13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hari Aids, 1 Desember – “Pengalaman Sebagai Relawan Aids”

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
November 30, 2019
in Esai
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

 Indonesia menjadi salah satu negara yang termasuk dalam kawasan Asia Pasifik. Kawasan yang menduduki peringkat ketiga sebagai wilayah dengan pengidap HIV/AIDS terbanyak di seluruh dunia dengan total penderita sebanyak 5,2 juta jiwa. Indonesia menyumbang angka 620.000 jumlah kasus. Propinsi Bali berada di peringkat ke-5 di Indonesia dengan 21.000 jumlah kasus dan kabupaten Buleleng dengan perkiraan tiga ribuan kasus menjadikannya sebagai kabupaten dengan jumlah kasus ke-3 terbanyak di Bali. Masalah sangat serius yang sebetulnya dihadapi oleh bangsa saat ini bukan saja penyebaran virus HIV itu sendiri, melainkan budaya buruk hipokrit. Ia telah menciptakan sebuah paradoks.

Kasus penderita Aids yang terus bertambah pesat di negeri yang sangat taat beragama, bahkan dengan kecenderungan fanatik. Apa yang salah dengan budaya hipokrit?

Budaya hipokrit atau sifat munafik adalah penyakit yang tak bergejala. Dalam dunia medis, persoalan serius muncul saat suatu penyakit berbahaya dan mematikan tak menunjukkan gejala dan tanda. Ambillah satu contoh klasik lain, hipertensi. Sebanyak 80% penderita penyakit ini tak menyadari penyakitnya, sebuah keadaan “hipokrit biologis”, bahkan saat tekanan darahnya melonjak sampai sistole 200 mm air raksa pun tak memberi keluhan apa-apa, suatu keadaan yang sangat mengancam. Teori inilah yang diadopsi dalam dunia intelejen, mengirim mata-mata atau eksekutor tanpa disadari lalu mengambil kesempatan untuk menusuk melumpuhkan. Budaya hipokrit sebuah bangsa jelas membawa dampak buruk untuk membangun atmosfir keterbukaan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan sulit. Berikut satu implikasi sikap hipokrit yang berimbas pada lajunya penyebaran virus HIV.

Sikap seperti itu tanpa disadari telah menutupi mata kita akan realitas penyebab penyebaran virus HIV yang terutama adalah prilaku seks yang tidak aman. Satu prilaku yang menjadi kebutuhan dasar biologis setiap manusia. Lalu bisakah untuk mencegah penularan HIV kita cukup melarang seseorang melakukan seks? Atau mengharuskan melakukan seks hanya dengan satu pasangan saja? Bahkan di seluruh dunia sekalipun, fenomena biologis tak cukup berhasil dikendalikan dengan penekanan moralitas. Ia butuh pendekatan kemanusiaan dan bukan kesucian.

Maka semestinya kita tak malu-malu untuk melakukan pendidikan seks yang lebih lugas dan kampanye penggunaan kondom. Demikian pula pengalaman saya dalam menangani pasien-pasien Aids. Satu prinsip dasar yang dibutuhkan dalam penyembuhan yaitu sikap pasien menerima penyakitnya masih sangat sulit dalam budaya kita. Sebagian besar pasien masih sulit keluar dari fase denial. Ini pun bukan tanpa alasan, ini semua terjadi karena kita sebagai masyarakat, bahkan boleh dikatakan oleh keluarganya sendiri pun masih kerap mengucilkan mereka dalam ruang gelap stigmatisasi. Saya kembali menulis tentang Aids di hari Aids sedunia 1 Desember ini, sebelumnya telah ada dua tulisan terkait HIV/Aids dalam kolom ini berjudul “Anak-anak Kita dan HIV” dan “Tetap Sehat Dengan Kondom”.

Pengalaman Menjadi Relawan Aids

Saya termasuk orang beruntung, karena pernah bergaul dekat dengan kaum ODHA saat mereka masih tampak sangat sehat, karena telah terdeteksi pada stadium awal. Ketika itu infeksi HIV masih menjadi penyakit yang sangat mewah, di tahun sembilanpuluhan. Karena masih merupakan penyakit yang cukup langka dan selalu menjadi sorotan masyarakat. Lain halnya dengan keadaan sekarang saat penyakit ini telah berserakan hampir di setiap RS dan bukan lagi menjadi “barang mewah”. Saat itu, sepulang kuliah saya sering mengisi waktu bersama mereka,

ODHA yang masih begitu muda-muda untuk sharing keliling Bali berbagi soal HIV/Aids. Hal yang perlu dihargai dari mereka adalah, timbulnya motivasi yang kuat dari keterpurukaan dengan prinsip “Bagi kami saat ini bukanlah panjangnya hari, melainkan artinya hari”. Mereka paham, dengan tingkat kesembuhan yang rendah dan besarnya risiko infeksi opurtunistik (infeksi yang disebabkan karena penurunan daya tahan tubuh dalam lingkungan yang banyak kuman) hidup mereka takkan terlalu panjang. Maka dengan pengalaman buruk riil yang mereka alami akan menjadi pesan yang cukup kuat untuk generasi muda lain dalam komunitas untuk berprilaku lebih aman, syukur-syukur bisa bersikap lebih baik.

HIV Yang Unggul

Saat ini pun, bersama Yayasan Sesama Singaraja saya masih beruntung karena tetap dapat membantu pasien-pasien Aids, dalam pengobatan maupun memberi dukungan dalam berbagai hal. Bedanya saat ini pasien-pasien yang saya hadapi adalah mereka yang sudah dalam keadaan-keadaan sangat lemah dan sakit berat. Ini, sepertinya sesuai dengan teori tiga epidemi HIV yaitu pertama epidemi infeksi HIV pada kelompok penduduk Afrika sub Sahara, kedua epidemi penularan HIV ke seluruh dunia dan ketiga epidemi pasien-pasien pada fase Aids.

Seoalah-olah ini memang sebuah siklus yang saya pun harus jalani. Saat remaja dulu, pada masa kuliah saya berteman dengan ODHA yang tampak masih sehat, bersama-sama menjadi volunteer sebagai pendidik sebaya. Saat ini ketika sudah menjadi dokter ahli penyakit dalam, saya melayani mereka, ODHA yang sebagian besar dalam keadaan sangat buruk dalam ancaman kematian. Dalam kurun waktu dari awal sembilanpuluhan hingga sekarang (30 tahun), melihat keadaan seperti ini, rasanya kita harus mengakui kita telah gagal dalam penanggulangan penyebaran HIV. Virus ini tetap memimpin.Berbagai

Mitos

Serius, kita betul-betul kalah menghadapi virus bengal ini. Padahal dalam ilmu jasad renik (mikrobiologi), virus ini aslinya sedemikian rapuh. Mati seketika saat kena sinar matahari atau air sabun. Pastilah ada yang salah di sana, kenapa ia lestari bestari. Kita kalah karena tak betul-betul mau berhadapan dengan virus dan penyakit ini. Kita selalu mengucilkannya, menyangkal keberadaannya bahkan cuma mengarahkan kebencian.

Kita terus membangun lorong gelap stigma kepada penderitanya, menghindari mereka alih-alih memeluknya. Lorong gelaplah yang menumbuhkan mereka dengan subur, saat tak ada sinar mentari di sana. Bahkan takut memandikan jasad mereka yang sudah takkan menularkan apa-apa lagi. Mungkin akan ada obat-obat yang semakin hebat, namun tanpa kasih sayang dan spirit humanisme itu takkan cukup berarti. Stop Aids right now! [T]

Tags: AIDSHIVkesehatan
Share158TweetSendShareSend
Previous Post

Moli

Next Post

Kisah Penjaja Cinta dan Kesehatannya

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Kisah Penjaja Cinta dan Kesehatannya

Kisah Penjaja Cinta dan Kesehatannya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co