2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Gresik, Kebun Sayur yang Dikelola Marbot dan Tukang Becak Manfaatklan Limbah Air Wudhu

Made Wirya by Made Wirya
November 20, 2019
in Khas
Di Gresik, Kebun Sayur yang Dikelola Marbot dan Tukang Becak Manfaatklan Limbah Air Wudhu

(foto: gemahripah.co)

Sholat Ashar di Masjid Nurul Jannah yang terletak di Jl. A. Yani, Gresik, baru saja usai. Kasnadi (42) mengganti sarung dan baju koko dengan celana  dan  kaos lengan panjang yang tadi dikenakan untuk menarik becak. Lelaki dari Rembang, Jawa Tengah, itu bergegas menuju ke kebun sayur yang berjarak hanya beberapa meter dari pondokannya

Kebun dengan luas sekitar 400 meter persegi itu ditanami berbagai macam sayur,  sawi, terong, tomat, kol dan cabai rawit. Selain itu juga ada dua kolam ikan yang terletak terpisah, masing-masing berukuran 6 x 1,5 dan 10 x 1,5 meter, dengan kedalaman 1,2 meter. Dua kolam itu diisi dengan puluhan ikan nila, patin dan tombro.

Karena dianggap paling cakap dalam bertani, Kasnadi menjadi koordinator para tukang becak dan marbot Masjid Nurul Jannah yang mengelolanya. Tidak kurang dari 28 tukang becak dan 16 marbot terlibat di kebun sayur tersebut.

“Saat masih tinggal di desa, saya sudah terbiasa bekerja menjadi buruh tani di sawah dan ladang, pernah menanam padi, melon dan terong. Bertani bukan hal baru buat saya, ya sedikit-sedikit mengerti lah,” ujarnya.

Sore itu Kasnadi dibantu oleh Tanuri (43), salah satu marbot Masjid Nurul Jannah dan Wawan (43), kolega Kasnadi sesama tukang becak. Lelaki yang sudah belasan tahun menarik becak di Gresik itu membagi tugas. Tanuri dimintanya untuk mencabut rumput, Wawan menyiram, sedangkan dia sendiri memastikan apakah ada serangan hama atau penyakit.

Sementara marbot dan tukang becak yang lain masih melakukan aktivitas masing-masing. “Biasanya paling ramai menjelang pukul 4 sore. Di mana teman-teman sudah selesai dengan pekerjaan mereka,” kata Kasnadi.

Ide kebun sayur itu digagas oleh Rohmad, Ketua Takmir Masjid Nurul Jannah,  2 bulan yang lalu. Bermula dari kegelisahannya melihat banyaknya air limbah wudhu yang terbuang percuma dari sekian banyak jamaah yang beraktivitas di masjid dengan arsitektur Jawa itu.

Pembuangan air wudhu yang sebelumnya dijadikan satu dengan air buangan dari toilet, oleh Rohmad dipisahkan. Air buangan tersebut kemudian ditampung di tandon dengan kapasitas 4 meter kubik. Air dari tandon tersebut kemudian dijadikan untuk menyirami berbagai jenis tanaman di taman.

“Tapi ternyata limbah air wudhu di tandon masih melimpah, maka keluarlah ide untuk membuat kebun sayur. Kebetulan di belakang Masjid Nurul Jannah, tepatnya di sebelah jalur rel kereta api ada lahan kosong yang dijadikan pembuangan sampah dan sisa bongkaran bangunan,” terangnya.

Rohmad melihat ada pemandangan yang kontras antara masjid dengan taman yang indah tersebut dengan lahan yang tidak terurus itu. Tapi kemudian muncul pertanyaan, jika lahan untuk kebun sayur sudah siap, lantas siapa nanti yang mengurus segala sesuatunya? Rohmad segera menemukan jawaban.

“Kami menampung sekitar 28 tukang becak di sebuah rumah singgah di dekat Masjid Nurul Jannah. Mereka yang selama ini tidur di emperan toko dan trotoar, kami buatkan tempat. Nah tukang becak ini kan bisa diberdayakan untuk urban farming, dalam arti yang positif,” jelasnya.

Para tukang becak  di desanya pernah menjadi buruh tani, lanjut Rohmad, ternyata menyambut baik ide ini. Mereka selesai narik becak antara pukul 2 hingga 3 sore, setelah itu tidak banyak beraktivitas. Selain itu, pihaknya juga memberdayakan para marbot untuk bersama-sama mengerjakan kebun sayur itu.

Semua dikerjakan dengan cara swakelola, marbot mendapat tugas untuk memisahkan limbah air wudhu dan membuat tandon serta instalasi airnya. Kemudian tukang becak membersihan dan mengolah lahan, membuat gulutan, memasang mulsa, dan menanam sayur. Aktivitas tersebut dikerjakan secara paralel.

Para tukang becak itu, kata Rohmad, dengan senang hati mengerjakannya, lebih-lebih oleh Takmir Masjid Nurul Jannah mereka sudah diberikan tempat tinggal lengkap dengan perabot yang layak. Mereka juga mendapat santunan berupa beras, gula, dan lauk dari uang pribadi Rohmad.

“Saya dekat secara emosional (dengan mereka). Mereka seperti murid, teman, sahabat, dan saudara Saya. Sehingga dalam mengerjakan kebun sayur ini, mereka tidak pernah mengeluh. Mereka Saya hargai, Saya hormati, Saya perhatikan, juga Saya sayangi,” ujarnya.

Dengan perawatan yang intens, berbagai sayur di kebun  itu tumbuh  optimal. Tidak kalah dengan kebun sayur yang ditanam petani di  sentra sayur pada berbagai daerah. Sawi yang memang berumur pendek dan sudah siap dipanen, terlihat tumbuh dengan subur. Batangnya tampak kokoh dengan daun lebar dan tebal.

“Ke depannya kami akan membudidayakan strawberry, kecipir dan waluh. Memang kami sengaja menanam komoditas yang dekat dengan dapur rumah tangga dengan masa panen tidak lama, 3 atau 4 bulan,” paparnya.

Untuk mengenalkan kebun sayur yang relatif baru tersebut, pihaknya memanfaatkan instagram dan website. Selain itu, aktivitas berkebun tersebut juga diunggah di youtube. Hasil panennya boleh dibeli oleh siapa saja, dan hasil penjualan berbagai komoditas tersebut untuk menunjang biaya operasional masjid.

“Kami sudah memperkenalkan kepada jamaah Masjid Nurul Jannah, utamanya kepada ibu-ibu pengajian. Ini sayur yang fresh, mereka tahu bagaimana menanamnya, apalagi manggunakan air yang barokah,” terangnya.

Kebun Sayur Masjid Nurul Jannah  dibuka setiap hari. Selain untuk pemasukan masjid, Rohmad berharap kebun ini akan menjadi tempat edukasi. Dia juga membuka kesempatan kepada  mereka yang ingin berkebun, tapi hanya memiliki lahan sempit, bisa belajar di kebun sayur tersebut.

“Bagi mereka yang ingin belajar bagaimana cara membudidayakan sayur, baik itu masyarakat umum, pelajar, pondok pesantren maupun takmir masjid dipersilakan datang ke sini,” ujarnya. Rohmad juga menyampaikan bahwa pihaknya memang menjadikan Masjid Nurul Jannah ini sebagai masjid yang yang inklusif, menyejukkan,  rahmatan lil ‘alamin. Masjid untuk membangun ukhuwah islamiyah dan akhlakul kharimah. [T]

Tags: GresikJawa Timurperkebunan
Share341TweetSendShareSend
Previous Post

Bersih di Sekolah dengan Lipstik : “Literasi Penanganan Sampah Plastik”

Next Post

Wrespati, Bahasa Bali atau Bahasa Campur-campur

Made Wirya

Made Wirya

Lahir dan besar di Surabaya. Penulis dan filmmaker. Suka bertualang

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Wrespati, Bahasa Bali atau Bahasa Campur-campur

Wrespati, Bahasa Bali atau Bahasa Campur-campur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co