2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hari Aids, 1 Desember – “Pengalaman Sebagai Relawan Aids”

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
November 30, 2019
in Esai
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

 Indonesia menjadi salah satu negara yang termasuk dalam kawasan Asia Pasifik. Kawasan yang menduduki peringkat ketiga sebagai wilayah dengan pengidap HIV/AIDS terbanyak di seluruh dunia dengan total penderita sebanyak 5,2 juta jiwa. Indonesia menyumbang angka 620.000 jumlah kasus. Propinsi Bali berada di peringkat ke-5 di Indonesia dengan 21.000 jumlah kasus dan kabupaten Buleleng dengan perkiraan tiga ribuan kasus menjadikannya sebagai kabupaten dengan jumlah kasus ke-3 terbanyak di Bali. Masalah sangat serius yang sebetulnya dihadapi oleh bangsa saat ini bukan saja penyebaran virus HIV itu sendiri, melainkan budaya buruk hipokrit. Ia telah menciptakan sebuah paradoks.

Kasus penderita Aids yang terus bertambah pesat di negeri yang sangat taat beragama, bahkan dengan kecenderungan fanatik. Apa yang salah dengan budaya hipokrit?

Budaya hipokrit atau sifat munafik adalah penyakit yang tak bergejala. Dalam dunia medis, persoalan serius muncul saat suatu penyakit berbahaya dan mematikan tak menunjukkan gejala dan tanda. Ambillah satu contoh klasik lain, hipertensi. Sebanyak 80% penderita penyakit ini tak menyadari penyakitnya, sebuah keadaan “hipokrit biologis”, bahkan saat tekanan darahnya melonjak sampai sistole 200 mm air raksa pun tak memberi keluhan apa-apa, suatu keadaan yang sangat mengancam. Teori inilah yang diadopsi dalam dunia intelejen, mengirim mata-mata atau eksekutor tanpa disadari lalu mengambil kesempatan untuk menusuk melumpuhkan. Budaya hipokrit sebuah bangsa jelas membawa dampak buruk untuk membangun atmosfir keterbukaan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan sulit. Berikut satu implikasi sikap hipokrit yang berimbas pada lajunya penyebaran virus HIV.

Sikap seperti itu tanpa disadari telah menutupi mata kita akan realitas penyebab penyebaran virus HIV yang terutama adalah prilaku seks yang tidak aman. Satu prilaku yang menjadi kebutuhan dasar biologis setiap manusia. Lalu bisakah untuk mencegah penularan HIV kita cukup melarang seseorang melakukan seks? Atau mengharuskan melakukan seks hanya dengan satu pasangan saja? Bahkan di seluruh dunia sekalipun, fenomena biologis tak cukup berhasil dikendalikan dengan penekanan moralitas. Ia butuh pendekatan kemanusiaan dan bukan kesucian.

Maka semestinya kita tak malu-malu untuk melakukan pendidikan seks yang lebih lugas dan kampanye penggunaan kondom. Demikian pula pengalaman saya dalam menangani pasien-pasien Aids. Satu prinsip dasar yang dibutuhkan dalam penyembuhan yaitu sikap pasien menerima penyakitnya masih sangat sulit dalam budaya kita. Sebagian besar pasien masih sulit keluar dari fase denial. Ini pun bukan tanpa alasan, ini semua terjadi karena kita sebagai masyarakat, bahkan boleh dikatakan oleh keluarganya sendiri pun masih kerap mengucilkan mereka dalam ruang gelap stigmatisasi. Saya kembali menulis tentang Aids di hari Aids sedunia 1 Desember ini, sebelumnya telah ada dua tulisan terkait HIV/Aids dalam kolom ini berjudul “Anak-anak Kita dan HIV” dan “Tetap Sehat Dengan Kondom”.

Pengalaman Menjadi Relawan Aids

Saya termasuk orang beruntung, karena pernah bergaul dekat dengan kaum ODHA saat mereka masih tampak sangat sehat, karena telah terdeteksi pada stadium awal. Ketika itu infeksi HIV masih menjadi penyakit yang sangat mewah, di tahun sembilanpuluhan. Karena masih merupakan penyakit yang cukup langka dan selalu menjadi sorotan masyarakat. Lain halnya dengan keadaan sekarang saat penyakit ini telah berserakan hampir di setiap RS dan bukan lagi menjadi “barang mewah”. Saat itu, sepulang kuliah saya sering mengisi waktu bersama mereka,

ODHA yang masih begitu muda-muda untuk sharing keliling Bali berbagi soal HIV/Aids. Hal yang perlu dihargai dari mereka adalah, timbulnya motivasi yang kuat dari keterpurukaan dengan prinsip “Bagi kami saat ini bukanlah panjangnya hari, melainkan artinya hari”. Mereka paham, dengan tingkat kesembuhan yang rendah dan besarnya risiko infeksi opurtunistik (infeksi yang disebabkan karena penurunan daya tahan tubuh dalam lingkungan yang banyak kuman) hidup mereka takkan terlalu panjang. Maka dengan pengalaman buruk riil yang mereka alami akan menjadi pesan yang cukup kuat untuk generasi muda lain dalam komunitas untuk berprilaku lebih aman, syukur-syukur bisa bersikap lebih baik.

HIV Yang Unggul

Saat ini pun, bersama Yayasan Sesama Singaraja saya masih beruntung karena tetap dapat membantu pasien-pasien Aids, dalam pengobatan maupun memberi dukungan dalam berbagai hal. Bedanya saat ini pasien-pasien yang saya hadapi adalah mereka yang sudah dalam keadaan-keadaan sangat lemah dan sakit berat. Ini, sepertinya sesuai dengan teori tiga epidemi HIV yaitu pertama epidemi infeksi HIV pada kelompok penduduk Afrika sub Sahara, kedua epidemi penularan HIV ke seluruh dunia dan ketiga epidemi pasien-pasien pada fase Aids.

Seoalah-olah ini memang sebuah siklus yang saya pun harus jalani. Saat remaja dulu, pada masa kuliah saya berteman dengan ODHA yang tampak masih sehat, bersama-sama menjadi volunteer sebagai pendidik sebaya. Saat ini ketika sudah menjadi dokter ahli penyakit dalam, saya melayani mereka, ODHA yang sebagian besar dalam keadaan sangat buruk dalam ancaman kematian. Dalam kurun waktu dari awal sembilanpuluhan hingga sekarang (30 tahun), melihat keadaan seperti ini, rasanya kita harus mengakui kita telah gagal dalam penanggulangan penyebaran HIV. Virus ini tetap memimpin.Berbagai

Mitos

Serius, kita betul-betul kalah menghadapi virus bengal ini. Padahal dalam ilmu jasad renik (mikrobiologi), virus ini aslinya sedemikian rapuh. Mati seketika saat kena sinar matahari atau air sabun. Pastilah ada yang salah di sana, kenapa ia lestari bestari. Kita kalah karena tak betul-betul mau berhadapan dengan virus dan penyakit ini. Kita selalu mengucilkannya, menyangkal keberadaannya bahkan cuma mengarahkan kebencian.

Kita terus membangun lorong gelap stigma kepada penderitanya, menghindari mereka alih-alih memeluknya. Lorong gelaplah yang menumbuhkan mereka dengan subur, saat tak ada sinar mentari di sana. Bahkan takut memandikan jasad mereka yang sudah takkan menularkan apa-apa lagi. Mungkin akan ada obat-obat yang semakin hebat, namun tanpa kasih sayang dan spirit humanisme itu takkan cukup berarti. Stop Aids right now! [T]

Tags: AIDSHIVkesehatan
Share158TweetSendShareSend
Previous Post

Moli

Next Post

Kisah Penjaja Cinta dan Kesehatannya

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Kisah Penjaja Cinta dan Kesehatannya

Kisah Penjaja Cinta dan Kesehatannya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co