2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Senang-senang Akhir Tahun di Komunitas Mahima: Muspus dan Baca Puisi Penuh Euforia

Wahyu Gitari Paramita by Wahyu Gitari Paramita
December 21, 2019
in Feature
Senang-senang Akhir Tahun di Komunitas Mahima: Muspus dan Baca Puisi Penuh Euforia

Senang-senang di Komunitas Mahima, Jumat 20 Desember 2019

“Rumah ini selalu terbuka untuk kita berkeasi, berkreativitas. Kalian bisa menggunakan rumah ini daripada susah-susah mencari dan menyewa tempat lain.” Kalimat ini adalah salah satu yang saya ingat ketika Made Adnyana Ole memberi semacam sambutan sebelum membuka acara keren di Mahima pada Jumat, 20 Desember 2019 malam. Katanya, acara ini adalah acara dadakan yang bertajuk Happy-Happy atau Senang-Senang Akhir Tahun 2019. Mungkin bisa dikatakan sebagai syukuran terhadap apa yang telah teman-teman Mahima capai selama kurun waktu setahun ini.

Acara dimulai saat petang timbul menggantikan sore di Pantai Indah, Rumah Belajar Komunitas Mahima. Saya ikut bergabung untuk berpartisipasi bersama banyak orang yang terbuka dan asyik yang memang sudah banyak berproses di komunitas ini. Senang sekali rasanya bisa bertemu dengan kelompok seni anak-anak Sembilan Pohon, Kelompok Nol Derajat, Teater dari Utara, teman-teman dari Canasta Creative Space, anak-anak Teater Kampus Seribu Jendela, dan perempuan-perempuan Mahima.

Acara ini memang dibuka dengan santai yang berjarak dari kata formal. Anggara Surya adalah pimpinan acara yang mungkin bisa disebut sebagai Ketua Panitia. Diawali dengan Musikalisasi Puisi yang dibawakan oleh Kelompok Nol Derajat yang terdiri dari vokal Mila dan Tantri, sedangkan Ari memegang pengiring musik berupa gitar. Sebenarnya saya ingin protes dan penasaran. Mungkinkah muspus yang mereka tampilkan ini adalah dadakan? 

Bahkan saya sudah mendayu-dayu sejak dentingan senar gitar pertama. Ditambah kolaborasi suara Kak Mila dan Kak Tantri yang Membawakan Puisi “Nyanyian Hutan” dan “Interior Danau” membuat seisi Rumah Belajar Komunitas Mahima tersentuh, terbuai dan membisu. Saya pun ikut menganga karena lantuan musik yang berhasil menyeret saya masuk ke suasana imajinasi yang saya buat. Luar biasa.

Menurut saya ini konsep yang bagus. Anggara Surya yang biasa saya panggil Kak Wah mengatur pementasan Musikalisasi Puisi diselingi dengan pembacaan puisi oleh anak-anak yang hadir saat itu. Saya rasa ini agar menghindari suasana bosan, walaupun saya pribadi mungkin tak bosan mendengar musikalisasi puisi yang membuat bulu kudu berdiri. Dian Ayu, yang merupakan penulis di Tatkala.co memiliki kesempatan pertama membacakan 2 puisi buah karya Made Adnyana Ole yang berjudul “Kiasan diri” dan “Perempuan di Tepi Danau”. Suara tegasnya mengisi panggung dan sekitarnya. Riuh tepuk tangan tentu tak luput saat itu.

Dari Utara menjajaki panggung dengan Musikalisasi Puisi berjudul “Di Bawa Pohon Ketapang” buah Karya Wayan Eka Askara dan “Mekenyem”. Astaga, sekali lagi saya tak percaya bahwa persiapan yang mereka lakukan tidak maksimal. Sangat mulus dan menghanyutkan. Sungguh sebenarnya disela menikmati pementasan, saya menyempatkan untuk melirik-lirik penonton yang juga sedang menikmati pementasan. Saya sedikit tergelitik. Bagaimana tidak, ekspresi mereka sangat beragam dan bagi saya itu lucu. Ada yang menutup mata, menuntuk, lipsing, mengangguk, menggeleng dengan sebatang rokok yang hampir habis, bahkan senyum-senyum sendiri. Parah betul suasana yang terbentuk, hahaha…


Anak-anak SMAN Bali Mandara dan SMAN 1 Sukasada bersama Wayan Sujana dari Disbud Buleleng dan Dokter Arya, penulis kolom dokter di tatkala.co dalam acara Senang Senang Akhir Tahun di Komunitas Mahima

Anak-anak Sembilan Pohon kemudian menaiki panggung yang berlatar tembok penuh dengan figura-figura artistik. Tentu sekali lagi saya menelan ludah ketika suara vokalis menyatu yang terdengar harmoni dan bergaung di daun telinga saya. Musikalisasi puisi pertama berjudul Dewi Padi, Puisi buah karya Made Adnyana Ole yang memberikan nafas yang berbeda dari Dewi Padi yang saya kenal , yaitu aransemen milik Aggara Surya. Dewi Padi yang mereka bawakan hanya sedikit bertambah temponya dibanding Dewi Padi yang sering saya dengar. Tapi sungguh itu Luar biasa.  Saya sebenarnya ingin bertanya kepada mereka siapa pengaransemen Musikalisasi Puisi dewi Padi yang mereka bawakan malam itu. Tapi sayang, luput dari ingatan saya. Tak hanya Dewi Padi, mereka membawakan Musikalisasi Puisi Berjudul Lawat dengan cengkok sunda. Sekali lagi saya dan hadirin tersapu suasana.

Musikalisasi Puisi yang terakhir dibawakan oleh kelompok Komunitas Mahima yang terdiri dari Rahatri Ningrat, Susanti Dewi, Satria Aditya. Dewi Padi Puisi buah karya Made Adnyana Ole dan aransemen dari Anggara Surya kembali mendengung di antara tembok-tembok Rumah Belajar Komunitas Mahima. Tentu karena terlalu terenyuh, saya ikut bernyanyi sepuasnya, disamping itu aransemen ini tidak terlalu asing bagi kedua telinga saya. Sungguh malam sederhana yang gemerlap bagi saya, apalagi tersedia makanan gratis, hahaha…

Tentu saja malam syukuran tak akan terpisah dari adanya acara makan bersama. Lawar putih dan daging ayam menjadi sorotan utama di meja makanan. Tamu yang berkesmpatan hadir telah disilakan mengambil makanan yang tersedia di ruang tengah. Termasuk saya, kami hanya bersenda gurau.

Untuk mengisi panggung yang kosong, Open Mic baca puisi pun diterapkan. Tentu tak perlu undian atau semacamnya, para senior yang bisa saya kategorikan expert langsung menyambar melancarkan aksi di panggung Mahima. Beberapa dari mereka adalah Jong Santiasa, Agus Wiratama, Juli Sastrawan, Anggara Surya, dan yang lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Surprise, Bapak Made Adnyana Ole juga ikut dengan epik membawakan puisi karyanya yang berjudul “Mimpi Buruk Layon Sari bagi Nasib Buruk Jaya Prana”.

Ia membawakannya dengan sangat-sangat santai, tapi mengapa tetap saya terpaku? Bukan hanya saya, penonton lain pun begitu. Sebenarnya Pak Adnyana Ole sempat memberikan teknik pemilihan diksi yang ia gunakan selama ini ditengah penampilannya. Telinga, mata, otak, bahkan pori-pori kulit saya sudah bersiap menerima ilmunya. Yah tapi sayang, Pak Ole teringat bahwa ini bukan workshop yang akan menyita banyak waktu. Beliau sadar waktu semakin larut. Ah… tak apa. Walau setengah sangat membantu saya yang baru saja mulai belajar menulis hahaha…

 Yang tidak akan saya lupa adalah ijin dari Bapak Made Adnyana Ole membawa salah satu buku yang mana saja yang beliau pajang di dekat rak buku raksasanya. Terima kasih Pak, saya comot satu buku milik Bapak berjudul “Dongeng dari Utara”. Beliau berpesan agar bukunya dibaca dengan baik. Ah… tentu saja Pak.

Saya putuskan mengetik cerita hari kemarin karena memang membekas. Euforia yang telah menjadi salah satu memori saya di tahun 2019 sangat terasa. Rasanya saya sangat beruntung diperbolehkan ikut menghadiri acara bersama dengan orang-orang hebat daerah utara. Saya memiliki kesempatan untuk berkenalan, bercengkrama, dan membuat kenangan bersama.  Diakhir acara kami bernyanyi bersama diiringi petikan gitar oleh kak Ari. Blitz dan suara gelak tawa menyambung hingga acara berakhir. [T]

Tags: Komunitas MahimaPuisisastra
Share118TweetSendShareSend
Previous Post

Drama Ini Tak Akan Berakhir – Obituari Sunaryono Basuki Ks.

Next Post

Ibu

Wahyu Gitari Paramita

Wahyu Gitari Paramita

Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails
Next Post
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

Ibu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co