23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Gresik, Kebun Sayur yang Dikelola Marbot dan Tukang Becak Manfaatklan Limbah Air Wudhu

Made Wirya by Made Wirya
November 20, 2019
in Khas
Di Gresik, Kebun Sayur yang Dikelola Marbot dan Tukang Becak Manfaatklan Limbah Air Wudhu

(foto: gemahripah.co)

Sholat Ashar di Masjid Nurul Jannah yang terletak di Jl. A. Yani, Gresik, baru saja usai. Kasnadi (42) mengganti sarung dan baju koko dengan celana  dan  kaos lengan panjang yang tadi dikenakan untuk menarik becak. Lelaki dari Rembang, Jawa Tengah, itu bergegas menuju ke kebun sayur yang berjarak hanya beberapa meter dari pondokannya

Kebun dengan luas sekitar 400 meter persegi itu ditanami berbagai macam sayur,  sawi, terong, tomat, kol dan cabai rawit. Selain itu juga ada dua kolam ikan yang terletak terpisah, masing-masing berukuran 6 x 1,5 dan 10 x 1,5 meter, dengan kedalaman 1,2 meter. Dua kolam itu diisi dengan puluhan ikan nila, patin dan tombro.

Karena dianggap paling cakap dalam bertani, Kasnadi menjadi koordinator para tukang becak dan marbot Masjid Nurul Jannah yang mengelolanya. Tidak kurang dari 28 tukang becak dan 16 marbot terlibat di kebun sayur tersebut.

“Saat masih tinggal di desa, saya sudah terbiasa bekerja menjadi buruh tani di sawah dan ladang, pernah menanam padi, melon dan terong. Bertani bukan hal baru buat saya, ya sedikit-sedikit mengerti lah,” ujarnya.

Sore itu Kasnadi dibantu oleh Tanuri (43), salah satu marbot Masjid Nurul Jannah dan Wawan (43), kolega Kasnadi sesama tukang becak. Lelaki yang sudah belasan tahun menarik becak di Gresik itu membagi tugas. Tanuri dimintanya untuk mencabut rumput, Wawan menyiram, sedangkan dia sendiri memastikan apakah ada serangan hama atau penyakit.

Sementara marbot dan tukang becak yang lain masih melakukan aktivitas masing-masing. “Biasanya paling ramai menjelang pukul 4 sore. Di mana teman-teman sudah selesai dengan pekerjaan mereka,” kata Kasnadi.

Ide kebun sayur itu digagas oleh Rohmad, Ketua Takmir Masjid Nurul Jannah,  2 bulan yang lalu. Bermula dari kegelisahannya melihat banyaknya air limbah wudhu yang terbuang percuma dari sekian banyak jamaah yang beraktivitas di masjid dengan arsitektur Jawa itu.

Pembuangan air wudhu yang sebelumnya dijadikan satu dengan air buangan dari toilet, oleh Rohmad dipisahkan. Air buangan tersebut kemudian ditampung di tandon dengan kapasitas 4 meter kubik. Air dari tandon tersebut kemudian dijadikan untuk menyirami berbagai jenis tanaman di taman.

“Tapi ternyata limbah air wudhu di tandon masih melimpah, maka keluarlah ide untuk membuat kebun sayur. Kebetulan di belakang Masjid Nurul Jannah, tepatnya di sebelah jalur rel kereta api ada lahan kosong yang dijadikan pembuangan sampah dan sisa bongkaran bangunan,” terangnya.

Rohmad melihat ada pemandangan yang kontras antara masjid dengan taman yang indah tersebut dengan lahan yang tidak terurus itu. Tapi kemudian muncul pertanyaan, jika lahan untuk kebun sayur sudah siap, lantas siapa nanti yang mengurus segala sesuatunya? Rohmad segera menemukan jawaban.

“Kami menampung sekitar 28 tukang becak di sebuah rumah singgah di dekat Masjid Nurul Jannah. Mereka yang selama ini tidur di emperan toko dan trotoar, kami buatkan tempat. Nah tukang becak ini kan bisa diberdayakan untuk urban farming, dalam arti yang positif,” jelasnya.

Para tukang becak  di desanya pernah menjadi buruh tani, lanjut Rohmad, ternyata menyambut baik ide ini. Mereka selesai narik becak antara pukul 2 hingga 3 sore, setelah itu tidak banyak beraktivitas. Selain itu, pihaknya juga memberdayakan para marbot untuk bersama-sama mengerjakan kebun sayur itu.

Semua dikerjakan dengan cara swakelola, marbot mendapat tugas untuk memisahkan limbah air wudhu dan membuat tandon serta instalasi airnya. Kemudian tukang becak membersihan dan mengolah lahan, membuat gulutan, memasang mulsa, dan menanam sayur. Aktivitas tersebut dikerjakan secara paralel.

Para tukang becak itu, kata Rohmad, dengan senang hati mengerjakannya, lebih-lebih oleh Takmir Masjid Nurul Jannah mereka sudah diberikan tempat tinggal lengkap dengan perabot yang layak. Mereka juga mendapat santunan berupa beras, gula, dan lauk dari uang pribadi Rohmad.

“Saya dekat secara emosional (dengan mereka). Mereka seperti murid, teman, sahabat, dan saudara Saya. Sehingga dalam mengerjakan kebun sayur ini, mereka tidak pernah mengeluh. Mereka Saya hargai, Saya hormati, Saya perhatikan, juga Saya sayangi,” ujarnya.

Dengan perawatan yang intens, berbagai sayur di kebun  itu tumbuh  optimal. Tidak kalah dengan kebun sayur yang ditanam petani di  sentra sayur pada berbagai daerah. Sawi yang memang berumur pendek dan sudah siap dipanen, terlihat tumbuh dengan subur. Batangnya tampak kokoh dengan daun lebar dan tebal.

“Ke depannya kami akan membudidayakan strawberry, kecipir dan waluh. Memang kami sengaja menanam komoditas yang dekat dengan dapur rumah tangga dengan masa panen tidak lama, 3 atau 4 bulan,” paparnya.

Untuk mengenalkan kebun sayur yang relatif baru tersebut, pihaknya memanfaatkan instagram dan website. Selain itu, aktivitas berkebun tersebut juga diunggah di youtube. Hasil panennya boleh dibeli oleh siapa saja, dan hasil penjualan berbagai komoditas tersebut untuk menunjang biaya operasional masjid.

“Kami sudah memperkenalkan kepada jamaah Masjid Nurul Jannah, utamanya kepada ibu-ibu pengajian. Ini sayur yang fresh, mereka tahu bagaimana menanamnya, apalagi manggunakan air yang barokah,” terangnya.

Kebun Sayur Masjid Nurul Jannah  dibuka setiap hari. Selain untuk pemasukan masjid, Rohmad berharap kebun ini akan menjadi tempat edukasi. Dia juga membuka kesempatan kepada  mereka yang ingin berkebun, tapi hanya memiliki lahan sempit, bisa belajar di kebun sayur tersebut.

“Bagi mereka yang ingin belajar bagaimana cara membudidayakan sayur, baik itu masyarakat umum, pelajar, pondok pesantren maupun takmir masjid dipersilakan datang ke sini,” ujarnya. Rohmad juga menyampaikan bahwa pihaknya memang menjadikan Masjid Nurul Jannah ini sebagai masjid yang yang inklusif, menyejukkan,  rahmatan lil ‘alamin. Masjid untuk membangun ukhuwah islamiyah dan akhlakul kharimah. [T]

Tags: GresikJawa Timurperkebunan
Share341TweetSendShareSend
Previous Post

Bersih di Sekolah dengan Lipstik : “Literasi Penanganan Sampah Plastik”

Next Post

Wrespati, Bahasa Bali atau Bahasa Campur-campur

Made Wirya

Made Wirya

Lahir dan besar di Surabaya. Penulis dan filmmaker. Suka bertualang

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Wrespati, Bahasa Bali atau Bahasa Campur-campur

Wrespati, Bahasa Bali atau Bahasa Campur-campur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co