23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Syawal” dan “Kadasa”, Sejumlah Persamaan-Persamaan

I Kadek Darsika Aryanta by I Kadek Darsika Aryanta
June 5, 2019
in Esai
“Syawal” dan “Kadasa”, Sejumlah Persamaan-Persamaan

Google

Pada pagi ini, dalam perjalanan saya mengantar pesanan ayam betutu mertua saya di daerah Teuku Umar Denpasar, saya melihat banyak umat Muslim yang datang berbondong-bondong ke masjid untuk melaksanakan sholat. Umat Muslim dari segala lintas umur, jenis kelamin dan dari berbagai latar belakang ekonomi berbaur untk melaksanakan sholat. Menurut informasi istri saya, bahwa hari ini merupakan hari perayaan Idul Fitri. Pagi itu, suhu masih cukup dingin untuk melakukan aktifitas. Namun umat Muslim sangat bersemangat dan khusyuk untuk melaksanakan sholat.

Pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas lebih mendalam tentang Idul Fitri dari sisi keislaman karena itu bukan bidang saya. Saya akan lebih menekankan dari kajian astronomi dan juga persamaan apa yang dialami oleh umat Hindu pada saat bulan kesembilan menuju bulan ke sepuluh dalam penanggalan sasih menurut kalender Bali.  

Persamaan ini menurut saya sangat menarik karena kita dapat mengetahui bahwa ternyata kita adalah mahluk Tuhan yang sama dan juga dapat dijadikan sebagai momentum kita untuk membina kerukunan umat beragama di lingkungan kita.  Saya yakin kita semua setuju bahwa kerukunan adalah hal yang utama saya tidak akan mencari perbedaan-perbedaannya namun saya akan mencari berbagai persamaan nya untuk menambah keharmonisan dan juga rasa toleransi kita terhadap umat beragama yang lain.

Umat Muslim menggunakan kalender Hijriyah dalam penentuan Hari Raya Islam-nya. Kalender Hijriyah juga digunakan sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Dalam kalender Islam penetapan hari ialah berdasarkan fase bulan (kalender candra), sedangkan kalender Masehi berdasar fase bumi mengelilingi matahari (kalender surya). Perbedaan inilah yang menyebabkan penetapan Idul Fitri selalu berubah di dalam kalender Masehi, yakni terjadi perubahan 11 hari lebih awal setiap tahunnya. Pada 1 tahun kalender hijriyah terdapat 12 bulan dalam agama islam.

Idul Fitri, atau Lebaran di Indonesia adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah. Karena penentuan 1 Syawal yang berdasarkan peredaran bulan tersebut, maka Idul Fitri atau Hari Raya Puasa jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi.

Umat Hindu juga menggunakan kalender candra sebagai salah satu pengingat hari raya. Dalam umat Hindu mengenal apa yang disebut dengan kalender Caka. Kalender Caka merupakan kalender yang digunakan umat Hindu yang berdasarkan perhitungan bulan. Perhitungan bulan ini di Bali disebut dengan istilah sasih. Pada 1 tahun kalender bali terdapat 12 sasih.

Hal yang sangat menarik adalah hari raya perayaan besar umat Muslim (Idul Fitri)  dan Hindu (Nyepi) pertinya tidak jauh berbeda. Hal ini dikarenakan keduanya menggunakan sistem kalender yang sama yaitu berdasarkan periode bulan. Walaupun terjadi tidak bersamaan, namun perayaan ini sama-sama dilakukan pada awal bulan kesepuluh di masing-masing kalender. Idul fitri dilaksanakan pada 1 Syawal (bulan kesepuluh Hijriyah) sedangkan perayaan Tahun Baru Caka  dilaksanakan pada tanggal 1 sasih Kadasa. Dimana puncak Nyepi dilaksanakan  tepat pada tilem (bulan mati) di akhir sasih kesanga.

Sebelum kita membahas Syawal dan Kadasa sebaiknya kita membahas bagaimana kesamaan kita sebagai umat beragama di bulan Ramadhan (bulan kesembilan Hijriyah) dan sasih kesanga. Saya yakin bahwa kedua bulan ini amatlah disakralkan oleh masing-masing umat. Pada bulan ini umat beribadah untuk sama-sama mengendalikan diri menghadapi dari berbagai godaan.

Pada bulan Ramadhan, kita semua mengendalikan seluruh hawa nafsu kita baik pikiran, perkataan, dan perbuatan. Bulan ini merupakan bulan yang sangat sakral juga bagi umat Hindu. Pada sasih kesanga dalam wariga Bali, merupakan bulan dimana perayaan keagamaan sangat dihindari. Pada sasih kesanga sangat jarang ditemukan piodalan dan juga perayaan Panca Yadnya bagi umat Hindu.

Di bulan kesanga merupakan bulan dormasi bagi umat Hindu untuk merefleksi diri. Sebagai puncak dari sasih kesanga adalah pada saat tilem kesanga yang merupakan pertanda berakhirnya bulan kesembian dimana pada saat itu umat Hindu juga melakukan apa yang disebut dengan catur brata penyepian. Pada intinya dalam kalender candra, bulan kesembilan merupakan bulan dimana seluruh umatnya untuk lebih mawas diri dan juga momentum yang sangat tepat untuk melakukan pengendalian diri. 

Setelah satu bulan penuh selama Ramadhan maka datanglah Syawal. Penanda datangnya Syawal yaitu adanya hilal. Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi (ijtimak, bulan baru) pada arah dekat matahari terbenam yang menjadi acuan permulaan bulan dalam kalender Islam. Biasanya hilal diamati pada hari ke-29 dari bulan Islam untuk menentukan apakah hari berikutnya sudah terjadi pergantian bulan atau belum. Hilal juga merupakan bagian dari fase-fase bulan.

Pada 1 Syawal ini merupakan hari yang penuh dengan kemenangan dan suka cita. 1 Syawal ini merupakan penanda hari raya Idul Fitri bagi umat Muslim. Begitu juga dengan umat Hindu, pelaksanaan setelah berakhir sasih kesanga maka 1 hari setelah tilem kesanga merupakan hari dimana 1 kadasa dimulai. Pada kalender Caka, 1 Kadasa merupakan hari pertama dalam kalender Caka. Kegiatan yang dilakukan pada hari raya 1 Syawal dan 1 kadasa hampir sama yaitu melakukan silaturahmi dengan keluarga serta melakukan persembahyangan.  Sungguh indah persamaan ini.

Pada hari yan fitri ini, mari kita jaga dan satukan hati menuju Indonesia yang abadi. Saling memberi maaf dalam diri, berbenah untuk mencapai kontemplasi yang sejati. Rajut terus kerukunan antar umat beragama yang hakiki. Di hari kemenangan ini mari kita saling bersilaturahmi. Di hari yang penuh berkah ini kita jadikan momentum untuk saling menghargai dan meningkatkan toleransi.

Dengan semangat kebersamaan dalam keragaman itu kita tingkat kan solidaritas kita sebagai warga bangsa Indonesia untuk terus bersatu membangun Indonesia untuk menjadi yang lebih maju ini 1 hal yang harus kita lakukan adalah persatuan Indonesia Indonesia tidak hanya satu atau dua tapi tiga yaitu persatuan Indonesia. Selamat Idul Fitri 1440 Hijriah  Mohon Maaf Lahir Bathin.  [T]

Tags: astronomiHari Raya NyepihinduIdul FitrikalenderMuslimRamadhan
Share49TweetSendShareSend
Previous Post

Pertanyaan dari Tanjung Ser, Pertanyaan dari Pecahan Gerabah dan Cangkang Kerang…

Next Post

Pemaafan, Ibu Dari Segala Ibadah

I Kadek Darsika Aryanta

I Kadek Darsika Aryanta

Guru Fisika di SMAN Bali Mandara. Sudah menulis artikel yang disiarkan di berbagai media

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Nyepi: Terapi Kesehatan, Terapi Kita, Bumi dan Peradaban

Pemaafan, Ibu Dari Segala Ibadah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co