14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Empat Alternatif Cara Mendengar Azan Bila Jokowi Presiden Lagi

Eka Prasetya by Eka Prasetya
February 27, 2019
in Esai
McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

DUNIA maya tengah heboh. Terutama di twitter dan facebook. Twitwar dan comment-war tengah berlangsung. Semua bermula dari satu perkara. Sebuah video yang menghadirkan tiga orang emak-emak, yang diduga melakukan kampaye hitam pada kubu capres nomor urut 01.

Video dalam bahasa sunda itu diduga direkam di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kemungkinan direkam di sebuah rumah kost, sebab ada sekian banyak pintu yang terekam dalam video tersebut.

Wanita yang terekam dalam video tersebut sempat berkata “Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lelaki jeung lelaki meunang kawin”. Merasa roaming? Sama, saya juga.

Berhubung saya baik hati, kurang lebih begini artinya. “Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh menikah, pria sama pria boleh menikah”.

Konon aksi itu dilakukan oleh anggota relawan Partai Emak-Emak Pendukung Prabowo-Sandi (PEPES). Video itu direkam saat relawan melakukan kampanye dari rumah ke rumah.

Konon pula, mereka melakukan kampanye hitam itu, karena khawatir Joko Widodo menduduki kursi presiden untuk periode kedua. Soal ini, biarkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan kepolisian yang menyelesaikannya.

Tapi sepanjang pengetahuan saya, selama Joko Widodo menduduki tampuk presiden, kebebasan beragama umat muslim di Indonesia begitu terjamin. Begitu banyak musholla dan masjid baru yang berdiri. Juga begitu banyak wanita yang hijrah. Entah itu menggunakan jilbab syar’i atau sekadar menggunakan kerudung saja.

Saya yang tinggal di Bali pun, merasa kebebasan beragama umat muslim biasa-biasa saja. Suara azan bukan hanya saya dengar saat subuh – ketika suasana Kota Singaraja sedang sangat sunyi. Suara azan juga saya dengar saban waktu sholat datang.

Saat sholat Jumat pun, nyaris tidak ada kesulitan bagi umat muslim untuk menunaikan kewajibannya. Kalau masjid masih tidak menampung, jalan raya masih bisa ditutup. Pengguna jalan pun merasa tak ada masalah.

Nah bagi para emak-emak yang masih khawatir tidak bisa dengar suara azan kalau Jokowi jadi presiden, saya berikan empat alternatif biar bisa dengar suara azan di masjid atau musholla.

Minta suami jadi marbot

Setiap masjid atau musholla pasti punya marbot. Nah marbot ini kebanyakan adalah laki-laki. Bukan semata-mata masalah gender sih, tapi ada sejumlah hal yang jadi pertimbangan.

Pertama, marbot harus siap jadi imam pengganti apabila imam di masjid sedang berhalangan hadir. Kedua, marbot juga memukul beduk saat sholat jumat.

Nah dengan suami yang jadi marbot, maka kewajiban sholat tak akan bisa ditinggalkan. Emak-emak juga akan tahu pasti bahwa sebentar lagi suara azan bakal berkumandang.

Lha, marbot ini kan punya kewajiban menyalakan pengeras suara, 10 menit sebelum azan berkemundang. Jadi paling tidak saat suami pamit pergi ke masjid, istri sudah dapat kode bahwa 10-15 menit lagi azan akan berkumandang.

Pindah dekat masjid/musholla

Kalau nggak mau suami jadi marbot, emak-emak mungkin bisa menggunakan alternatif kedua. Pindah tempat tinggal ke dekat masjid/musholla.

Pindah tempat tinggal ini bukan berarti pindah rumah. Bisa saja sewa rumah, sewa kamar kost, atau semacamnya. Kalau tinggal dekat masjid, sudah jaminan mutu akan dengar suara azan.

Apa? Masih nggak dengar suara azan? Barangkali anda perlu konsultasi ke dokter THT. Rumah saya yang hampir satu kilometer dari masjid aja dengar kok, yang cuma 50 meter dari masjid masa nggak dengar.

Minta jadwal sholat

Azan pada prinsipnya panggilan untuk sholat. Azan selalu mengikuti waktu berputarnya matahari. Jadi setiap hari waktu azan bisa berbeda-beda. Bisa bergeser antara 1-3 menit. Tergantung arah matahari.

Nah biasanya setiap bulan petugas di kantor agama selalu melakukan pembaruan jadwal sholat. Jadwal ini biasanya dicantumkan dalam kolom-kolom tertentu yang diatur untuk sebulan penuh.

Biasanya jadwal yang disusun itu sudah meliputi waktu imsyak, shubuh, matahari terbit, dhuha, dzuhur, asar, maghrib, sampai isya. Dengar melihat jadwal itu, kita bisa tahu jadwal sholat.

Jadi, kalau nggak dengar suara azan, selama pegang jadwal sholat, yakin emak tidak akan ketinggalan jadwal sholat. Toh jadwalnya ada yang bentuk kertas maupun bentuk gambar digital yang bisa disimpan di HP.

Apa? Nggak afdol kalau sholat belum dengar suara azan? Coba alternatif terakhir.

Install aplikasi azan

Emak, ini sudah era revolusi industri 4.0. Tinggal install saja aplikasi azan di HP. Toh HP-nya sudah canggih. Sudah smartphone. Sekali-sekali HP juga dipakai untuk kepentingan yang lebih baik, bukan cuma foto selfie dan rekam video saja.

Mau cari aplikasi azan juga gampang. Tinggal buka google play store atau AppStore. Ketik azan di kolom pencarian. Nanti akan muncul aplikasi-aplikasi azan. Seperti Muslim Pro Indonesia, Jadwal Waktu Sholat Indonesia, Jadwal Sholat dan Imsakiyah, Waktu Azan Pro, Panduan Muslim, dan banyak lagi.

Nggak punya kuota? Ya tinggal beli pulsa. Nggak punya duit? Cari wifi gratis di balai desa. Aplikasinya nggak bunyi? Makanya, HP itu dicas. Jangan cuma dipakai sebar hoax. [T]

Tags: agamagaya hidupPolitik
Share24TweetSendShareSend
Previous Post

Arjuna, Bima, Karna, dan Antek-anteknya –Catatan Sie Artistik

Next Post

Aku; Pelacur ini Menemukan Jalan –Catatan Aktor Sebelum Pentas

Eka Prasetya

Eka Prasetya

Menjadi wartawan sejak SMA. Suka menulis berita kisah di dunia olahraga dan kebudayaan. Tinggal di Singaraja, indekost di Denpasar

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Aku; Pelacur ini Menemukan Jalan –Catatan Aktor Sebelum Pentas

Aku; Pelacur ini Menemukan Jalan --Catatan Aktor Sebelum Pentas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co