14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ibu

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
December 22, 2019
in Esai
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

“Kasih ibu melebihi kebaikan malaikat manapun” (Merayakan Ingatan, Mahima 2019)

Bahkan sebagai seorang dokter sekalipun, saya sempat kaget saat menyadari satu fenomena biologis yang terjadi pada seorang wanita hamil. Demi menjaga asupan gula yang mencukupi untuk janin yang dikandungnya, kadar gula darah dalam tubuh seorang wanita hamil dijaga relatif agak tinggi dibandingkan populasi wanita yang tidak hamil. Hal ini dapat terjadi melalui sebuah mekanisme yang disebut dengan resistensi insulin. Siapa yang telah melakukan skema cerdas ini?

Apa yang telah membuat reseptor (penerima) pada sel hati, otot dan lemak seorang wanita hamil tak lagi optimal peka terhadap insulin (resisten)? Tak ada yang tahu hingga kini. Insulin adalah hormon yang mengurusi gula yang kita konsumsi untuk kemudian efektif dikonversi menjadi energi dan sisanya lalu disimpan menjadi cadangan energi. Mungkin sebuah perjalanan panjang evolusi organisme, telah menghasilkan sebuah strategi yang sedemikian cerdik seperti ini.

Dan hebatnya, saat si bayi lucu lahir, hormon insulin pada si ibu kembali bekerja sebagaimana mestinya. Namun, strategi ini tak selalu akurat. Pada beberapa wanita hamil, “permainan bahaya” ini telah melewati batas garis aman, maka ia lalu mengidap diabetes akibat kadar gula darahnya yang melambung melampaui nilai normal dan berisiko menyebabkan komplikasi. Seorang ibu, telah berkorban bahkan pada tingkat biomolekuler untuk sebuah rancangan pelestarian umat manusia.   

Saya termasuk orang yang sangat terkesan dengan sosok seorang ibu. Karena saya selalu mengingat satu kisah masa kecil bersama ibu. Bukanlah kisah tentang indahnya liburan bersamanya atau kejutan hadiah ulang tahun darinya. Saat itu, di hari libur sekolah, saya yang baru kelas empat SD, menggenggam setermos es lilin, berlari berlompatan di antara pematang sawah untuk dijual kepada mereka yang nanggap upah memotong padi milik petani kaya di desa. Dari petak sawah yang agak kejauhan seseorang memanggil-manggil nama saya, oh ibu, ibu ada diantara mereka penanggap upah menuai padi. Pastilah ibu sudah berangkat pagi-pagi buta sebelum saya terjaga, menembus kegelapan pagi yang sunyi dan dingin. Hamparan emas pepadian di lereng pegunungan yang dingin itu telah menautkan kasih ibu dengan rasa rindu hati saya yang kelak akan terus bersemi di setiap musim. 

Saat bertugas sebagai dokter di pedalaman, saya menyaksikan sendiri kisah heroik seorang ibu yang tak hanya tersembunyi dalam keremangan biomolekuler semata. Calon ibu muda itu, telah sampai pada hari-hari terakhir menjelang kebahagiaannya yang tertinggi sebagai seorang ibu dan sebagai mahluk kelas mamalia. Tak lama lagi, ia akan melahirkan seorang bayi lucu dan segera akan menyusui dari kedua payudaranya yang gemuk subur berair deras. Terbayang olehnya hisapan bayi mungil merah yang entah siapa mengajarinya. Sebuah misteri yang sering kita abaikan.

Hari bahagia itu tiba-tiba dalam sekejap berubah menjadi malam penuh horor. Bayi yang dikandungnya diluar dugaan berposisi sungsang. Badannya keluar duluan, kepalanya tersangkut pada jalan lahir ibunya. Persalinan normal adalah jika kepala bayi dilahirkan terlebih dahulu, lalu bagian tubuh yang lain akan menyusul dengan mudah. Ini terjadi karena bagian tubuh bayi yang terbesar adalah bagian kepala. Bayi malang itu telah menggantung cukup lama, seolah-olah seseorang yang telah menjalani hukuman gantung dari tubuh ibunya. Lunglai dan telah berwarna seputih tembok. Si ibu, dalam nyeri, takut dan harapan yang hampir putus, terus memohon pertolongan dari tatapan matanya yang kian melemah. Keajaiban, memang sesuatu yang nyata dapat terjadi. Saya yakin, Tuhanlah yang turun tangan membebaskan si bayi malang dari “hukuman gantung”-nya. Keduanya selamat, si ibu dalam letih tetap tabah tersenyum saat si bayi merah mengecap-ngecap air susunya yang nyaris saja basi.

Seorang ibu, ia tak pernah risau, akankah kehamilannya atau persalinannya akan merenggutkan nyawanya kelak? Ia juga bahkan tak pernah peduli, akankah anaknya nanti berbakti atau durhaka? Ia hanya fokus ingin, janin yang dikandungnya terus menerjang sekuat-kuatnya, bayi yang dilahirkannya menangis sekeras-kerasnya atau anaknya tumbuh menjadi remaja dan dewasa dalam bahagia.

Maka, begitulah sebuah kisah lain, pada suatu malam yang getir. Dewi Kunti, ibunda para pangeran Pandawa, pada remang malam yang cuma diterangi pelita kecil tak jauh dari Kurusetra, terduduk penuh harap. Ia memohon dengan sangat kepada Sang Karna putra Batara Surya, yang duduk tegak di depannya, untuk tak meladeni duel dengan adikknya, pangeran Arjuna yang tampan. Meski Sang Karna telah menyadari mereka bersaudara satu ibu, namun ia tak mungkin berkhianat pada keluarga Kurawa yang telah memberinya hidup.

Tanpa ragu-ragu ia menjawab, “Biarkan kami berperang! Ibu tak usah risau, entah aku atau Arjuna yang akan mati, ibu tetap memiliki lima orang anak…” Sebelum isak tangis Dewi Kunti terdengar, air matanya telah mengucur deras membasahi pipi hingga pakaiannya. Cukup kerukunan anak-anaknya, sedemikian bersahaja keinginan seorang ibu.  [T]

Tags: Hari IbuibukesehatanPerempuan
Share94TweetSendShareSend
Previous Post

Senang-senang Akhir Tahun di Komunitas Mahima: Muspus dan Baca Puisi Penuh Euforia

Next Post

“Jalan Menjadi Ibu” – Catatan Ibu Baru yang Masih Cupu

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
“Jalan Menjadi Ibu” – Catatan Ibu Baru yang Masih Cupu

“Jalan Menjadi Ibu” - Catatan Ibu Baru yang Masih Cupu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co