2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dokter, Dalam Catatan Sejarah

dr. Ketut Suantara by dr. Ketut Suantara
November 7, 2019
in Esai
Si Perantau Tanggung: Asal Tabanan, Lahir di Buleleng, Domisili Negaroa

Apa yang terbayang di benak anda saat mendengar profesi Dokter. Barangkali tak akan jauh dari dua hal berikut. Sebuah profesi yang diisi orang orang dengan status ekonomi diatas rata-rata kebanyakan rakyat Indonesia, dan ini tak perlu lagi dikupas lebih lanjut. Dan yang kedua adalah dekatnya profesi ini dengan pintu sorga, karena profesi ini identik dengan ikthiar menplong tanpa pamrih, menjunjung tinggi nilai kemanusiaaan dan kesediaan menolong tanpa membedakan  orang yang memerlukan. Barangkali kesan kedua ini yang perlu kami renungkan kembali kebenarannya di zaman materialistis seperti saat ini,terutama untuk kami yang memilih profesi ini sebagai upaya untuk melanjutkan peradaban.

Ruang diskusi publik kita saat ini dipenuhi polemic tentang sosok menteri kesehatan yang baru ditunjuk oleh Presiden terpilih kita bapak Jokowi. Terlepas dari kontroversi yang beliau buat dengan metode pengobatan cuci otaknya. Kita tak bisa menutup mata bahwa beliaulah satu satunya dokter yang berkiprah di bidang militer dengan pangkat tertinggi sepanjang sejarah republik ini yakni Letnan Jendral. Dan kesuksesan beliau memimpin Rumah sakit Angkatan darat menjadi salah satu rumah sakit yang modern dan berkualitas, sudah menunjukkan kapasitas beliau sebagai seorang dokter dengan kelebihan yang perlu kita catat dalam buku sejarah.

Sebelum dokter Terawan, sebenarnya begitu banyak nama dokter yang berkiprah di luar bidang kesehatan, termasuk dalam mengawali kesadaran nasionalisme Indonesia kita. Dokter Wahidin Sudirohusodo, dokter Soetomo, Cipto Mangunkusumo tercatat berperan penting di awal pergerakan Nasional Indonesia.

Di belahan bumi yang lain, sosok dokter bahkan berperan penting untuk pembentukan sebuah negara modern dan bahkan lintas negara menumbuhkan semagat kesadaran nasional di beberapa negara yang sempat disinggahinya.

Ernesto “CHE” Gueverra, tokoh ikonik. Wajah bercambang dengan topi baret. Gambarnya biasa dibawa saat demonstrasi demonstrasi melawan pemerintah yang sah di berbagai negara di dunia. Namanya identik dengan perlawanan tanpa kendat melawan kemapanan, memperjuangkan persamaan hak untuk seluruh lapisan masyarakat, seperti mimpi pendukung Sosialisme (bukan komunisme) dimanapun di kolong langit. Siapa menyangka dia adalah seorang dokter umum yang telah hidup mapan di Buenos Aires, ibukota Argentina pada tahun 60-an. Dan karena pengalaman bersepeda motor keliling benua Amerika selatan bersama seorang sahabatnya, dan melihat berbagai ketimpangan sosial di sepanjang perjalanan. Meneguhkan keyakinan beliau bahwa sosialisme merupakan jawaban yang pas untuk mengatasi  semua ketimpangan tersebut.

Dia lalu berkeliling benua Amerika sisi selatan dan tengah, berpropaganda, menggerakkan rakyat untuk melawan kapitalisme. Di Kuba, bersama Fidel Castro dia berhasil menumbangkan pemerintah sebelumnya yang kapitalis, dan memilihkan faham sosialisme untuk rakyat Kuba  dan tetap dipegang teguh sampai saat ini.

Walaupun diimingi jabatan penting di sana, Che Gueverra ingin mengulangi kesuksesaanya di Kuba untuk negara negara lainnya di Amerika selatan. Dan beberapa tahun kemudian dia tertangkap di pedalaman Bolivia oleh militer  yang didukung Amerika serikat. Tanpa pengadilan dia dieksekusi. Jenazahnya dijemput oleh militer Kuba dan dikebumikan dengan terhormat di negari sahabatnya Fidel Castro.

Seorang Anomali di zaman ini ( menurut Goenawan Muhhamad ) selain Osama Bin Laden, yang rela meninggalkan kemapanan dan kenikmatan pribadi. Untuk mewujudkan mimpi mereka tentang dunia yang lebih adil untuk semua penghuninya, setidaknya menurut keyakinan mereka.

Sun Yat Zen, nama yang kita baca di buku sejarah sekolah menengah dulu. Bapak perintis China modern, pemimpin kaum nasinalis China setelah berakhirnya era kekaisaran China kuno, dengan raja terakhirnya Pu Yi. Ternyata beliau adalah seorang dokter juga.

Seorang nasionalis sejati, bersama Chiang Kai Sek. Diseberangnya adalah kaum komunis China ( Koumintang ) pimpinan Mao Zedong.

Beliau mati dalam usia muda, tak sempat melihat China bersatu. Tak merasakan kekalahan kaum nasionalis dari kaum komunis di China daratan. Para pengikutnya, termasuk Chiang Kai Sek melarikan diri ke pulau Formosa dan mendirikan negara Republik yang sekarang kita kenal dengan nama Taiwan. Sebuah negara yang maju dan modern, dengan menapaktilasi ajaran dan prinsip hidup Sun Yat Zen.

Dari dalam negeri sendiri kita kenal nama Wahidin Sudirohusodo, seorang dokter jawa (untuk membedakan dengan dokter bangsa Belanda) yang memakai seluruh tabungan dan pensiunnya untuk berkeliling Jawa menggerakkan semangat persamaan hak bagi kaum terjajah saat itu, dan ini lah yang menginspirasi generasi setelahnya termasuk dokter Sotomo, RM Tirto Adhi Soediro ( TAS ) untuk melakukan perlawanan terhadap penjajahan Belanda dengan cara modern, yaitu dengan berorganisasi dan membagikan gagasan lewat tulisan. Dan terbukti di kemudian hari cara ini  yang mengantarkan bangsa Indonesia ke gerbang kemerdekaannnya seperti yang kita nikmati sampai saat ini.

Nama terakhir yang sering terlupakan sejarah resmi kita adalah J. Leimena, Sering dipanggil JOJO. Beliau yang juga seorang dokter sudah terlibat dari awal saat pergerakan nasional mulai bersemi. Namanya tercatat ikut serta dalam kongres pemuda di tahun 1928 yang menghasilkan Sumpah Pemuda dan setiap tahun kita rayakan sebagai tonggak awal tumbuhnya rasa persatuan nasional bagi seluruh bangsa yang mendiami bumi Nusantara ini tanpa membedakan suku, agama maupun Bahasa yang mereka gunakan.

Beberapa hal yang kita ingat dari sosok ini, beliau seorang Maluku beragama Katolik. Dikenal sebagai pembantu presiden yang setia, sahabat Bung karno, bisa membedakan antara urusan pribadi dan urusan kenegaraan. Saat Bung karno bepergian ke luar negeri, tanggung jawab kepemimpinan negara diberikan kepadanya. Bukan kepada Soebandrio ataupun Ahmad Yani. Pribadi yang supel, luwes dan setia kawan, dihormati kawan dan disegani lawan.

Saat Bung karno diasingkan oleh rezim orde baru, beliau terlihat sering mengunjungi Wisma Yaso, tempat sang pemimpin besar diasingkan. Dan ketika rezim berubah, beliau tak tersentuh . Karena biasanya orang orang yang dianggap dekat dengan Bung karno akan mengalami nasib yang kurang beruntung di zamannya orba. J.Leimena tetap exist, diangkat menjadi anggota , bahkan sempat menjadi Ketua Dewan pertimbangan agung ( DPA ) sampai menjelang kematiannya di pertengahan 70-an.

Banyak hal yang bisa kita teladani dari sosok sosok yang telah menorehkan namanya di buku sejarah tersebut. Terlepas dari kekurangan dan dan kekhilafan dari beberapa sejawat kita. Sosok dokter identik dengan daya kritis, keteguhan sikap dan pribadi yang bisa dipegang integritasnya. Dan satu yang paling menonjol adalah pemikiran mereka yang jauh ke depan, melintasi waktu dan sekat sekat pribadi maupun golongan, demi tujuan yang lebih luas dan kesejahteraan seluruh umat manusia.

Akhir kata, Selamat ulang tahun Dokter Indonesia. Bangga menjadi bagian- mu, tetap berkarya untuk Indonesia dan dunia yang lebih baik.[T]

Tags: dokterkesehatansejarah
Share44TweetSendShareSend
Previous Post

Sapeken, Perjalanan adalah Guru; Mengasupi Segala Pengetahuan Dari Sebuah Perkenalan

Next Post

Segelintir Kisah Pilu “Pupulan Puisi Bali Anyar Ulun Danu” Dari Perspektif Pemuda Batur

dr. Ketut Suantara

dr. Ketut Suantara

Dokter. Lahir di Tista, Busungbiu, Buleleng. Kini bertugas di Puskesmas Busungbiu 2 dan buka praktek di Desa Dapdaputih, Busungbiu

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Segelintir Kisah Pilu “Pupulan Puisi Bali Anyar Ulun Danu” Dari Perspektif Pemuda Batur

Segelintir Kisah Pilu “Pupulan Puisi Bali Anyar Ulun Danu” Dari Perspektif Pemuda Batur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co