2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rasa Nano-Nano di Bulan Ramadhan ala Anak Kos

Fatika Arum Rahmawati by Fatika Arum Rahmawati
May 28, 2019
in Esai
Rasa Nano-Nano di Bulan Ramadhan ala Anak Kos

Penulis

Tak terasa, bulan Ramadhan sudah bergerak beberapa hari di tahun 2019 ini. Sebelum kita membahas lebih lanjut lagi, kita ulas dulu bulan Ramadhan itu apa sih? Karena kita hidup dengan berbagai macam agama, maka dari itu pastinya masih ada yang belum tahu tentang bulan Ramadhan, kan.

Jadi bulan Ramadhan adalah bulan dimana semua umat islam diwajibkan untuk berpuasa, karena puasa merupakan salah satu rukun islam, jadi jika ada orang islam yang tidak berpuasa, maka wajib dipertanyakan status keislamannya.

Kemudian, Puasa itu apa sih? Puasa adalah suatu ibadah kepada Allah ta’ala dengan menahan diri dari makan minum dan segala sesuatu yang membatalkannya sejak terbit fajar sampai terbenam matahari, ibadah puasa mensucikan jiwa dari segala perbuatan dan perkataan yang tercela, dengan berpuasa, tubuh kita pun bisa menjadi sehat. Jadi itulah sekilas info tentang bulan Ramadhan dan berpuasa teman-teman.

Tak terasa, bulan Ramadhan kali ini sudah yang ke 4 kalinya saya berada di kota perantauan, ya maklum saja, karena saya sendiri sudah 4 tahun berada di kota perantauan ini, jadi ya sudah 4 kali deh saya merasakan Ramadhan di Kota Singaraja.

Berbeda rasa ketika menjalani bulan Ramadhan waktu dahulu sebelum merantau bersama keluarga di rumah, benar-benar sangat berbeda, apalagi nih bagi anak kos pertama kalinya merasakan puasa Ramadhan di kota perantauan, wahh.. pastinya galau setengah mati deh.

Sama halnya yang pernah saya rasakan waktu pertama kalinya puasa Ramadhan di kota perantauan, saya pun merasakan galau sekali, bahkan sampai hampir setiap hari menangis ketika itu, karena rasanya buka puasa dan sahur tidak ditemani oleh keluarga, harus sendiri, menyendiri, bahkan sampai tidak nafsu makan. Ketika makan harus sambil menelpon orang tua, yang dirasakan hanya sedih yang berkepanjangan.

Namun, orang tua pun selalu menyemangati saya, memberikan motivasi, arahan dan dorongan agar tidak sedih berada di perantauan, itu yang membuat saya dapat melupakan rasa sedih pada waktu itu.

Pada waktu pertama kali merasakan puasa Ramadhan di kota perantauan memang rasanya sedih dan galau, maklum saja, masih tahap penyesuaian dengan anak-anak kos lainnya, jadi masih agak sedikit sungkan untuk bergabung dan mengenal satu sama lain. Tetapi, ketika kita hidup di kota perantauan kalau bukan teman yang menjadi keluarga kita, lalu siapa lagi? Maka dari itu, kita pun harus dapat segera beradaptasi dengan anak kos lainnya, seperti pepatah mengatakan bahwa “tak kenal maka tak sayang”, dan pepatah lagi mengatakan bahwa “malu bertanya, sesat dijalan”.

Nah, jadi, ketika kita tidak mau mengenal satu sama lain, bagaimana kita dapat petunjuk? Bagaimana pula kita dapat menyayangi satu sama lain jika kita belum mengenal. Jadi seperti itu, harus memberanikan diri untuk dapat mengenal lebih banyak orang di kota perantauan.

Kemudian, lambat laun ketika kita sudah mengenal anak kos lainnya, berbeda lagi rasanya ketika kita menjalani bulan Ramadhan ini, salah satunya ketika buka puasa, kita dapat buka puasa bareng anak-anak kos deh. Sebelum itu, kita pun dapat masak-masak bareng di kos dengan teman-teman (bagi anak kos yang memiliki fasilitas dapur), jadi tidak merasa sendirian lagi deh ketika buka puasa, tidak harus menelpon orang tua sambil ditemani makan, dan rasanya kebersamaan itu menjadi sangat erat sama teman.

Selain itu, ketika sudah merasa sedikit bosan dengan buka puasa di kos, biasanya sih anak-anak kos berbondong-bondong mencari takjil dan buka puasa gratis, karena buka puasa gratis merupakan berkah Ramadhan bagi anak kos. Dimana tempatnya? Biasanya ada beberapa masjid yang setiap harinya selama bulan Ramadhan menyediakan takjil dan buka bersama di masjid. Tak kalah info dong bagi anak kos, pastinya sudah tahu akan menuju kemana. Bahkan ada juga yang roadshow ke masjid-masjid seputar kota untuk mencoba hal-hal yang berbeda pastinya. Ya seperti itulah ketika moment buka puasa ala anak kos.

Selain buka puasa bersama, ada lagi nih, yaitu ketika waktu sahur. Waktu sahur memang rawan sekali untuk pantang bangun dikala waktu dini hari, maklum saja karena rentan waktu sahur dapat dilakukan sebelum Adzan Subuh berkumandang. Dimana ketika sahur itu bersama anak-anak kos, terkadang ada yang menjadi korban, maksudnya adalah harus ada salah satu orang yang bangun dan dapat membangunkan teman-teman kos lainnya.

Bahkan sampai membuat jadwal membangunkan sahur loh. Ya tahu sendirilah, anak kos ketika di kota perantauan seperti ini bunyi alarm handphone sekeras apa pun tetap saja masih bisa kebablasan, bahkan ada yang tidak sahur dan bangun kesiangan, bangun kesiangan dan tidak sahur itu sih sudah lumrah dikalangan anak kos, beda halnya ketika di rumah, karena yang menjadi alarm sahur itu ya ibu. Ketika ibu yang membangunkan pastinya kita wajib bangun dong.

Bahkan cara membangunkan sahur teman-teman itu ada berbagai cara, jika ada teman yang sangat susah dibangunkan, gampang saja caranya tinggal menteskan air ke matanya, pasti seketika itu langsung bangun, karena dikiranya ada banjir atau atap bocor, bukan begitu? Pasti ada yang pernah merasakan dong ya kejahilan teman-teman pada saat membangunkan sahur. Belum lagi, ketika yang membangunkan pada jadwal itu waktunya sudah mepet Imsyak, wahh.. auto minum air saja cukup dah.

Kemudian, cerita selanjutnya nih, galaunya anak kos ketika mau memasak untuk hidangan buka puasa maupun menu sahur. Karena ketika ingin beli, kita pun melihat kondisi keuangan juga dong ya, jika beli lauk pauk terus menerus juga tidak enak, boros, padahal di bulan Ramadhan ini seharusnya kita dapat berhemat, karena kita tidak berbelanja pada waktu pagi sampai dengan sore sebelum Adzan Maghrib. Lebih baik dan lebih sehat memasak sendiri (bagi anak kos yang memiliki fasilitas dapur), walaupun memasak sendiri, namun juga memiliki rasa galau, karena tingkat kemampuan memasak teman-teman itu berbeda, jadi jika dimasaknya dengan menu yang itu-itu saja setiap harinya juga pasti bosan.

Terkadang bahkan mie instan pun selalu jadi menu andalan ketika teman-teman malas masak dan tidak mau ambil ribet. Jadi kita pun harus berunding dengan teman-teman kos untuk membuat jadwal masakan setiap harinya pada saat buka puasa dan sahur, soal bisa tidak bisa sih dicoba saja dahulu, masih ada Google dan Youtube untuk dapat memandu masak kok, jika tidak mau mencoba, kapan bisanya, bukannya begitu?

Bahkan yang awalnya tidak bisa di rumah memasak, ketika di kota perantauan jadi bisa memasak, jadi ada lah nilai plus-nya gitu.

Selain itu, ketika pada waktu Sholat Tarawih. Biasanya anak-anak kos pun juga melakukan roadshow Sholat Tarawih di masjid yang berbeda-beda setiap harinya, akan ada sensasinya tersendiri dan dapat menilai kok bagaimana keseruan ketika roadshow Sholat Tarawih. Ya yang namanya manusia, jika di tempat yang sama terus menerus juga memiliki rasa bosan lah ya, jadi ketika keliling pun asalkan niat kita tetap beribadah kepada-Nya pasti akan ada keberkahan disetiap perjalanan kita.

Selain itu juga, selepas Sholat Tarawih, biasanya melakukan membaca Al-Qur’an bersama, yang disebut dengan Tadarusan. Tadarusan juga dilakukan bersama teman-teman itu mengasyikkan daripada hanya sendirian. Rasa kebersamaan, silaturahmi sangat erat dan melekat.

Kemudian, mendekati hari Lebaran, pastinya tak kalah menarik juga nih, jika kita tidak berbelanja kebutuhan lebaran, seperti pakaian baru, nah.. untuk anak kos biasanya sebelum balik ke kota asal, tak sedikit anak kos yang berbelanja di kota perantauan dan memberikan oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Namanya juga anak kos, ya pastinya ketika mau berbelanja juga melihat kondisi kantong dahulu ya, biasanya anak kos memanfaatkan diskon untuk membeli barang.

Siapa sih yang tidak tertarik dengan adanya diskon? Karena berkat adanya diskon, jadi pengeluaran tidak terlalu mahal dari harga awalnya. Apalagi di moment bulan Ramadhan ini pastinya juga banyak diskon yang ditawarkan di pusat perbelanjaan, baik dari Online Shop sampai di toko-toko sekitaran kota perantauan. Maka dari itu anak kos ketika sudah ingin membeli pakaian baru untuk lebaran pastinya yang diutamakan adalah melihat adanya diskon. Sampai bingung deh mau beli yang mana saja saking banyaknya diskon diberbagai barang, karena membeli semua pun masih tidak mampu ya, efek yang belum memiliki penghasilan sendiri.

Jadi seperti itulah rasanya ketika menikmati bulan Ramadhan di kota perantauan, rasanya memang seperti permen nano-nano, rame rasanya. Ada rasa sedih, galau, bahagia, terharu, dan lain sebagainya. [T]

Tags: anak kosmahasiswaMuslimPuasaRamadhan
Share64TweetSendShareSend
Previous Post

Batur, Suluh Ritual dan Pentingnya Imajinasi

Next Post

Lentera Batukaru, Novel Karya Putu Setia Diluncurkan di Bentara Budaya Bali

Fatika Arum Rahmawati

Fatika Arum Rahmawati

Lahir di Tabanan, 28 Juli 1997. Wanita karier sekaligus seorang istri.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Lentera Batukaru, Novel Karya Putu Setia Diluncurkan di Bentara Budaya Bali

Lentera Batukaru, Novel Karya Putu Setia Diluncurkan di Bentara Budaya Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co