12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Syawal” dan “Kadasa”, Sejumlah Persamaan-Persamaan

I Kadek Darsika Aryanta by I Kadek Darsika Aryanta
June 5, 2019
in Esai
“Syawal” dan “Kadasa”, Sejumlah Persamaan-Persamaan

Google

Pada pagi ini, dalam perjalanan saya mengantar pesanan ayam betutu mertua saya di daerah Teuku Umar Denpasar, saya melihat banyak umat Muslim yang datang berbondong-bondong ke masjid untuk melaksanakan sholat. Umat Muslim dari segala lintas umur, jenis kelamin dan dari berbagai latar belakang ekonomi berbaur untk melaksanakan sholat. Menurut informasi istri saya, bahwa hari ini merupakan hari perayaan Idul Fitri. Pagi itu, suhu masih cukup dingin untuk melakukan aktifitas. Namun umat Muslim sangat bersemangat dan khusyuk untuk melaksanakan sholat.

Pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas lebih mendalam tentang Idul Fitri dari sisi keislaman karena itu bukan bidang saya. Saya akan lebih menekankan dari kajian astronomi dan juga persamaan apa yang dialami oleh umat Hindu pada saat bulan kesembilan menuju bulan ke sepuluh dalam penanggalan sasih menurut kalender Bali.  

Persamaan ini menurut saya sangat menarik karena kita dapat mengetahui bahwa ternyata kita adalah mahluk Tuhan yang sama dan juga dapat dijadikan sebagai momentum kita untuk membina kerukunan umat beragama di lingkungan kita.  Saya yakin kita semua setuju bahwa kerukunan adalah hal yang utama saya tidak akan mencari perbedaan-perbedaannya namun saya akan mencari berbagai persamaan nya untuk menambah keharmonisan dan juga rasa toleransi kita terhadap umat beragama yang lain.

Umat Muslim menggunakan kalender Hijriyah dalam penentuan Hari Raya Islam-nya. Kalender Hijriyah juga digunakan sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Dalam kalender Islam penetapan hari ialah berdasarkan fase bulan (kalender candra), sedangkan kalender Masehi berdasar fase bumi mengelilingi matahari (kalender surya). Perbedaan inilah yang menyebabkan penetapan Idul Fitri selalu berubah di dalam kalender Masehi, yakni terjadi perubahan 11 hari lebih awal setiap tahunnya. Pada 1 tahun kalender hijriyah terdapat 12 bulan dalam agama islam.

Idul Fitri, atau Lebaran di Indonesia adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah. Karena penentuan 1 Syawal yang berdasarkan peredaran bulan tersebut, maka Idul Fitri atau Hari Raya Puasa jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi.

Umat Hindu juga menggunakan kalender candra sebagai salah satu pengingat hari raya. Dalam umat Hindu mengenal apa yang disebut dengan kalender Caka. Kalender Caka merupakan kalender yang digunakan umat Hindu yang berdasarkan perhitungan bulan. Perhitungan bulan ini di Bali disebut dengan istilah sasih. Pada 1 tahun kalender bali terdapat 12 sasih.

Hal yang sangat menarik adalah hari raya perayaan besar umat Muslim (Idul Fitri)  dan Hindu (Nyepi) pertinya tidak jauh berbeda. Hal ini dikarenakan keduanya menggunakan sistem kalender yang sama yaitu berdasarkan periode bulan. Walaupun terjadi tidak bersamaan, namun perayaan ini sama-sama dilakukan pada awal bulan kesepuluh di masing-masing kalender. Idul fitri dilaksanakan pada 1 Syawal (bulan kesepuluh Hijriyah) sedangkan perayaan Tahun Baru Caka  dilaksanakan pada tanggal 1 sasih Kadasa. Dimana puncak Nyepi dilaksanakan  tepat pada tilem (bulan mati) di akhir sasih kesanga.

Sebelum kita membahas Syawal dan Kadasa sebaiknya kita membahas bagaimana kesamaan kita sebagai umat beragama di bulan Ramadhan (bulan kesembilan Hijriyah) dan sasih kesanga. Saya yakin bahwa kedua bulan ini amatlah disakralkan oleh masing-masing umat. Pada bulan ini umat beribadah untuk sama-sama mengendalikan diri menghadapi dari berbagai godaan.

Pada bulan Ramadhan, kita semua mengendalikan seluruh hawa nafsu kita baik pikiran, perkataan, dan perbuatan. Bulan ini merupakan bulan yang sangat sakral juga bagi umat Hindu. Pada sasih kesanga dalam wariga Bali, merupakan bulan dimana perayaan keagamaan sangat dihindari. Pada sasih kesanga sangat jarang ditemukan piodalan dan juga perayaan Panca Yadnya bagi umat Hindu.

Di bulan kesanga merupakan bulan dormasi bagi umat Hindu untuk merefleksi diri. Sebagai puncak dari sasih kesanga adalah pada saat tilem kesanga yang merupakan pertanda berakhirnya bulan kesembian dimana pada saat itu umat Hindu juga melakukan apa yang disebut dengan catur brata penyepian. Pada intinya dalam kalender candra, bulan kesembilan merupakan bulan dimana seluruh umatnya untuk lebih mawas diri dan juga momentum yang sangat tepat untuk melakukan pengendalian diri. 

Setelah satu bulan penuh selama Ramadhan maka datanglah Syawal. Penanda datangnya Syawal yaitu adanya hilal. Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi (ijtimak, bulan baru) pada arah dekat matahari terbenam yang menjadi acuan permulaan bulan dalam kalender Islam. Biasanya hilal diamati pada hari ke-29 dari bulan Islam untuk menentukan apakah hari berikutnya sudah terjadi pergantian bulan atau belum. Hilal juga merupakan bagian dari fase-fase bulan.

Pada 1 Syawal ini merupakan hari yang penuh dengan kemenangan dan suka cita. 1 Syawal ini merupakan penanda hari raya Idul Fitri bagi umat Muslim. Begitu juga dengan umat Hindu, pelaksanaan setelah berakhir sasih kesanga maka 1 hari setelah tilem kesanga merupakan hari dimana 1 kadasa dimulai. Pada kalender Caka, 1 Kadasa merupakan hari pertama dalam kalender Caka. Kegiatan yang dilakukan pada hari raya 1 Syawal dan 1 kadasa hampir sama yaitu melakukan silaturahmi dengan keluarga serta melakukan persembahyangan.  Sungguh indah persamaan ini.

Pada hari yan fitri ini, mari kita jaga dan satukan hati menuju Indonesia yang abadi. Saling memberi maaf dalam diri, berbenah untuk mencapai kontemplasi yang sejati. Rajut terus kerukunan antar umat beragama yang hakiki. Di hari kemenangan ini mari kita saling bersilaturahmi. Di hari yang penuh berkah ini kita jadikan momentum untuk saling menghargai dan meningkatkan toleransi.

Dengan semangat kebersamaan dalam keragaman itu kita tingkat kan solidaritas kita sebagai warga bangsa Indonesia untuk terus bersatu membangun Indonesia untuk menjadi yang lebih maju ini 1 hal yang harus kita lakukan adalah persatuan Indonesia Indonesia tidak hanya satu atau dua tapi tiga yaitu persatuan Indonesia. Selamat Idul Fitri 1440 Hijriah  Mohon Maaf Lahir Bathin.  [T]

Tags: astronomiHari Raya NyepihinduIdul FitrikalenderMuslimRamadhan
Share49TweetSendShareSend
Previous Post

Pertanyaan dari Tanjung Ser, Pertanyaan dari Pecahan Gerabah dan Cangkang Kerang…

Next Post

Pemaafan, Ibu Dari Segala Ibadah

I Kadek Darsika Aryanta

I Kadek Darsika Aryanta

Guru Fisika di SMAN Bali Mandara. Sudah menulis artikel yang disiarkan di berbagai media

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Nyepi: Terapi Kesehatan, Terapi Kita, Bumi dan Peradaban

Pemaafan, Ibu Dari Segala Ibadah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co