12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bersih di Sekolah dengan Lipstik : “Literasi Penanganan Sampah Plastik”

Wayan Paing by Wayan Paing
November 20, 2019
in Esai
Bersih di Sekolah dengan Lipstik : “Literasi Penanganan Sampah Plastik”

Foto: Dok Wayan Paing

Banyak sekolah yang mencantumkan visi misi: meningkatkan prestasi, daya saing, berkarakter dan cinta terhadap lingkungan. Namun dalam implementasinya belumlah merata, terutama terkait masalah lingkungan. Hal ini terjadi karena banyak sekolah beranggapan prestasi nonakademis terutama bidang lingkungan tidak terlalu elegan dibandingkan dengan prestasi bidang akademik atau prestasi nonakademik cabang olahraga dan seni. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk “menyeimbangkan” semua elemen yang tercantum dalam visi dan misi tersebut.

Sistem pendidikan di Indonesia saat ini mengarahkan pada kegiatan literasi yang harus dilaksanakan di sekolah. Baik itu dalam kegiatan belajar mengajar di kelas ataupun kegiatan di luar kelas. Tujuannya jelas, untuk membentuk generasi yang siap menghadapi era globalisasi yang kian pesat perkembangannya.

Sekolah, dalam hal ini kepala sekolah yang bekerjasama dengan semua komponen terkait,, perlu mengupayakan kegiatan literasi yang mampu menjangkau dan dilaksanakan seluruh warga sekolah. Baik melalui program yang terintegrasi dalam kurikulum sekolah, maupun program khusus yang menyasar kegiatan literasi. Demikian halnya guru. Guru harus mampu menyisipkan kegiatan literasi dalam setiap pembelajarannya. Baik itu kegiatan yang disisipkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) maupun program khusus kegiatan literasi dalam materi pelajaran yang diajarkannya.

Selama ini, kegiatan literasi yang dilakukan di sekolah baru sebatas pelaksanaan permendikbud 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti. Dalam permen tersebut, pada pint F bagian VI disebutkan: Menggunakan 15 menit sebelum hari pembelajaran untuk membaca buku selain buku mata pelajaran (setiap hari).

Dalam pelaksanaannya, masih belum maksimal menumbuhkan kegemaran siswa dalam membaca untuk mendukung upaya keberhasilan kegiatan literasi di sekolah. Untuk itu, berbagai terobosan perlu dilakukan untuk memaksimalkan potensi warga sekolah dan lingkungannya untuk mendukung dan menyukseskan  kegiatan literasi.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan penggunaan “LIPSTIK”. Lipstik yang dimaksud di sini adalah akronim dari Literasi Penanganan Sampah Plastik.

Salah satu dasar pelaksanaan LIPSTIK di sekolah-sekolah terutama yang ada di Bali adalah Peraturan Gubernur Bali nomor 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbunan Plastik Sekali Pakai. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa kantong plastik adalah kantong yang terbuat dari atau mengandung bahan dasar plastik, dengan atau tanpa pegangan tangan yang digunakan sebagai wadah untuk mengangkat dan mengangkut barang. Sedangkan plastik sekali pakai yang selanjutnya disingkat PSP adalah segala bentuk alat/bahan yang terbuat dari atau mengandung bahan dasar plastik, latek sintetis atau polyethylene thermoplastik sintetic polymeric dan diperuntukkan untuk penggunaan sekali pakai. Tujuan peraturan tersebut diantaranya adalah untuk mencegah pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh penggunaan sampah plastik sekali pakai serta menjamin dan menjaga kelangsungan kehidupan makhluk hidup dan kelestarian ekosistem.

Adanya peraturan tersebut menunjukkan bahwa bahaya sampah plastik sudah sangat mendesak untuk segera ditanggulangi, setidaknya usaha untuk mengurangi penggunaannya. Salah satu caranya adalah pembentukan karakter untuk tidak lagi bergantung pada penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini merupakan tugas yang tidak ringan mengingat penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari sudah menjadi pola hidup kebiasaan yang melekat dan mendarah daging dalam kehidupan. Upaya yang konsisten, terencana, dan terarah harus segera diupayakan dalam segala lini kehidupan. Mulai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Dalam penerapan LIPSTIK di sekolah, ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan. Baik yang dilakukan secara terpisah maupun terintegrasi dalam pembelajaran. Langkah-langkah tersebut dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu:

  1. Cari dan diskusikan bahaya plastik.
  2. Jelajahi lingkungan sekolah dan merancang rencana aksi pemberantasan sampah plastik.
  3. Kumpulkan, pilah lalu kreasikan sampah plastik.

Pada tahap pertama, cari dan diskusikan bahaya plastik, ada beberapa kegiatan yang dapat dirancang, seperti:

  1. Siswa secara mandiri dan/atau berkelompok mencari berita mengenai bahaya sampah plastik bagi lingkungan. Informasi tersebut dicari oleh siswa melalui berita di televisi, radio, internet, koran, atau majalah.
  2. Siswa menuliskan berita dan sumber berita yang diperolehnya lalu memfotonya.

Tujuan siswa menuliskan dan memfoto laporan hasil menyimak berita adalah untuk menghindarkan siswa pada kegiatan copy paste, atau mengirimkan jawaban yang sudah dikirimkan temannya. Hal ini bertujuan untuk terus membiasakan diri siswa untuk mau dan mampu membaca dan menulis sebagai dasar kegiatan literasi.

  • Siswa mengirimkan foto ringkasan berita yang diperoleh melalui WA grup sekolah atau kelas.

Pembentukan grup WA dalam kegiatan ini sebaiknya dikorrdinasi oleh guru mata pelajaran atau guru kelas masing-masing. Hal ini dilakukan agar keberadaan media sosial dalam pembelajaran dan kegiatan lainnya di sekolah dapat dikontrol dengan baik. Kegiatan kontrol ini sangat perlu dilakukan untuk menghindarkan siswa pada penyalahgunaan media sosial. Hal ini juga merupakan salah satu bagian dari kegiatan literasi, yaitu literasi media dan literasi digital.

  •  Siswa menanggapi laporan temannya mengenai sampah plastik yang diunggah di grup WA dengan cara menuliskannya di lembar kertas lalu difoto dan diposting sebagai tanggapan dari unggahan temannya.
  • Semua siswa membuat kesimpulan bahaya sampah plastik dari berita yang diunggah dan diulas diWA grup.

Kesimpulan yang dibuat tentu saja harus mendapat perhatian serius dari guru. Hal ini diupayakan agar kesimpulan yang dibuat tidak keluar dari rambu-rambu tujuan yang telah dirancang.

Selain tujuan utama menumbuhkan jiwa letarat pada siswa, ada dua sikap yang hendak disasar pada bagian ini. Pertama,  tumbuhnya sikap kritis dalam penggunaan media sosial dan media digital sesuai dengan fungsi dan kegunaannya. Kedua, kemampuan siswa bekerja sama dalam kelompok.

Pada tahapan selanjutnya, jelajahi lingkungan sekolah dan merancang rencana aksi pemberantasan sampah plastik, langkah-langkah yang dapat ditempuh:

  1. Siswa secara berkelompok mengamati lingkungan kelas dan sekolahnya.
  2. Siswa menuliskan kondisi kelas dan lingkungan sekolah terkait keberadaan sampah plastik.
  3. Siswa secara berkelompok menyusun dan mengajukan rencana tertulis penanganan sampah plastik di kelas dan lingkungan sekolah.
  4. Mendiskusikan usulan tertulis dari masing-masing kelompok.

Setiap kelompok melakukan koreksi atas rencana yang telah disusun berdasarkan berbagai masukan dari kelompok lain dan gurunya.

  • Siswa menyusun dan menuliskan kembali rencana yang telah diperbaiki untuk dapat dijalankan bersama.

Pada bagian terakhir ini, siswa diberi tugas berdasarkan kelompoknya masing-masing untuk menangani masalah sampah plastik pada bagian tertentu di sekolah. Misalnya, kelompok yang menangani sampah plastik di kelas, di ruang guru, perpustakaan sekolah, taman sekolah, dan lain sebagainya. Penunjukan lokasi masing-masing kelompok hendaknya mengedepankan kesepakatan bersama. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindarkan adanya kecemburuan antara kelompok yang satu dengan yang lainnya.

Pada langkah kumpul, pilah, lalu kreasikan sampah plastik ada beberapa langkah kegiatan yang dapat dilakukan:

  1. Mencari dan menuliskan informasi tentang cara pengolahan sampah plastik dari dari berbagai media.

Pada tahapan ini, siswa menyusun kumpulan tips atau tata cara mereduksi sampah plastik. Kumpulan tips ini bias berupa kliping Koran atau kumpulan tips yang yang diperoleh dari internet yang diprint dan dijilid. Dari berbagai tips yang diperoleh, masing-masing kelompok memilih salah satu cara mereduksi sampah plastik untuk dijadikan kreasi kelompok.

  • Mengumpulkan dan memilah sampah plastik yang telah dikumpulkan masing-masing kelompok.

Pada tahapan ini, siswa didorong untuk melakukan pencatatan semua kegiatan dan tahapan yang dilalui dalam proses memilah dan memilih bahan yang digunakan sebagai kreasi kelompok.

  • Membuat kreasi daur ulang sampah plastik.

Kegiatan dalam tahapan ini diberikan sebagai tugas rumah atau kegiatan dengan waktu khusus di sekolah. Hal ini dilakukan agar tugas yang diberikan tidak membebani tugas belajar siswa pada mata pelajaran lain.

  • Mendeskripsikan kreasi yang dibuat ke dalam sebuah laporan tertulis
  • Menyajikan hasil karya daur ulang sampah plastik.

LIPSTIK dirancang dalam tiga tahapan utama. Setiap tahapan dilalui melalui llima langkah yang dirancang sedemikan rupa. Tahapan dan langkah-langkah tersebut hendaknya dilaksanakan dengan tetap menyesuaikan dengan kondisi dan lingkungan sekolah masing-masing.

Melalui pelaksanaan LIPSTIK dengan tahapan dan langkah-langkah tersebut visi misi sekolah untuk mencetak generasi yang peduli terhadap lingkungan bisa diwujudkan tanpa meninggalkan tugas pokok yang wajib dilaksanakan setiap sekolah yaitu Gerakan Literasi Sekolah (GLS). [T]

Daftar rujukan

Peraturan Gubernur Bali nomor 97 tahun 2018

Permendikbud 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti

Tim Penyusun.  2016.  Panduan Gerakan  Literasi Sekolah di Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat

       Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian

       Pendidikan dan Kebudayaan.

Tags: LiterasiSampahsampah plastik
Share34TweetSendShareSend
Previous Post

Penonton Setia InstaStory Si Dia #Cerita Miris Jomblo Akut

Next Post

Di Gresik, Kebun Sayur yang Dikelola Marbot dan Tukang Becak Manfaatklan Limbah Air Wudhu

Wayan Paing

Wayan Paing

Lahir di Gulinten, 6 April 1983. Menjadi guru di Ababi, Abang, Karangasem. Saat mahasiswa suka sastra dan teater yang kini ingin ditekuninya kembali

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Di Gresik, Kebun Sayur yang Dikelola Marbot dan Tukang Becak Manfaatklan Limbah Air Wudhu

Di Gresik, Kebun Sayur yang Dikelola Marbot dan Tukang Becak Manfaatklan Limbah Air Wudhu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co