2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Empat Alternatif Cara Mendengar Azan Bila Jokowi Presiden Lagi

Eka Prasetya by Eka Prasetya
February 27, 2019
in Esai
McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

DUNIA maya tengah heboh. Terutama di twitter dan facebook. Twitwar dan comment-war tengah berlangsung. Semua bermula dari satu perkara. Sebuah video yang menghadirkan tiga orang emak-emak, yang diduga melakukan kampaye hitam pada kubu capres nomor urut 01.

Video dalam bahasa sunda itu diduga direkam di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kemungkinan direkam di sebuah rumah kost, sebab ada sekian banyak pintu yang terekam dalam video tersebut.

Wanita yang terekam dalam video tersebut sempat berkata “Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lelaki jeung lelaki meunang kawin”. Merasa roaming? Sama, saya juga.

Berhubung saya baik hati, kurang lebih begini artinya. “Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh menikah, pria sama pria boleh menikah”.

Konon aksi itu dilakukan oleh anggota relawan Partai Emak-Emak Pendukung Prabowo-Sandi (PEPES). Video itu direkam saat relawan melakukan kampanye dari rumah ke rumah.

Konon pula, mereka melakukan kampanye hitam itu, karena khawatir Joko Widodo menduduki kursi presiden untuk periode kedua. Soal ini, biarkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan kepolisian yang menyelesaikannya.

Tapi sepanjang pengetahuan saya, selama Joko Widodo menduduki tampuk presiden, kebebasan beragama umat muslim di Indonesia begitu terjamin. Begitu banyak musholla dan masjid baru yang berdiri. Juga begitu banyak wanita yang hijrah. Entah itu menggunakan jilbab syar’i atau sekadar menggunakan kerudung saja.

Saya yang tinggal di Bali pun, merasa kebebasan beragama umat muslim biasa-biasa saja. Suara azan bukan hanya saya dengar saat subuh – ketika suasana Kota Singaraja sedang sangat sunyi. Suara azan juga saya dengar saban waktu sholat datang.

Saat sholat Jumat pun, nyaris tidak ada kesulitan bagi umat muslim untuk menunaikan kewajibannya. Kalau masjid masih tidak menampung, jalan raya masih bisa ditutup. Pengguna jalan pun merasa tak ada masalah.

Nah bagi para emak-emak yang masih khawatir tidak bisa dengar suara azan kalau Jokowi jadi presiden, saya berikan empat alternatif biar bisa dengar suara azan di masjid atau musholla.

Minta suami jadi marbot

Setiap masjid atau musholla pasti punya marbot. Nah marbot ini kebanyakan adalah laki-laki. Bukan semata-mata masalah gender sih, tapi ada sejumlah hal yang jadi pertimbangan.

Pertama, marbot harus siap jadi imam pengganti apabila imam di masjid sedang berhalangan hadir. Kedua, marbot juga memukul beduk saat sholat jumat.

Nah dengan suami yang jadi marbot, maka kewajiban sholat tak akan bisa ditinggalkan. Emak-emak juga akan tahu pasti bahwa sebentar lagi suara azan bakal berkumandang.

Lha, marbot ini kan punya kewajiban menyalakan pengeras suara, 10 menit sebelum azan berkemundang. Jadi paling tidak saat suami pamit pergi ke masjid, istri sudah dapat kode bahwa 10-15 menit lagi azan akan berkumandang.

Pindah dekat masjid/musholla

Kalau nggak mau suami jadi marbot, emak-emak mungkin bisa menggunakan alternatif kedua. Pindah tempat tinggal ke dekat masjid/musholla.

Pindah tempat tinggal ini bukan berarti pindah rumah. Bisa saja sewa rumah, sewa kamar kost, atau semacamnya. Kalau tinggal dekat masjid, sudah jaminan mutu akan dengar suara azan.

Apa? Masih nggak dengar suara azan? Barangkali anda perlu konsultasi ke dokter THT. Rumah saya yang hampir satu kilometer dari masjid aja dengar kok, yang cuma 50 meter dari masjid masa nggak dengar.

Minta jadwal sholat

Azan pada prinsipnya panggilan untuk sholat. Azan selalu mengikuti waktu berputarnya matahari. Jadi setiap hari waktu azan bisa berbeda-beda. Bisa bergeser antara 1-3 menit. Tergantung arah matahari.

Nah biasanya setiap bulan petugas di kantor agama selalu melakukan pembaruan jadwal sholat. Jadwal ini biasanya dicantumkan dalam kolom-kolom tertentu yang diatur untuk sebulan penuh.

Biasanya jadwal yang disusun itu sudah meliputi waktu imsyak, shubuh, matahari terbit, dhuha, dzuhur, asar, maghrib, sampai isya. Dengar melihat jadwal itu, kita bisa tahu jadwal sholat.

Jadi, kalau nggak dengar suara azan, selama pegang jadwal sholat, yakin emak tidak akan ketinggalan jadwal sholat. Toh jadwalnya ada yang bentuk kertas maupun bentuk gambar digital yang bisa disimpan di HP.

Apa? Nggak afdol kalau sholat belum dengar suara azan? Coba alternatif terakhir.

Install aplikasi azan

Emak, ini sudah era revolusi industri 4.0. Tinggal install saja aplikasi azan di HP. Toh HP-nya sudah canggih. Sudah smartphone. Sekali-sekali HP juga dipakai untuk kepentingan yang lebih baik, bukan cuma foto selfie dan rekam video saja.

Mau cari aplikasi azan juga gampang. Tinggal buka google play store atau AppStore. Ketik azan di kolom pencarian. Nanti akan muncul aplikasi-aplikasi azan. Seperti Muslim Pro Indonesia, Jadwal Waktu Sholat Indonesia, Jadwal Sholat dan Imsakiyah, Waktu Azan Pro, Panduan Muslim, dan banyak lagi.

Nggak punya kuota? Ya tinggal beli pulsa. Nggak punya duit? Cari wifi gratis di balai desa. Aplikasinya nggak bunyi? Makanya, HP itu dicas. Jangan cuma dipakai sebar hoax. [T]

Tags: agamagaya hidupPolitik
Share24TweetSendShareSend
Previous Post

Arjuna, Bima, Karna, dan Antek-anteknya –Catatan Sie Artistik

Next Post

Aku; Pelacur ini Menemukan Jalan –Catatan Aktor Sebelum Pentas

Eka Prasetya

Eka Prasetya

Menjadi wartawan sejak SMA. Suka menulis berita kisah di dunia olahraga dan kebudayaan. Tinggal di Singaraja, indekost di Denpasar

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Aku; Pelacur ini Menemukan Jalan –Catatan Aktor Sebelum Pentas

Aku; Pelacur ini Menemukan Jalan --Catatan Aktor Sebelum Pentas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co