14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Arjuna, Bima, Karna, dan Antek-anteknya –Catatan Sie Artistik

Komang Tress by Komang Tress
February 26, 2019
in Esai
Arjuna, Bima, Karna, dan Antek-anteknya –Catatan Sie Artistik

Dok: Sekali Pentas

“Bro, garapan Sukreni ini khe artistiknya yaa, alih be anak-anak ani ajak kau megae.” begitu ucap sutradara (I Wayan Sumahardika).

Nah pas nyarik orang buat diajak kerja agak bingung nih, kalok ngajak ini dia sibuk, ngajak itu ahhh sibuk juga Nok, syukur sih ada anak-anak dari Teater Sangsaka dan Mister Legu yang mau diajak buat settingannya. Singkat cerita kita kumpul nih, bahas konsep dan settingan panggung untuk garapan pementasan Drama Musikal Sukreni Wang Sistri Listuayu, keto judul pementasan nya bro! Nyakcak kan? Haha.

Nahh dalam pembahasan konsep settingan ini, aku (Arjuna) dan Legu (Bima) lebih dominan berdebat.

“Brooo, kita mau buat kayak gimana nih? Gimana caranya biar ada ciri khas bohemian-bohemian nya brooo?” kata Arjuna.

“Bohemian biasanya identik dengan warna emas Nok. Klok dibuat di setting latar yaa Kanggo lah bedik bedik warna emas nya fokusin di properti bawaannya kayak pedang, pistol, dan pernak pernik lainnya,” pesaut Bima.

“Ohhh iyaa bro, ne binsik gimana caranya ntar tembok-temboknya bisa bergerak yaa bro, soalnya ada adegan pemerkosaan ntar. Sama buat pohon kelapa engken carane pang luung, soalne ntar pas adegan pemain ne memanjat pohon kelapa, ajak ranjang pas adegan pemerkosaan to ngidang melingser, nden pas adegan panel ajak ranjang to melingser masi,” Saut sang Sutradara, Wayan Sumahardika

“Okeyyy broo, siap”.jawab Arjuna

Keesokan harinya, Arjuna dan Bima pun berdebat, memikirkan bentuk tembok dan pohon tersebut.

“kemarin cang maan ngae panel (tembok) bergerak untuk anak isi Denpasar kok tinggal jangin roda gen beten ne, tapi panel to lebar dibawah Nok soalnya pang kuat pegang beban…..” kata Bima

“Trus engkn carane pang sing terlalu lebar di bawah tapi kuat?” Takon sang Arjuna

“Nahh kan tinggi panel seukuran triplek ne, ukuran tinggi triplek 2,44m x 1,22m men tinggi cuman 1,22m sing nyak cocok soalne tinggi manusia yaaa 1,70an meter lahh, berarti 2,44m gen anggon tinggi ne, terus pang kuat beten ne to double triplek ne,” saut Bima.

“Yakin kuat too broo? Sg perlu pemberat biin beten ne??? Takon Arjuna

“Sing kekne, kuat kayakne too nok, tapi kar cobak aku ne malu di anak-anak teater SMA ne, yee ngae panel masih kok cobak ditu malu nahh,” Saut Bima

“Nah Jani gae gen malu rangka atau gambaran kasar ajak biaya ne malu engken? Pang tawang gambaran ne, engkn broo? Nyak cocok tooo?” jawab Arjuna

Nahh dalam perdebatan yang lumayan lama dan ngabisin beberapa batang rokok Dunhill Putih isi 20, datanglah sang Karna (Bang Herry) memberikan pencerahan. Hahaha….

“Brooo, kene gen ngae ne, untuk panel buat kayak gini aja dengan lebar tembok 30cm, tinggi 2,44m satu panel satu triplek broo, nah untuk pemegang dalamnya pakek triplek masih broo, tapi ani ukuran 12 atau 16mm anggon pang kuat. Terus untuk pohon kelapa ne Stager anggon print gambar pohon kelapa terus tempel di triplek ee bee, untuk Stager ee anggon pemegang triplek eee, trus pang ngidang nden pemain ne manjat pohon kelapa ne, jangin tangga di belakang triplek, tegul di badan Stager eee amannn dahh. Untuk Stager hubungi Rici (Antek-antek) yee ngelah Stager kone, sekalian be langsung ban ne pang ngidang bergerak” jelas sang Karna, hahaha.

Bima dan Arjuna angguk angguk gen polon ne. Wkwkwkwkw…… Terimakasih Karna atas pencerahannya, memang lain Karna nok Topp lahh cocok dah Karna khe bang hahahaha…….

Pengerjaan properti pun dimulai!!! Pengerjaan awal kita garap properti bawaan, seperti pistol dan pedang. Nahh pada pembuatan pistol (ini yang paling lama) soalne pang misi mesuang asap “mekanik lah dik, hahaha” karena pang misi pesu asap, Bima masih mencari cari cara untuk teknik yang mudah dan aluh dan biaya terjangkau, akhirnya ditemukan lah teknik vape.

Si Bima merakit mekanisme penembakan alat, sedangkan si Arjuna dan antek-anteknya (anak-anak Teater Sangsaka) pembuatan rangka badan pistol dan pedang. Pembuatan pistol cukup lama kurang lebih 3 harian karena masih mencari mekanisme penembakan, seperti biasa percobaan pertama gagal, kedua gagal, dan yang ketiga gagal juga, yang keempat mare nyak broo, hahaha….

Selesai garap pistol dan pedang kita lanjut ke panel. Nahhh ini yang agak berat juga penggarapan panel, perdebatan Arjuna dan Bima terjadi lagi. Dalam pembuatan rangka panel sih udah aman, yang diperdebatkan itu proses pemasangan gambar panel (tembok) karena settingan panel ini agar bisa digunakan bermacam-macam, kayak warung tampak depan, halaman belakang warung, dan halaman dalam rumah, juga warung jelek dan warung bagus, engken carane apang panel dua sisi itu memiliki banyak kemungkinan.

Nahh secara otomatis langsung berfikiran gambar perspektif gen broo. Okey kita cobak gambar perspektif warung “coba ketang dik, coba to miring, coba jangin pintu Jak jendela, coba gen malu” yihhh liunan nyobak ape sg dadi payu broo, akhirnya datar gen be nyak, asan ne ruwet nah, hahaha. Bagian sisi panel kita buat warung bagus, sisi lainnya warung jelek (warung bedeg) nahh kanggoang keto payu broo. Hehe.

Selesai panel di garap lanjut dong yaaa kita garap properti ecek-ecek nya lagi kayak meja dan kursi warung, nah yang ini aluh lah dik sing kok kanti berdebat, wkwkwk dan untungnya juga ada antek-antek yang lain kita sebut saja “Jong” berkat dia, sokasi, kampil, nyuh, ciki-ciki, kerupuk, piring, dan gelas. Jong yang beresin semua, yen nepuk sok kasi mecet aneh-aneh, Jong dah yang punya kerjaan. Hahaha, mantapppp pak Jong pokokne jossssssssssss lahhh.

Nahh jani ranjang ne broo, sutradara nagih ranjang ee pang ngidang melingser kan, ternyata keweh ngae nok, pis liu masih telah puk. Ngae panel gen telah 3jt broo konden ngae ani len biin, nahh terpaksa ranjang pemerkosaan ne sing ngidang melingser kanggoang panel gen melingser hehe….

Pas panel jadi ternyata agak keweh anggon pas adegan pemerkosaan, gede soalne broo 2,44m x 1,44m x 30cm keweh kru menggerakkan nok, tapi sing sih bis keweh cuman butuh tenaga biin nok yaaa ajak dua orang lah menggerakkan. karena keweh teke lah Antek-antek yang lain, ne agak tua dik Antek-antek ne berumur lahh hahaha, maang saran dong antek-antek yang tua ini Orin ne ngae panel biin puk kan syok dong “biin ngae panel ne? Aduhhhhh….”. Tapi aget sih sing ngae panel ani gede cuman ngae panel satu sisi gen anggon Reng gen cukup ukuran ne sing sanget gede masih yaa 2x1m lahh yaaa aget lahh, das 3jt hangus biin. Wkwkwk

Nahh yang terakhir kita garap properti pohon nih, karena sketsa pohonnya konden dadi nah terpaksa ngantos malu broo, nahh istirahat lah jep hehe…. Ne konden tawang engken proses pembuatan ne, soalne tulisan harus mekumpul nok, nahh kanggoang amonto malu nutur brooo bin mani jak nutur biin nyak. Ingetang masih tanggal 28 Februari ne mebalih cai nae di art center jak heppi-heppi ditu nden yaaaa penutupan akhir bulan lahhh, hahahaha… [T]

Tags: DramanovelTeater
Share33TweetSendShareSend
Previous Post

Badai Pasti Berlalu, Tapi Masih Ada Badai-Badai Lain –Catatan Aktor Sebelum Pentas

Next Post

Empat Alternatif Cara Mendengar Azan Bila Jokowi Presiden Lagi

Komang Tress

Komang Tress

Namanya Tress. Panggilannya I Komang Widhi Trisnayasa. Ketua Teater Orok periode 2016-2017. Sejak 2017 aktif di Teater Kalangan sebagai set desaigner, penata artistik dan actor. Mahasiswa Jurusan Arsitektur Lansekap Unud ini punya tertarik pada desain, stage desainer, musik, game, dan cewek (semok).

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

Empat Alternatif Cara Mendengar Azan Bila Jokowi Presiden Lagi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co