2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Arjuna, Bima, Karna, dan Antek-anteknya –Catatan Sie Artistik

Komang Tress by Komang Tress
February 26, 2019
in Esai
Arjuna, Bima, Karna, dan Antek-anteknya –Catatan Sie Artistik

Dok: Sekali Pentas

“Bro, garapan Sukreni ini khe artistiknya yaa, alih be anak-anak ani ajak kau megae.” begitu ucap sutradara (I Wayan Sumahardika).

Nah pas nyarik orang buat diajak kerja agak bingung nih, kalok ngajak ini dia sibuk, ngajak itu ahhh sibuk juga Nok, syukur sih ada anak-anak dari Teater Sangsaka dan Mister Legu yang mau diajak buat settingannya. Singkat cerita kita kumpul nih, bahas konsep dan settingan panggung untuk garapan pementasan Drama Musikal Sukreni Wang Sistri Listuayu, keto judul pementasan nya bro! Nyakcak kan? Haha.

Nahh dalam pembahasan konsep settingan ini, aku (Arjuna) dan Legu (Bima) lebih dominan berdebat.

“Brooo, kita mau buat kayak gimana nih? Gimana caranya biar ada ciri khas bohemian-bohemian nya brooo?” kata Arjuna.

“Bohemian biasanya identik dengan warna emas Nok. Klok dibuat di setting latar yaa Kanggo lah bedik bedik warna emas nya fokusin di properti bawaannya kayak pedang, pistol, dan pernak pernik lainnya,” pesaut Bima.

“Ohhh iyaa bro, ne binsik gimana caranya ntar tembok-temboknya bisa bergerak yaa bro, soalnya ada adegan pemerkosaan ntar. Sama buat pohon kelapa engken carane pang luung, soalne ntar pas adegan pemain ne memanjat pohon kelapa, ajak ranjang pas adegan pemerkosaan to ngidang melingser, nden pas adegan panel ajak ranjang to melingser masi,” Saut sang Sutradara, Wayan Sumahardika

“Okeyyy broo, siap”.jawab Arjuna

Keesokan harinya, Arjuna dan Bima pun berdebat, memikirkan bentuk tembok dan pohon tersebut.

“kemarin cang maan ngae panel (tembok) bergerak untuk anak isi Denpasar kok tinggal jangin roda gen beten ne, tapi panel to lebar dibawah Nok soalnya pang kuat pegang beban…..” kata Bima

“Trus engkn carane pang sing terlalu lebar di bawah tapi kuat?” Takon sang Arjuna

“Nahh kan tinggi panel seukuran triplek ne, ukuran tinggi triplek 2,44m x 1,22m men tinggi cuman 1,22m sing nyak cocok soalne tinggi manusia yaaa 1,70an meter lahh, berarti 2,44m gen anggon tinggi ne, terus pang kuat beten ne to double triplek ne,” saut Bima.

“Yakin kuat too broo? Sg perlu pemberat biin beten ne??? Takon Arjuna

“Sing kekne, kuat kayakne too nok, tapi kar cobak aku ne malu di anak-anak teater SMA ne, yee ngae panel masih kok cobak ditu malu nahh,” Saut Bima

“Nah Jani gae gen malu rangka atau gambaran kasar ajak biaya ne malu engken? Pang tawang gambaran ne, engkn broo? Nyak cocok tooo?” jawab Arjuna

Nahh dalam perdebatan yang lumayan lama dan ngabisin beberapa batang rokok Dunhill Putih isi 20, datanglah sang Karna (Bang Herry) memberikan pencerahan. Hahaha….

“Brooo, kene gen ngae ne, untuk panel buat kayak gini aja dengan lebar tembok 30cm, tinggi 2,44m satu panel satu triplek broo, nah untuk pemegang dalamnya pakek triplek masih broo, tapi ani ukuran 12 atau 16mm anggon pang kuat. Terus untuk pohon kelapa ne Stager anggon print gambar pohon kelapa terus tempel di triplek ee bee, untuk Stager ee anggon pemegang triplek eee, trus pang ngidang nden pemain ne manjat pohon kelapa ne, jangin tangga di belakang triplek, tegul di badan Stager eee amannn dahh. Untuk Stager hubungi Rici (Antek-antek) yee ngelah Stager kone, sekalian be langsung ban ne pang ngidang bergerak” jelas sang Karna, hahaha.

Bima dan Arjuna angguk angguk gen polon ne. Wkwkwkwkw…… Terimakasih Karna atas pencerahannya, memang lain Karna nok Topp lahh cocok dah Karna khe bang hahahaha…….

Pengerjaan properti pun dimulai!!! Pengerjaan awal kita garap properti bawaan, seperti pistol dan pedang. Nahh pada pembuatan pistol (ini yang paling lama) soalne pang misi mesuang asap “mekanik lah dik, hahaha” karena pang misi pesu asap, Bima masih mencari cari cara untuk teknik yang mudah dan aluh dan biaya terjangkau, akhirnya ditemukan lah teknik vape.

Si Bima merakit mekanisme penembakan alat, sedangkan si Arjuna dan antek-anteknya (anak-anak Teater Sangsaka) pembuatan rangka badan pistol dan pedang. Pembuatan pistol cukup lama kurang lebih 3 harian karena masih mencari mekanisme penembakan, seperti biasa percobaan pertama gagal, kedua gagal, dan yang ketiga gagal juga, yang keempat mare nyak broo, hahaha….

Selesai garap pistol dan pedang kita lanjut ke panel. Nahhh ini yang agak berat juga penggarapan panel, perdebatan Arjuna dan Bima terjadi lagi. Dalam pembuatan rangka panel sih udah aman, yang diperdebatkan itu proses pemasangan gambar panel (tembok) karena settingan panel ini agar bisa digunakan bermacam-macam, kayak warung tampak depan, halaman belakang warung, dan halaman dalam rumah, juga warung jelek dan warung bagus, engken carane apang panel dua sisi itu memiliki banyak kemungkinan.

Nahh secara otomatis langsung berfikiran gambar perspektif gen broo. Okey kita cobak gambar perspektif warung “coba ketang dik, coba to miring, coba jangin pintu Jak jendela, coba gen malu” yihhh liunan nyobak ape sg dadi payu broo, akhirnya datar gen be nyak, asan ne ruwet nah, hahaha. Bagian sisi panel kita buat warung bagus, sisi lainnya warung jelek (warung bedeg) nahh kanggoang keto payu broo. Hehe.

Selesai panel di garap lanjut dong yaaa kita garap properti ecek-ecek nya lagi kayak meja dan kursi warung, nah yang ini aluh lah dik sing kok kanti berdebat, wkwkwk dan untungnya juga ada antek-antek yang lain kita sebut saja “Jong” berkat dia, sokasi, kampil, nyuh, ciki-ciki, kerupuk, piring, dan gelas. Jong yang beresin semua, yen nepuk sok kasi mecet aneh-aneh, Jong dah yang punya kerjaan. Hahaha, mantapppp pak Jong pokokne jossssssssssss lahhh.

Nahh jani ranjang ne broo, sutradara nagih ranjang ee pang ngidang melingser kan, ternyata keweh ngae nok, pis liu masih telah puk. Ngae panel gen telah 3jt broo konden ngae ani len biin, nahh terpaksa ranjang pemerkosaan ne sing ngidang melingser kanggoang panel gen melingser hehe….

Pas panel jadi ternyata agak keweh anggon pas adegan pemerkosaan, gede soalne broo 2,44m x 1,44m x 30cm keweh kru menggerakkan nok, tapi sing sih bis keweh cuman butuh tenaga biin nok yaaa ajak dua orang lah menggerakkan. karena keweh teke lah Antek-antek yang lain, ne agak tua dik Antek-antek ne berumur lahh hahaha, maang saran dong antek-antek yang tua ini Orin ne ngae panel biin puk kan syok dong “biin ngae panel ne? Aduhhhhh….”. Tapi aget sih sing ngae panel ani gede cuman ngae panel satu sisi gen anggon Reng gen cukup ukuran ne sing sanget gede masih yaa 2x1m lahh yaaa aget lahh, das 3jt hangus biin. Wkwkwk

Nahh yang terakhir kita garap properti pohon nih, karena sketsa pohonnya konden dadi nah terpaksa ngantos malu broo, nahh istirahat lah jep hehe…. Ne konden tawang engken proses pembuatan ne, soalne tulisan harus mekumpul nok, nahh kanggoang amonto malu nutur brooo bin mani jak nutur biin nyak. Ingetang masih tanggal 28 Februari ne mebalih cai nae di art center jak heppi-heppi ditu nden yaaaa penutupan akhir bulan lahhh, hahahaha… [T]

Tags: DramanovelTeater
Share33TweetSendShareSend
Previous Post

Badai Pasti Berlalu, Tapi Masih Ada Badai-Badai Lain –Catatan Aktor Sebelum Pentas

Next Post

Empat Alternatif Cara Mendengar Azan Bila Jokowi Presiden Lagi

Komang Tress

Komang Tress

Namanya Tress. Panggilannya I Komang Widhi Trisnayasa. Ketua Teater Orok periode 2016-2017. Sejak 2017 aktif di Teater Kalangan sebagai set desaigner, penata artistik dan actor. Mahasiswa Jurusan Arsitektur Lansekap Unud ini punya tertarik pada desain, stage desainer, musik, game, dan cewek (semok).

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

Empat Alternatif Cara Mendengar Azan Bila Jokowi Presiden Lagi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co