramuka. Sebagai orang yang pernah tumbuh dan berkembang di Pramuka, diklat terakhir yang saya ikuti adalah Kursus Mahir Dasar yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Kwarda Bali tahun 2010 (jika tidak salah ingat tahun).

Saya ikut pramuka  sejak tahun 2001 dan terakhir aktif di pramuka tahun 2015. Selama ikut di pramuka salah satu yang saya rasakan adalah tidak semua Pembina Pramuka berjiwa Pramuka. Banyak pembina Pramuka, yang hanya sekedar saja menjadi pembina pramuka, sekedar menjalankan tugas dari Kepala Sekolah yang sulit untuk di tolak.

 Sederhana saja, saat perkemahan tidak banyak pembina pramuka yang ikut bermalam di tempat kemah. Biasanya setelah jam 10 malam, pembina akan pamitan “saya pulang dulu, besok pagi saya datang lagi”. Apalagi jika saat kegiatan ada pembina pembantu yang biasanya berasal dari anggoota Penegak dan Pandega (anggota pramuka umur 16-20 tahun disebut dengan Pramuka Penegak Kelompok umur 21-25 tahun disebut Pramuka Pandega), pembina akan merasa sangat santai, jika ada kekeliruan pembina tinggal bilang evaluasi dan menyalahkan para pembatu pembina.

Hal-hal ini biasa sekali saya alami, kalau acara sukses, pembina akan senyum-senyum saja dan nepuk dada karena sudah sukses. Nah kalau sudah acaranya kacau, siap-siap sudah terima marahan bahkan terparahnya di blacklist tidak boleh ikut serta lagi (sudah capek-capek mikirin konsep acara, melakukan kegiatan saat acara, dan berujung dimarahi).

 Selain itu, Pembina Pramuka banyak yang tidak mampu mengembangkan materi latihan kepramukaan, sehingga meteri-materi yang disampaikan itu-itu saja dari generasi ke generasi. Padahal saat mengikuti pelatihan dasar pembina, semua materi dasar kepramukaan diajarkan, ya seperti biasa habis pelatihan ya habis juga ilmunya.

Walau sudah lama, tidak aktif di Pramuka, terkadang masih ada teman-teman yang bertanya, “Aku kini jadi pembina pramuka di sekolah, apa yang harus diajarkan pada siswa?”.

Saya selalu bertanya balik, “Udah KMD?” jawabannya beragam, intinya ada yang bilang sudah, ada yang bilang belum. Bagi yang belum KMD saya lebih memaklumi, apa lagi jika sejak sekolah dulu tidak pernah ikut Pramuka namun bagi yang udah KMD ini kurang ajar namanya.

Dalam UU RI Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka dari pasal 7 hingga pasal 10 telah diatur tentang Kegiatan, Metode, Penilaian, dan Kecakapan. Selain dalam ada dalam UU juga diatur dalam Permen Dikbud dan PP Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Semua sudah cukup jelas, materi dasar yang harus diajarkan kepada anggota pramuka haruslah berdasarkan pada Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat Kecapanan Khusus (SKK). Kenapa harus bingung lagi?

Kebingungan terjadi,akibat banyak pembina yang tidak meluangkan waktu untuk membaca UU Pramuka, Permendikbud tentang pramuka, AD/ART pramuka dan PP Pramuka.

Sejak UU RI Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka disahkan, Kwartir Nasional telah melontarkan wacana Revitalisasi Gerakan Pramuka. Pengertian Revitalisasi merupakan usaha-usaha untuk menjadikan sesuatu itu menjadi penting dan perlu sekali. Revitalisasi Pramuka dapat diartikan upaya untuk menjadikan Pramuka sebagai hal yang penting dan perlu sekali. Menjadikan Pramuka menjadi hal penting dan perlu sekali, ada perlunya kita menoleh kebelakang. Bicara Pramuka artinya kita bicara tentang kepanduan, kita tidak boleh lepas dari seorang tokoh kepanduan dunia, Lord Baden Powell of Gilwel.

Baden Powell membentuk the Boys Scouts pada tahun 1908, sebagai cikal bakal kepanduan dan di Indonesia menjadi Pramuka. Baden Powell merupakan orang yang cerdas, sejak kecil sudah mengagumi karya-karya ilmuan besar. Banyak mendapat penghargaan, gelar kehormatan dan warga kerhormatan di berbagai negara. Sejak tahun 1883-1940 Baden Powell telah menerbikat sekitar 30 buku. Dari sepenggal uraian tentang Baden Powell, sudah jelas semua, The Founder Scouts merupakan orang yang penting, sehingga gerakannya di terima di seluruh Dunia.

 Bagaimana dengan Pramuka saat ini? Apakah sudah diterima oleh seluruh anak muda dan orang tua? Apakah Revitalisasi Pramuka sudah terjadi?

 Sebagai orang yang pernah aktif di Pramuka dan masih perhatian dengan Pramuka, jawaban saya dengan semua pertanyaan diatas “TIDAK”. Banyak orang tua yang enggan memberikan ijin kepada anaknya untuk ikut Pramuka. Selama Pramuka hanya bicara tentang Teknik Kepramukaan saja, Pramuka tidak akan pernah menjadi penting dan perlu sekali.

Bagaimana bisa menjadi menjadi penting dan perlu sekali, saat regulasi Permen Dikbud RI Nomor 63 Tahun 2014 diterbitkan dalam pasal 2 dinyatakan; Pasal 1, Pendidikan Kepramukaan dilaksanakan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler wajib pada pendidikan dasar dan menengah, Pasal 2, Kegiatan Ekstrakurikuler wajib merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik; hanya menjadi keterpaksaan bagi sekolah, guru dan siswannya. Banyak perubahan yang harus dilakukan agar menjadikan sekolah, guru dan siswa tidak terpaksa dan tertarik untuk mengikuti Pramuka.

 Ketersediaan pembina dan instruktur muda sangat sedikit. Kolaborasi Pramuka dengan organisasi lain juga sangat jarang. Pelibatan organinasasi luar hanya terjadi di tingkat Penegak dan Pandega yang pola pembinaanya 25% Tenik Kepramukaan dan 75% Pengembangan Diri, melalui Satuan Karya. Satuan Karya pun tidak terlalu aktif dan tidak memberi ketermanfaatan yang banyak bagi anggotanya.

 Banyak program yang dimiliki oleh Gerakan Pramuka, namum banyak yang masih bersifat parsial, hanya dipermukaan tidak mendalam. Sampai dengan saat ini, yang terjadi pramuka tidak mampu membangun suatu Ketokohan anggotanya. Keluar dari Pramuka, anggotanya tidak menjadi apa-apa, tidak menjadi ahli apa-apa. Pendalaman yang diminati oleh anggotanya terkadang tidak terfasilitasi dengan baik oleh pembina.

Hal inilah yang penting harus dilakukan perubahan oleh pramuka. Menciptakan kader-kader yang mahir dalam satu bidang dengan legal yang jelas. Sebagai oranisasi yang mempunyai misi mencetak kader-kader pemimpin bangsa seharusnya mampu menciptakan Ketohoan Anggotanya. Selentingan yang sering terdengar dimasyarakat, saat seorang pramuka berpakaian lapangan, sepatu taktikal, celana taktikal, dengan berbagai atributnya pasti akan di bilang “Mimpinya jadi polisi atau tentara” lebih parahnya lagi dibilang “Polisi/Tentara Gagal”.

 Membuka diri dan bersifat lebih fleksibel dengan berpikir kreatif menyelesaikan permasalahan yang ada harus dilakukan oleh Gerakan Pramuka, sehingga dapat menjadi salah satu pilihan utama untuk pengembangan diri bagi anak-anak muda. Kemajuan teknologi dan informasi yang ada, harus mendorong kreatifitas dalam pelakukan pendidikan kepada anggota dan mendekatkan anggota dengan hal-hal yang bersifat lokal yang ada dilingkungan sekitarnya.

Pembina tidak perlu bingung untuk memikirkan materi yang harus diajarkan saat latihan, cukup baca SKU dan SKK, jika tidak mampu libatkanlah professional. Dekatkanlah para anggota dengan hal-hal yang bersifat lokal. [T]

Tags: Pendidikanpramukasekolah
Share114TweetSendShareSend
Previous Post

Terima Kasih, Saya Kuliah D3 Hingga S2 dengan Modal Pinjaman di LPD

Next Post

Puspaka & Suyasa, Dari Denpasar Pulang ke Buleleng, Sama-sama Jadi Sekda – [Catatan Seorang Wartawan]

Kardian Narayana

Kardian Narayana

Hobinya serabutan, dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis. Kini bekerja agak tetap menjadi video jurnalis di sebuah TV nasional

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Puspaka & Suyasa, Dari Denpasar Pulang ke Buleleng, Sama-sama Jadi Sekda – [Catatan Seorang Wartawan]

Puspaka & Suyasa, Dari Denpasar Pulang ke Buleleng, Sama-sama Jadi Sekda - [Catatan Seorang Wartawan]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co