2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Belajar dari Gelanggang Jazz

Helmi Y Haska by Helmi Y Haska
September 11, 2019
in Ulasan
Belajar dari Gelanggang Jazz

Ubud Village Jazz Festival 2019 (Foto: Dok Panitia)

Ubud Village Jazz Festival 2019 yang digelar pada Agustus telah berlalu. Namun event yang telah memasuki tahun ke-7, itu telah sampai pada tujuannya. Tak sekadar memasyarakatkan musik jazz kepada khalayak. Namun lebih dari itu. Festival telah membangun adab warga.

Khalayak bukan hanya menonton pentas musik, yang digelar di tiga panggung. Seniman Gede Sayur dkk merancang kontruksi dekor panggung berbahan bambu nan artistik.

Penonton bergerak tertib, sekalipun di seantero pekarangan taman yang asri di Arma Museum, tampak terlalu kecil untuk kerumunan sebesar itu. Mereka bisa memilih pentas mana yang disuka. Dari pentas utama di panggung Giri, bisa beranjak ke pentas lain di panggung Subak atau panggung Padi.

Mereka sabar mengantri, memilih tempat yang semestinya, dan malu jika menyenggol orang lain. Tangan mereka sigap memungut yang tercecer dan memasukan ke tempat sampah. Di gelanggang ini bahkan terlarang menggunakan plastik sekali pakai.

Mereka penuh gaya. Gaya yang menjamin bahwa gelanggang jazz tidaklah akan onar. Mereka saling bersulang menikmati wine atau bir. Inilah lapisan masyarakat kelas menengah. Lintas bangsa. Anak segala bangsa. Selama dua malam (16 dan 17 Agustus), di gelanggang jazz itu, melihat masyarakat yang sehat – yang sekular, demokratis, toleran, dan beradab.

*

Dua malam, khalayak mendapat suguhan musik jazz dengan beragam langgam. Dari para musisi lintas bangsa. Melintasi generasi. Musik jazz mengalun, menghentak. Khalayak mendengar musik yang jarang diperdengarkan. Jarang hinggap di daun telinga kita. Hingga jazz yang mendendangkan lagu-lagu, yang pernah akrab, dari masa lalu kita.

Pada buku program saya mencari nama-nama Amerika Selatan atau Afrika, berharap sesuatu yang berbeda daripada “arus umum”, yang muncul di forum musik ini. Namun tak menemukan.

Telinga saya harus mengalah. Mendengar kembali khazanah lagu-lagu Nusantara. Bersama Sri Hanuraga Trio, sang mojang parahyangan Dira Sugandi, dengan merdu menyanyikan Kicir-Kicir dari Betawi, Bungo Jeumpa asal Aceh, dan lagu Sunda, Manuk Dadali ciptaan Sambas (presenter olahraga TVRI tempo doeloe).

Semangat yang sama ditampilkan Hajarbleh Big Band, yang menampilkan trio biduan dengan kemampuan olah vocal mumpuni, tampak kompak dan rampak. Atau Nancy Ponto yang mengusung “Tribute to Ismail Marzuki”. Penyelenggara seperti masih berhitung, bahwa khazanah musik dari kampung halaman yang eksotis, bakal memanjakan telinga wisatawan. Dan tentu saja, masih dalam rangka Agustusan, merayakan hari kemerdekaan Indonesia.

New Centropezn Quartet dari Rusia menjelajah pengalaman batin dari kampung halaman. Pianis Aram Rustamyants dengan subtil mendedahkan Home. Sebuah komposisi yang berlatar belakang hubungan orang Rusia dan musim salju. Derau suara angin yang mencekam. Lanskap kesunyian yang membahana.

Sedangkan biduan dari Austria, Michaela Rabitsch bersama Robert Pawlik Quartet, memetik inspirasi dari buah perjalanan. Mereka mengawinkan Jazz, Fusion dan Worldmusic dalam kebhinekaan. Mencerap setiap perjalanan dari gelanggang jazz satu ke galanggang jazz lainnya. Seperti dalam komposisi “Gimme The Groove”, “Sophia Rhapsodhy” atau “Africa Influences”.

Yuri Mahatma Quartet “Straight And Stretch” tampil memukau. Memainkan improvisasi tak terduga di atas komposisi yang terencana. Sepanjang pertunjukan saya tak bisa menahan diri menggoyangkan kaki. Ketika menikmati “Blackbird”, yang akrab di telinga, yang dipopulerkan oleh Paul McCartney dari The Beatles.

“Anak saya juga duduk lesehan di sini,” ujar Yuri setelah menyapa penonton, dengan hangat.

Ketika Yuri memperkenalkan musisi pendukung “Straight And Stretch”. Tiap personil diberikan kesempatan untuk unjuk atraksi sehebat-hebatnya. Sedangkan musisi lain agak menurunkan tensi permainannya.

Astrid Sulaiman memainkan piano. Pianis berlatar musik klasik, yang kini menjelajah bebas mengarungi jazz. Ia berpartisipasi di beberapa event festival jazz internasional, berkolaborasi dengan musisi jazz papan atas di Indonesia dan dari negeri manca. “Dia istri saya,” tukas Yuri.

Helmy Agustian membetot bass. Acapkali bermain jazz pada event internasional.

Gustu Brahmanta memainkan drum dengan istimewa. Ia juga yang mengaransemen beberapa nomor yang dimainkan Straight And Stretch.

Musisi kelahiran Klungkung ini juga mempersembahkan ciptaannya, yang memberi klimaks pada festival ini. “Semarapura”, demikian tajuk yang dibuhul Gustu, desain musik yang kuat. Di sana-sini mengandung subversi tiba-tiba; improvisasi dalam jazz pada dasarnya adalah gabungan antara virtuositas dan kenakalan, yakni kenakalan yang bergerak di atas komposisi yang cermat.

Gustu mengajak menjelajahi pelbagai tikungan berbahaya: ketika kita terlena dengan satu metrum, ia segera menyeret kita ke metrum yang berbeda; alangkah cepat tikung-menikung ini!

Jazz berbeda dengan musik klasik, yang harus ada dirigen, partitur, pemusik tertib di tempatnya masing-masing. Serta segudang pakem.

Pada jazz, kebebasan, kreatifitas, keliaran, campur-aduk berbagai suara, derau, dan gema yang tak berpola, serta kejutan merupakan jalinan nafas dan jiwa.

Ada saxophone, flute, drum, perkusi, bass gitar, dan piano, yang masing-masing berdaulat penuh.

Di satu sisi ada keliaran tapi, segala keliaran itu tetap menghasilkan harmoni yang asyik. Para musisi berbekal ketrampilan, wawasan, dan sadar-diri masing-masing, sanggup memainkan improvisasi tak terduga di atas komposisi yang terencana.

Kebebasan dan keliaran tiap musisi, patuh pada satu kesepakatan: saling menghargai kebebasan dan keliaran masing-masing musisi, sekaligus menemukan harmoni dan mencapai tujuannya yakni, kepuasan diri musisinya dan kepuasan pendengarnya.

Jadi, selain kebebasan juga ada semangat saling memberi ruang dan kebebasan, saling memberi kesempatan tiap musisi mengembangkan keliarannya (improvisasi), guna merengkuh penampilan terbaik.

Keinginan masing-masing musisi adalah saling mendukung, berdialog, dan bercumbu. Tak saling mendominasi, memarjinalisasi atau saling mengabaikan. [T]

Tags: musikmusik jazzThe Ubud Village Jazz FestivalUbud
Share25TweetSendShareSend
Previous Post

Burung Hantu, Dek Enjoy, dan Cerita-Cerita Kearifan Lokal di Banjar Pagi

Next Post

Cerita-Cerita Latsar [Bagian 2] : ASN Bersih, Bersih Moral & Bersih Lingkungan

Helmi Y Haska

Helmi Y Haska

Sastrawan

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Cerita-Cerita Latsar [Bagian 2] : ASN Bersih, Bersih Moral & Bersih Lingkungan

Cerita-Cerita Latsar [Bagian 2] : ASN Bersih, Bersih Moral & Bersih Lingkungan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co