23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pameran Anala Collective “Illegal Trade” – Kecenderungan Berbeda dalam Membangun Kesenian di Bali

Vincent Chandra by Vincent Chandra
January 2, 2020
in Ulasan
Pameran Anala Collective “Illegal Trade” –  Kecenderungan Berbeda dalam Membangun Kesenian di Bali

Pameran Anala Collective “Illegal Trade” di Kulidan Kitchen & Space, Jalan Garuda Wisnu, Sukawati, Gianyar, Bali, 29 Desember hingga 5 Januari 2020.

Pameran yang ditulis oleh Sophie Mahakam Anggawi ini berlangsung di Kulidan Kitchen & Space, Jalan Garuda Wisnu, Sukawati, Gianyar, Bali, 29 Desember hingga 5 Januari 2020. Salah seorang founder Trash Stock Festival, I Putu Hendra Arimbawa didaulat untuk membuka pameran ini dan menyampaikan apresiasinya terhadap para perupa muda yang telah merespond isu di lingkungan sosial mereka secara kreatif. Ia juga mengharapkan Kulidan Kitchen Space agar dapat terus menjadi ruang atau wadah bagi generasi muda dalam mengeksplorasi segala kemungkinan kreativitas untuk memajukan kesenian di Bali.

Ida Bagus Eka Suta Harunika, I Putu Adi Putra Wiwana, I Kadek Adi Putra Wijaya, I Made Dwi Karang Prasetya, Romario Paulus Bagus Saputra Bere, Ida Bagus Arta Tri Atmaja, I Gusti Putu Yoga Jana Priya “Rah Bego”, ketujuh peserta pameran ini adalah salah 7 dari 40 Mahasiswa Seni Rupa yang tergabung dalam sebuah event pameran Empat Panel pada bulan Juni lalu di Bentara Budaya Bali, tahun 2019. Seolah diburu rasa rindu yang teramat, akhirnya awal bulan Desember kemarin mereka memutuskan untuk kembali bertemu dan mengungkapkan keinginan mereka untuk menghadirkan “anak-anak” mereka di ruang yang sama. Kemudian niat baik ini direspon cepat oleh Komang Adi, selaku owner dari Kulidan Kitchen & Space.

Adi Wiwana pun sebagai representasi dari kelompok Anala, saat pembukaan pameran “Illegal Trade” ini mengaku mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak, baik dari pemilik galeri, kawan-kawan perupa, hingga dosen di universitas mereka masing-masing. Kemudian ia menjelaskan alasan menamai diri mereka “Anala”, sebagai representasi dari seorang Ibu, yang menjaga anak sejak dalam kandungan sampai akhirnya terbentuk sempurna. Mereka berharap nama ini menjadi pandangan mereka dalam berkarya walaupun memiliki kecenderungan yang berbeda-beda, namun mereka dapat berkerjasama membangun kesenian di Bali.


IMG_5787.jpg

Bahwa kami, Anala, dengan kecenderungan yang berbeda-beda ingin membangun kesenian di Bali.

Persiapan pameran Anala terbilang cukup singkat. Dalam pameran ini hanya terdisplay sebanyak 13 karya yakni terdiri dari 12 lukisan dan 1 karya found object. Masing-masing dari mereka hanya dapat memamerkan 2 karya. Sedikit disayangkan, mengingat ukuran ruang yang cukup luas, rasanya dengan jumlah karya yang lebih banyak, tentu sesuai dengan tema, juga dengan pengerjaan yang sungguh-sungguh, atau dengan menampilkan karya kolektif para peserta pameran, rasanya citra megah atas tema yang diangkat akan lebih mampu terbangun. Saya teringat akan perkataan Amit Ray, “Excellence comes when we balance quantity and quality”.

Tema “Illegal Trade” yang dicanangkan sebagai judul pameran Anala tampak mengindikasikan sebuah kekhawatiran atas komoditi yang diperdagangkan secara berlebihan. Oleh Sophie dalam tulisan kuratorialnya, mengatakan bahwa Anala mencoba mempersoalkan batasan antara “legal” dan “illegal”, yang saya tangkap ini mungkin berujung pada percobaan mendefinisikan antara mana yang “adil” dan “tidak adil”, mana yang “benar” dan “tidak benar”. Karya-karya yang tampil dalam pameran ini adalah hasil dari bagaimana para perupa menerjemahkan dualitas tersebut dalam bentuk karya seni lukis.

Text Box: Gus Eka
Hilang #2
100 cm x 80 cm
Mixed Media

Untuk lukisan Ida Bagus Eka Suta Harunika atau yang akrab disapa Gus Eka misalnya, tampak objek menyerupai robot dan artefak yang dibuat dengan gaya dekoratif. “Karya ini hasil pengamatan atau riset kecil-kecilan saya terhadap kasus-kasus pencurian terhadap benda-benda artefak, salah satunya di Pura Baha Badung yang kehilangan arca Rangda, robot itu saya representasikan sebagai oknum pencurinya, bajunya pun dibuat loreng layaknya dresscode orang-orang di balik jeruji,” ujar pria berambut gondrong ini. Karyanya dalam pameran ini cukup berbeda dengan karya-karya sebelumnya, yang garis-garisnya cenderung lebih teratur, rapi, penuh perhitungan. Kali ini garisnya cenderung lebih tegas dan ekspresif. Pada karyanya ia mencoba mengombinasikan beberapa elemen visual dengan maksud menghadirkan kejutan. Seperti pada background yang diisi dengan lelehan dan warna-warna kontras. “Banyak yang bilang karya saya flat atau datar, tak kelihatan objeknya, tapi saya secara sadar menghadirkannya demikian, agar apresian berusaha melihat setiap bidang yang ada, karena disetiapnya saya selalu berusaha menampilkan kejutan-kejutan,” kata Gus Eka.

Text Box: Gus Arta
How is The Dog #1
80 cm x 60 cm
Mixed Media

Terjemahan tema ini juga tampak pada karya Ida Bagus Arta Tri Atmaja atau yang akrab disapa Gus Arta. “Anjing-anjing di Bali sebagai subject matter karya saya, sudah sejak lama kehilangan perannya sebagai sahabat manusia, mereka dialihperankan menjadi bagian dari komoditas,” ujar Gus Arta. Dalam karyanya ia menghadirkan citra empatik lewat simbol-simbol yang mengelilingiobjek utama. Kepala anjing yang dipotong, disate, dan diperdagangkan, simbol itu diulang-ulang seolah ingin menegaskan perilaku ganas para pelakunya. Pria humoris ini berharap karyanya menjadi bagian dari upaya penyadaran terhadap tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diyakininya.

IMG_5798.jpg

Karya digital milik Adi Putra Wijaya menghadirkan gambaran perlawanan terhadap penindasan burung Jalak Bali. Wijaya memandang perlu melindungi hewan indah ini dari tindakan manusia yang egois dan serakah seperti sifat raksasa sebagaimana tampak pada karyanya. Pemilihan medium Wijaya sendiri tidak lagi asing dan dirasa penting dalam era global ini, sehingga karya-karya digital pula mendapat penerimaan yang luas. Melihat karya ini membuat saya teringat pada karya-karya Taeyoung Choi, seorang seniman asal Amerika Serikat yang juga menggunakan teknologi digital sebagai medium berkaryanya. Karya-karyanya menampilkan refleksi citra menegangkan, mengharukan, dan misterius. Nuansa demikianlah yang saya harapkan juga muncul pada karya Wijaya.

Karya lain yang hadir dalam pameran ini antara lain Adi Putra Wiwana yang menghadirkan objek Barong Bali, anak kecil dan perempuan dalam lukisannya, Made Dwi Karang dengan batu-batu nya yang dihias serupa hidangan, lukisan Rio Saputra dengan obsesinya terhadap Orang Utan, lukisan Ngurah Yogi “Rah Bego” dengan objek anak kecil tanpa ekspresi wajah yang berlebih. Kesemua karya ini mencoba mengajak kita untuk merenung tentang persoalan yang telah disampaikan sebelumnya. Dan melalui pameran ini, kita harapkan generasi muda terus saling mendukung dan menjaga dinamika kelompok serupa ini. Sebab perihal mengembangkan kesenian di Bali seperti cita-cita besar dari kelompok Anala ini adalah tanggung jawab kita bersama. [T]

Tags: Pameran Seni RupaSeni Rupa
Share113TweetSendShareSend
Previous Post

Sesajen untuk Pekak – [Refleksi Tahun Baru 2020]

Next Post

Sambut Tahun 2020, Pemuda Kayoman Pedawa Tak Henti Tanam Pohon

Vincent Chandra

Vincent Chandra

lahir dan besar di Medan, menempuh pendidikan S1 di Undiksha, Singaraja. Senang menggambar, melukis, menulis, dan terus ingin belajar hal-hal baru.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Sambut Tahun 2020, Pemuda Kayoman Pedawa Tak Henti Tanam Pohon

Sambut Tahun 2020, Pemuda Kayoman Pedawa Tak Henti Tanam Pohon

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co