12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Arjuna, Bima, Karna, dan Antek-anteknya –Catatan Sie Artistik

Komang Tress by Komang Tress
February 26, 2019
in Esai
Arjuna, Bima, Karna, dan Antek-anteknya –Catatan Sie Artistik

Dok: Sekali Pentas

“Bro, garapan Sukreni ini khe artistiknya yaa, alih be anak-anak ani ajak kau megae.” begitu ucap sutradara (I Wayan Sumahardika).

Nah pas nyarik orang buat diajak kerja agak bingung nih, kalok ngajak ini dia sibuk, ngajak itu ahhh sibuk juga Nok, syukur sih ada anak-anak dari Teater Sangsaka dan Mister Legu yang mau diajak buat settingannya. Singkat cerita kita kumpul nih, bahas konsep dan settingan panggung untuk garapan pementasan Drama Musikal Sukreni Wang Sistri Listuayu, keto judul pementasan nya bro! Nyakcak kan? Haha.

Nahh dalam pembahasan konsep settingan ini, aku (Arjuna) dan Legu (Bima) lebih dominan berdebat.

“Brooo, kita mau buat kayak gimana nih? Gimana caranya biar ada ciri khas bohemian-bohemian nya brooo?” kata Arjuna.

“Bohemian biasanya identik dengan warna emas Nok. Klok dibuat di setting latar yaa Kanggo lah bedik bedik warna emas nya fokusin di properti bawaannya kayak pedang, pistol, dan pernak pernik lainnya,” pesaut Bima.

“Ohhh iyaa bro, ne binsik gimana caranya ntar tembok-temboknya bisa bergerak yaa bro, soalnya ada adegan pemerkosaan ntar. Sama buat pohon kelapa engken carane pang luung, soalne ntar pas adegan pemain ne memanjat pohon kelapa, ajak ranjang pas adegan pemerkosaan to ngidang melingser, nden pas adegan panel ajak ranjang to melingser masi,” Saut sang Sutradara, Wayan Sumahardika

“Okeyyy broo, siap”.jawab Arjuna

Keesokan harinya, Arjuna dan Bima pun berdebat, memikirkan bentuk tembok dan pohon tersebut.

“kemarin cang maan ngae panel (tembok) bergerak untuk anak isi Denpasar kok tinggal jangin roda gen beten ne, tapi panel to lebar dibawah Nok soalnya pang kuat pegang beban…..” kata Bima

“Trus engkn carane pang sing terlalu lebar di bawah tapi kuat?” Takon sang Arjuna

“Nahh kan tinggi panel seukuran triplek ne, ukuran tinggi triplek 2,44m x 1,22m men tinggi cuman 1,22m sing nyak cocok soalne tinggi manusia yaaa 1,70an meter lahh, berarti 2,44m gen anggon tinggi ne, terus pang kuat beten ne to double triplek ne,” saut Bima.

“Yakin kuat too broo? Sg perlu pemberat biin beten ne??? Takon Arjuna

“Sing kekne, kuat kayakne too nok, tapi kar cobak aku ne malu di anak-anak teater SMA ne, yee ngae panel masih kok cobak ditu malu nahh,” Saut Bima

“Nah Jani gae gen malu rangka atau gambaran kasar ajak biaya ne malu engken? Pang tawang gambaran ne, engkn broo? Nyak cocok tooo?” jawab Arjuna

Nahh dalam perdebatan yang lumayan lama dan ngabisin beberapa batang rokok Dunhill Putih isi 20, datanglah sang Karna (Bang Herry) memberikan pencerahan. Hahaha….

“Brooo, kene gen ngae ne, untuk panel buat kayak gini aja dengan lebar tembok 30cm, tinggi 2,44m satu panel satu triplek broo, nah untuk pemegang dalamnya pakek triplek masih broo, tapi ani ukuran 12 atau 16mm anggon pang kuat. Terus untuk pohon kelapa ne Stager anggon print gambar pohon kelapa terus tempel di triplek ee bee, untuk Stager ee anggon pemegang triplek eee, trus pang ngidang nden pemain ne manjat pohon kelapa ne, jangin tangga di belakang triplek, tegul di badan Stager eee amannn dahh. Untuk Stager hubungi Rici (Antek-antek) yee ngelah Stager kone, sekalian be langsung ban ne pang ngidang bergerak” jelas sang Karna, hahaha.

Bima dan Arjuna angguk angguk gen polon ne. Wkwkwkwkw…… Terimakasih Karna atas pencerahannya, memang lain Karna nok Topp lahh cocok dah Karna khe bang hahahaha…….

Pengerjaan properti pun dimulai!!! Pengerjaan awal kita garap properti bawaan, seperti pistol dan pedang. Nahh pada pembuatan pistol (ini yang paling lama) soalne pang misi mesuang asap “mekanik lah dik, hahaha” karena pang misi pesu asap, Bima masih mencari cari cara untuk teknik yang mudah dan aluh dan biaya terjangkau, akhirnya ditemukan lah teknik vape.

Si Bima merakit mekanisme penembakan alat, sedangkan si Arjuna dan antek-anteknya (anak-anak Teater Sangsaka) pembuatan rangka badan pistol dan pedang. Pembuatan pistol cukup lama kurang lebih 3 harian karena masih mencari mekanisme penembakan, seperti biasa percobaan pertama gagal, kedua gagal, dan yang ketiga gagal juga, yang keempat mare nyak broo, hahaha….

Selesai garap pistol dan pedang kita lanjut ke panel. Nahhh ini yang agak berat juga penggarapan panel, perdebatan Arjuna dan Bima terjadi lagi. Dalam pembuatan rangka panel sih udah aman, yang diperdebatkan itu proses pemasangan gambar panel (tembok) karena settingan panel ini agar bisa digunakan bermacam-macam, kayak warung tampak depan, halaman belakang warung, dan halaman dalam rumah, juga warung jelek dan warung bagus, engken carane apang panel dua sisi itu memiliki banyak kemungkinan.

Nahh secara otomatis langsung berfikiran gambar perspektif gen broo. Okey kita cobak gambar perspektif warung “coba ketang dik, coba to miring, coba jangin pintu Jak jendela, coba gen malu” yihhh liunan nyobak ape sg dadi payu broo, akhirnya datar gen be nyak, asan ne ruwet nah, hahaha. Bagian sisi panel kita buat warung bagus, sisi lainnya warung jelek (warung bedeg) nahh kanggoang keto payu broo. Hehe.

Selesai panel di garap lanjut dong yaaa kita garap properti ecek-ecek nya lagi kayak meja dan kursi warung, nah yang ini aluh lah dik sing kok kanti berdebat, wkwkwk dan untungnya juga ada antek-antek yang lain kita sebut saja “Jong” berkat dia, sokasi, kampil, nyuh, ciki-ciki, kerupuk, piring, dan gelas. Jong yang beresin semua, yen nepuk sok kasi mecet aneh-aneh, Jong dah yang punya kerjaan. Hahaha, mantapppp pak Jong pokokne jossssssssssss lahhh.

Nahh jani ranjang ne broo, sutradara nagih ranjang ee pang ngidang melingser kan, ternyata keweh ngae nok, pis liu masih telah puk. Ngae panel gen telah 3jt broo konden ngae ani len biin, nahh terpaksa ranjang pemerkosaan ne sing ngidang melingser kanggoang panel gen melingser hehe….

Pas panel jadi ternyata agak keweh anggon pas adegan pemerkosaan, gede soalne broo 2,44m x 1,44m x 30cm keweh kru menggerakkan nok, tapi sing sih bis keweh cuman butuh tenaga biin nok yaaa ajak dua orang lah menggerakkan. karena keweh teke lah Antek-antek yang lain, ne agak tua dik Antek-antek ne berumur lahh hahaha, maang saran dong antek-antek yang tua ini Orin ne ngae panel biin puk kan syok dong “biin ngae panel ne? Aduhhhhh….”. Tapi aget sih sing ngae panel ani gede cuman ngae panel satu sisi gen anggon Reng gen cukup ukuran ne sing sanget gede masih yaa 2x1m lahh yaaa aget lahh, das 3jt hangus biin. Wkwkwk

Nahh yang terakhir kita garap properti pohon nih, karena sketsa pohonnya konden dadi nah terpaksa ngantos malu broo, nahh istirahat lah jep hehe…. Ne konden tawang engken proses pembuatan ne, soalne tulisan harus mekumpul nok, nahh kanggoang amonto malu nutur brooo bin mani jak nutur biin nyak. Ingetang masih tanggal 28 Februari ne mebalih cai nae di art center jak heppi-heppi ditu nden yaaaa penutupan akhir bulan lahhh, hahahaha… [T]

Tags: DramanovelTeater
Share33TweetSendShareSend
Previous Post

Badai Pasti Berlalu, Tapi Masih Ada Badai-Badai Lain –Catatan Aktor Sebelum Pentas

Next Post

Empat Alternatif Cara Mendengar Azan Bila Jokowi Presiden Lagi

Komang Tress

Komang Tress

Namanya Tress. Panggilannya I Komang Widhi Trisnayasa. Ketua Teater Orok periode 2016-2017. Sejak 2017 aktif di Teater Kalangan sebagai set desaigner, penata artistik dan actor. Mahasiswa Jurusan Arsitektur Lansekap Unud ini punya tertarik pada desain, stage desainer, musik, game, dan cewek (semok).

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

Empat Alternatif Cara Mendengar Azan Bila Jokowi Presiden Lagi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co