3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Drama Ini Tak Akan Berakhir – Obituari Sunaryono Basuki Ks.

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
December 21, 2019
in Esai
Drama Ini Tak Akan Berakhir – Obituari Sunaryono Basuki Ks.

Kenangan bersama Pak Bas dan istri ketika saya mengantar Pak Rudolf Puspa dan Bu Derry dari Teater Keliling ke rumah beliau.

Tiga malam sejak tanggal 17, 18 dan 19 Desember saya sedang mengurus pentas akhir mata kuliah drama  Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Undiksha. Empat naskah karya saya dipentaskan. Belum usai benar euforia mahasiswa yang selesai ujian drama, lalu Jumat, 20 Desember 2019 saya menerima kabar Sunaryono Basuki Ks, bapak akademik saya di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris meninggal dunia.

Semalam sebelumnya saya menulis ulasan panjang tentang kilas balik sejarah drama di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Begitu panjang tulisan itu, saya kirim untuk diterbitkan di tatkala.co tapi entah kenapa saya urungkan, saya bilang ke editor, jangan terbitkan dulu, aku akan edit lagi.

Dalam tulisan itu saya menelusuri banyak rekam sejarah drama di bawah asuhan Pak Bas, begitu saya memanggilnya. Tulisan dia saya temukan tentang ulasan pentas drama. Malam itu saya menulis hingga jam 2 pagi. Kepala berat sekali. Dan esoknya ternyata Pak Bas pergi.

Kenangan dengan Pak Bas terlalu banyak. Saya merasa harus berterimakasih pada beliau karena berkat beliau saya bisa mengajar mata kuliah yang kini saya ajar, drama. Sesungguhnya sejak mahasiswa saya sudah sering membantu Pak Bas menjadi asisten beliau mengajar, menerima tugas menilai UTS dan UAS juga memasukkan nilai.

Saya sering juga dimintai tolong memeriksa paper tugas. Sering juga dimintai tolong mengirimkan naskah tulisan, mengirimkan buku, dan atau mengedit tulisan beliau. Beliau memberikan alamat email beliau plus password-nya agar saya bisa mengirimkan karya beliau ke penerbit atau ke koran. Tak jarang pula saya diminta membalaskan email responnya. Kadang juga diminta bantuan menerjemahkan. Saya melakukan dengan riang karena saya juga banyak belajar.

Pak Bas pula mengajar saya pertama kali  drama berbahasa lnggris. Pertama kalinya pula saya menyutradarai naskah drama berbahasa Inggris karya Oscar Wilde, Lady Windermere’s Fan pada tahun 2005, semester 5 ketika itu. Pemain utamanya ketika itu Ayu Puspita Dewi, Pradnyana Bayu Trisna, Wahyudi Suprayatna dan Cok Anre Juniana. Kami berlatih keras. Respon Pak Bas ketika itu pendek saja, Bagus. Beliau tahu bahwa mewujudkan drama tidaklah mudah. Beliau menemani kami latihan, memberikan masukan dan memberi joke joke segar.

Saat itu salah satu pemain saya tidak bisa menggunakan gesture tangan dengan baik. Dia selalu menyembunyikan tangannya di balik punggung. Sementara pemain lain terus terusan menggunakan tangannya seperti orang pidato. Mengacung ke atas dengan jari jari terkembang seperti memberi arahan. Saya bingung harus saya apakan mereka agar tangannya efektif. Lalu iseng saya bertanya pada Pak Bas, “Pak sebaiknya diapakan Pak ya tangannya biar bagus.”

Di luar ekspektasi, Pak Bas menjawab, “Kalau ga bisa dipakai tangannya, dipotong aja.” Beliau menjawab kalem tapi memberi ledakan dahsyat di pikiran saya. Artinya, ya pikirin sendiri dong. Kan kamu sutradaranya. Sejak itu saya berusaha keras menjadi lebih efektif dalam menyutradarai.

Semester berikutnya, beliau menjadi pembimbing skripsi saya dan selalu mendukung saya tamat cepat. Di tahun 2006 saya tamat. Lalu 2007 saya menjadi dosen kontrak satu tahun. Lalu 2008 menjadi PNS.

Sejak 2008 hingga saat ini, 11 tahun sudah saya mengajar mata kuliah ini, dan saya selalu mengingat Pak Bas. Jika bukan karena beliau saya pastilah bukan apa apa.

Sejak itu pula  saya mencintai drama, dan Pak Bas sepertinya menemukan pengganti untuk meneruskan beliau yang purna bakti. Buku teater warisan beliau yang saya pegang sampai saat ini adalah The Theater Experience karya Edwin Wilson. Sementara buku warisan di bidang prose fiction adalah The Anatomy of Prose Fiction karya beliau sendiri.

Dua kitab suci itu mewarnai perjalanan karir akademik saya. Hingga kemudian di tahun 2013 saya menerbitkan kumpulan naskah drama berbahasa Inggris “The Story of A Tree” yang pengantarnya ditulis oleh Pak Bas sendiri. Beliau selalu mendukung setiap karya saya, sejak awal. Setiap naskah saya terbit di koran nasional misalnya, Pak Bas selalu memberi selamat pertama.

Saat kuliah dulu, beliau biasa duduk di kursi kayu panjang di lobi dan memberi salam ke mahasiswa atau dosen yang lewat. Biasanya di saat seperti itu saya disapa dan diberi motivasi. Hal hal sederhana lainnya adalah beliau selalu mengingat mengirimkan ucapan selamat ulang tahun pada saya, dan tak pernah terlambat. Tradisi ini juga berlanjut setelah saya menikah. Bahkan beliau juga mengucapkan selamat ulang tahun pada suami saya. Tak pernah terlambat juga.

Tentang drama, beliau selalu setia menonton drama sekalipun beliau sudah tidak mengajar lagi. Saya menjemputnya ke rumah dan mengantarkan kembali. Bahkan ketika beliau sudah di kursi roda. Saya kadang masih menjemput beliau. Namun Ibu Bas kadang mengingatkan agar Bapak tidak terlalu lelah, Ibu dengan halus mengatakan Bapak tidak usah dijemput lagi.

Sebab belakangan Pak Bas tidak hanya lelah, namun juga tidak bisa duduk lama di kursi roda. Saya menjenguk Bapak di rumahnya. Beliau terbaring sepanjang hari. Tidak pernah atau jarang sekali keluar rumah. Kalaupun keluar hanya sampai beranda saja. Berjemur. Lalu masuk lagi. Saya sering berkunjung. Jika Bapak berulang tahun, saya menjenguk Bapak dengan Putik. Kami menyanyi. Putik baca puisi. Itu terjadi saat Bapak masih di Singaraja. Sejak terbaring selama 3 tahun di Singaraja, Bapak berpindah pindah posisi.

Awalnya di kamar depan, lalu di kamar samping yang temboknya harus dijebol agar memudahkan Bapak ke kamar mandi. Pindah lagi ke depan tivi. Agar Bapak bisa menonton berita. Saya menyaksikan Bapak masih sangat senang dikunjungi. Dalam kunjungan itu kadang Bapak meminta dibelikan minuman teh, atau dibawakan makanan, yang sedapatnya saya belikan.

Pernah satu malam, Pak Bas SMS minta sate ayam. Lalu saya baru saja hendak keluar membeli sate ayam, tapi urung karena Ibu kemudian menelpon tidak usah. Merepotkan. Padahal saya sudah tahu Bapak ingin sate dan saya mau membelikan tapi Ibu lebih tahu bahwa Bapak sering melanggar diet. Dan Ibu yang repot. Saya menuruti Ibu. Kadang ibu kelihatan lelah.

Pernah juga ibu bercerita, rumah mereka kemasukan maling. Mungkin diketahui hanya tinggal berdua, maling leluasa masuk. Pintu yang terkunci dicongkel dan uang ibu dibawa pergi.

Saya sedih sekali waktu itu. Ibu sendiri menjaga Bapak. Dan kalau terjadi apa apa tentulah tidak bisa berbuat banyak.  Kejadian ini beberapa kali terjadi. Ibu cemas dan akhirnya tahun berikutnya kira kira 2014, Bapak pindah ke Jimbaran, ikut anak anaknya. Rumah mereka di Bukit Beranda. Kawasan yang tenang dan jauh dari kebisingan.

Saya menjenguk beberapa kali kesana. Tiga kali. Itupun Bapak sudah berpindah posisi. Pertama di kamar depan, lalu di ruang tamu. Total hampir sembilan tahun Bapak berbaring. Beliau sangat semangat dan sabar.

Tak sekalipun beliau mengeluh. Saya masih ingat beliau senang sekali menyambut Putik dan Kayu. Lalu minta dicium pipinya. Terakhir sekali bertemu Bapak di tahun 2018 saya membawakan buku saya dan bapak memberi saya buku. Di tahun 2019 saya sibuk luar biasa. Terutama bulan Oktober hingga Desember. Saya berencana menjenguk beliau namun sudah didahului dengan kabar duka ini.

Saya mencoba tidak menangis. Saya sesak tapi tidak menangis. Ke rumah duka, saya melewati jenasah Bapak di ruang tamu. Ruang biasanya beliau menerima kami. Di ruang itu pula Bapak menerima kami namun dalam kondisi berbeda. Rumah itu, hampir semua sudutnya saya hafal betul. Semua ada kenangan Bapak. Siluet Bapak ada dimana mana dalam bayangan. Dan kemarin saya benar benar hilang suara.

Ibu bercerita bahwa Bapak pergi dengan tenang. Mungkin memang sudah waktunya. Hari baik. Jumat. Lalu hari ini Tumpek Landep. Hari suci Hindu yang dimaknai dengan pemujaan terhadap ketajaman pikiran. Dan Ibu berkata Tumpek Landep adalah hari kelahiran Ibu dalam kalender Bali. Bapak pergi saat Ibu “lahir”.

Kisah cinta mereka juga tak kalah menarik. Ibu berkata sejak beberapa hari menjelang pergi Bapak selalu minta ditemani. Minta ijin mencium Ibu. Bahkan mengajak Ibu ikut, agar tak sendiri. Tapi Ibu mengatakan kalau belum waktunya ya tidak bisa bersama sama. Sangat menyentuh.  Bapak kemudian seolah minta ijin sekali lagi pergi, lalu Ibu mengijinkan.

Dramatis. Persis seperti adegan drama.

Sejak ujian drama kemarin, saya menelusuri sejarah drama bersama Bapak. Tulisan Bapak saya dapatkan di beberapa situs. Tulisan panjang yang belum saya publikasikan itu oleh karena suatu hal, akhirnya didahului dengan tulisan ini. Drama memang tak pernah berakhir. Juga meskipun Bapak sudah pergi maka drama tak boleh tak ada. Tak boleh berakhir dan tak akan berakhir. [T]

Share102TweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Kumpulan Cerpen dalam Pentas Drama “A Mother & A Monster” di Kampus Bawah Undiksha

Next Post

Senang-senang Akhir Tahun di Komunitas Mahima: Muspus dan Baca Puisi Penuh Euforia

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Senang-senang Akhir Tahun di Komunitas Mahima: Muspus dan Baca Puisi Penuh Euforia

Senang-senang Akhir Tahun di Komunitas Mahima: Muspus dan Baca Puisi Penuh Euforia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co