25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Senang-senang Akhir Tahun di Komunitas Mahima: Muspus dan Baca Puisi Penuh Euforia

Wahyu Gitari Paramita by Wahyu Gitari Paramita
December 21, 2019
in Feature
Senang-senang Akhir Tahun di Komunitas Mahima: Muspus dan Baca Puisi Penuh Euforia

Senang-senang di Komunitas Mahima, Jumat 20 Desember 2019

“Rumah ini selalu terbuka untuk kita berkeasi, berkreativitas. Kalian bisa menggunakan rumah ini daripada susah-susah mencari dan menyewa tempat lain.” Kalimat ini adalah salah satu yang saya ingat ketika Made Adnyana Ole memberi semacam sambutan sebelum membuka acara keren di Mahima pada Jumat, 20 Desember 2019 malam. Katanya, acara ini adalah acara dadakan yang bertajuk Happy-Happy atau Senang-Senang Akhir Tahun 2019. Mungkin bisa dikatakan sebagai syukuran terhadap apa yang telah teman-teman Mahima capai selama kurun waktu setahun ini.

Acara dimulai saat petang timbul menggantikan sore di Pantai Indah, Rumah Belajar Komunitas Mahima. Saya ikut bergabung untuk berpartisipasi bersama banyak orang yang terbuka dan asyik yang memang sudah banyak berproses di komunitas ini. Senang sekali rasanya bisa bertemu dengan kelompok seni anak-anak Sembilan Pohon, Kelompok Nol Derajat, Teater dari Utara, teman-teman dari Canasta Creative Space, anak-anak Teater Kampus Seribu Jendela, dan perempuan-perempuan Mahima.

Acara ini memang dibuka dengan santai yang berjarak dari kata formal. Anggara Surya adalah pimpinan acara yang mungkin bisa disebut sebagai Ketua Panitia. Diawali dengan Musikalisasi Puisi yang dibawakan oleh Kelompok Nol Derajat yang terdiri dari vokal Mila dan Tantri, sedangkan Ari memegang pengiring musik berupa gitar. Sebenarnya saya ingin protes dan penasaran. Mungkinkah muspus yang mereka tampilkan ini adalah dadakan? 

Bahkan saya sudah mendayu-dayu sejak dentingan senar gitar pertama. Ditambah kolaborasi suara Kak Mila dan Kak Tantri yang Membawakan Puisi “Nyanyian Hutan” dan “Interior Danau” membuat seisi Rumah Belajar Komunitas Mahima tersentuh, terbuai dan membisu. Saya pun ikut menganga karena lantuan musik yang berhasil menyeret saya masuk ke suasana imajinasi yang saya buat. Luar biasa.

Menurut saya ini konsep yang bagus. Anggara Surya yang biasa saya panggil Kak Wah mengatur pementasan Musikalisasi Puisi diselingi dengan pembacaan puisi oleh anak-anak yang hadir saat itu. Saya rasa ini agar menghindari suasana bosan, walaupun saya pribadi mungkin tak bosan mendengar musikalisasi puisi yang membuat bulu kudu berdiri. Dian Ayu, yang merupakan penulis di Tatkala.co memiliki kesempatan pertama membacakan 2 puisi buah karya Made Adnyana Ole yang berjudul “Kiasan diri” dan “Perempuan di Tepi Danau”. Suara tegasnya mengisi panggung dan sekitarnya. Riuh tepuk tangan tentu tak luput saat itu.

Dari Utara menjajaki panggung dengan Musikalisasi Puisi berjudul “Di Bawa Pohon Ketapang” buah Karya Wayan Eka Askara dan “Mekenyem”. Astaga, sekali lagi saya tak percaya bahwa persiapan yang mereka lakukan tidak maksimal. Sangat mulus dan menghanyutkan. Sungguh sebenarnya disela menikmati pementasan, saya menyempatkan untuk melirik-lirik penonton yang juga sedang menikmati pementasan. Saya sedikit tergelitik. Bagaimana tidak, ekspresi mereka sangat beragam dan bagi saya itu lucu. Ada yang menutup mata, menuntuk, lipsing, mengangguk, menggeleng dengan sebatang rokok yang hampir habis, bahkan senyum-senyum sendiri. Parah betul suasana yang terbentuk, hahaha…


Anak-anak SMAN Bali Mandara dan SMAN 1 Sukasada bersama Wayan Sujana dari Disbud Buleleng dan Dokter Arya, penulis kolom dokter di tatkala.co dalam acara Senang Senang Akhir Tahun di Komunitas Mahima

Anak-anak Sembilan Pohon kemudian menaiki panggung yang berlatar tembok penuh dengan figura-figura artistik. Tentu sekali lagi saya menelan ludah ketika suara vokalis menyatu yang terdengar harmoni dan bergaung di daun telinga saya. Musikalisasi puisi pertama berjudul Dewi Padi, Puisi buah karya Made Adnyana Ole yang memberikan nafas yang berbeda dari Dewi Padi yang saya kenal , yaitu aransemen milik Aggara Surya. Dewi Padi yang mereka bawakan hanya sedikit bertambah temponya dibanding Dewi Padi yang sering saya dengar. Tapi sungguh itu Luar biasa.  Saya sebenarnya ingin bertanya kepada mereka siapa pengaransemen Musikalisasi Puisi dewi Padi yang mereka bawakan malam itu. Tapi sayang, luput dari ingatan saya. Tak hanya Dewi Padi, mereka membawakan Musikalisasi Puisi Berjudul Lawat dengan cengkok sunda. Sekali lagi saya dan hadirin tersapu suasana.

Musikalisasi Puisi yang terakhir dibawakan oleh kelompok Komunitas Mahima yang terdiri dari Rahatri Ningrat, Susanti Dewi, Satria Aditya. Dewi Padi Puisi buah karya Made Adnyana Ole dan aransemen dari Anggara Surya kembali mendengung di antara tembok-tembok Rumah Belajar Komunitas Mahima. Tentu karena terlalu terenyuh, saya ikut bernyanyi sepuasnya, disamping itu aransemen ini tidak terlalu asing bagi kedua telinga saya. Sungguh malam sederhana yang gemerlap bagi saya, apalagi tersedia makanan gratis, hahaha…

Tentu saja malam syukuran tak akan terpisah dari adanya acara makan bersama. Lawar putih dan daging ayam menjadi sorotan utama di meja makanan. Tamu yang berkesmpatan hadir telah disilakan mengambil makanan yang tersedia di ruang tengah. Termasuk saya, kami hanya bersenda gurau.

Untuk mengisi panggung yang kosong, Open Mic baca puisi pun diterapkan. Tentu tak perlu undian atau semacamnya, para senior yang bisa saya kategorikan expert langsung menyambar melancarkan aksi di panggung Mahima. Beberapa dari mereka adalah Jong Santiasa, Agus Wiratama, Juli Sastrawan, Anggara Surya, dan yang lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Surprise, Bapak Made Adnyana Ole juga ikut dengan epik membawakan puisi karyanya yang berjudul “Mimpi Buruk Layon Sari bagi Nasib Buruk Jaya Prana”.

Ia membawakannya dengan sangat-sangat santai, tapi mengapa tetap saya terpaku? Bukan hanya saya, penonton lain pun begitu. Sebenarnya Pak Adnyana Ole sempat memberikan teknik pemilihan diksi yang ia gunakan selama ini ditengah penampilannya. Telinga, mata, otak, bahkan pori-pori kulit saya sudah bersiap menerima ilmunya. Yah tapi sayang, Pak Ole teringat bahwa ini bukan workshop yang akan menyita banyak waktu. Beliau sadar waktu semakin larut. Ah… tak apa. Walau setengah sangat membantu saya yang baru saja mulai belajar menulis hahaha…

 Yang tidak akan saya lupa adalah ijin dari Bapak Made Adnyana Ole membawa salah satu buku yang mana saja yang beliau pajang di dekat rak buku raksasanya. Terima kasih Pak, saya comot satu buku milik Bapak berjudul “Dongeng dari Utara”. Beliau berpesan agar bukunya dibaca dengan baik. Ah… tentu saja Pak.

Saya putuskan mengetik cerita hari kemarin karena memang membekas. Euforia yang telah menjadi salah satu memori saya di tahun 2019 sangat terasa. Rasanya saya sangat beruntung diperbolehkan ikut menghadiri acara bersama dengan orang-orang hebat daerah utara. Saya memiliki kesempatan untuk berkenalan, bercengkrama, dan membuat kenangan bersama.  Diakhir acara kami bernyanyi bersama diiringi petikan gitar oleh kak Ari. Blitz dan suara gelak tawa menyambung hingga acara berakhir. [T]

Tags: Komunitas MahimaPuisisastra
Share118TweetSendShareSend
Previous Post

Drama Ini Tak Akan Berakhir – Obituari Sunaryono Basuki Ks.

Next Post

Ibu

Wahyu Gitari Paramita

Wahyu Gitari Paramita

Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

by Nyoman Budarsana
October 18, 2026
0
BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

Empat seniman dari Bali dan Korea Selatan menggelar pameran kolaboratif bertajuk BURU-JIWA-BUMI di Nata-Citta Art Space (N-CAS), Institut Seni Indonesia...

Read moreDetails

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

by tatkala
October 14, 2026
0
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

Read moreDetails

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
0
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

Read moreDetails

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails
Next Post
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

Ibu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co