23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bersih di Sekolah dengan Lipstik : “Literasi Penanganan Sampah Plastik”

Wayan Paing by Wayan Paing
November 20, 2019
in Esai
Bersih di Sekolah dengan Lipstik : “Literasi Penanganan Sampah Plastik”

Foto: Dok Wayan Paing

Banyak sekolah yang mencantumkan visi misi: meningkatkan prestasi, daya saing, berkarakter dan cinta terhadap lingkungan. Namun dalam implementasinya belumlah merata, terutama terkait masalah lingkungan. Hal ini terjadi karena banyak sekolah beranggapan prestasi nonakademis terutama bidang lingkungan tidak terlalu elegan dibandingkan dengan prestasi bidang akademik atau prestasi nonakademik cabang olahraga dan seni. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk “menyeimbangkan” semua elemen yang tercantum dalam visi dan misi tersebut.

Sistem pendidikan di Indonesia saat ini mengarahkan pada kegiatan literasi yang harus dilaksanakan di sekolah. Baik itu dalam kegiatan belajar mengajar di kelas ataupun kegiatan di luar kelas. Tujuannya jelas, untuk membentuk generasi yang siap menghadapi era globalisasi yang kian pesat perkembangannya.

Sekolah, dalam hal ini kepala sekolah yang bekerjasama dengan semua komponen terkait,, perlu mengupayakan kegiatan literasi yang mampu menjangkau dan dilaksanakan seluruh warga sekolah. Baik melalui program yang terintegrasi dalam kurikulum sekolah, maupun program khusus yang menyasar kegiatan literasi. Demikian halnya guru. Guru harus mampu menyisipkan kegiatan literasi dalam setiap pembelajarannya. Baik itu kegiatan yang disisipkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) maupun program khusus kegiatan literasi dalam materi pelajaran yang diajarkannya.

Selama ini, kegiatan literasi yang dilakukan di sekolah baru sebatas pelaksanaan permendikbud 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti. Dalam permen tersebut, pada pint F bagian VI disebutkan: Menggunakan 15 menit sebelum hari pembelajaran untuk membaca buku selain buku mata pelajaran (setiap hari).

Dalam pelaksanaannya, masih belum maksimal menumbuhkan kegemaran siswa dalam membaca untuk mendukung upaya keberhasilan kegiatan literasi di sekolah. Untuk itu, berbagai terobosan perlu dilakukan untuk memaksimalkan potensi warga sekolah dan lingkungannya untuk mendukung dan menyukseskan  kegiatan literasi.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan penggunaan “LIPSTIK”. Lipstik yang dimaksud di sini adalah akronim dari Literasi Penanganan Sampah Plastik.

Salah satu dasar pelaksanaan LIPSTIK di sekolah-sekolah terutama yang ada di Bali adalah Peraturan Gubernur Bali nomor 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbunan Plastik Sekali Pakai. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa kantong plastik adalah kantong yang terbuat dari atau mengandung bahan dasar plastik, dengan atau tanpa pegangan tangan yang digunakan sebagai wadah untuk mengangkat dan mengangkut barang. Sedangkan plastik sekali pakai yang selanjutnya disingkat PSP adalah segala bentuk alat/bahan yang terbuat dari atau mengandung bahan dasar plastik, latek sintetis atau polyethylene thermoplastik sintetic polymeric dan diperuntukkan untuk penggunaan sekali pakai. Tujuan peraturan tersebut diantaranya adalah untuk mencegah pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh penggunaan sampah plastik sekali pakai serta menjamin dan menjaga kelangsungan kehidupan makhluk hidup dan kelestarian ekosistem.

Adanya peraturan tersebut menunjukkan bahwa bahaya sampah plastik sudah sangat mendesak untuk segera ditanggulangi, setidaknya usaha untuk mengurangi penggunaannya. Salah satu caranya adalah pembentukan karakter untuk tidak lagi bergantung pada penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini merupakan tugas yang tidak ringan mengingat penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari sudah menjadi pola hidup kebiasaan yang melekat dan mendarah daging dalam kehidupan. Upaya yang konsisten, terencana, dan terarah harus segera diupayakan dalam segala lini kehidupan. Mulai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Dalam penerapan LIPSTIK di sekolah, ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan. Baik yang dilakukan secara terpisah maupun terintegrasi dalam pembelajaran. Langkah-langkah tersebut dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu:

  1. Cari dan diskusikan bahaya plastik.
  2. Jelajahi lingkungan sekolah dan merancang rencana aksi pemberantasan sampah plastik.
  3. Kumpulkan, pilah lalu kreasikan sampah plastik.

Pada tahap pertama, cari dan diskusikan bahaya plastik, ada beberapa kegiatan yang dapat dirancang, seperti:

  1. Siswa secara mandiri dan/atau berkelompok mencari berita mengenai bahaya sampah plastik bagi lingkungan. Informasi tersebut dicari oleh siswa melalui berita di televisi, radio, internet, koran, atau majalah.
  2. Siswa menuliskan berita dan sumber berita yang diperolehnya lalu memfotonya.

Tujuan siswa menuliskan dan memfoto laporan hasil menyimak berita adalah untuk menghindarkan siswa pada kegiatan copy paste, atau mengirimkan jawaban yang sudah dikirimkan temannya. Hal ini bertujuan untuk terus membiasakan diri siswa untuk mau dan mampu membaca dan menulis sebagai dasar kegiatan literasi.

  • Siswa mengirimkan foto ringkasan berita yang diperoleh melalui WA grup sekolah atau kelas.

Pembentukan grup WA dalam kegiatan ini sebaiknya dikorrdinasi oleh guru mata pelajaran atau guru kelas masing-masing. Hal ini dilakukan agar keberadaan media sosial dalam pembelajaran dan kegiatan lainnya di sekolah dapat dikontrol dengan baik. Kegiatan kontrol ini sangat perlu dilakukan untuk menghindarkan siswa pada penyalahgunaan media sosial. Hal ini juga merupakan salah satu bagian dari kegiatan literasi, yaitu literasi media dan literasi digital.

  •  Siswa menanggapi laporan temannya mengenai sampah plastik yang diunggah di grup WA dengan cara menuliskannya di lembar kertas lalu difoto dan diposting sebagai tanggapan dari unggahan temannya.
  • Semua siswa membuat kesimpulan bahaya sampah plastik dari berita yang diunggah dan diulas diWA grup.

Kesimpulan yang dibuat tentu saja harus mendapat perhatian serius dari guru. Hal ini diupayakan agar kesimpulan yang dibuat tidak keluar dari rambu-rambu tujuan yang telah dirancang.

Selain tujuan utama menumbuhkan jiwa letarat pada siswa, ada dua sikap yang hendak disasar pada bagian ini. Pertama,  tumbuhnya sikap kritis dalam penggunaan media sosial dan media digital sesuai dengan fungsi dan kegunaannya. Kedua, kemampuan siswa bekerja sama dalam kelompok.

Pada tahapan selanjutnya, jelajahi lingkungan sekolah dan merancang rencana aksi pemberantasan sampah plastik, langkah-langkah yang dapat ditempuh:

  1. Siswa secara berkelompok mengamati lingkungan kelas dan sekolahnya.
  2. Siswa menuliskan kondisi kelas dan lingkungan sekolah terkait keberadaan sampah plastik.
  3. Siswa secara berkelompok menyusun dan mengajukan rencana tertulis penanganan sampah plastik di kelas dan lingkungan sekolah.
  4. Mendiskusikan usulan tertulis dari masing-masing kelompok.

Setiap kelompok melakukan koreksi atas rencana yang telah disusun berdasarkan berbagai masukan dari kelompok lain dan gurunya.

  • Siswa menyusun dan menuliskan kembali rencana yang telah diperbaiki untuk dapat dijalankan bersama.

Pada bagian terakhir ini, siswa diberi tugas berdasarkan kelompoknya masing-masing untuk menangani masalah sampah plastik pada bagian tertentu di sekolah. Misalnya, kelompok yang menangani sampah plastik di kelas, di ruang guru, perpustakaan sekolah, taman sekolah, dan lain sebagainya. Penunjukan lokasi masing-masing kelompok hendaknya mengedepankan kesepakatan bersama. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindarkan adanya kecemburuan antara kelompok yang satu dengan yang lainnya.

Pada langkah kumpul, pilah, lalu kreasikan sampah plastik ada beberapa langkah kegiatan yang dapat dilakukan:

  1. Mencari dan menuliskan informasi tentang cara pengolahan sampah plastik dari dari berbagai media.

Pada tahapan ini, siswa menyusun kumpulan tips atau tata cara mereduksi sampah plastik. Kumpulan tips ini bias berupa kliping Koran atau kumpulan tips yang yang diperoleh dari internet yang diprint dan dijilid. Dari berbagai tips yang diperoleh, masing-masing kelompok memilih salah satu cara mereduksi sampah plastik untuk dijadikan kreasi kelompok.

  • Mengumpulkan dan memilah sampah plastik yang telah dikumpulkan masing-masing kelompok.

Pada tahapan ini, siswa didorong untuk melakukan pencatatan semua kegiatan dan tahapan yang dilalui dalam proses memilah dan memilih bahan yang digunakan sebagai kreasi kelompok.

  • Membuat kreasi daur ulang sampah plastik.

Kegiatan dalam tahapan ini diberikan sebagai tugas rumah atau kegiatan dengan waktu khusus di sekolah. Hal ini dilakukan agar tugas yang diberikan tidak membebani tugas belajar siswa pada mata pelajaran lain.

  • Mendeskripsikan kreasi yang dibuat ke dalam sebuah laporan tertulis
  • Menyajikan hasil karya daur ulang sampah plastik.

LIPSTIK dirancang dalam tiga tahapan utama. Setiap tahapan dilalui melalui llima langkah yang dirancang sedemikan rupa. Tahapan dan langkah-langkah tersebut hendaknya dilaksanakan dengan tetap menyesuaikan dengan kondisi dan lingkungan sekolah masing-masing.

Melalui pelaksanaan LIPSTIK dengan tahapan dan langkah-langkah tersebut visi misi sekolah untuk mencetak generasi yang peduli terhadap lingkungan bisa diwujudkan tanpa meninggalkan tugas pokok yang wajib dilaksanakan setiap sekolah yaitu Gerakan Literasi Sekolah (GLS). [T]

Daftar rujukan

Peraturan Gubernur Bali nomor 97 tahun 2018

Permendikbud 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti

Tim Penyusun.  2016.  Panduan Gerakan  Literasi Sekolah di Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat

       Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian

       Pendidikan dan Kebudayaan.

Tags: LiterasiSampahsampah plastik
Share34TweetSendShareSend
Previous Post

Penonton Setia InstaStory Si Dia #Cerita Miris Jomblo Akut

Next Post

Di Gresik, Kebun Sayur yang Dikelola Marbot dan Tukang Becak Manfaatklan Limbah Air Wudhu

Wayan Paing

Wayan Paing

Lahir di Gulinten, 6 April 1983. Menjadi guru di Ababi, Abang, Karangasem. Saat mahasiswa suka sastra dan teater yang kini ingin ditekuninya kembali

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Di Gresik, Kebun Sayur yang Dikelola Marbot dan Tukang Becak Manfaatklan Limbah Air Wudhu

Di Gresik, Kebun Sayur yang Dikelola Marbot dan Tukang Becak Manfaatklan Limbah Air Wudhu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co