24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Generasi Z: Cintanya Tak Terbalaskan

Kadek Jenitha Ayunda by Kadek Jenitha Ayunda
November 7, 2019
in Esai
Generasi Z: Cintanya Tak Terbalaskan

Ilustrasi: Jro Adit Alamsta

Tentunya masih teringat gelombang aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa di berbagai daerah yang puncaknya pada 24 September 2019. Khususnya di DKI Jakarta, mahasiswa bersua di depan gedung MPR/DPR RI, berharap untuk didengar. Pada hari itu, saya yang notabene mahasiswa yang tak vokal tentang politik dan hukum tak turun ke jalan. Apatis? Bukan. Saya turut mengikuti perkembangan berita aksi demonstrasi ini. Iya, saya mengikuti dari balik layar ponsel pintar dan juga laptop.

Generasi Z Tidak Melek Politik?

Otoritas untuk menyampaikan aspirasi dimiliki oleh semua orang di era Demokrasi apa lagi setelah Reformasi. Caranya pun beragam, ada yang secara tertulis maupun lisan. Salah satu contohnya adalah demonstrasi. Sesungguhnya, aksi demonstrasi 24 September 2019 ini merupakan fenomena yang langka dan patut dianalisis. Pertama, aksi ini memiliki skala yang besar, menandakan bahwa keresahan masyarakat khususnya mahasiswa sudah tidak tersalur dan tertampung lagi. Kedua, dari segi partisipannya, mahasiswa, generasi Z. Membuat generasi Z melek politik bukanlah hal yang mudah. Generasi Z (sebutan populer untuk mereka yang lahir pada 1995-2010) cenderung tidak tertarik dengan politik.

Aksi ini menyadarkan saya bahwa sedikitnya minat generasi Z terhadap politik dipengaruhi oleh terbatasnya kebebasan sipil. Era Demokrasi katanya, bebas tapi tak bebas. Kebebasan berpendapat merupakan hak asasi manusia, bukan hal sekunder yang bisa ditunda-tunda pemenuhannya. Tapi, nyatanya ada penekanan oleh pemerintah. Contoh saja aktivis-aktivis senior yang membagi isi pikirannya di media sosial, ditangkap pula. Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi generasi muda Indonesia. Yang berani bersua bukannya diapresiasi, malah digerogoti. Tapi beruntungnya, masih ada mahasiswa-mahasiswa yang tak gentar dalam menyuarakan kegundahannya. Oleh karena itu, mungkin pemerintah Indonesia patut diacungi jempol karena membuat generasi Z keluar dari zona nyamannya.

Begitupun dengan saya, keresahan saya muncul ketika mahasiswa lainnya berhasil menggapai kepedulian saya yang belum pernah tersentuh. Aspirasi yang teman-teman sebarkan lewat media sosial seperti instagram dan twitter membuat saya mengerti bahwa Indonesia berada di fase krisis. Di hari itu, untuk pertama kalinya saya merasakan atmosfer demonstrasi yang sejak dulu hanya saya temui di televisi. Saya tidak berdemonstrasi, namun suasana di kampus benar-benar menggambarkan dukungan untuk teman-teman yang sedang berjuang di luar sana.

Dipandang Sebelah Mata

Berbagai pro dan kontra ditujukan pada aksi demonstrasi mahasiswa. Aksi demonstrasi ini dituding merusak layanan umum dan menyebabkan kemacetan. Iya, saya juga melihat semua itu. Orang-orang mengomel, “kenapa harus demonstrasi? Merusak saja. Ada cara yang lebih aman dan efisien, dialog langsung dengan DPR.” Namun, saya juga melihat sesungguhnya mahasiswa sudah menyampaikan aspirasinya dengan caranya sendiri, berintelektual dan juga modern. Menulis artikel opini di surat kabar, mengunggah video yang berisikan pendapat, visualisasi apik nan kreatif lainnya di media sosial adalah contoh-contohnya. Mahasiswa juga sudah berusaha melakukan dialog dengan DPR. Sayangnya, tidak ditanggapi. Bisa dilihat bukan? Lagi-lagi DPR tidak tergugah hatinya hanya dengan cara halus yang ditawarkan oleh mahasiswa. Aksi demonstrasi lah yang membangunkan DPR dari tidurnya.

Barulah bermulai pada hari itu beberapa saluran televisi membantu untuk membuka jalur mediasi bagi mahasiswa untuk bertatap muka langsung dengan DPR dan jajaran pemerintah lainnya. Mata Najwa dan Indonesia Lawyer Club merupakan contoh gelar wicara yang mempertemukan mahasiswa dengan pemerintah Indonesia. Aktivis-aktivis politik dan hukum pun turut hadir di mediasi ini. Di acara ini pula saya melihat beberapa kali mahasiswa disudutkan, diremehkan. Hal ini membuat saya berpikir bahwa pemerintah Indonesia menganggap mahasiswa belum punya ilmu yang mumpuni terkait dengan tuntutan yang diajukan. Padahal, mahasiswa merupakan tonggak penerus bangsa ini. Jika terus diperlakukan seperti ini bisa jadi menimbulkan pergolakan yang lebih besar dari mahasiswa itu sendiri.

Pemerintah Indonesia perlu mengkaji lagi tentang fenomena aksi demonstrasi mahasiswa pada 24 September 2019. Seperti pidato Presiden RI Pertama, Soekarno, “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Kini, mahasiswa lah yang merupakan pemuda-pemudi itu. Ketika mahasiswa resah dengan kondisi Indonesia, ia pasti akan bertindak. Tindakannya pun bukan tanpa arti. Mahasiswa itu hidup berdampingan dengan masyarakat. Mereka membangun rasa kemanusiaan yang berdasarkan kemasyarakatan, menjadi jembatan di tengah masyarakat yang terbelah. Jembatan ini bisa berarti pro dan kontra terhadap pemerintah. Tentunya mahasiswa tak akan diam jika hak-hak masyarakat diambil dengan semena-mena oleh pemerintah, begitu pula jika pemerintah memiliki prestasi yang patut dibanggakan dan diapresiasi. Begitu lah fungsi mahasiswa Indonesia. [T]

Tags: Generasi ZGenerasi Zaman Now
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Ketegangan Bahasa pada Baca Puisi vs Poetry Slam vs Palawakya

Next Post

Menakar Puisi, Menapaki Sunyi Kelompok Sekali Pentas

Kadek Jenitha Ayunda

Kadek Jenitha Ayunda

Penulis lahir di Denpasar, 30 Juni 1999. Saat ini penulis sedang menempuh pendidikan di Jakarta Selatan sebagai mahasiswi Universitas Sampoerna jurusan Akuntansi. Penulis juga ikut berpartisipasi aktif dalam kepengurusan organisasi mahasiswa Universitas Sampoerna dan memiliki ketertarikan di bidang seni tari.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Menakar Puisi, Menapaki Sunyi Kelompok Sekali Pentas

Menakar Puisi, Menapaki Sunyi Kelompok Sekali Pentas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co