26 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Kumpulan Cerpen dalam Pentas Drama “A Mother & A Monster” di Kampus Bawah Undiksha

Santi Dewi by Santi Dewi
December 19, 2019
in Ulasan
Membaca Kumpulan Cerpen dalam Pentas Drama “A Mother & A Monster” di Kampus Bawah Undiksha

Drama “A Mother & A Monster” di Kampus Bawah Undiksha (Foto Sonia)

Drama adalah salah satu mata kuliah wajib semester 5 yang mungkin sangat dinanti bagi mahasiswa-mahasiswi program studi Pendidikan Bahasa Inggris, Undiksha. Sebab, inilah kesempatan bagi mahasiswa untuk berkreatifitas dan memutar otak bersama-sama yang sekaligus menjadi sebuah final project di akhir semester. Salah satunya adalah drama yang berjudul A Mother & A Monster yang dibawakan oleh kelas 5F. Naskah ini merupakan naskah dari Kadek Sonia Piscayanti dan disutradarai oleh Anggun Sentyawati yang juga adalah ketua UKM Teater Kampus Seribu Jendela, Undiksha.

Pementasan ini diselenggarakan pada Rabu, 18 Desember 2019 di Wantilan Kampus Bawah, Undiksha. Sebenarnya, ada dua drama yang tampil di hari yang bersamaan di mana salah satunya lagi berjudul Schizophrenia. Namun sangat sayang sekali, saya melewatkannya karena ada sesuatu hal yang tidak dapat diganggu gugat. Alhasil, hanya drama A Mother & A Monsterlah yang sempat saya nikmati.

Drama ini bercerita tentang seorang perempuan yang tenggelam di dunia prostitusi yang diperankan oleh Gek Diah dan menemukan seorang bayi di suatu jalan yang kemudian dibesarkannya hingga dewasa. Sampai suatu hari, sang ibu memberitahu sebuah kebenaran kepada anaknya Ananda yang diperankan oleh Yanti, bahwa ia bukanlah ibu kandungnya. Setelah menerima kenyataan pahit, sang anak memutuskan untuk pergi, yang kemudian membawanya bertemu dengan Knowledge yang diperankan oleh Andre Sastra, serta Love yang diperankan oleh Pande Baba, dan segala pertentangan yang ada di dunia. Akhirnya, sang anak pun bertemu dengan ibu kandungnya yang diperankan oleh Sri Puspita dan sang ibu membunuh darah dagingnya sendiri.           

Setelah saya menonton pementasan ini, saya merasa seperti habis membaca kumpulan-kumpulan cerpen yang menarik saya untuk larut dan hanyut pada setiap adegannya. Ketika membaca kumpulan cerpen, saya membaca berbagai macam cerita yang berbeda dan muncul pula berbagai macam perasaan di masing-masing ceritanya. Dan hal serupa inilah yang saya temukan ketika menonton pementasan ini. Di mana saya sebagai penonton merasa seperti menyaksikan beberapa kisah yang juga mempermainkan perasaan saya yang awalnya dibuat kagum, turut merasa pilu, kemudian hanyut dalam romansa percintaan, dan perasaan-perasaan yang lainnya.

Mulanya, pementasan diawali dengan nyanyian dan musik yang dimainkan secara live dan dilanjutkan dengan monolog perempuan yang berkisah tentang hidup pahitnya hingga akhirnya ia menemukan seorang bayi. Saya pribadi sangat menyukai adegan awal ini. Padahal, setting panggungnya sangat sederhana sekali. Hanya terdapat sebuah kursi yang dimandikan oleh lampu netral dan kuning yang menerangi panggung serta pemain yang bermonolog sambil merokok. Namun entah kenapa, saya merasa bahwa adegan ini sangat kuat. Saya rasa, pemain telah berhasil mendalami perannya dengan baik sehingga memunculkan emosi yang pas takarannya.

Kemudian, bagian favorite kedua saya adalah adegan akhir. Di mana terjadi pertentangan batin sang ibu kandung antara kecemasan dan keikhlasan. Cemas akan nasib sang anak, atau ikhlas merelakan sang anak. Lampu putih menyorot fokus pada sang ibu kandung dan anaknya, kemudian saat mereka berpelukan, sang ibu perlahan mengangkat tangannya dan “aaaaaaa!!!”. Darah merah menyembur ke atas. Sang ibu lalu menangis & tertawa memeluk anaknya yang tergeletak penuh darah, dan lampu mati diiringi dengan tepuk tangan dan sorak-sorai penonton.

Potongan-potongan adegan yang disuguhkan oleh drama ini membuat saya seperti benar-benar merasa membaca sekumpulan cerpen. Sebab, saya seperti di bawa pada kisah-kisah dan perasaan-perasaan yang berbeda di setiap adegannya. Musik-musik yang hadir di awal dan di sela-sela adegan seperti menyuguhkan kita sebuah orkestra musik yang dapat dinikmati tersendiri. Lalu kisah pertikaian sang anak dan ibu yang membesarkannya. Kemudian kisah cinta sang anak yang bertemu dengan seorang laki-laki, yang di tengah-tengahnya diselipkan adegan dansa romantis serta pertentangan-pertentangan hidup yang membuat resah sang anak. Sebelum akhirnya, kisah ditutup dengan pertemuan sang anak dengan ibu kandungnya yang berakhir dengan tak terduga.


Pentas Drama “A Mother & A Monster” di Kampus Bawah Undiksha

Adegan-adegan dalam setiap kisahnya benar-benar kuat. Termasuk beberapa pemain yang hadir memberikan tragedi-tragedi kecil seperti tokoh The Land yang diperankan oleh Yeni Wahyuningsih, tokoh Jelousy yang diperankan oleh Enik Kristyani, tokoh Hatered yang diperankan oleh Yunita, tokoh Mother 1 yang diperankan oleh Yuni Widianingsih, dan Mother 2 yang diperankan oleh Mutiara Dalta. Keseluruhan pemainpun berhasil memainkan perannya dengan apik sesuai dengan porsinya masing-masing.

Respon penonton yang duduk di sekitar saya pun beraneka ragam, ada yang ikut merasa sedih, baper, dan tak terkecuali saya yang hampir saja menitikkan air mata. Ya, kisahnya memang sangat nano-nano. Namun tak hanya kisahnya, artistiknya pun dirancang sangat sungguh-sungguh dan kreatif, seperti memberi tambahan bumbu yang menjadikan hidangan tersebut lebih lezat. Terlebih lagi, permainan lampu dan gradasi warna yang dimainkan secara tepat membuat setiap adegannya semakin indah. Tak terkecuali permainan lampu yang dimainkan dari belakang panggung yang memunculkan siluet-siluet si pemain.

Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Mungkin itulah kata yang tepat menurut saya untuk sutradara dan seluruh team-nya yang sudah berhasil mementaskan drama dengan sangat memukau penonton dan mungkin membekas di ingatan para mata yang menangkapnya. Pengalaman ini tentunya akan sangat berguna bagi saya dan teman-teman, karena tahun depan, giliran angkatan sayalah yang harus berproses dan berjuang bersama-sama. Huhu… [T]

Tags: Kadek Sonia PiscayantiTeaterUndiksha
Share76TweetSendShareSend
Previous Post

Tabu Dan Batasan-Batasan yang Mengekang Tubuh

Next Post

Drama Ini Tak Akan Berakhir – Obituari Sunaryono Basuki Ks.

Santi Dewi

Santi Dewi

Lahir di Kalimantan, 02 Mei 2000. Mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris, Undiksha. Saat ini aktif dalam Teater Kampus Seribu Jendela. Suka menyanyi, teater, dan melukis wajah.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Drama Ini Tak Akan Berakhir – Obituari Sunaryono Basuki Ks.

Drama Ini Tak Akan Berakhir - Obituari Sunaryono Basuki Ks.

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Ulas Rupa

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

by Jaswanto
September 26, 2026
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co