17 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Refleksi Tahun Baru: Jangan Sampai Hilang Arah dan Buta Arah

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
December 29, 2019
in Esai
Omong Kutang Kutang

Kadek Sonia Piscayanti

Dalam dunia bahasa yang standar dan normal, arah didefinisikan dengan jelas. Utara, Selatan, Timur, Barat, Timur Laut, Barat Laut, dan seterusnya. Jelas dan akurat sebagai pedoman. Tapi di rumah suami saya di Tabanan, arah tidaklah sederhana seperti arah yang saya ketahui. Arah adalah teks dan konteks. Arah adalah tujuan. Arah adalah sistem kekerabatan. Arah adalah perspektif siapa yang mengucapkan dan siapa yang dimaksud.

Arah bukanlah single concept yang dapat diterima sebagai kebenaran umum, tapi spesifik, khusus, spesial tanpa telur.

Secara umum bahasa Bali arah yang saya tahu adalah arah yang standar normal 4 arah mata angin. Maksimal sekali 8. Saya dilahirkan dan dibesarkan di Utara. Laut adalah selalu Utara bagi saya. Dan gunung adalah selalu Selatan bagi saya.  Seumur hidup percaya bahwa ya Kelod itu Utara. Kangin itu Timur. Kaja itu Selatan. Dauh itu Barat. Dipecah menjadi 8 masih bisa. Kelod Kangin. Kelod Kauh. Kelod Kaja. Dan seterusnya.

Tapi arah di Tabanan bukanlah konsep arah di Utara versi keyakinan saya. Sejak menikah saya ditanya kalau akan ke Buleleng sebagai “bin pidan ngajanang?” Jadi ke Utara maksudnya adalah ke Selatan. Masih bingung? Ya ke Utara dalam konsep saya artinya Kelod tapi disebut Kaja dalam konsep di Tabanan karena mereka mengacu bukit. Jadi demikianlah.

Saya selalu hilang arah di Tabanan. Konsep Utara Selatan membuat arah saya kacau. Juga timur barat dan semuanya.

Arah Berkaitan dengan Tali Persaudaraan

Saya masih ingat ketika saya ditertawakan karena tak tahu arah. Disuruh ibu mertua ke saudara di timur. Saya ke timur tapi lewat satu rumah. Jadi saya salah membaca arah karena timur bukanlah timur semata. Timur adalah arah general, tapi spesifiknya mengacu pada “siapa yang saya tuju”, di perspektif yang dimaksud si pembicara. Membingungkan? Tentulah.

Beginilah contohnya. “Kemu malu li kangie. Abe ne.” Artinya, jalanlah ke (rumah) timur. Bawa ini.

Lalu jalanlah saya ke timur. Dan salahlah saya. Bukan timur itu maksudnya tapi timur satu lagi.

Timur yang dimaksud adalah rumah “saudara kandung ibu” atau “bibi suami saya” yang rumahnya di seberang timur jalan. Dalam pemahaman ibu mertua, saya dianggap sudah pasti tahu bahwa timur yang dimaksud adalah “rumah saudara ibu”. Artinya, tidak mungkin membawa satu benda ke rumah orang lain yang bukan saudara.

Jadi, jika orang lain atau tetangga sebelah menyebut rumah likangi (timur), yang dimaksud pastilah bukan “sauadara ibu saya”, melainkan adalah saudara mereka sendiri yang rumahnya di timur. Jadi, jika mendengar seseorang mengatakan rumah likangi (rumah di timur), lihat dulu siapa saudaranya di timur, karena rumah saudaranya itulah yang dimaksud.

Dengan begitu, arah memiliki pertalian saudara. Lama-lama saya hapal, dalam konteks pembicaraan keluarga, upacara, dan sejenisnya, arah yang disebut ibu saya adalah rumah saudara-saudara kami. Jika ibu menyuruh membawa makanan nganginang (kalau likangi artinya timur dekat rumah, maka nganginang artinya timur yang jauh), maka saya akan tahu bahwa nganginang artinya rumah bajang ibu atau rumah orang tua kandung ibu yang ada di timur.

Jika ibu bilang kaja kangin, artinya adalah rumah adik kandung ibu yang rumahnya memang kaja-kangin (timur laut). Jika ibu bilang kelod-kangin (tenggara) maka yang dimaksud ibu adalah rumah kakak kandung ibu yang memang lokasinya pada arah tenggara dari rumah saya.

Nah, sebutan itu berbeda jika dihitung dari rumah saudara ibu yang lain. Jika kita kebetulan berada di rumah bajang ibu, maka rumah untuk kakak kandung ibu akan disebut bedelod (di selatan). Cukup bilang bedelod, maka semua saudara besar ibu akan paham rumah siapa yang dimaksud.

Bingung bukan?          

Spesifik Arah adalah Kunci

Perbedaan arah di Tabanan dengan daerah lain, misalnya daerah saya di Buleleng sangat mencolok. Di Tabanan khususnya di Marga, spesifik arah memegang kendali bahkan kunci.

Timur (Kangin) saja bisa dibahasakan menjadi

  • Li kangie artinya timur sedikit atau sebelah timur
  • Duur Kangin artinya timur atas (berarti letak geografis rumahnya di timur bisa di atas jalan, di atas sungai, di atas jembatan atau di atas lainnya)
  • Tuwun Kangin artinya timur turun (berarti letak geografis rumahnya di timur bisa di bawah jalan, di bawah sungai, di bawah jembatan atau di bawah pohon besar)
  • Bedangin artinya di timur secara umum, agak jauh dari rumah, misalnya di sebelah jalan besar atau di balik jalan besar
  • Kelod Kangin, artinya Selatan Timur. Antara Timur dan Selatan.
  • Kaja Kangin, artinya Utara Timur. Antara Utara dan Timur.
  • Dan Kangin lainnya

Saya saja tidak tahu berapa versi Kangin lagi yang ada. Itu baru timur.

Kalau bicara Selatan. Sama saja

  • Li Kelode
  • Bedelod
  • Duwur Kelod
  • Tuwun Kelod
  • Kelod Jauh
  • Kaja Kelod

Dan seterusnya jadi jika ada 8 arah mata angin secara umum dan standar, di Tabanan, khususnya di Marga tempat mertua saya mukim, delapan arah mata angin itu bisa diturunkan menjadi minimal 64 arah mata angin dan bila dimaksimalkan menjadi ratusan sampai tak berhingga.

Arah, sekali lagi, adalah pengetahuan yang harus memadukan konteks dan budaya kekerabatan. Kita harus tahu siapa keluarga kita dan dimana rumahnya. Jika punya seratus kerabat, berarti ada seratus arah yang harus saya ingat. Inilah yang kadang membuat saya sering remidi. Keluarga suami itu besar sekali.

Keluarga inti melahirkan keluarga inti kedua lalu menyebar menjadi keluarga inti ketiga dan seterusnya. Keluarga inti kedua bisa melahirkan inti inti lainnya jadi inti kuadrat. Keluarga bapak mertua dan ibu mertua jika digabungkan hampir dua ratusan orang jumlahnya, sekitar tiga puluhan KK. Akhirnya pernikahan adalah satu sistem kecil yang dikeroyok sistem arah yang besar sekali. Sementara saya, adalah remah remah rengginang yang mengapung di antara sistem itu. Saya dimana. Disini. Disini dimana. Itulah. Mungkin di kaje kelod. Atau di kangin kauh. Atau kaja kangin. Atau di antara seratus arah yang diciptakan orang itu.

Maka tersesatlah saya. Kadang saya salah meletakkan Banten di sawah orang lain, atau di kebun orang lain, atau yang sering saya salah adalah meletakkan barang barang juga. Saya merasa selalu salah. Ini sudah benar disini? Apa salah disini dan sebagainya.

Sejak 12 tahun lalu hingga sekarang, saya belum juga tahu pasti semua arah. Tapi anggaplah saya bodoh atau sejenisnya. Keseluruhan konsep arah ini membuat saya selalu belajar, bahwa arah itu sebenarnya hanya imajinasi. Yang tak pernah berawal. Dan juga tak pernah berakhir.

Barangkali, anggaplah barangkali, arah itu ada ketika kita siap belajar berjalan menuju tujuan yang mungkin terus berubah sesuai kebutuhan.

Saya mungkin membela diri. Tapi bagi orang seperti saya yang kerap berurusan dengan arah, terutama kalau ke luar negeri sendiri, untuk belajar, saya anggap arah adalah motivasi bergerak. Sepanjang kita bergerak berarti kita menuju sebuah arah. Entah benar entah salah. Paling tidak ada pelajaran.

Jadi resolusi Tahun Baru saya adalah tetap menjaga arah. Mencari arah. Menjadi arah. Meskipun arah bisa jadi hanya imajinasi. [T]

Tags: BahasaBahasa Balibahasa daerahBahasa Indonesiabalitabanan
Share74TweetSendShareSend
Previous Post

Tabu Project: Dialog Tentang Tabu yang Rancu

Next Post

Kelola Duit 300 Juta, Pusing Juga Susun APBDes – [Cerita Kecil “Panyarikan Desa Adat”]

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Kepemimpinan Transformasional sebagai Jantung Kebijakan Publik dan Komunikasi Politik Modern

by Jerry Indrawan
July 16, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

TANTANGAN birokrasi di era disrupsi global saat ini menuntut perubahan fundamental dalam paradigma pengelolaan pemerintahan dan cara pemimpin berinteraksi dengan...

Read moreDetails

Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

by Agung Sudarsa
July 16, 2026
0
Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

Kita Melihat Dunia Sebagaimana Diri Kita Mengamati perilaku sang istri selama belasan tahun sebagai guru TK, saya punya ungkapan: Seorang...

Read moreDetails

Satu Bahasa Dua Realitas: Mengapa Roy Suryo dan Jokowi Mustahil Saling Memahami?

by Nur Inayah Yushar
July 16, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

DALAM panggung politik kontemporer Indonesia, perseteruan antara mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

Read moreDetails

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
0
Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

Read moreDetails

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
0
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

Read moreDetails

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

by Surfian Rahmat AP
July 15, 2026
0
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

DALAM beberapa tahun terakhir, lanskap media sosial seperti Instagram dan TikTok didominasi oleh proliferasi estetika “baddie”. Secara visual, seorang baddie...

Read moreDetails

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

by Angga Wijaya
July 15, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

Read moreDetails

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
0
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

Read moreDetails

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails
Next Post
Kelola Duit 300 Juta, Pusing Juga Susun APBDes – [Cerita Kecil “Panyarikan Desa Adat”]

Kelola Duit 300 Juta, Pusing Juga Susun APBDes - [Cerita Kecil “Panyarikan Desa Adat”]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Panggung Teater Modern Festival Seni Bali Jani 2026 Dipenuhi Tafsir Kreatif
Panggung

Panggung Teater Modern Festival Seni Bali Jani 2026 Dipenuhi Tafsir Kreatif

KEMAJUAN seni teater di Bali kembali menemukan panggungnya melalui Pawimba (Lomba) Teater Modern Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru
Khas

Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru

MEMASUKI penyelenggaraan ke-48, Pesta Kesenian Bali (PKB) telah menempuh perjalanan panjang sebagai festival seni budaya terbesar di Pulau Dewata. Selama...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi
Khas

Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

MENJELANG usianya yang mengarah pada setengah abad, Pesta Kesenian Bali (PKB) dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Festival seni terbesar...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme
Khas

Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

DI tengah riuh tepuk tangan yang mengiringi setiap pementasan Pesta Kesenian Bali (PKB), ada pekerjaan lain yang berlangsung tanpa sorot...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Kepemimpinan Transformasional sebagai Jantung Kebijakan Publik dan Komunikasi Politik Modern

TANTANGAN birokrasi di era disrupsi global saat ini menuntut perubahan fundamental dalam paradigma pengelolaan pemerintahan dan cara pemimpin berinteraksi dengan...

by Jerry Indrawan
July 16, 2026
Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia
Esai

Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

Kita Melihat Dunia Sebagaimana Diri Kita Mengamati perilaku sang istri selama belasan tahun sebagai guru TK, saya punya ungkapan: Seorang...

by Agung Sudarsa
July 16, 2026
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan
Ulas Buku

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

by I Made Sujaya
July 16, 2026
Menyingkap Relasi Kuasa dalam Novel ‘Koloni’ Karya Ratih Kumala di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Menyingkap Relasi Kuasa dalam Novel ‘Koloni’ Karya Ratih Kumala di Singaraja Literary Festival 2026

 “Bagi laki-laki yang masih menganut patriarki, saya sarankan jangan membaca buku ini.” Ucapan itu langsung disambut gelak tawa peserta bedah...

by Dede Putra Wiguna
July 16, 2026
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK
Esai

Satu Bahasa Dua Realitas: Mengapa Roy Suryo dan Jokowi Mustahil Saling Memahami?

DALAM panggung politik kontemporer Indonesia, perseteruan antara mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

by Nur Inayah Yushar
July 16, 2026
Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010
Gaya

Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010

PADA 30 Januari 2018, Canon Indonesia merilis printer terbaru yakni Printer PIXMA Ink Efficient G series.  Ada lima tipe printer...

by tatkala
July 16, 2026
Musikalisasi Puisi Festival Seni Bali Jani 2026, Menyelaraskan Kata, Nada, dan Jiwa
Panggung

Musikalisasi Puisi Festival Seni Bali Jani 2026, Menyelaraskan Kata, Nada, dan Jiwa

MENYAKSIKAN Lomba Musikalisasi Puisi dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 bukan sekadar menikmati pertunjukan musik. Di atas...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Ketika Lagu Menjadi Cerita, “Sang Surya Sampun Metangi” Membawa Pesan Bali dalam Harmoni Musik
Panggung

Ketika Lagu Menjadi Cerita, “Sang Surya Sampun Metangi” Membawa Pesan Bali dalam Harmoni Musik

INI bukan sekadar konser musik. "Sang Surya Sampun Metangi" hadir layaknya sebuah perjalanan yang dituturkan melalui lagu. Setiap tembang mengalir...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co