24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Penonton Setia InstaStory Si Dia #Cerita Miris Jomblo Akut

Putu Fery Kurniawan by Putu Fery Kurniawan
November 20, 2019
in Esai
Penonton Setia InstaStory Si Dia  #Cerita Miris Jomblo Akut

ILustrasi diolah dari sumber gambar Google

Jaman sekarang sangat berdosa bila remaja dan anak muda seperti saya tidak memiliki gadget yang bisa dipakai untuk membuat dan melihat story. Hahaha.

Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya ketika melihat story seseorang di instagram. InstaStory gadis manis yang humanis seperti dia (nama disensor) selalu menjadi incaran saya untuk saya lihat.

Ketika itu saat saya sedang nongkrong di tengah kota. Iseng jari saya bermain di layar HP membuka akun Instagram. Salah satu teman saya sedang membuat story. Seperti biasa saya rajin melihat story teman. Barangkali ada yang bermanfaat. Ketika saya lihat story, dia besama teman lainnya. Manis dan menggemaskan. Ya pada intinya saya jadi naksir. Langsung saya tanyakan akun Instagramnya lewat DM instagram.  Permintaan saya dibalas sedikit lama, tapi ia dengan sukarela memberikan nama akun intsagram milik temannya.

Saat itu, langsung saya follow dan 30 menit kemudian si dia follback. Betapa senangnya hati saya. Ingin rasanya meluapkan kebahagiaan itu dengan melompat-lompat. Tapi saya sadar, saya sedang di tempat umum. 

Setelah itu, saya buru-buru menyapa lewat pesan DM. Mumpung lagi sama-sama online di Instagram. Meskipun saya menunggu lama sambil deg-degan akhinya dia juga balas menyapa saya. Duh,, senangnya bertubi-tubi.

Bagi seorang jomblo di zaman sekarang memang sangat gampang berkenalan dengan perempuan. Cukup lihat HP, buka-buka IG, buka FB, kita akan bertemu banyak perempuan yang bisa disapa dengan mudah. Minta nomor WA, lalu, jika beruntung, percakapan bisa diteruskan hingga, jika beruntung lagi, bisa masuk jenjang pacaran.

Beda dengan zaman dulu sebelum ada HP dan media sosial. Dulu, konon, menurut cerita laki-laki yang seumuran dengan ayah saya, berkenalan dengan perempuan tidaklah mudah. Penuh perjuangan. Jika naksir seseorang, kita harus bikin surat berlembar-lembar, harus bisa melukiskan perasaan dengan baik. Lalu, kita harus mencari kurir, biasanya teman baik, untuk bisa mengantarkan surat itu kepada seseorang yang ditaksir itu. Setelah itu tak tidur-tidur menunggu balasan surat, yang juga berlembar-lembar.

Kini tak perlu pandai-pandai bikin kata rayuan berlembar-lembar. Cukup bilang halo, apa kabar, dan kata-kata pendek sejenisnya. Tak perlu menunggu berbulan-bulan untuk dapat balasan. Balasannya bisa dalam hitungan detik, menit, selambat-lambatnya dalam hitungan jam. Atau, jika lagi sial, ya tak dapat balasan sama sekali. Tapi tak perlu menunggu berbulan-bulan untuk mengetahui nasib kita, apakah cinta kita ditolak atau diterima. Jika ditolak, ya, tak dibalas, Atau dibalas dengan kalimat singkat yang menusuk: “Jangan ganggu saya, saya sudah punya pacar!”

Jadi, kalua sakit hati, ya langsung sakit hati. Tak perlu menunggu sakit hati dengan berbulan-bulan menunggu balasan, tak tidur-tidur, tak enak makan tak enak minum.  

Lanjut pada perempuan di instastory itu. Setelah sekian lama saya chating di instagram saya pun memberanikan diri untuk meminta nomor whatsApp si dia, dia pun dengan baik hati langsung memberikannya. Langsung saja saya chat via whatsApp dengan bahasa chating yang standar hehehehe. 

Dia pun langsung merespon chatingan saya di Whatsaap dengan cepat. Keesokan harinya si dia bikin story di instagram. Dia memposting foto anjing zitsu milik nya dengan kalimat“MAKAN YANG BANYAK”. Nah saat itu juga saya komen nih di IG “zitsu kamu lucu juga kayak yang punya hehehe”.

Si dia pun membalas dengan kalimat “hehehe terimaksih”setelah saya muji-muji anjing dan dia, dia pun kembali membuat story di ig dengan background hitam dan berisi kalimat “belum beberapa lama kenal sama ni cowok koq gue sayang ya” Nah itu dia kalimat yang berada di storynya saya berfikir apakah ada cowok lain selain saya? Aahhh tapi saya masih positive thingking saja dan mungkin dia membuat story untuk saya. Ehh.

Tak lama setelah membuat story, saya komen lagi dengan kalimat “cieeciee” cukup dengan kalimat cieeciee DM saya pun tidak dibalas lagi. Chating di whatsaap pun tak pernah lagi. Tapi saya masih berpikiran positif mungkin dia sedang sibuk ,atau lagi banyak tugas kampus. Dia ini kuliah di jurusan Bahasa Inggris. Kadang setiap dia bikin story dengan menggunakan Bahasa Inggris di situ saya merasa sedih karena saya tak mengerti, hahahaha. Tapi tak apa yang penting kan dia sudah merespon saya dengan baik menggunkan bahasa Indonesia hehehe.

Keesokan hari saya mencoba menghubungi si doi di whatsaap. Saya menanyakan kenapa kemarin tidak membalas chat dari saya. Dan, kali ini dia tidak merespon saya sedikit pun. Hati ini perlahan-lahan mulai merapuh dan ini yang dinamakan sakit yang tak berdarah dan hari itu juga saya masih memperjuangkan apa yang telah saya raih dan saya pantang menyerah.

Saya mencoba menghubungi kembali. saya menelepon dia dan terhubung. Dia menjawab dan berkata “MAAF NOMOR YANG ANDA TUJU SEDANG SIBUK COBALAH BEBERAPA SAAT LAGI” Ternyata itu operator yang menjawab bukan dia.

Saya masih berusaha dan tidak menyerah sampai di situ, saya mencoba menelepon kembali, kali ini tersambung dan bukan operator lagi yang mengangkat,,tuut…tutt….tut (bunyi telepon) setelah ada 10 menitan berbunyi tut..tuut..tuut dia pun masih tak ada kabar.

Sore itu pukul 19.25 hari minggu saya mencoba untuk tidak menghubungi dia di whatsaap atau di instagram,kegalauan ini saya luapkan ke game PUBG saya puas puasin maen game biar tidak terlihat sedang patah hati. Seusai maen game saya mencoba kembali iseng-iseng membuka instagram dan melihat dia sedang membuat story. Saya penasaran story apa lagi yang sedang di buat.

Ketika saya membukanya ternyata dia lagi kencan di suatu tempat dan tempat itu ada di luar kota dengan seorang pria dan saya tidak tau siapa pria itu apakah kakaknya atau sepupunya mungkin emm entahlah. Tapi setiap kali dia membuat story, selalu ada lelaki itu. Dari situ saya berpikir bahwa lelaki itulah yang memenangkan hati gadis manis incaran saya.

Dengan sangat berat hati saya merelakan dia dengan pria itu. Apa mau dikata, nyatanya dia juga tidak memilih saya dan menganggap saya ada. Beberapa menit setelah itu dia membuat story lagi dengan foto tangan pria itu sedang memegang tangannya dengan kalimat “JANGAN PERNAH TINGGALIN AKU DAN SELALU JAGA AKU YAH”. Sumpah lebay banget.

Tapi kalimat berhasil membuat hati saya sesak. Keesokan harinya saya bermain instagraam lagi dan  melihat storynya masih bersama pria itu. Pada akhirnya hingga saat ini saya dengan setia melihat instastorynya. Hanya melihat. Sing bani ngudiang. [T]

Tags: ceritacerita remajajomblomedia sosial
Share38TweetSendShareSend
Previous Post

Mengarungi Sampah Plastik dan Langkah Darurat yang Terlihat Gawat

Next Post

Bersih di Sekolah dengan Lipstik : “Literasi Penanganan Sampah Plastik”

Putu Fery Kurniawan

Putu Fery Kurniawan

Pekerjaan :swasta Hobi : musik, game Status : jomblo udah 3,5 tahun

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Bersih di Sekolah dengan Lipstik : “Literasi Penanganan Sampah Plastik”

Bersih di Sekolah dengan Lipstik : “Literasi Penanganan Sampah Plastik”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co