2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Senang-senang Akhir Tahun di Komunitas Mahima: Muspus dan Baca Puisi Penuh Euforia

Wahyu Gitari Paramita by Wahyu Gitari Paramita
December 21, 2019
in Feature
Senang-senang Akhir Tahun di Komunitas Mahima: Muspus dan Baca Puisi Penuh Euforia

Senang-senang di Komunitas Mahima, Jumat 20 Desember 2019

“Rumah ini selalu terbuka untuk kita berkeasi, berkreativitas. Kalian bisa menggunakan rumah ini daripada susah-susah mencari dan menyewa tempat lain.” Kalimat ini adalah salah satu yang saya ingat ketika Made Adnyana Ole memberi semacam sambutan sebelum membuka acara keren di Mahima pada Jumat, 20 Desember 2019 malam. Katanya, acara ini adalah acara dadakan yang bertajuk Happy-Happy atau Senang-Senang Akhir Tahun 2019. Mungkin bisa dikatakan sebagai syukuran terhadap apa yang telah teman-teman Mahima capai selama kurun waktu setahun ini.

Acara dimulai saat petang timbul menggantikan sore di Pantai Indah, Rumah Belajar Komunitas Mahima. Saya ikut bergabung untuk berpartisipasi bersama banyak orang yang terbuka dan asyik yang memang sudah banyak berproses di komunitas ini. Senang sekali rasanya bisa bertemu dengan kelompok seni anak-anak Sembilan Pohon, Kelompok Nol Derajat, Teater dari Utara, teman-teman dari Canasta Creative Space, anak-anak Teater Kampus Seribu Jendela, dan perempuan-perempuan Mahima.

Acara ini memang dibuka dengan santai yang berjarak dari kata formal. Anggara Surya adalah pimpinan acara yang mungkin bisa disebut sebagai Ketua Panitia. Diawali dengan Musikalisasi Puisi yang dibawakan oleh Kelompok Nol Derajat yang terdiri dari vokal Mila dan Tantri, sedangkan Ari memegang pengiring musik berupa gitar. Sebenarnya saya ingin protes dan penasaran. Mungkinkah muspus yang mereka tampilkan ini adalah dadakan? 

Bahkan saya sudah mendayu-dayu sejak dentingan senar gitar pertama. Ditambah kolaborasi suara Kak Mila dan Kak Tantri yang Membawakan Puisi “Nyanyian Hutan” dan “Interior Danau” membuat seisi Rumah Belajar Komunitas Mahima tersentuh, terbuai dan membisu. Saya pun ikut menganga karena lantuan musik yang berhasil menyeret saya masuk ke suasana imajinasi yang saya buat. Luar biasa.

Menurut saya ini konsep yang bagus. Anggara Surya yang biasa saya panggil Kak Wah mengatur pementasan Musikalisasi Puisi diselingi dengan pembacaan puisi oleh anak-anak yang hadir saat itu. Saya rasa ini agar menghindari suasana bosan, walaupun saya pribadi mungkin tak bosan mendengar musikalisasi puisi yang membuat bulu kudu berdiri. Dian Ayu, yang merupakan penulis di Tatkala.co memiliki kesempatan pertama membacakan 2 puisi buah karya Made Adnyana Ole yang berjudul “Kiasan diri” dan “Perempuan di Tepi Danau”. Suara tegasnya mengisi panggung dan sekitarnya. Riuh tepuk tangan tentu tak luput saat itu.

Dari Utara menjajaki panggung dengan Musikalisasi Puisi berjudul “Di Bawa Pohon Ketapang” buah Karya Wayan Eka Askara dan “Mekenyem”. Astaga, sekali lagi saya tak percaya bahwa persiapan yang mereka lakukan tidak maksimal. Sangat mulus dan menghanyutkan. Sungguh sebenarnya disela menikmati pementasan, saya menyempatkan untuk melirik-lirik penonton yang juga sedang menikmati pementasan. Saya sedikit tergelitik. Bagaimana tidak, ekspresi mereka sangat beragam dan bagi saya itu lucu. Ada yang menutup mata, menuntuk, lipsing, mengangguk, menggeleng dengan sebatang rokok yang hampir habis, bahkan senyum-senyum sendiri. Parah betul suasana yang terbentuk, hahaha…


Anak-anak SMAN Bali Mandara dan SMAN 1 Sukasada bersama Wayan Sujana dari Disbud Buleleng dan Dokter Arya, penulis kolom dokter di tatkala.co dalam acara Senang Senang Akhir Tahun di Komunitas Mahima

Anak-anak Sembilan Pohon kemudian menaiki panggung yang berlatar tembok penuh dengan figura-figura artistik. Tentu sekali lagi saya menelan ludah ketika suara vokalis menyatu yang terdengar harmoni dan bergaung di daun telinga saya. Musikalisasi puisi pertama berjudul Dewi Padi, Puisi buah karya Made Adnyana Ole yang memberikan nafas yang berbeda dari Dewi Padi yang saya kenal , yaitu aransemen milik Aggara Surya. Dewi Padi yang mereka bawakan hanya sedikit bertambah temponya dibanding Dewi Padi yang sering saya dengar. Tapi sungguh itu Luar biasa.  Saya sebenarnya ingin bertanya kepada mereka siapa pengaransemen Musikalisasi Puisi dewi Padi yang mereka bawakan malam itu. Tapi sayang, luput dari ingatan saya. Tak hanya Dewi Padi, mereka membawakan Musikalisasi Puisi Berjudul Lawat dengan cengkok sunda. Sekali lagi saya dan hadirin tersapu suasana.

Musikalisasi Puisi yang terakhir dibawakan oleh kelompok Komunitas Mahima yang terdiri dari Rahatri Ningrat, Susanti Dewi, Satria Aditya. Dewi Padi Puisi buah karya Made Adnyana Ole dan aransemen dari Anggara Surya kembali mendengung di antara tembok-tembok Rumah Belajar Komunitas Mahima. Tentu karena terlalu terenyuh, saya ikut bernyanyi sepuasnya, disamping itu aransemen ini tidak terlalu asing bagi kedua telinga saya. Sungguh malam sederhana yang gemerlap bagi saya, apalagi tersedia makanan gratis, hahaha…

Tentu saja malam syukuran tak akan terpisah dari adanya acara makan bersama. Lawar putih dan daging ayam menjadi sorotan utama di meja makanan. Tamu yang berkesmpatan hadir telah disilakan mengambil makanan yang tersedia di ruang tengah. Termasuk saya, kami hanya bersenda gurau.

Untuk mengisi panggung yang kosong, Open Mic baca puisi pun diterapkan. Tentu tak perlu undian atau semacamnya, para senior yang bisa saya kategorikan expert langsung menyambar melancarkan aksi di panggung Mahima. Beberapa dari mereka adalah Jong Santiasa, Agus Wiratama, Juli Sastrawan, Anggara Surya, dan yang lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Surprise, Bapak Made Adnyana Ole juga ikut dengan epik membawakan puisi karyanya yang berjudul “Mimpi Buruk Layon Sari bagi Nasib Buruk Jaya Prana”.

Ia membawakannya dengan sangat-sangat santai, tapi mengapa tetap saya terpaku? Bukan hanya saya, penonton lain pun begitu. Sebenarnya Pak Adnyana Ole sempat memberikan teknik pemilihan diksi yang ia gunakan selama ini ditengah penampilannya. Telinga, mata, otak, bahkan pori-pori kulit saya sudah bersiap menerima ilmunya. Yah tapi sayang, Pak Ole teringat bahwa ini bukan workshop yang akan menyita banyak waktu. Beliau sadar waktu semakin larut. Ah… tak apa. Walau setengah sangat membantu saya yang baru saja mulai belajar menulis hahaha…

 Yang tidak akan saya lupa adalah ijin dari Bapak Made Adnyana Ole membawa salah satu buku yang mana saja yang beliau pajang di dekat rak buku raksasanya. Terima kasih Pak, saya comot satu buku milik Bapak berjudul “Dongeng dari Utara”. Beliau berpesan agar bukunya dibaca dengan baik. Ah… tentu saja Pak.

Saya putuskan mengetik cerita hari kemarin karena memang membekas. Euforia yang telah menjadi salah satu memori saya di tahun 2019 sangat terasa. Rasanya saya sangat beruntung diperbolehkan ikut menghadiri acara bersama dengan orang-orang hebat daerah utara. Saya memiliki kesempatan untuk berkenalan, bercengkrama, dan membuat kenangan bersama.  Diakhir acara kami bernyanyi bersama diiringi petikan gitar oleh kak Ari. Blitz dan suara gelak tawa menyambung hingga acara berakhir. [T]

Tags: Komunitas MahimaPuisisastra
Share118TweetSendShareSend
Previous Post

Drama Ini Tak Akan Berakhir – Obituari Sunaryono Basuki Ks.

Next Post

Ibu

Wahyu Gitari Paramita

Wahyu Gitari Paramita

Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha

Related Posts

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails
Next Post
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

Ibu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co