14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan Workshop Teknik Keluar Masuk Dalam Teater

Agus Noval Rivaldi by Agus Noval Rivaldi
November 27, 2019
in Khas
Catatan Workshop Teknik Keluar Masuk Dalam Teater

Peserta workshop teknik keluar masuk dalam teater di Canasta Kreatif Space

Dalam rangkaian acara Parade Teater Canasta 2019, pada tanggal 25 November 2019 pada sore harinya diisi workshop oleh Husni Wardhana tentang teknis dan cara keluar atau masuk ke panggung teater. Walaupun pada judul dikatakan bahwa keluar atau masuk ke panggung itu bisa dikatakan sebagai teknis, dan terlihat mudah tapi saat dilakukan secara langsung ternyata sangat susah juga ternyata.

Ditambah peserta yang mengikuti workshop juga masih “unyu-unyu” sekali, rata-rata keseluruhan peserta workshop adalah siswa-siswi SMP yang kebetulan bergabung dalam ekstrakulikuler teater di sekolahnya. Sehingga saya yakin dari beberapa penjelasan tentang apa yang disampaikan Husni belum tentu dimengerti dengan jelas oleh semuanya. Semisal soal olah rasa, olah tubuh apalagi olah sukma. Saya sendiri pun belum mengerti pasti soal olah-olah yang disebutkan tersebut. Tapi untungnya Husni juga menyambilkanya dengan contoh atau gerakan langsung, sehingga saya rasa dengan contoh tersebut kami sebagai peserta workshop dapat mengerti dan tertolong. Walaupun, masih ada beberapa anak yang masih malu-malu.

Tetapi itu tidak menjadi masalah atau pokok pembahasan kali ini, ternyata hal-hal seperti masuk atau keluar panggung dalam sebuah pertunjukan teater keliahatanya sangatlah sepele. Bahkan tidak pernah terpikirkan oleh saya sendiri sebagai aktor tentang teknis keluar masuk dalam panggung. Dalam workshop kemarin dijelaskan bahwa Teknik masuk atau keluar panggung itu sangatlah penting terutama saat masuk ke panggung karena menjadi kesan pertama bagi penonton melihat si aktor dalam membawakan pesan tokoh yang dibawakan. Untuk memahami hal tersebut ada beberapa hal yang harus kita perhatikan.

Kalau yang kemarin dikatakan oleh mas Husni ada beberapa lapisan untuk membagi Teknik masuk ke panggung di antaranya : Teknik Muncul Penggambaran dan Teknik Muncul Situasi. Dari dua Teknik itu masih ada lapisan-lapisanya lagi. Semisal pada Teknik Mucul Penggambaran dibagi menjadi beberapa lapisan seperti penggambaran usia dan fisik, benda, atau karakter tokoh. Sedangkan pada Teknik Penggambaran Situasi ini lebih luas lagi seperti suasana adegan yang termasuk emosi tokoh terkait di dalamnya.

Pada saat workshop kemarin mas Husni tidak begitu menjelaskan apa arti dari satu-satu lapisan itu, Husni hanya memberikan contoh dengan adegan. Akhirnya saya hanya mencoba menafsirkanya lewat catatan ini.


Workshop Teknik Keluar Masuk dalam Teater

Teknik Muncul Penggambaran : Usia dan Fisik.

Yaitu muncul dengan penggambaran usia si tokoh yang dimainkan sehingga menimbulkan kesan usia yang dibawakan, semisal jika usia tokohnya tua akhirnya aktor mencoba untuk menafsirkanya lewat laku fisik maupun vocal yang digunakan saat masuk ke panggung.

Teknik Muncul Penggambaran : Benda.

Yaitu muncul dengan impresi pertama menggunakan benda atau artistic yang ada, semisal pada adegan tertentu ada adegan berantem dengan istri. Jadi benda-benda itu dilempar dulu ke atas panggung untuk menimbulkan kesan berantem, benda-benda yang dilempar misalnya seperti sandal, panci, penggorengan atau perabotan rumah tangga lainya.

Teknik Muncul Penggambaran : Suara.

Semisal pada adegan tertentu kita memluainya dari belakang panggung sudah berdiaog, untuk menyampaikan atau menegaskan kepada penonton bahwa akan ada sebuah tokoh yang memasuki panggung. Teknik Muncul Penggambaran melalui suara ini biasanya digunakan untuk adegan sedih misalnya.

Teknik Muncul Penggambaran : Karakter Tokoh.

Ini menjadi semacam Teknik keluar yang sangat sederhana mungkin, ketika menajdi tokoh yenyunya sudah mempunyai watak pokok tiap tokoh karakter. Semisal Gustam, watak atau sifat pokoknya adalah pencuri. Akhirnya dari sifat pokok tersebut mencoba mencari tawaran atau laku fisik, mimik wajah, ataupun vocal yang cocok. Untuk menggambarkan sifat pencuri tersebut.

Teknik Muncul Situasi.

Teknik muncul situasi ini biasanya menjadi final dari segala situasi penggambaran, biasanya ini menjadi semacam konteks untuk memperkuat karakter saat memasuki panggung. Semisal pada satu adegan aktor berperan sebagai  seorang yang jahat, akhirnya situasi atau suasana yang dibangun berusaha mendekati adegan tersebut. Semisal dari segi music, cahaya, ataupun artistiknya. Ini dapat didapatkan dari tawar menawar antara aktor dan sutradara untuk sekiranya dapat mendukung permain aktor di atas panggung.


Husni Wardhana saat memberi workshop tentang teknik keluar masuk dalam teater di Canasta Kreatif Space

Dari sekian pembahasan tersebut, ternyata dapat disimpulkan bahwa memang benar teknik ini memang patut diperhitungkan dalam suatu pementasan. Akan tetapi ini juga menjadi sebuah kerja keaktoran yang harus sangat disiplin. Sebelum mengerjakan dan mengetahui teknik memasuki panggung, tentunya aktor tersebut harus sudah selesai dengan masalah naskah dan keaktoranya. Sehingga kalau masalah itu kiranya sudah selesai baru dapat memikirkan hal-hal semacam teknik masuk dan keluar panggung. Agar memantapkan permainan diatas panggung.

 Dan saya kira bahwa teknik memang harus diperhitungkan oleh aktor saat pementasan teater, tetapi saya rasa juga ini sangatlah akan susah untuk diperhatikan. Karena biasanya saat proses kreatif dengan aktor yang banyak, sutradara sendiripun akhirnya tidak sempat memikirkan hal tersebut. Saya rasa bahwa Teknik Muncul dan Keluar panggung ini menjadi PR aktor sendiri untuk sekiranya lebih menjadikan permainya lebih bagus lagi, sisanya hanya menjadi kesepakatan antara sutradara dengan aktor untuk melakukan tawar menawar.

 Workshop berjalan dengan canda tawa karena banyaknya siswa SMP yang masih lucu-lucu, hingga tak terasa jam untuk workshop sudah selesai dan harus diakhiri karena akan ada pementasan KEBELET (WIWAHA) dari Kelompok Sekali Pentas. Akhirnya workshop selesai, dan saya membawa interpretasi saya sendiri tentang hasil workshop itu kedalam sebuah catatan ini.. untuk nanti menjadi pengingat suatu kala saya sebagai aktor berproses.

 Jangan lupa untuk datang ke acara Parade Teater Canasta 2019, karena acara akan berlangsung sampai tanggal 30 November 2019 dari  jam 7-10 malam. Serta setiap sorenya aka nada diskusi atau workshop dari berbagai pengisi acara dan pengisi workshop yang tak kalah menarik untuk disaksikan dan diikuti diskusinya. Datang ya teman-teman. [T]

Tags: Parade Teater Canasta
Share40TweetSendShareSend
Previous Post

Katarsis “Kebelet”: Catatan Pementasan Kelompok Sekali Pentas

Next Post

Unspoken – Bali Poetry Slam Kembali Lagi di Betelnut-Ubud

Agus Noval Rivaldi

Agus Noval Rivaldi

Adalah penulis yang suka menulis budaya dan musik dari tahun 2018. Tulisannya bisa dibaca di media seperti: Pop Hari Ini, Jurnal Musik, Tatkala dan Sudut Kantin Project. Beberapa tulisannya juga dimuat dalam bentuk zine dan dipublish oleh beberapa kolektif lokal di Bali.

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Unspoken – Bali Poetry Slam Kembali Lagi di Betelnut-Ubud

Unspoken - Bali Poetry Slam Kembali Lagi di Betelnut-Ubud

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co