12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Terima Kasih Pak Menteri, Program Kapal Pemuda Nusantara Masih Diadakan

Julio Saputra by Julio Saputra
October 7, 2019
in Esai
Terima Kasih Pak Menteri, Program Kapal Pemuda Nusantara Masih Diadakan

Foto Dok Penulis

Di tanggal 18 September 2019, di sore menjelang malam yang sepi sama seperti biasanya, tanpa cinta, tanpa pacar, juga tanpa calon pacar, seorang teman jauh mengirim sebuah tautan detik.com berisikan berita tentang KPK yang menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nahrawi sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan suap terkait dana hibah KONI dari Kemenpora. Di sana, dikatakan bahwa Pak Imam dijerat dalam pengembangan kasus dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Sungguh, saya kaget bukan main.

 Membaca berita tentang Pak Imam, seketika itu juga saya teringat dengan Permohonan dan curahan hati itu pun saya tujukan kepada beliau lewat tulisan berjudul “Pak Menteri, Mohon Pertahankan Program Kapal Pemuda Nusantara!” yang dipublikasikan tatkala.co pada tanggal 29 November 2018. Tulisan tersebut saya buat karena galau bukan main saat mengetahui rapat pimpinan yang dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI meninjau kembali program-program yang harus dan tidak harus ada di tahun 2019. Risaulah hati jika kemudian program Kapal Pemuda Nusantara yang pernah saya ikuti di tahun 2018 tidak lagi diadakan di tahun-tahun selanjutnya.

Namun, pada akhirnya, saya sadar saya harus membuat tulisan yang baru. Karena ternyata program Kapal Pemuda Nusantara (KPN) masih tetap diadakan di tahun 2019 ini, bahkan sudah terlaksana dengan sukses. Luar biasa. Jika tahun lalu tulisan saya tentang permohonan dan curahan hati, maka kali ini tulisan saya berisikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Imam. Matur nuwun Bapak.

Sekilas tentang program Kapal Pemuda Nusantara Tahun 2019 ini, masih sama seperti program-program Kapal Pemuda Nusantara di tahun-tahun sebelumnya, masing-masing provinsi di Indonesia mengirim 3 delegasi terbaik mereka, hanya saja dengan formasi yang berbeda. Formasi di tahun-tahun sebelumnya adalah 2 putra, 1 putri. Jadi jika di tahun-tahun sebelumnya jumlah peserta putra lebih banyak dari peserta putri, maka tahun ini peserta putrilah yang mendominasi. Ini bisa menjadi momen terbaik bagi para peserta putra dalam hidupnya. Kapan lagi coba mereka menjelajah Indonesia sambil dikelilingi oleh indahnya pesona wanita-wanita Indonesia? Hhmm saya juga mau.

Nah, terlaksananya program Kapal Pemuda Nusantara tahun ini pun rasanya tak luput dari kordinasi, sinergi, dan kerjasama yang baik dari seluruh pihak yang tentu saja patut diapreasiasi. Pasalnya, program KPN dari Kementrian Pemuda dan Olahraga tahun ini digabung juga dengan kegiatan Bela Negara dari Kementerian Pertahanan, dan kegiatan kepramukaan binaan Dispotmar Angkatan Laut, serta mendapat dukungan penuh dari Kapal Perang Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) KRI Teluk Kambani 971.

Seluruh peserta dari masing-masing kegiatan bersama-sama berlayar dalam Pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara) IX dengan menyinggahi pulau-pulau terdepan wilayah Indonesia guna menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat cinta bahari dalam menyukseskan program pemerintah dalam Sail Nias tahun 2019. Total keseluruhan peserta adalah 770 orang yang terdiri dari 443 Pramuka Saka Bahari, 130 Pemuda Nusantara, 135 bela negara, 12 narasumber, dan 50 panitia, serta 80 pengawak KRI Tanjung Kambani 971.

Tema yang diusung dalam Pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara) IX tahun ini adalah “Sinergi Membangun Generasi Kreatif dan Berkarakter” dan dilaksanakan tanggal 2 sampai dengan 21 September 2019 kemarin dengan rute Jakarta – Sibolga – Nias Selatan – Lampung – Jakarta. Hhmmmm, saya jadi iri, bahkan lebih iri melihat program tahun ini ketimbang melihat mantan pacar sedang asik nonton film berdua di bioskop sambil berpegangan tangan atau curi-curi sedikit jika ada kesempatan. Okelah, lupakan mantan tidak penting. Kita kembali ke tema kegiatan, nah, konon katanya, tema tersebut diusung dengan harapan pemuda-pemudi dari seluruh penjuru Nusantara dapat menjadi generasi yang kreatif dan berkarakter sehingga dapat menjadi garda terdepan bangsa Indonesia dalam memajukan bangsa dan negara.

“Dengan diselenggarakannya kegiatan Pelantara IX ini saya harapkan terbentuk sikap dan perilaku generasi muda bangsa yang lebih baik, semakin cinta Tanah Air, cinta laut sebagai bangsa bahari serta semakin erat hubungan sosial antarpeserta yang berasal dari seluruh penjuru Tanah Air,” ujar Dansatgas Pelantara IX Sail Nias 2019, Kolonel Marinir I Dewa Gede Wirawan.

Sejatinya, apa yang diharapkan dalam tema Pelantara IX tahun ini tidak jauh berbeda dengan tujuan dibentuknya program Kapal Pemuda Nusantara yang salah satunya adalah membentuk jaring kerja nasional pemuda, memperkuat, dan meningkatkan jiwa dan semangat NKRI sekaligus memperdayakan pemuda sebagai kader bangsa. Itu pula yang diharapkan oleh Pak Imam saat memberikan sambutan dan pembekalan kepada seluruh peserta Pelantara IX pada Minggu, 1 September 2019 di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara. “Semoga program ini dapat meningkatkan wawasan dan kesadaran pemuda Indonesia tentang kebaharian dan kemaritiman, meningkatkan nasionalisme dan patriotisme pemuda Indonesia, serta meningkatkan daya saing pemuda Indonesia di kancah persaingan global yang kian kompetitif” ujarnya. Terima kasih, Pak Imam.

Nah, kebaharian ini merupakan salah satu unsur penting dalam program Kapal Pemuda Nusantara. Seperti yang sudah kita ketahui bersama gais, Indonesia merupakan negara kepulauan yang wilayah lautnya lebih luas daripada wilayah daratannya. Sekitar 5,8 juta Km2 (75%) luas wilayah Indonesia adalah perairan, dan sisanya 1,9 juta Km2 (25%) merupakan daratan. Tak heran jika kemudian laut Indonesia memiliki potensi yang luar biasa bermanfaat, dan program Kapal Pemuda Nusantara itulah yang menjadi salah satu cara untuk memajukan, mengembangkan, dan memanfaatkan potensi laut Indonesia melalui perantara pemuda.

Hal senada juga dituturkan Kolonel Arh. Luhkito Hadi Iswanto, ST., M.Si.,. Menurutnya, program ini dirancang untuk menanamkan rasa nasionalisme dalam diri para generasi muda yang merupakan aset masa depan bangsa Indonesia. “Kami berharap setelah mereka kembali ke daerahnya akan menjadi agen Bela Negara di wilayahnya masing-masing, demi tegaknya NKRI dan UUD 1945,” imbuh Kolonel yang menjabat sebagai Kepala Bidang Kebijakan Madya, Bidang Doktrin dan Strategi Dit Bela Negara di Kementerian Pertahanan RI.

Meski tidak ikut secara langsung, sudah cukup rasanya bagi saya melihat perkembangannya dari media sosial dan portal junalisme warga yang meliput kegiatan tersebut, pun lewat beberapa akun Instagram peserta yang sengaja saya ikuti (meski tidak difolback oleh mereka) hanya untuk mengetahui rangkaian kegiatan Pelantara IX, di samping untuk memperhatikan adik-adik saya di program. Takutnya mereka kenapa-kenapa gitu lho, sebagai pendahulu mereka wajar saya merasa khawatir. Ya nggak? Ya dong.

Nah, secara keseluruhan, bisa dikatakan rangkaian kegiatan yang mereka ikuti sudah sangat sesuai dengan tema yang diusung, kreatif dan berkarakter. Contohnya dapat dilihat dari berbagai pembekalan yang diberikan baik sebelum atau saat program sedang dilaksanakan, seperti pembekalan rohani dan mental juang, pembekalan wawasan kebangsaan, materi cinta tanah air, materi Indonesia negara kepulauan, materi bahaya narkoba, HIV/AIDS, P3K, dan pergaulan sehat, materi Indonesia poros maritime dunia, materi kebaharian, dan masih banyak lagi.

Peserta Pelantara IX juga berkunjung ke Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Matauli Pandan, yang terletak di Jl. Ki Hajar Dewantara No. 1 Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Mereka secara langsung memperkenalkan siswa-siswa SMAN 1 Matauli Pandan tentang berbagai potensi kelautan dan wisata bahari yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, mulai dari Merauke hingga Sabang, dari Pulau Rote hingga Miangas.

Tak hanya itu, pemuda-pemudi dari seluruh Indonesia tersebut juga dapat membentuk karakter karena dalam pelaksanaan kegiatannya yang menanamkan berbagai kedisiplinan pada diri masing-masing peserta Pelantara IX, tak terkecuali Kapal Pemuda Nusantara Mereka juga dapat mengenali keberagam dan kekayaan budaya daerah di Indonesia lewat pawai budaya di Kota Sibolga dan panggung di atas kapal KRI yang disiapkan bagi mereka untuk menampilkan kesenian dan kebudayaan yang mereka miliki, bahkan di antara mereka, ada yang diminta pentas seni sebanyak 2 kali, seperti para peserta dari Provinsi Bali yang dengan sangat memukau membawakan drama tari Jayapangus Kang Cing We yang menjadi asal mula adanya Barong Landung di Bali. Keren pokoknya. Nah, tentu masih banyak lagi kegiatan serangkaian Pelantara IX yang tak kalah jika dibandingkan dengan kagiatan-kegiatan di atas. Selebihnya, biarlah para peserta yang menceritakan sendiri dalam catatan perjalanan mereka masing-masing.

Entah tulisan saya tahun lalu dibaca atau tidak, namun saya yakin Pak Imam tetap mempertahankan program Kapal Pemuda Nusantara murni dari pemikirannya sendiri. Nah, karena itulah, sebagai seseorang yang mohon-mohon dan curhat colongan lewat tulisan tersebut, pun sebagai alumni program KPN di tahun 2018, saya harus memberi apresiasi sebesar-besarnya, sebanyak-banyaknya, setinggi-tingginya, setulus hati saya kepada Bapak Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi yang menaugi program Kapal Pemuda Nusantara.

Terima kasih Pak Imam, meski saat ini bapak sedang tersandung kasus, namun tetap saya ucapkan terima kasih karena sudah mengadakan program Kapal Pemuda Nusantara lagi tahun ini. Tetap saya ucapkan terima kasih meski ada yang mengatakan KPN bukanlah program kesayangan Menpora. Saya tidak peduli itu semua, Pak. Saya merasa tetap harus mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri karena masih dan sudah menyelenggarakan program Kapal Pemuda Nusantara tahun ini, dan di tahun-tahun sebelumnya.

Mudah-mudahan juga begitu adanya di tahun-tahun selanjutnya, entah siapapun yang menjabat menjadi menteri nantinya. Masih sama dengan tulisan saya sebelumnya, jauh di lubuk hati saya yang paling dalam, saya tentu berharap program KPN masih tetap dijalankan. Saya ingin ada lebih banyak lagi pemuda yang mencintai laut Indonesia, yang secara tidak langsung juga mencintai negeri ini. Sekali lagi, terima kasih Pak Imam. Pemuda Maju, Indonesia Jaya.

“Di laut kita berlayar, di laut kita belajar, di laut kita bersama, kembali ke laut kita jaya” – JALESVEVA JAYAMAHE

Tags: Kapal Pemuda Nusantarapemuda
Share14TweetSendShareSend
Previous Post

“Mecik Manggis”, Kunci Prestasi Fiksi

Next Post

Solidaritas Senja #1 – Merajut Solidaritas, Membuka Perbincangan

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Solidaritas Senja #1 – Merajut Solidaritas, Membuka Perbincangan

Solidaritas Senja #1 - Merajut Solidaritas, Membuka Perbincangan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co