2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Penonton Setia InstaStory Si Dia #Cerita Miris Jomblo Akut

Putu Fery Kurniawan by Putu Fery Kurniawan
November 20, 2019
in Esai
Penonton Setia InstaStory Si Dia  #Cerita Miris Jomblo Akut

ILustrasi diolah dari sumber gambar Google

Jaman sekarang sangat berdosa bila remaja dan anak muda seperti saya tidak memiliki gadget yang bisa dipakai untuk membuat dan melihat story. Hahaha.

Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya ketika melihat story seseorang di instagram. InstaStory gadis manis yang humanis seperti dia (nama disensor) selalu menjadi incaran saya untuk saya lihat.

Ketika itu saat saya sedang nongkrong di tengah kota. Iseng jari saya bermain di layar HP membuka akun Instagram. Salah satu teman saya sedang membuat story. Seperti biasa saya rajin melihat story teman. Barangkali ada yang bermanfaat. Ketika saya lihat story, dia besama teman lainnya. Manis dan menggemaskan. Ya pada intinya saya jadi naksir. Langsung saya tanyakan akun Instagramnya lewat DM instagram.  Permintaan saya dibalas sedikit lama, tapi ia dengan sukarela memberikan nama akun intsagram milik temannya.

Saat itu, langsung saya follow dan 30 menit kemudian si dia follback. Betapa senangnya hati saya. Ingin rasanya meluapkan kebahagiaan itu dengan melompat-lompat. Tapi saya sadar, saya sedang di tempat umum. 

Setelah itu, saya buru-buru menyapa lewat pesan DM. Mumpung lagi sama-sama online di Instagram. Meskipun saya menunggu lama sambil deg-degan akhinya dia juga balas menyapa saya. Duh,, senangnya bertubi-tubi.

Bagi seorang jomblo di zaman sekarang memang sangat gampang berkenalan dengan perempuan. Cukup lihat HP, buka-buka IG, buka FB, kita akan bertemu banyak perempuan yang bisa disapa dengan mudah. Minta nomor WA, lalu, jika beruntung, percakapan bisa diteruskan hingga, jika beruntung lagi, bisa masuk jenjang pacaran.

Beda dengan zaman dulu sebelum ada HP dan media sosial. Dulu, konon, menurut cerita laki-laki yang seumuran dengan ayah saya, berkenalan dengan perempuan tidaklah mudah. Penuh perjuangan. Jika naksir seseorang, kita harus bikin surat berlembar-lembar, harus bisa melukiskan perasaan dengan baik. Lalu, kita harus mencari kurir, biasanya teman baik, untuk bisa mengantarkan surat itu kepada seseorang yang ditaksir itu. Setelah itu tak tidur-tidur menunggu balasan surat, yang juga berlembar-lembar.

Kini tak perlu pandai-pandai bikin kata rayuan berlembar-lembar. Cukup bilang halo, apa kabar, dan kata-kata pendek sejenisnya. Tak perlu menunggu berbulan-bulan untuk dapat balasan. Balasannya bisa dalam hitungan detik, menit, selambat-lambatnya dalam hitungan jam. Atau, jika lagi sial, ya tak dapat balasan sama sekali. Tapi tak perlu menunggu berbulan-bulan untuk mengetahui nasib kita, apakah cinta kita ditolak atau diterima. Jika ditolak, ya, tak dibalas, Atau dibalas dengan kalimat singkat yang menusuk: “Jangan ganggu saya, saya sudah punya pacar!”

Jadi, kalua sakit hati, ya langsung sakit hati. Tak perlu menunggu sakit hati dengan berbulan-bulan menunggu balasan, tak tidur-tidur, tak enak makan tak enak minum.  

Lanjut pada perempuan di instastory itu. Setelah sekian lama saya chating di instagram saya pun memberanikan diri untuk meminta nomor whatsApp si dia, dia pun dengan baik hati langsung memberikannya. Langsung saja saya chat via whatsApp dengan bahasa chating yang standar hehehehe. 

Dia pun langsung merespon chatingan saya di Whatsaap dengan cepat. Keesokan harinya si dia bikin story di instagram. Dia memposting foto anjing zitsu milik nya dengan kalimat“MAKAN YANG BANYAK”. Nah saat itu juga saya komen nih di IG “zitsu kamu lucu juga kayak yang punya hehehe”.

Si dia pun membalas dengan kalimat “hehehe terimaksih”setelah saya muji-muji anjing dan dia, dia pun kembali membuat story di ig dengan background hitam dan berisi kalimat “belum beberapa lama kenal sama ni cowok koq gue sayang ya” Nah itu dia kalimat yang berada di storynya saya berfikir apakah ada cowok lain selain saya? Aahhh tapi saya masih positive thingking saja dan mungkin dia membuat story untuk saya. Ehh.

Tak lama setelah membuat story, saya komen lagi dengan kalimat “cieeciee” cukup dengan kalimat cieeciee DM saya pun tidak dibalas lagi. Chating di whatsaap pun tak pernah lagi. Tapi saya masih berpikiran positif mungkin dia sedang sibuk ,atau lagi banyak tugas kampus. Dia ini kuliah di jurusan Bahasa Inggris. Kadang setiap dia bikin story dengan menggunakan Bahasa Inggris di situ saya merasa sedih karena saya tak mengerti, hahahaha. Tapi tak apa yang penting kan dia sudah merespon saya dengan baik menggunkan bahasa Indonesia hehehe.

Keesokan hari saya mencoba menghubungi si doi di whatsaap. Saya menanyakan kenapa kemarin tidak membalas chat dari saya. Dan, kali ini dia tidak merespon saya sedikit pun. Hati ini perlahan-lahan mulai merapuh dan ini yang dinamakan sakit yang tak berdarah dan hari itu juga saya masih memperjuangkan apa yang telah saya raih dan saya pantang menyerah.

Saya mencoba menghubungi kembali. saya menelepon dia dan terhubung. Dia menjawab dan berkata “MAAF NOMOR YANG ANDA TUJU SEDANG SIBUK COBALAH BEBERAPA SAAT LAGI” Ternyata itu operator yang menjawab bukan dia.

Saya masih berusaha dan tidak menyerah sampai di situ, saya mencoba menelepon kembali, kali ini tersambung dan bukan operator lagi yang mengangkat,,tuut…tutt….tut (bunyi telepon) setelah ada 10 menitan berbunyi tut..tuut..tuut dia pun masih tak ada kabar.

Sore itu pukul 19.25 hari minggu saya mencoba untuk tidak menghubungi dia di whatsaap atau di instagram,kegalauan ini saya luapkan ke game PUBG saya puas puasin maen game biar tidak terlihat sedang patah hati. Seusai maen game saya mencoba kembali iseng-iseng membuka instagram dan melihat dia sedang membuat story. Saya penasaran story apa lagi yang sedang di buat.

Ketika saya membukanya ternyata dia lagi kencan di suatu tempat dan tempat itu ada di luar kota dengan seorang pria dan saya tidak tau siapa pria itu apakah kakaknya atau sepupunya mungkin emm entahlah. Tapi setiap kali dia membuat story, selalu ada lelaki itu. Dari situ saya berpikir bahwa lelaki itulah yang memenangkan hati gadis manis incaran saya.

Dengan sangat berat hati saya merelakan dia dengan pria itu. Apa mau dikata, nyatanya dia juga tidak memilih saya dan menganggap saya ada. Beberapa menit setelah itu dia membuat story lagi dengan foto tangan pria itu sedang memegang tangannya dengan kalimat “JANGAN PERNAH TINGGALIN AKU DAN SELALU JAGA AKU YAH”. Sumpah lebay banget.

Tapi kalimat berhasil membuat hati saya sesak. Keesokan harinya saya bermain instagraam lagi dan  melihat storynya masih bersama pria itu. Pada akhirnya hingga saat ini saya dengan setia melihat instastorynya. Hanya melihat. Sing bani ngudiang. [T]

Tags: ceritacerita remajajomblomedia sosial
Share38TweetSendShareSend
Previous Post

Mengarungi Sampah Plastik dan Langkah Darurat yang Terlihat Gawat

Next Post

Bersih di Sekolah dengan Lipstik : “Literasi Penanganan Sampah Plastik”

Putu Fery Kurniawan

Putu Fery Kurniawan

Pekerjaan :swasta Hobi : musik, game Status : jomblo udah 3,5 tahun

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Bersih di Sekolah dengan Lipstik : “Literasi Penanganan Sampah Plastik”

Bersih di Sekolah dengan Lipstik : “Literasi Penanganan Sampah Plastik”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co