2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengarungi Sampah Plastik dan Langkah Darurat yang Terlihat Gawat

Wayan Paing by Wayan Paing
November 20, 2019
in Esai
Mengarungi Sampah Plastik dan Langkah Darurat yang Terlihat Gawat

Foto ilustrasi: Dok Wayan Paing

Sampah plastik siap menjadi bom waktu yang akan meledak kapan saja. Meledak dan membahayakan bumi dan semua isinya. Barang buatan manusia tersebut, akhirnya menjadi masalah yang sangat serius, bukan hanya bagi pembuatnya, tapi juga bagi alam dan isinya.

Bagai balon udara yang sudah penuh dan dijemur di terik sinar matahari. Perlahan-lahan, udara yang ada di dalamnya akan mendesak siap meletuskan balon tersebut. Halnya dengan sampah plastik, jika terus dibiarkan tanpa penanganan, dampak serius sudah siap menghampiri kita semua.

Berbagai upaya yang dilakukan tampaknya perlu mendapat dukungan dan tindakan nyata dari kita semua. Berbagai peraturan pemerintah dan lembaga swadaya bermunculan untuk menangani permasalahan itu. Namun, dampak yang dihasilkan belum signifikan. Sampah plastik masih dengan leluasa bertebaran di tempat-tempat umum. Bukan hanya di pasar-pasar, taman-taman kota sampai areal perkantoran tidak bisa sepenuhnya terbebas dari sampah plastik.

Hal ini terjadi, mungkin karena sudah menjadi kebiasaan (karakter?), setiap ada kebijakan yang dikeluarkan instansi terkait, dijalankan sesaat lalu menghilang dan kembali pada kebiasaan lama. Berjalan beberapa bulan, itupun sudah lama. Kemudian terabaikan lagi. Saat ada dengung lagi, baru mulai lagi. Dan begitu seterusnya. Akankah di sini ada sisi lemah yang terus terpelihara? Bukan hanya untuk kegiatan pemberantasan sampah plastik, untuk kegiatan-kegiatan lainnya tanmpak terjadi seperti itu juga. (mudah-mudahan hanya di sekitar penulis yang terjadi hal seperti itu. Hhmm..!)

Lahirnya Peraturan Gubernur Bali nomor 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbunan Plastik Sekali Pakai menunjukkan perhatian serius dari pemerintah untuk menanggulangi bahaya sampah plastik. Namun, akankah peraturan tersebut mampu diterapkan sampai ke lapisan terbawah?

Adanya peraturan tersebut menunjukkan bahwa bahaya sampah plastik sudah sangat mendesak untuk segera ditanggulangi, setidaknya ada usaha untuk mengurangi penggunaannya. Salah satu caranya adalah pembentukan karakter untuk tidak lagi bergantung pada penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini merupakan tugas yang tidak ringan mengingat penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari sudah menjadi pola hidup kebiasaan yang melekat dan mendarah daging dalam kehidupan. Upaya yang konsisten, terencana, dan terarah harus segera diupayakan dalam segala lini kehidupan. Mulai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Tidak mudah memang, namun upaya segera perlu dilakukan sedini mungkin. Terutama di sekolah-sekolah. Kebiasaan lama menimbun atau membakar sampah plastik bersamaan dengan sampah nonorganik lainnya seperti daun-daun dan ranting-ranting kering, semestinya segeras ditinggalkan. Salah satu penyebab kebiasaan ini terjadi adalah ketika ada gerakan awal menanggulangi sampah plastik, sampah-sampah plastik yang sudah dikumpulkan tidak mendapat menanganan untuk didistribusikan kemana. Jadilah timbunan tersebut pemandangan yang tidak mengenakkan di pojok-pojok sekolah. Langkah instan ini kemudian menjadi satu-satunya solusi: membakarnya.

Langkah tersebut justru sangat berbahaya bagi kesehatan. Asap sampah plastik mengandung zat berbahaya yang semestinya dihindari. Akan tetapi, langkah tersebut menjadi solusi untuk menghindari timbunan yang kian memperparah pemandangan. Terutama di sekolah-sekolah yang tidak ingin terlihat kotor akibat timbunan tersebut.

Sedangkan upaya untuk melalui jalur birokrasi dalam penanganan sampah tersebut, menjadi momok yang tidak mengenakkan bagi kalangan sekolah. Di samping banyaknya urusan yang harus dilakukan sekolah, upaya memohon solusi dari pihak pemerintah, cenderung mendapat respons yang sedikit lambat atau malah dilupakan. Hal ini tentu menjadi efek jera tersendiri dalam menangani urusan yang tidak dianggap urgen oleh instansi terkait.

Di tengah berbagai hambatan tersebut, tentu sekolah sebagai instansi pencetak generasi, harus tetap melakukan upaya yang nantinya dapat dijadikan pedoman bagi kehidupan peserta didik di masa depan. Setidaknya, kesadaran akan bahaya penggunaan plastik yang tidak ditangani secara tepat.

Upaya-upaya untuk mengkreasikan sampah plastik yang ada di sekolah, mungkin terlalu wah untuk dijalankan saat ini. Wah, karena dianggap akan membebani proses belajar mengajar yang sudah sangat sarat dengan berbagai muatan. Beban belajar peserta didik kita saat ini, hamper di semua jenajng, cukup berat dan menjadi beban bagi peserta didik.\

Jika ditambah lagi kegiatan-kegiatan yang tidak nmampu sepenuhnya dikelola dengan baik, akan menjadi beban tambahan yang akan menggiring peserta didik menganggap institusi pendidikan seperti sekolah adalah bangunan dan pagar-pagar yang sangar.

Salah satu yang dapat dilakukan di sekolah adalah melalui langkah-langkah ringan yang dijaga kontinuitasnya. Memisahkan sampah plastik dengan bukan plastik, sampah organik dan anorganik, adalah langkah awal yang perlu segera dilakukan oleh pihak sekolah.

Melalui langkah tersebut, siswa mulai menyadari bahaya sampah plastik dan mulai memikirkan keberadaan sampah plastik yang ada di rumahnya.

Langkah darurat yang bias diupayakan adalah mengarungi sampah plastik. Bukan menjelajahi seperti mengarungi lautan. Mengarungi sampah plastik disini maksudnya adalah menempatkan sampah plastik dalam karung.

Sampah-sampah plastik yang sudah dikarungi tersebut kemudian dijaga dan ditempatkan di dalam tempat khusus agar tiodak kembali lagi berkeliaran di areal sekolah dan lingkungannya. Ini adalah salah satu awal yang perlu diupayakan. Pertanyaannya, setelah terkumpul dialokasikan kemana? Jangan dulu sampai sejauh itu. Jika gerakan ini bisa dilakukan bersama, diajukan bersama sebagai suatu keluhan, dengan melihat volume dan upaya yang sudah dilakukan bersama, biarkan instansi terkait memikirkan solusinya. Tidak ada salahnya mencoba satu langkah kecil, sisanya serahkan kepada yang di atas (pemerintah). Semoga menjadi solusi. [T]

Share51TweetSendShareSend
Previous Post

Imbas Pariwisata, Nusa Penida Mendadak “Kebule-Bulenan”

Next Post

Penonton Setia InstaStory Si Dia #Cerita Miris Jomblo Akut

Wayan Paing

Wayan Paing

Lahir di Gulinten, 6 April 1983. Menjadi guru di Ababi, Abang, Karangasem. Saat mahasiswa suka sastra dan teater yang kini ingin ditekuninya kembali

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Penonton Setia InstaStory Si Dia  #Cerita Miris Jomblo Akut

Penonton Setia InstaStory Si Dia #Cerita Miris Jomblo Akut

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co