23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Skripsi itu Cinta dan Dendam, Kami itu Manusia

Putu Nata Kusuma by Putu Nata Kusuma
October 14, 2019
in Esai
Skripsi itu Cinta dan Dendam, Kami itu Manusia

Pemulis bersama teman yang baru diwisuda

Aku baru saja selesai melaksanakan sidang skripsiku bulan lalu. Bahagia rasanya. Apa yang kunanti selama hampir 7 bulan, kini sudah berhasil aku raih. Perjalananku tentunya tak mudah dan setiap orang punya kualitas perjalanan dan standarnya masing-masing.

Pasca sidang skripsi tempo waktu, aku mengilhami satu hal. Skripsi mampu melahirkan sebuah jenis emosi pada mahasiswa; cinta atau dendam. Dalam kisah perjalananku, aku bersyukur dengan segala kerumitan yang aku temui, aku masih bisa terlahir sebagai orang dengan perspektif cinta di dalamnya.

Amanat positif dari dosen pembimbing yang kerap menghujaniku membuatku subur akan pandangan-pandangan baru. Puluhan kata-kata bijak terangkai begitu rapi dalam benak. Siap rasanya bagiku untuk membagikannya kepada teman-teman agar setidaknya mereka bisa memiliki emosi yang sama sepertiku.

Namun tak semua bisa diangankan senaif itu. Nyatanya, apa yang kupikirkan hanya mampu menyentuh mereka yang sefrekuensi dengan emosiku. Orang-orang yang terlahir dengan emosi cinta di dalamnya. Iya, hanya merekalah yang bisa kugapai dengan kata-kata bijakku. Selebihnya, ialah mereka yang terlahir dengan perspektif dendam dalam dirinya.

Memang, sejauh perjalanan skripsiku hingga ke titik ini, telah banyak cerita yang aku dengarkan. Cerita-cerita dengan banyak varian perjuangan di dalamnya. Ketika aku mendengar beberapa di antara semua itu aku merefleksi diriku “ternyata ada juga ya yang seperti ini”.

Seketika aku ingin berdalih mendengar cerita lain dan mengabaikannya. Namun telinga ini sudah terlanjur mendengar apa yang aku rasa itu memang layak didengar tak hanya olehku, namun oleh mereka yang kini juga sedang dalam fase berjuang.  Pahit, getir, murka rasanya mendengar cerita-cerita itu. Aku tahu, sebuah cerita memang harus didengarkan dari 2 sudut pandang agar teruji kebenarannya. Akan tetapi, melihat bagaimana raut wajah mereka ketika bercerita, nada bicara yang berapi-api diikuti tawa kecut yang terselip diantara tutur mereka, aku percaya bahwa yang mereka lisankan adalah apa yang kata hati mereka ingin sampaikan.

Sebut saja Ucup, salah 1 teman yang terlahir dengan emosi dendam di dalamnya dikarenakan skripsi. Skripsi yang ditelantarkan oleh dosen, janjian yang kerap dibatalkan dan atau diundur yang tetap saja berujung pada dibatalkan, pesan yang tak kunjung diberi kepastian kapan sekiranya ia bisa melakukan bimbingan dan metode bimbingan yang justru semakin membuat dirinya merasa disulitkan.

Tentu ini sangatlah subjektif, namun Ucup tidaklah sendirian. Ucup bersama beberapa temannya pun merasakan hal yang sama. Beberapa kali Ucup sempat berpikir untuk meninggalkan tanggung jawabnya dan lebih memilih untuk bekerja saja. “Kebih baik mengerjakan hal yang pasti daripada yang tak pasti,” katanya.

Kemudian aku berpikir, apakah kata “semangat” dariku mampu mengubah pilihannya? Tentu saja sulit bahkan tidak mungkin. Seperti yang tlah kukatakan diawal bahwasannya setiap orang punya kualitas perjalanan dan standar nya masing-masing. Terlalu mudah rasanya jika semua bisa diselesaikan dengan kata “semangat” dari orang-orang yang mungkin bagi mereka, kita tak memiliki peran penting dalam penulisan skripsi mereka.

Sekuat-kuatnya kita sebagai “supporting system” seseorang, nyatanya kita tetaplah “supporter”. Sedangkan mereka, orang-orang yang sedang memelihara bibit-bibit dendam itu, mereka butuh bantuan dari “main system” mereka yakni diri mereka dan tentu dosen pembimbing mereka. Ketika “main system” malah membuat mereka down, lantas kepada siapa lagi mereka harus mengadu?.

Ucok, teman lain yang ceritanya sudah kudengarkan. Setiap hari Ucok bolak balik dari rumahnya menuju kampus yang jarak tempuhnya sekitar 2 jam. Iya, hanya untuk menyelesaikan urusan skripsi pasca ia sidang. Maklum, masa kostnya sudah habis dan ia sungkan untuk menginap di kost temannya yang lain.

Alhasil, bolak-balik tiap hari tanpa kepastian adalah pilihan terbaik yang bisa ia jalani saat ini. Lantas, apakah kata “jalanin aja” dariku mampu menopang optimisnya? Kurasa tidak.

Lelah fisik dan mentalnya tak sanggup aku pahami. Aku yang berlimpah dengan rasa cinta tak akan bisa menyentuk teman-temanku yang lahir bersama dendam dalam dada mereka. Mungkin benar apa yang dikatakan Arthur dalam film Joker, “penjahat adalah orang baik yang disakiti”.

Aku dan teman-temanku datang ibarat kertas putih yang siap untuk diisi dengan jutaan pengetahuan serta perasaan dari dosen kami tentang bagaimana cara mereka mendidik, membimbing kami dalam menuntaskan skripsi ini. Namun kami tak bisa terlahir sebagai kertas yang sama, kertas yang dipenuhi cinta. Beberapa harus rela dirinya memiliki dendam yang berkecamuk tentang skripsi dan dosen mereka sendiri.

Jikalau sudah begini, entah kita terlahir dengan cinta ataupun dendam, tetap menjadi manusia adalah apa yang bisa kita lakukan. Iya, manusia. Menangis dikala sedih, marah dikala kecewa, tertawa dikala bahagia. Manusia yang tetap bangkit dikala sulit, menolong dikala melihat ada yang kesulitan, berterimakasih kepada yang menolong dan memaafkan mereka yang salah.

Terlepas dari perlakuan orang lain kepada kita, tentang betapa berpengaruh nya mereka dalam jalan hidup kita, hidup yang kita jalani tetaplah tanggung jawab pribadi kita. Kita lah yang menentukan kemana kaki ini akan melangkah, baik atau buruk kedepannya. Teruntuk teman-teman yang sudah terlanjur bergelut dengan dendam di hati kalian, tak apa.

Lepaskanlah dendam itu kini. Marah dan menangislah kalian sekarang. Tak usah dipendam lagi, agar tak bahaya bagi tubuhmu. Diantara isak tangis kalian, selipkanlah kata-kata ini “Aku adalah manusia biasa yang sering berbuat salah. Aku adalah manusia biasa yang sudah sewajarnya belajar dari kesalahan”. Tetaplah jadi manusia, tetaplah berperasaan. Kalian layak bahagia! [T]

Tags: kampusmahasiswaSkripsi
Share67TweetSendShareSend
Previous Post

Kenapa Setiap Keluar Bali Disebut ke Jawa? – Catatan Harian Sugi Lanus

Next Post

Pameran Ngawiwit, Spirit Gunung Batukau dan Perupa Tabanan

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma, S.Pd., Mahasiswa S2 Pascasarjana Program Ilmu Manajemen Undiksha. Hobi: menulis, menyanyi, membuat video, dan mencintai diam-diam.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Pameran Ngawiwit, Spirit Gunung Batukau dan Perupa Tabanan

Pameran Ngawiwit, Spirit Gunung Batukau dan Perupa Tabanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co