3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Penonton Setia InstaStory Si Dia #Cerita Miris Jomblo Akut

Putu Fery Kurniawan by Putu Fery Kurniawan
November 20, 2019
in Esai
Penonton Setia InstaStory Si Dia  #Cerita Miris Jomblo Akut

ILustrasi diolah dari sumber gambar Google

Jaman sekarang sangat berdosa bila remaja dan anak muda seperti saya tidak memiliki gadget yang bisa dipakai untuk membuat dan melihat story. Hahaha.

Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya ketika melihat story seseorang di instagram. InstaStory gadis manis yang humanis seperti dia (nama disensor) selalu menjadi incaran saya untuk saya lihat.

Ketika itu saat saya sedang nongkrong di tengah kota. Iseng jari saya bermain di layar HP membuka akun Instagram. Salah satu teman saya sedang membuat story. Seperti biasa saya rajin melihat story teman. Barangkali ada yang bermanfaat. Ketika saya lihat story, dia besama teman lainnya. Manis dan menggemaskan. Ya pada intinya saya jadi naksir. Langsung saya tanyakan akun Instagramnya lewat DM instagram.  Permintaan saya dibalas sedikit lama, tapi ia dengan sukarela memberikan nama akun intsagram milik temannya.

Saat itu, langsung saya follow dan 30 menit kemudian si dia follback. Betapa senangnya hati saya. Ingin rasanya meluapkan kebahagiaan itu dengan melompat-lompat. Tapi saya sadar, saya sedang di tempat umum. 

Setelah itu, saya buru-buru menyapa lewat pesan DM. Mumpung lagi sama-sama online di Instagram. Meskipun saya menunggu lama sambil deg-degan akhinya dia juga balas menyapa saya. Duh,, senangnya bertubi-tubi.

Bagi seorang jomblo di zaman sekarang memang sangat gampang berkenalan dengan perempuan. Cukup lihat HP, buka-buka IG, buka FB, kita akan bertemu banyak perempuan yang bisa disapa dengan mudah. Minta nomor WA, lalu, jika beruntung, percakapan bisa diteruskan hingga, jika beruntung lagi, bisa masuk jenjang pacaran.

Beda dengan zaman dulu sebelum ada HP dan media sosial. Dulu, konon, menurut cerita laki-laki yang seumuran dengan ayah saya, berkenalan dengan perempuan tidaklah mudah. Penuh perjuangan. Jika naksir seseorang, kita harus bikin surat berlembar-lembar, harus bisa melukiskan perasaan dengan baik. Lalu, kita harus mencari kurir, biasanya teman baik, untuk bisa mengantarkan surat itu kepada seseorang yang ditaksir itu. Setelah itu tak tidur-tidur menunggu balasan surat, yang juga berlembar-lembar.

Kini tak perlu pandai-pandai bikin kata rayuan berlembar-lembar. Cukup bilang halo, apa kabar, dan kata-kata pendek sejenisnya. Tak perlu menunggu berbulan-bulan untuk dapat balasan. Balasannya bisa dalam hitungan detik, menit, selambat-lambatnya dalam hitungan jam. Atau, jika lagi sial, ya tak dapat balasan sama sekali. Tapi tak perlu menunggu berbulan-bulan untuk mengetahui nasib kita, apakah cinta kita ditolak atau diterima. Jika ditolak, ya, tak dibalas, Atau dibalas dengan kalimat singkat yang menusuk: “Jangan ganggu saya, saya sudah punya pacar!”

Jadi, kalua sakit hati, ya langsung sakit hati. Tak perlu menunggu sakit hati dengan berbulan-bulan menunggu balasan, tak tidur-tidur, tak enak makan tak enak minum.  

Lanjut pada perempuan di instastory itu. Setelah sekian lama saya chating di instagram saya pun memberanikan diri untuk meminta nomor whatsApp si dia, dia pun dengan baik hati langsung memberikannya. Langsung saja saya chat via whatsApp dengan bahasa chating yang standar hehehehe. 

Dia pun langsung merespon chatingan saya di Whatsaap dengan cepat. Keesokan harinya si dia bikin story di instagram. Dia memposting foto anjing zitsu milik nya dengan kalimat“MAKAN YANG BANYAK”. Nah saat itu juga saya komen nih di IG “zitsu kamu lucu juga kayak yang punya hehehe”.

Si dia pun membalas dengan kalimat “hehehe terimaksih”setelah saya muji-muji anjing dan dia, dia pun kembali membuat story di ig dengan background hitam dan berisi kalimat “belum beberapa lama kenal sama ni cowok koq gue sayang ya” Nah itu dia kalimat yang berada di storynya saya berfikir apakah ada cowok lain selain saya? Aahhh tapi saya masih positive thingking saja dan mungkin dia membuat story untuk saya. Ehh.

Tak lama setelah membuat story, saya komen lagi dengan kalimat “cieeciee” cukup dengan kalimat cieeciee DM saya pun tidak dibalas lagi. Chating di whatsaap pun tak pernah lagi. Tapi saya masih berpikiran positif mungkin dia sedang sibuk ,atau lagi banyak tugas kampus. Dia ini kuliah di jurusan Bahasa Inggris. Kadang setiap dia bikin story dengan menggunakan Bahasa Inggris di situ saya merasa sedih karena saya tak mengerti, hahahaha. Tapi tak apa yang penting kan dia sudah merespon saya dengan baik menggunkan bahasa Indonesia hehehe.

Keesokan hari saya mencoba menghubungi si doi di whatsaap. Saya menanyakan kenapa kemarin tidak membalas chat dari saya. Dan, kali ini dia tidak merespon saya sedikit pun. Hati ini perlahan-lahan mulai merapuh dan ini yang dinamakan sakit yang tak berdarah dan hari itu juga saya masih memperjuangkan apa yang telah saya raih dan saya pantang menyerah.

Saya mencoba menghubungi kembali. saya menelepon dia dan terhubung. Dia menjawab dan berkata “MAAF NOMOR YANG ANDA TUJU SEDANG SIBUK COBALAH BEBERAPA SAAT LAGI” Ternyata itu operator yang menjawab bukan dia.

Saya masih berusaha dan tidak menyerah sampai di situ, saya mencoba menelepon kembali, kali ini tersambung dan bukan operator lagi yang mengangkat,,tuut…tutt….tut (bunyi telepon) setelah ada 10 menitan berbunyi tut..tuut..tuut dia pun masih tak ada kabar.

Sore itu pukul 19.25 hari minggu saya mencoba untuk tidak menghubungi dia di whatsaap atau di instagram,kegalauan ini saya luapkan ke game PUBG saya puas puasin maen game biar tidak terlihat sedang patah hati. Seusai maen game saya mencoba kembali iseng-iseng membuka instagram dan melihat dia sedang membuat story. Saya penasaran story apa lagi yang sedang di buat.

Ketika saya membukanya ternyata dia lagi kencan di suatu tempat dan tempat itu ada di luar kota dengan seorang pria dan saya tidak tau siapa pria itu apakah kakaknya atau sepupunya mungkin emm entahlah. Tapi setiap kali dia membuat story, selalu ada lelaki itu. Dari situ saya berpikir bahwa lelaki itulah yang memenangkan hati gadis manis incaran saya.

Dengan sangat berat hati saya merelakan dia dengan pria itu. Apa mau dikata, nyatanya dia juga tidak memilih saya dan menganggap saya ada. Beberapa menit setelah itu dia membuat story lagi dengan foto tangan pria itu sedang memegang tangannya dengan kalimat “JANGAN PERNAH TINGGALIN AKU DAN SELALU JAGA AKU YAH”. Sumpah lebay banget.

Tapi kalimat berhasil membuat hati saya sesak. Keesokan harinya saya bermain instagraam lagi dan  melihat storynya masih bersama pria itu. Pada akhirnya hingga saat ini saya dengan setia melihat instastorynya. Hanya melihat. Sing bani ngudiang. [T]

Tags: ceritacerita remajajomblomedia sosial
Share38TweetSendShareSend
Previous Post

Mengarungi Sampah Plastik dan Langkah Darurat yang Terlihat Gawat

Next Post

Bersih di Sekolah dengan Lipstik : “Literasi Penanganan Sampah Plastik”

Putu Fery Kurniawan

Putu Fery Kurniawan

Pekerjaan :swasta Hobi : musik, game Status : jomblo udah 3,5 tahun

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Bersih di Sekolah dengan Lipstik : “Literasi Penanganan Sampah Plastik”

Bersih di Sekolah dengan Lipstik : “Literasi Penanganan Sampah Plastik”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co