24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Empat Alternatif Cara Mendengar Azan Bila Jokowi Presiden Lagi

Eka Prasetya by Eka Prasetya
February 27, 2019
in Esai
McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

DUNIA maya tengah heboh. Terutama di twitter dan facebook. Twitwar dan comment-war tengah berlangsung. Semua bermula dari satu perkara. Sebuah video yang menghadirkan tiga orang emak-emak, yang diduga melakukan kampaye hitam pada kubu capres nomor urut 01.

Video dalam bahasa sunda itu diduga direkam di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kemungkinan direkam di sebuah rumah kost, sebab ada sekian banyak pintu yang terekam dalam video tersebut.

Wanita yang terekam dalam video tersebut sempat berkata “Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lelaki jeung lelaki meunang kawin”. Merasa roaming? Sama, saya juga.

Berhubung saya baik hati, kurang lebih begini artinya. “Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh menikah, pria sama pria boleh menikah”.

Konon aksi itu dilakukan oleh anggota relawan Partai Emak-Emak Pendukung Prabowo-Sandi (PEPES). Video itu direkam saat relawan melakukan kampanye dari rumah ke rumah.

Konon pula, mereka melakukan kampanye hitam itu, karena khawatir Joko Widodo menduduki kursi presiden untuk periode kedua. Soal ini, biarkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan kepolisian yang menyelesaikannya.

Tapi sepanjang pengetahuan saya, selama Joko Widodo menduduki tampuk presiden, kebebasan beragama umat muslim di Indonesia begitu terjamin. Begitu banyak musholla dan masjid baru yang berdiri. Juga begitu banyak wanita yang hijrah. Entah itu menggunakan jilbab syar’i atau sekadar menggunakan kerudung saja.

Saya yang tinggal di Bali pun, merasa kebebasan beragama umat muslim biasa-biasa saja. Suara azan bukan hanya saya dengar saat subuh – ketika suasana Kota Singaraja sedang sangat sunyi. Suara azan juga saya dengar saban waktu sholat datang.

Saat sholat Jumat pun, nyaris tidak ada kesulitan bagi umat muslim untuk menunaikan kewajibannya. Kalau masjid masih tidak menampung, jalan raya masih bisa ditutup. Pengguna jalan pun merasa tak ada masalah.

Nah bagi para emak-emak yang masih khawatir tidak bisa dengar suara azan kalau Jokowi jadi presiden, saya berikan empat alternatif biar bisa dengar suara azan di masjid atau musholla.

Minta suami jadi marbot

Setiap masjid atau musholla pasti punya marbot. Nah marbot ini kebanyakan adalah laki-laki. Bukan semata-mata masalah gender sih, tapi ada sejumlah hal yang jadi pertimbangan.

Pertama, marbot harus siap jadi imam pengganti apabila imam di masjid sedang berhalangan hadir. Kedua, marbot juga memukul beduk saat sholat jumat.

Nah dengan suami yang jadi marbot, maka kewajiban sholat tak akan bisa ditinggalkan. Emak-emak juga akan tahu pasti bahwa sebentar lagi suara azan bakal berkumandang.

Lha, marbot ini kan punya kewajiban menyalakan pengeras suara, 10 menit sebelum azan berkemundang. Jadi paling tidak saat suami pamit pergi ke masjid, istri sudah dapat kode bahwa 10-15 menit lagi azan akan berkumandang.

Pindah dekat masjid/musholla

Kalau nggak mau suami jadi marbot, emak-emak mungkin bisa menggunakan alternatif kedua. Pindah tempat tinggal ke dekat masjid/musholla.

Pindah tempat tinggal ini bukan berarti pindah rumah. Bisa saja sewa rumah, sewa kamar kost, atau semacamnya. Kalau tinggal dekat masjid, sudah jaminan mutu akan dengar suara azan.

Apa? Masih nggak dengar suara azan? Barangkali anda perlu konsultasi ke dokter THT. Rumah saya yang hampir satu kilometer dari masjid aja dengar kok, yang cuma 50 meter dari masjid masa nggak dengar.

Minta jadwal sholat

Azan pada prinsipnya panggilan untuk sholat. Azan selalu mengikuti waktu berputarnya matahari. Jadi setiap hari waktu azan bisa berbeda-beda. Bisa bergeser antara 1-3 menit. Tergantung arah matahari.

Nah biasanya setiap bulan petugas di kantor agama selalu melakukan pembaruan jadwal sholat. Jadwal ini biasanya dicantumkan dalam kolom-kolom tertentu yang diatur untuk sebulan penuh.

Biasanya jadwal yang disusun itu sudah meliputi waktu imsyak, shubuh, matahari terbit, dhuha, dzuhur, asar, maghrib, sampai isya. Dengar melihat jadwal itu, kita bisa tahu jadwal sholat.

Jadi, kalau nggak dengar suara azan, selama pegang jadwal sholat, yakin emak tidak akan ketinggalan jadwal sholat. Toh jadwalnya ada yang bentuk kertas maupun bentuk gambar digital yang bisa disimpan di HP.

Apa? Nggak afdol kalau sholat belum dengar suara azan? Coba alternatif terakhir.

Install aplikasi azan

Emak, ini sudah era revolusi industri 4.0. Tinggal install saja aplikasi azan di HP. Toh HP-nya sudah canggih. Sudah smartphone. Sekali-sekali HP juga dipakai untuk kepentingan yang lebih baik, bukan cuma foto selfie dan rekam video saja.

Mau cari aplikasi azan juga gampang. Tinggal buka google play store atau AppStore. Ketik azan di kolom pencarian. Nanti akan muncul aplikasi-aplikasi azan. Seperti Muslim Pro Indonesia, Jadwal Waktu Sholat Indonesia, Jadwal Sholat dan Imsakiyah, Waktu Azan Pro, Panduan Muslim, dan banyak lagi.

Nggak punya kuota? Ya tinggal beli pulsa. Nggak punya duit? Cari wifi gratis di balai desa. Aplikasinya nggak bunyi? Makanya, HP itu dicas. Jangan cuma dipakai sebar hoax. [T]

Tags: agamagaya hidupPolitik
Share24TweetSendShareSend
Previous Post

Arjuna, Bima, Karna, dan Antek-anteknya –Catatan Sie Artistik

Next Post

Aku; Pelacur ini Menemukan Jalan –Catatan Aktor Sebelum Pentas

Eka Prasetya

Eka Prasetya

Menjadi wartawan sejak SMA. Suka menulis berita kisah di dunia olahraga dan kebudayaan. Tinggal di Singaraja, indekost di Denpasar

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Aku; Pelacur ini Menemukan Jalan –Catatan Aktor Sebelum Pentas

Aku; Pelacur ini Menemukan Jalan --Catatan Aktor Sebelum Pentas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co