23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aku; Pelacur ini Menemukan Jalan –Catatan Aktor Sebelum Pentas

Indra Mpol by Indra Mpol
February 27, 2019
in Esai
Aku; Pelacur ini Menemukan Jalan –Catatan Aktor Sebelum Pentas

Dok Sekali Pentas

Dikarenakan tulisan ini adalah tulisan seorang pemula maka mohon dimaklumi jika sangat membosankan dan cenderung aneh hahahha. Sebelumnya aku sangat berterima kasih pada Suma [sutradara} dan Jong [pimpinan produksi] yang terus memaksa untuk membuat catatan kacau dan puisi kacau juga sebelum tulisan kacau ini diketik.

Thx bray akhirnya neraka menulis ini selesai juga. Menjadi penulis dadakan sungguh sulit bukan main. Mungkin setelah ini aku akan sangat menghargai dan menaruh hormatku pada semua penulis dimanapun kalian berada selama masih di bumi.

Di tulisan perdanaku ini aku akan menceritakan bagaimana prosesku berlatih teater musikal di garapan kelompok sekali pentas. Bagiku mengikuti proses berteater adalah hal yang merindukan.

Begitu juga mengikuti proses drama musikal untuk kedua kalinya bersama kelompok sekali pentas yang akan mementaskan lakon Sukreni Wang Sistri Listuayu, pada tgl 28 Februari 2019,yang merupakan adaptasi dari novel tersohor seorang raja bali dan sang maestro Pandji Tisna : Sukreni Gadis Bali.

Banyak hal yang kurindukan dari pementasan Capung Hantu-2018 sebelumnya. Saat duet sang sutradara Heri dan Suma mengajakku untuk bermain lagi, kenapa tidak? Drama dan music adalah hidupku dan tiap kesempatan harus diambil bukan?

Aku seorang vokalis dari 5 band berbeda genre, sementara dunia teater sepertinya tidak mau pergi juga dari hidupku. Setelah hampir 9 tahun melacur di 2 dunia kesenian ini, akhirnyayeah hahaha Sang pelacur menemukan jalannya.

Sudah hampir sebulan lebih aku dan teman-teman melewati proses latian yang dicanangkan oleh Suma selaku pak sutradara drama dan Heri sebagai penyandang gelar composer musik didrama kali ini.

Mmmmmmm

Mengingat-ngingat lagi di proses awal berlatih, justru bukan bray Suma yang langsung terjun melatih. Suma selaku sutradara memberikan kami kesempatan untuk memamerkan metode-metode latian teater yang biasanya kami jalankan di setiap kehidupan berteater kami sampai hari ini. Sejujurnya aku merasa nol besar mengenai ini hahahha… What the hell !!! .

Aku sadar bahwa selama kehidupanku berteater, sama sekali tak mengenal metode-metode dalam pelatihan teater. Terbesit kembali ingatanku waktu di sma ketika dilatih teater oleh Mas Tomo, dan yang aku ingat hanya permainan bercermin yang masih membekas diingatanku dan juga dipamerkan oleh Suiya yang memerankan sudiana di drama musikal ini. Kita satu guru Suiya, hahahha…

Kembali di metode tadi, Jacko salah seorang teman kami yang memerankan buruh pemanjat kelapa dan seekor babi, memamerkan metode yang bagiku sangat langka dan merupakan metode latihan yang aku pikir diadaptasi dari tubuhnya sendiri. Sulit bagiku menjelaskan bagian meliuk-liuk ini yang notabene dapat memaksimalkan kemampuan tubuh/badan kasar kita, sekaligus mengenal sendiri apa itu tubuh kita, yang biasanya seorang actor atau manusia yang tidak benar-benar mengenal setiap inci dari tubuhnya sendiri.

Wow its amazing bray Jacko yuhuuu. Satu bagian yang sangat sulit yaitu menggerakkan bagian tubuh kita dari ujung kaki hingga ke ujung kepala secara bebas bergantian dan bersamaan. Dibarengi dengan pergerakan yang lambat dan cepat membuat kita merasakan sensasi yang begitu kuat seperti panas, pegal, mata berkunang-kunang,dan nafas terengah-engah. Katanya, sebenarnya kuncinya di pengaturan nafas,hahahha,,masih menjadi misteri.

Setelah metode pembuka yang dipamerkan oleh Jacko, metode selanjutnya dipamerkan teman kami Ejak yaitu metode pelatihan yang menurutku merupakan metode standar dalam pemanasan dan tahap awal dalam berlatih teater seperti lari, pemanasan dari kaki ke kepala, lalu senam wajah, dan berteriak vocal a,I,u,e,o. pada tahap awal metode ini sepertinya lewat begitu saja, namun saat pak sutradara menitahkan kami untuk mengatur tempo hitungan dan gerakan, neraka pegal itu dimulai.

Metode yang terkesan sederhana ini menjadi sangat sulit dan mendetail disetiap gerakannya berkat tempo hitungan dan gerakan yang kadang-kadang lambat, kemudian cepat dan tambah cepat kemudian kembali melambat membuat tubuh ini sangat renta, maklum sudah uzur wkwkw…thx Ejak  metode dasarmu pasti digunakan disetiap kami dan semua teater mulai berlatih.

Waktu seingatku sudah menunjukkan jam 5 sore ketika sang composer music Heri datang untuk melatih kami di tahapan awal mengenal music yaitu olah vocal. Heri adalah sutradara di bagian music untuk nanti mengisi dialog dan adegan kami dengan alunan music yang dibuat sendiri bersama team music,  berdasarkan naskah yang sudah dibuat oleh suma. Duet yang sangat berbahaya menurutku, hahaha hajar pak.

Wah untuk metode latihan vocal ini aku sama sekali tidak mengalami kendala yang berarti karena aku lebih sering berlatih vocal daripada berlatih teater melalui tubuhku. Maklum berlatih tubuhnya nanti dipanggung waktu konser saja wkwkw.. pelatihan vocal dimulai dari bernafas terengah-engah seperti anjing, lalu seperti mengeluarkan suara ban yang bocor, kemudian penguatan otot perut, dan yang paling berbahaya adalah saat kami tidur menengadah keatas, lalu badan diangkat sedikit keatas, perut dikunci keras, dan kemudian kami disuru bernyanyi garuda pancasila dengan berbisik.

Wow siksaaan neraka apa lagi ini. Hahaha.. sial, memang tidak mudah menjadi actor sekaligus bernyanyi. Hore dan akhirnya latian selesai dan untuk pertama kalinya badanku terutama bagian perutku serasa keras dan sakit jika dipegang, badan ngilu semua bahaya kalau dipakai bab hahha..tapi drama dan music di hari itu bagiku begitu menyenangkan saat mereka bersanding,

Sampai di metode tadi, aku beberapa kali tidak bisa ikut berlatih dikarenakan pekerjaan dan urusan-urusan band receh lainnya. Sehingga metode latihan terakhir yang aku ingat yaitu metode dari teman kami, Aguk,  yang dalam drama musikal ini berperan sebagai Gustam seorang penjahat keji.

Aguk membagikan sedikit metode butoh yang ia pelajari ketika mengikuti workshop butoh di jogja. Kata-kata butoh ini selalu mengingatkanku pada seorang kawan Mas Andika pada masa-masa kuliah dulu yang sempat mengajarkan butoh ini dan aku mengikuti workshopnya. Seingatku aku diajarkan menjadi binatang seperti buaya, wkwkkw,,sungguh melelahkan dan memegalkan semua badan.

Kembali lagi ke metode butoh dari Aguk ini, awal kami berlari seperi biasa untuk pemanasan, setelah itu Aguk memberikan instruksi untuk kita membagi menjadi 3 kelompok. Lalu satu orang dikelompok itu mulai bergerak secara bebas dan berimprovisasi secara perlahan dan tugas 2 orang lainnya menyentuh bagian-bagian tubuh yang berhenti atau tidak bergerak.

Sensasi awalnya sangat membingungkan, bergerak berimprovisasi bagiku sangat membingungkan, lalu aku pejamkan saja mata dan dalam gelap memerintahkan tubuh ini agar bergerak bebas. Setelah bergantian melaksanakannya, aku melihat gerakan-gerakan yang dihasilkan dari proses berimprovisasi tersebut sangat berbeda dan bervariasi di setiap orang. Tidak ada gerakan yang sama. Semua pola gerakan diciptakan secara acak dari proses bergerak selama beberapa menit tersebut.

Kemudian dilanjutkan dengan berbaris memanjang kemudian memejamkan mata,  Aguk mengintruksikan atau lebih tepatnya mensugesti kami untuk membayangkan bahwa di setiap tubuh kami terdapat satu kutu yang berbuat onar. Lalu semakin lama-semakin lama kutu tersebut bertambah dan menggeliat ditubuh kami. Secara spontan serasa tubuh kami gatal dan tangan kami ingin membunuh kutu-kutu yang sedang perang saudara tersebut.

Akhirnya perang membesar menjadi perang dunia diantara kutu-kutu tersebut, sehingga membuat seluruh tubuh berguncang hebat tak karuan dan sangat cepat seperti serasa kutu-kutu tersebut sudah menelan tubuh kami dengan jumlahnya yang sangat banyak.

Kemudian perlahan-lahan instruksi menyuruh kami stop dan merasakan kembali perlahan tubuh kami yang sudah bebas dari kutu kupret tersebut. Dan sesi itupun berakhir. Uiih..aku sempat berfikir kalau saja metode ini diisi dengan tempo waktu dan gerakan lambat ke cepat niscaya metode ini akan membuat kita mencapai neraka sesungguhnya wkkwkw..

Mantap Aguk, aku ingin sekali belajar lebih dalam lagi namun waktu itu aku harus berlatih band dan melewatkan sesi diskusi,, para pembaca sekalian tulisan ini dibuat didetik-detik terakhir tengat waktu untuk mengumpulkannya, dan aku rasa tulisan dini ini, aku resmi akhiri,.hahaha. tapi aku pikir aku akan menulis lagi di lain waktu serta kesempatan yang tepat.Salam budaya genk. [T]

Tags: Bahasa BaliDramaTeater
Share36TweetSendShareSend
Previous Post

Empat Alternatif Cara Mendengar Azan Bila Jokowi Presiden Lagi

Next Post

Pelestarian Bahasa Bali itu Bernama Teater – Catatan Sutradara Sebelum Pentas

Indra Mpol

Indra Mpol

Nama lengkap I Made Indra Purnama Suryanatha Dangke. Konsentrasi hidup di drama,musik, dan cinta

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Pelestarian Bahasa Bali itu Bernama Teater – Catatan Sutradara Sebelum Pentas

Pelestarian Bahasa Bali itu Bernama Teater - Catatan Sutradara Sebelum Pentas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co