24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Gresik, Kebun Sayur yang Dikelola Marbot dan Tukang Becak Manfaatklan Limbah Air Wudhu

Made Wirya by Made Wirya
November 20, 2019
in Khas
Di Gresik, Kebun Sayur yang Dikelola Marbot dan Tukang Becak Manfaatklan Limbah Air Wudhu

(foto: gemahripah.co)

Sholat Ashar di Masjid Nurul Jannah yang terletak di Jl. A. Yani, Gresik, baru saja usai. Kasnadi (42) mengganti sarung dan baju koko dengan celana  dan  kaos lengan panjang yang tadi dikenakan untuk menarik becak. Lelaki dari Rembang, Jawa Tengah, itu bergegas menuju ke kebun sayur yang berjarak hanya beberapa meter dari pondokannya

Kebun dengan luas sekitar 400 meter persegi itu ditanami berbagai macam sayur,  sawi, terong, tomat, kol dan cabai rawit. Selain itu juga ada dua kolam ikan yang terletak terpisah, masing-masing berukuran 6 x 1,5 dan 10 x 1,5 meter, dengan kedalaman 1,2 meter. Dua kolam itu diisi dengan puluhan ikan nila, patin dan tombro.

Karena dianggap paling cakap dalam bertani, Kasnadi menjadi koordinator para tukang becak dan marbot Masjid Nurul Jannah yang mengelolanya. Tidak kurang dari 28 tukang becak dan 16 marbot terlibat di kebun sayur tersebut.

“Saat masih tinggal di desa, saya sudah terbiasa bekerja menjadi buruh tani di sawah dan ladang, pernah menanam padi, melon dan terong. Bertani bukan hal baru buat saya, ya sedikit-sedikit mengerti lah,” ujarnya.

Sore itu Kasnadi dibantu oleh Tanuri (43), salah satu marbot Masjid Nurul Jannah dan Wawan (43), kolega Kasnadi sesama tukang becak. Lelaki yang sudah belasan tahun menarik becak di Gresik itu membagi tugas. Tanuri dimintanya untuk mencabut rumput, Wawan menyiram, sedangkan dia sendiri memastikan apakah ada serangan hama atau penyakit.

Sementara marbot dan tukang becak yang lain masih melakukan aktivitas masing-masing. “Biasanya paling ramai menjelang pukul 4 sore. Di mana teman-teman sudah selesai dengan pekerjaan mereka,” kata Kasnadi.

Ide kebun sayur itu digagas oleh Rohmad, Ketua Takmir Masjid Nurul Jannah,  2 bulan yang lalu. Bermula dari kegelisahannya melihat banyaknya air limbah wudhu yang terbuang percuma dari sekian banyak jamaah yang beraktivitas di masjid dengan arsitektur Jawa itu.

Pembuangan air wudhu yang sebelumnya dijadikan satu dengan air buangan dari toilet, oleh Rohmad dipisahkan. Air buangan tersebut kemudian ditampung di tandon dengan kapasitas 4 meter kubik. Air dari tandon tersebut kemudian dijadikan untuk menyirami berbagai jenis tanaman di taman.

“Tapi ternyata limbah air wudhu di tandon masih melimpah, maka keluarlah ide untuk membuat kebun sayur. Kebetulan di belakang Masjid Nurul Jannah, tepatnya di sebelah jalur rel kereta api ada lahan kosong yang dijadikan pembuangan sampah dan sisa bongkaran bangunan,” terangnya.

Rohmad melihat ada pemandangan yang kontras antara masjid dengan taman yang indah tersebut dengan lahan yang tidak terurus itu. Tapi kemudian muncul pertanyaan, jika lahan untuk kebun sayur sudah siap, lantas siapa nanti yang mengurus segala sesuatunya? Rohmad segera menemukan jawaban.

“Kami menampung sekitar 28 tukang becak di sebuah rumah singgah di dekat Masjid Nurul Jannah. Mereka yang selama ini tidur di emperan toko dan trotoar, kami buatkan tempat. Nah tukang becak ini kan bisa diberdayakan untuk urban farming, dalam arti yang positif,” jelasnya.

Para tukang becak  di desanya pernah menjadi buruh tani, lanjut Rohmad, ternyata menyambut baik ide ini. Mereka selesai narik becak antara pukul 2 hingga 3 sore, setelah itu tidak banyak beraktivitas. Selain itu, pihaknya juga memberdayakan para marbot untuk bersama-sama mengerjakan kebun sayur itu.

Semua dikerjakan dengan cara swakelola, marbot mendapat tugas untuk memisahkan limbah air wudhu dan membuat tandon serta instalasi airnya. Kemudian tukang becak membersihan dan mengolah lahan, membuat gulutan, memasang mulsa, dan menanam sayur. Aktivitas tersebut dikerjakan secara paralel.

Para tukang becak itu, kata Rohmad, dengan senang hati mengerjakannya, lebih-lebih oleh Takmir Masjid Nurul Jannah mereka sudah diberikan tempat tinggal lengkap dengan perabot yang layak. Mereka juga mendapat santunan berupa beras, gula, dan lauk dari uang pribadi Rohmad.

“Saya dekat secara emosional (dengan mereka). Mereka seperti murid, teman, sahabat, dan saudara Saya. Sehingga dalam mengerjakan kebun sayur ini, mereka tidak pernah mengeluh. Mereka Saya hargai, Saya hormati, Saya perhatikan, juga Saya sayangi,” ujarnya.

Dengan perawatan yang intens, berbagai sayur di kebun  itu tumbuh  optimal. Tidak kalah dengan kebun sayur yang ditanam petani di  sentra sayur pada berbagai daerah. Sawi yang memang berumur pendek dan sudah siap dipanen, terlihat tumbuh dengan subur. Batangnya tampak kokoh dengan daun lebar dan tebal.

“Ke depannya kami akan membudidayakan strawberry, kecipir dan waluh. Memang kami sengaja menanam komoditas yang dekat dengan dapur rumah tangga dengan masa panen tidak lama, 3 atau 4 bulan,” paparnya.

Untuk mengenalkan kebun sayur yang relatif baru tersebut, pihaknya memanfaatkan instagram dan website. Selain itu, aktivitas berkebun tersebut juga diunggah di youtube. Hasil panennya boleh dibeli oleh siapa saja, dan hasil penjualan berbagai komoditas tersebut untuk menunjang biaya operasional masjid.

“Kami sudah memperkenalkan kepada jamaah Masjid Nurul Jannah, utamanya kepada ibu-ibu pengajian. Ini sayur yang fresh, mereka tahu bagaimana menanamnya, apalagi manggunakan air yang barokah,” terangnya.

Kebun Sayur Masjid Nurul Jannah  dibuka setiap hari. Selain untuk pemasukan masjid, Rohmad berharap kebun ini akan menjadi tempat edukasi. Dia juga membuka kesempatan kepada  mereka yang ingin berkebun, tapi hanya memiliki lahan sempit, bisa belajar di kebun sayur tersebut.

“Bagi mereka yang ingin belajar bagaimana cara membudidayakan sayur, baik itu masyarakat umum, pelajar, pondok pesantren maupun takmir masjid dipersilakan datang ke sini,” ujarnya. Rohmad juga menyampaikan bahwa pihaknya memang menjadikan Masjid Nurul Jannah ini sebagai masjid yang yang inklusif, menyejukkan,  rahmatan lil ‘alamin. Masjid untuk membangun ukhuwah islamiyah dan akhlakul kharimah. [T]

Tags: GresikJawa Timurperkebunan
Share341TweetSendShareSend
Previous Post

Bersih di Sekolah dengan Lipstik : “Literasi Penanganan Sampah Plastik”

Next Post

Wrespati, Bahasa Bali atau Bahasa Campur-campur

Made Wirya

Made Wirya

Lahir dan besar di Surabaya. Penulis dan filmmaker. Suka bertualang

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Wrespati, Bahasa Bali atau Bahasa Campur-campur

Wrespati, Bahasa Bali atau Bahasa Campur-campur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co