3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Skripsi itu Cinta dan Dendam, Kami itu Manusia

Putu Nata Kusuma by Putu Nata Kusuma
October 14, 2019
in Esai
Skripsi itu Cinta dan Dendam, Kami itu Manusia

Pemulis bersama teman yang baru diwisuda

Aku baru saja selesai melaksanakan sidang skripsiku bulan lalu. Bahagia rasanya. Apa yang kunanti selama hampir 7 bulan, kini sudah berhasil aku raih. Perjalananku tentunya tak mudah dan setiap orang punya kualitas perjalanan dan standarnya masing-masing.

Pasca sidang skripsi tempo waktu, aku mengilhami satu hal. Skripsi mampu melahirkan sebuah jenis emosi pada mahasiswa; cinta atau dendam. Dalam kisah perjalananku, aku bersyukur dengan segala kerumitan yang aku temui, aku masih bisa terlahir sebagai orang dengan perspektif cinta di dalamnya.

Amanat positif dari dosen pembimbing yang kerap menghujaniku membuatku subur akan pandangan-pandangan baru. Puluhan kata-kata bijak terangkai begitu rapi dalam benak. Siap rasanya bagiku untuk membagikannya kepada teman-teman agar setidaknya mereka bisa memiliki emosi yang sama sepertiku.

Namun tak semua bisa diangankan senaif itu. Nyatanya, apa yang kupikirkan hanya mampu menyentuh mereka yang sefrekuensi dengan emosiku. Orang-orang yang terlahir dengan emosi cinta di dalamnya. Iya, hanya merekalah yang bisa kugapai dengan kata-kata bijakku. Selebihnya, ialah mereka yang terlahir dengan perspektif dendam dalam dirinya.

Memang, sejauh perjalanan skripsiku hingga ke titik ini, telah banyak cerita yang aku dengarkan. Cerita-cerita dengan banyak varian perjuangan di dalamnya. Ketika aku mendengar beberapa di antara semua itu aku merefleksi diriku “ternyata ada juga ya yang seperti ini”.

Seketika aku ingin berdalih mendengar cerita lain dan mengabaikannya. Namun telinga ini sudah terlanjur mendengar apa yang aku rasa itu memang layak didengar tak hanya olehku, namun oleh mereka yang kini juga sedang dalam fase berjuang.  Pahit, getir, murka rasanya mendengar cerita-cerita itu. Aku tahu, sebuah cerita memang harus didengarkan dari 2 sudut pandang agar teruji kebenarannya. Akan tetapi, melihat bagaimana raut wajah mereka ketika bercerita, nada bicara yang berapi-api diikuti tawa kecut yang terselip diantara tutur mereka, aku percaya bahwa yang mereka lisankan adalah apa yang kata hati mereka ingin sampaikan.

Sebut saja Ucup, salah 1 teman yang terlahir dengan emosi dendam di dalamnya dikarenakan skripsi. Skripsi yang ditelantarkan oleh dosen, janjian yang kerap dibatalkan dan atau diundur yang tetap saja berujung pada dibatalkan, pesan yang tak kunjung diberi kepastian kapan sekiranya ia bisa melakukan bimbingan dan metode bimbingan yang justru semakin membuat dirinya merasa disulitkan.

Tentu ini sangatlah subjektif, namun Ucup tidaklah sendirian. Ucup bersama beberapa temannya pun merasakan hal yang sama. Beberapa kali Ucup sempat berpikir untuk meninggalkan tanggung jawabnya dan lebih memilih untuk bekerja saja. “Kebih baik mengerjakan hal yang pasti daripada yang tak pasti,” katanya.

Kemudian aku berpikir, apakah kata “semangat” dariku mampu mengubah pilihannya? Tentu saja sulit bahkan tidak mungkin. Seperti yang tlah kukatakan diawal bahwasannya setiap orang punya kualitas perjalanan dan standar nya masing-masing. Terlalu mudah rasanya jika semua bisa diselesaikan dengan kata “semangat” dari orang-orang yang mungkin bagi mereka, kita tak memiliki peran penting dalam penulisan skripsi mereka.

Sekuat-kuatnya kita sebagai “supporting system” seseorang, nyatanya kita tetaplah “supporter”. Sedangkan mereka, orang-orang yang sedang memelihara bibit-bibit dendam itu, mereka butuh bantuan dari “main system” mereka yakni diri mereka dan tentu dosen pembimbing mereka. Ketika “main system” malah membuat mereka down, lantas kepada siapa lagi mereka harus mengadu?.

Ucok, teman lain yang ceritanya sudah kudengarkan. Setiap hari Ucok bolak balik dari rumahnya menuju kampus yang jarak tempuhnya sekitar 2 jam. Iya, hanya untuk menyelesaikan urusan skripsi pasca ia sidang. Maklum, masa kostnya sudah habis dan ia sungkan untuk menginap di kost temannya yang lain.

Alhasil, bolak-balik tiap hari tanpa kepastian adalah pilihan terbaik yang bisa ia jalani saat ini. Lantas, apakah kata “jalanin aja” dariku mampu menopang optimisnya? Kurasa tidak.

Lelah fisik dan mentalnya tak sanggup aku pahami. Aku yang berlimpah dengan rasa cinta tak akan bisa menyentuk teman-temanku yang lahir bersama dendam dalam dada mereka. Mungkin benar apa yang dikatakan Arthur dalam film Joker, “penjahat adalah orang baik yang disakiti”.

Aku dan teman-temanku datang ibarat kertas putih yang siap untuk diisi dengan jutaan pengetahuan serta perasaan dari dosen kami tentang bagaimana cara mereka mendidik, membimbing kami dalam menuntaskan skripsi ini. Namun kami tak bisa terlahir sebagai kertas yang sama, kertas yang dipenuhi cinta. Beberapa harus rela dirinya memiliki dendam yang berkecamuk tentang skripsi dan dosen mereka sendiri.

Jikalau sudah begini, entah kita terlahir dengan cinta ataupun dendam, tetap menjadi manusia adalah apa yang bisa kita lakukan. Iya, manusia. Menangis dikala sedih, marah dikala kecewa, tertawa dikala bahagia. Manusia yang tetap bangkit dikala sulit, menolong dikala melihat ada yang kesulitan, berterimakasih kepada yang menolong dan memaafkan mereka yang salah.

Terlepas dari perlakuan orang lain kepada kita, tentang betapa berpengaruh nya mereka dalam jalan hidup kita, hidup yang kita jalani tetaplah tanggung jawab pribadi kita. Kita lah yang menentukan kemana kaki ini akan melangkah, baik atau buruk kedepannya. Teruntuk teman-teman yang sudah terlanjur bergelut dengan dendam di hati kalian, tak apa.

Lepaskanlah dendam itu kini. Marah dan menangislah kalian sekarang. Tak usah dipendam lagi, agar tak bahaya bagi tubuhmu. Diantara isak tangis kalian, selipkanlah kata-kata ini “Aku adalah manusia biasa yang sering berbuat salah. Aku adalah manusia biasa yang sudah sewajarnya belajar dari kesalahan”. Tetaplah jadi manusia, tetaplah berperasaan. Kalian layak bahagia! [T]

Tags: kampusmahasiswaSkripsi
Share67TweetSendShareSend
Previous Post

Kenapa Setiap Keluar Bali Disebut ke Jawa? – Catatan Harian Sugi Lanus

Next Post

Pameran Ngawiwit, Spirit Gunung Batukau dan Perupa Tabanan

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma, S.Pd., Mahasiswa S2 Pascasarjana Program Ilmu Manajemen Undiksha. Hobi: menulis, menyanyi, membuat video, dan mencintai diam-diam.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Pameran Ngawiwit, Spirit Gunung Batukau dan Perupa Tabanan

Pameran Ngawiwit, Spirit Gunung Batukau dan Perupa Tabanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co