2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Syawal” dan “Kadasa”, Sejumlah Persamaan-Persamaan

I Kadek Darsika Aryanta by I Kadek Darsika Aryanta
June 5, 2019
in Esai
“Syawal” dan “Kadasa”, Sejumlah Persamaan-Persamaan

Google

Pada pagi ini, dalam perjalanan saya mengantar pesanan ayam betutu mertua saya di daerah Teuku Umar Denpasar, saya melihat banyak umat Muslim yang datang berbondong-bondong ke masjid untuk melaksanakan sholat. Umat Muslim dari segala lintas umur, jenis kelamin dan dari berbagai latar belakang ekonomi berbaur untk melaksanakan sholat. Menurut informasi istri saya, bahwa hari ini merupakan hari perayaan Idul Fitri. Pagi itu, suhu masih cukup dingin untuk melakukan aktifitas. Namun umat Muslim sangat bersemangat dan khusyuk untuk melaksanakan sholat.

Pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas lebih mendalam tentang Idul Fitri dari sisi keislaman karena itu bukan bidang saya. Saya akan lebih menekankan dari kajian astronomi dan juga persamaan apa yang dialami oleh umat Hindu pada saat bulan kesembilan menuju bulan ke sepuluh dalam penanggalan sasih menurut kalender Bali.  

Persamaan ini menurut saya sangat menarik karena kita dapat mengetahui bahwa ternyata kita adalah mahluk Tuhan yang sama dan juga dapat dijadikan sebagai momentum kita untuk membina kerukunan umat beragama di lingkungan kita.  Saya yakin kita semua setuju bahwa kerukunan adalah hal yang utama saya tidak akan mencari perbedaan-perbedaannya namun saya akan mencari berbagai persamaan nya untuk menambah keharmonisan dan juga rasa toleransi kita terhadap umat beragama yang lain.

Umat Muslim menggunakan kalender Hijriyah dalam penentuan Hari Raya Islam-nya. Kalender Hijriyah juga digunakan sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Dalam kalender Islam penetapan hari ialah berdasarkan fase bulan (kalender candra), sedangkan kalender Masehi berdasar fase bumi mengelilingi matahari (kalender surya). Perbedaan inilah yang menyebabkan penetapan Idul Fitri selalu berubah di dalam kalender Masehi, yakni terjadi perubahan 11 hari lebih awal setiap tahunnya. Pada 1 tahun kalender hijriyah terdapat 12 bulan dalam agama islam.

Idul Fitri, atau Lebaran di Indonesia adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah. Karena penentuan 1 Syawal yang berdasarkan peredaran bulan tersebut, maka Idul Fitri atau Hari Raya Puasa jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi.

Umat Hindu juga menggunakan kalender candra sebagai salah satu pengingat hari raya. Dalam umat Hindu mengenal apa yang disebut dengan kalender Caka. Kalender Caka merupakan kalender yang digunakan umat Hindu yang berdasarkan perhitungan bulan. Perhitungan bulan ini di Bali disebut dengan istilah sasih. Pada 1 tahun kalender bali terdapat 12 sasih.

Hal yang sangat menarik adalah hari raya perayaan besar umat Muslim (Idul Fitri)  dan Hindu (Nyepi) pertinya tidak jauh berbeda. Hal ini dikarenakan keduanya menggunakan sistem kalender yang sama yaitu berdasarkan periode bulan. Walaupun terjadi tidak bersamaan, namun perayaan ini sama-sama dilakukan pada awal bulan kesepuluh di masing-masing kalender. Idul fitri dilaksanakan pada 1 Syawal (bulan kesepuluh Hijriyah) sedangkan perayaan Tahun Baru Caka  dilaksanakan pada tanggal 1 sasih Kadasa. Dimana puncak Nyepi dilaksanakan  tepat pada tilem (bulan mati) di akhir sasih kesanga.

Sebelum kita membahas Syawal dan Kadasa sebaiknya kita membahas bagaimana kesamaan kita sebagai umat beragama di bulan Ramadhan (bulan kesembilan Hijriyah) dan sasih kesanga. Saya yakin bahwa kedua bulan ini amatlah disakralkan oleh masing-masing umat. Pada bulan ini umat beribadah untuk sama-sama mengendalikan diri menghadapi dari berbagai godaan.

Pada bulan Ramadhan, kita semua mengendalikan seluruh hawa nafsu kita baik pikiran, perkataan, dan perbuatan. Bulan ini merupakan bulan yang sangat sakral juga bagi umat Hindu. Pada sasih kesanga dalam wariga Bali, merupakan bulan dimana perayaan keagamaan sangat dihindari. Pada sasih kesanga sangat jarang ditemukan piodalan dan juga perayaan Panca Yadnya bagi umat Hindu.

Di bulan kesanga merupakan bulan dormasi bagi umat Hindu untuk merefleksi diri. Sebagai puncak dari sasih kesanga adalah pada saat tilem kesanga yang merupakan pertanda berakhirnya bulan kesembian dimana pada saat itu umat Hindu juga melakukan apa yang disebut dengan catur brata penyepian. Pada intinya dalam kalender candra, bulan kesembilan merupakan bulan dimana seluruh umatnya untuk lebih mawas diri dan juga momentum yang sangat tepat untuk melakukan pengendalian diri. 

Setelah satu bulan penuh selama Ramadhan maka datanglah Syawal. Penanda datangnya Syawal yaitu adanya hilal. Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi (ijtimak, bulan baru) pada arah dekat matahari terbenam yang menjadi acuan permulaan bulan dalam kalender Islam. Biasanya hilal diamati pada hari ke-29 dari bulan Islam untuk menentukan apakah hari berikutnya sudah terjadi pergantian bulan atau belum. Hilal juga merupakan bagian dari fase-fase bulan.

Pada 1 Syawal ini merupakan hari yang penuh dengan kemenangan dan suka cita. 1 Syawal ini merupakan penanda hari raya Idul Fitri bagi umat Muslim. Begitu juga dengan umat Hindu, pelaksanaan setelah berakhir sasih kesanga maka 1 hari setelah tilem kesanga merupakan hari dimana 1 kadasa dimulai. Pada kalender Caka, 1 Kadasa merupakan hari pertama dalam kalender Caka. Kegiatan yang dilakukan pada hari raya 1 Syawal dan 1 kadasa hampir sama yaitu melakukan silaturahmi dengan keluarga serta melakukan persembahyangan.  Sungguh indah persamaan ini.

Pada hari yan fitri ini, mari kita jaga dan satukan hati menuju Indonesia yang abadi. Saling memberi maaf dalam diri, berbenah untuk mencapai kontemplasi yang sejati. Rajut terus kerukunan antar umat beragama yang hakiki. Di hari kemenangan ini mari kita saling bersilaturahmi. Di hari yang penuh berkah ini kita jadikan momentum untuk saling menghargai dan meningkatkan toleransi.

Dengan semangat kebersamaan dalam keragaman itu kita tingkat kan solidaritas kita sebagai warga bangsa Indonesia untuk terus bersatu membangun Indonesia untuk menjadi yang lebih maju ini 1 hal yang harus kita lakukan adalah persatuan Indonesia Indonesia tidak hanya satu atau dua tapi tiga yaitu persatuan Indonesia. Selamat Idul Fitri 1440 Hijriah  Mohon Maaf Lahir Bathin.  [T]

Tags: astronomiHari Raya NyepihinduIdul FitrikalenderMuslimRamadhan
Share49TweetSendShareSend
Previous Post

Pertanyaan dari Tanjung Ser, Pertanyaan dari Pecahan Gerabah dan Cangkang Kerang…

Next Post

Pemaafan, Ibu Dari Segala Ibadah

I Kadek Darsika Aryanta

I Kadek Darsika Aryanta

Guru Fisika di SMAN Bali Mandara. Sudah menulis artikel yang disiarkan di berbagai media

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Nyepi: Terapi Kesehatan, Terapi Kita, Bumi dan Peradaban

Pemaafan, Ibu Dari Segala Ibadah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co