13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Empat Alternatif Cara Mendengar Azan Bila Jokowi Presiden Lagi

Eka Prasetya by Eka Prasetya
February 27, 2019
in Esai
McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

DUNIA maya tengah heboh. Terutama di twitter dan facebook. Twitwar dan comment-war tengah berlangsung. Semua bermula dari satu perkara. Sebuah video yang menghadirkan tiga orang emak-emak, yang diduga melakukan kampaye hitam pada kubu capres nomor urut 01.

Video dalam bahasa sunda itu diduga direkam di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kemungkinan direkam di sebuah rumah kost, sebab ada sekian banyak pintu yang terekam dalam video tersebut.

Wanita yang terekam dalam video tersebut sempat berkata “Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lelaki jeung lelaki meunang kawin”. Merasa roaming? Sama, saya juga.

Berhubung saya baik hati, kurang lebih begini artinya. “Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh menikah, pria sama pria boleh menikah”.

Konon aksi itu dilakukan oleh anggota relawan Partai Emak-Emak Pendukung Prabowo-Sandi (PEPES). Video itu direkam saat relawan melakukan kampanye dari rumah ke rumah.

Konon pula, mereka melakukan kampanye hitam itu, karena khawatir Joko Widodo menduduki kursi presiden untuk periode kedua. Soal ini, biarkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan kepolisian yang menyelesaikannya.

Tapi sepanjang pengetahuan saya, selama Joko Widodo menduduki tampuk presiden, kebebasan beragama umat muslim di Indonesia begitu terjamin. Begitu banyak musholla dan masjid baru yang berdiri. Juga begitu banyak wanita yang hijrah. Entah itu menggunakan jilbab syar’i atau sekadar menggunakan kerudung saja.

Saya yang tinggal di Bali pun, merasa kebebasan beragama umat muslim biasa-biasa saja. Suara azan bukan hanya saya dengar saat subuh – ketika suasana Kota Singaraja sedang sangat sunyi. Suara azan juga saya dengar saban waktu sholat datang.

Saat sholat Jumat pun, nyaris tidak ada kesulitan bagi umat muslim untuk menunaikan kewajibannya. Kalau masjid masih tidak menampung, jalan raya masih bisa ditutup. Pengguna jalan pun merasa tak ada masalah.

Nah bagi para emak-emak yang masih khawatir tidak bisa dengar suara azan kalau Jokowi jadi presiden, saya berikan empat alternatif biar bisa dengar suara azan di masjid atau musholla.

Minta suami jadi marbot

Setiap masjid atau musholla pasti punya marbot. Nah marbot ini kebanyakan adalah laki-laki. Bukan semata-mata masalah gender sih, tapi ada sejumlah hal yang jadi pertimbangan.

Pertama, marbot harus siap jadi imam pengganti apabila imam di masjid sedang berhalangan hadir. Kedua, marbot juga memukul beduk saat sholat jumat.

Nah dengan suami yang jadi marbot, maka kewajiban sholat tak akan bisa ditinggalkan. Emak-emak juga akan tahu pasti bahwa sebentar lagi suara azan bakal berkumandang.

Lha, marbot ini kan punya kewajiban menyalakan pengeras suara, 10 menit sebelum azan berkemundang. Jadi paling tidak saat suami pamit pergi ke masjid, istri sudah dapat kode bahwa 10-15 menit lagi azan akan berkumandang.

Pindah dekat masjid/musholla

Kalau nggak mau suami jadi marbot, emak-emak mungkin bisa menggunakan alternatif kedua. Pindah tempat tinggal ke dekat masjid/musholla.

Pindah tempat tinggal ini bukan berarti pindah rumah. Bisa saja sewa rumah, sewa kamar kost, atau semacamnya. Kalau tinggal dekat masjid, sudah jaminan mutu akan dengar suara azan.

Apa? Masih nggak dengar suara azan? Barangkali anda perlu konsultasi ke dokter THT. Rumah saya yang hampir satu kilometer dari masjid aja dengar kok, yang cuma 50 meter dari masjid masa nggak dengar.

Minta jadwal sholat

Azan pada prinsipnya panggilan untuk sholat. Azan selalu mengikuti waktu berputarnya matahari. Jadi setiap hari waktu azan bisa berbeda-beda. Bisa bergeser antara 1-3 menit. Tergantung arah matahari.

Nah biasanya setiap bulan petugas di kantor agama selalu melakukan pembaruan jadwal sholat. Jadwal ini biasanya dicantumkan dalam kolom-kolom tertentu yang diatur untuk sebulan penuh.

Biasanya jadwal yang disusun itu sudah meliputi waktu imsyak, shubuh, matahari terbit, dhuha, dzuhur, asar, maghrib, sampai isya. Dengar melihat jadwal itu, kita bisa tahu jadwal sholat.

Jadi, kalau nggak dengar suara azan, selama pegang jadwal sholat, yakin emak tidak akan ketinggalan jadwal sholat. Toh jadwalnya ada yang bentuk kertas maupun bentuk gambar digital yang bisa disimpan di HP.

Apa? Nggak afdol kalau sholat belum dengar suara azan? Coba alternatif terakhir.

Install aplikasi azan

Emak, ini sudah era revolusi industri 4.0. Tinggal install saja aplikasi azan di HP. Toh HP-nya sudah canggih. Sudah smartphone. Sekali-sekali HP juga dipakai untuk kepentingan yang lebih baik, bukan cuma foto selfie dan rekam video saja.

Mau cari aplikasi azan juga gampang. Tinggal buka google play store atau AppStore. Ketik azan di kolom pencarian. Nanti akan muncul aplikasi-aplikasi azan. Seperti Muslim Pro Indonesia, Jadwal Waktu Sholat Indonesia, Jadwal Sholat dan Imsakiyah, Waktu Azan Pro, Panduan Muslim, dan banyak lagi.

Nggak punya kuota? Ya tinggal beli pulsa. Nggak punya duit? Cari wifi gratis di balai desa. Aplikasinya nggak bunyi? Makanya, HP itu dicas. Jangan cuma dipakai sebar hoax. [T]

Tags: agamagaya hidupPolitik
Share24TweetSendShareSend
Previous Post

Arjuna, Bima, Karna, dan Antek-anteknya –Catatan Sie Artistik

Next Post

Aku; Pelacur ini Menemukan Jalan –Catatan Aktor Sebelum Pentas

Eka Prasetya

Eka Prasetya

Menjadi wartawan sejak SMA. Suka menulis berita kisah di dunia olahraga dan kebudayaan. Tinggal di Singaraja, indekost di Denpasar

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Aku; Pelacur ini Menemukan Jalan –Catatan Aktor Sebelum Pentas

Aku; Pelacur ini Menemukan Jalan --Catatan Aktor Sebelum Pentas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co