2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perempuan, Cinta dan Melodrama

Putu Hendra Mas Martayana by Putu Hendra Mas Martayana
January 23, 2019
in Esai
Perempuan, Cinta dan Melodrama

Ilustrasi foto: Google

Sarangeul haeda uriga manna
Jiuji moshal chueogi dwaeda
Bolmanhan mellodeurama
Gwaenchanheun gyeolmal
Geugeomyeon dwaeda neol saranghaeda

(Love Scenario by iKON)

Sepenggal lirik lagu di atas saya ambil dari album kedua iKON, Return. iKON sendiri adalah salah satu boyband Korea Selatan yang bernaung di bawah YG Entertainment. Meski debutnya telah dimulai sejak 1 Oktober 2015, tetapi, baru pada lagu Love Scenario yang rilis pada 25 Januari 2018 melejitkan namanya. Bukan tanpa alasan, secara statistik, di awal kemunculannya, lagu itu mampu bertengger pada urutan kedua di Melon Chart dan urutan teratas di iTunes Charts Worldwide. Selain itu, hampir di setiap kesempatan, saya melihat orang atau sekelompok orang, terutama remaja putri memperdengarkannya. Meski tak tahu artinya dan kadang berusaha melafalkan liriknya walau terkesan dipaksakan, tetapi lagunya cukup enak didengar, mengalir dan mengendap sehingga tanpa sadar mengikuti iramanya.

Budaya pop, khususnya Hallyu Korea Selatan yang sedang mewabah di seluruh penjuru dunia, akhir-akhir ini memang tengah menjangkiti remaja putri Indonesia. Selain boyband dan girlband, salah satunya boyband iKON yang saya tukil di atas dan telah membius jutaan pasang mata dengan efek koreografi dan visualisasi yang menawan, film dramanya juga tidak kalah peminat. Dibanding korean pop yang identik dengan boyband dan girl band, drama korea memiliki segmen pasar tersendiri, khususnya perempuan di atas umur 20-an tahun yang saya temui mengaku lebih menyukai drama korea dibanding korean popnya. Alasannya, mereka lebih menemukan keintiman dan aktualisasi kedirian (sense of self). Di samping itu, mereka merasa lebih mudah memahami situasi perempuan yang lebih mengedepankan perasaan. Meski demikian, mereka tak menampik menyukai korean pop, meski tidak sedalam drama. Hal tersebut disebabkan perkenalannya dengan budaya Hallyu terlebih dahulu diawali dengan boyband dan girl band.

Sebagai satu bentuk tontonan yang tengah digandrungi remaja putri, saya memasukkan drama korea ke dalam kategori melodrama. Jika dicari dalam KBBI, melodrama adalah pergelaran, seperti sandiwara atau film, dengan lakon yang sangat sentimental, mendebarkan, dan mengharukan, yang lebih mengutamakan ketegangan daripada kebenaran. Dengan melihat deskripsi itu maka kita bisa menyimpulkan bahwa kegemaran remaja perempuan menonton film bergenre melodrama dilatarbelajangi alasan film jenis ini seringkali dianggap dekat dengan dunia perempuan yang sentimentil dan emosional. Dengan kata lain, ada sebentuk usaha dari identifikasi film bergenre melodrama untuk “dikelaminkan” sebagai tontonan kaum perempuan. Persinggungannya dengan film laga, aksi, horor, dan atau petualangan sebagai representasi dunia lelaki menghasilkan semacam oposisi biner.

Salah satu makna melodrama sebagai film berkaitan dengan visualisasi, gaya, desain dan penyajian emosi yang estetis. Itu berarti, film jenis ini dibuat atas dasar pengetahuan dan kompetensi yang dibangun secara spesifik feminim dan konsumtif, sehingga memberi ruang bagi perempuan untuk menggali dan mengeksploitasi feminitas dengan gaya baru. Dengan memperhatikan kategori di atas, selain drama korea, yang termasuk film jenis melodrama adalah sinetron lokal seperti tayangan FTV dan tidak ketinggalan pula telenovela negara-negara Latin seperti Marimar dan Betty la Vea yang sempat hits di tahun 2000-an..

Sejak awal, film-film melodrama memang dialamatkan untuk segmen tertentu. Jika merunut pada proses panjang pembuatan film ini maka dengan gampang kita bisa menarik kesimpulan bahwa phak-pihak yang terlibat dalam pembuatannya menyangkut produser, penulis cerita, para pengiklan, memiliki bayangan tertentu tentang citra perempuan. Bagaimana mereka memandang perempuan dalam film melodrama tentunya akan berpengaruh pada proses cerita  dan citra.

Ada banyak hal yang membuat perempuan tertarik untuk menonton melodrama. Dalam film jenis ini, cerita-cerita disajikan dalam kerangka dasar yang sama yakni tentang cinta dan persoalan keluarga dengan plot yang berliku-liku, dan tentu saja mengharu biru. Para tokoh melodrama dianggap mewakili impian dan perasaan kaum perempuan. Segmentasi pasar yang hendak diraih biasanya menghasilkan alur cerita yang berbeda. Jika yang disasar adalah ibu-ibu rumah tangga, maka citra protagonis sejak awal dibangun dalam kondisi yang memperihatinkan dan mengenaskan. Untuk mendapat efek visualisasi yang emosional, sang sutradara perlu menghadirkan antagonis sebagai musuh bersama yang paling dibenci dan tentu saja harus dilenyapkan.

Melalui kegigihan dan keikhlasan yang dibumbui moralitas agama yang menggebu namun kadang agak sulit diterima akal sehat, semua rintangan yang dialami bisa dilalui dan berakhir bahagia. Sederhananya, film ini memberi hikmah dasar bahwa teks ideal yang ingin dicapai adalah kejahatan akan selalu kalah dengan kebaikan. Pada beberapa bagian, disajikan juga scene berlebihan untuk bisa lebih memancing emosi pernonton seperti adegan kekerasan mertua kepada menantunya atau sebaliknya. Adegan–adegan ini ditampilkan dengan asumsi bahwa perempuan yang dilekatkan dengan stereotip emosional, suka dengan adegan-adegan yang melankolis.

Itulah mengapa film jenis sinetron yang tayang prime time di program televisi laris manis ditongkrongi ibu-ibu rumah tangga yang telah bekerja seharian penuh mengurus suami, anak, rumah dan dirinya. Seorang suami, seberapapun jantannya, bahkan jika ada yang memiliki cita-cita mengubah dunia, tidak akan berani mengubah channel televisi jika pada saat yang bersamaan si istri tengah menikmati imajinasinya dalam tayangan sinetron yang ditonton. Jika demikian kondisinya, seharusnya laki-laki yang telah menjadi suami itu harus mengubur mimpinya mengubah dunia, karena jangankan mengubah dunia, mengubah channel televisi saja tidak mampu. LoL.

Di sisi lain, jika segmentasi pasarnya adalah anak kuliahan atau perempuan singel yang sedang meniti karir, citra perempuan yang ditampilkan biasanya dalam keadaan cantik, dengan busana yang indah-indah dan rumah yang mewah. Namun sering juga protagonis ditampilkan sebagai perempuan yang datang dari status sosial bawah. Hingga pada suatu ketika bertemu pria kaya, tampan, terkenal, terlibat cinta lokasi dan akhirnya menikah melalui jalan cerita yang sederhana, dengan atau tanpa intrik yang menghalangi hubungan keduanya.

Meski narasi yang ditawarkan adalah perempuan atau lelaki miskin, tetapi tetap saja tampilan fisik yang kinclong para pemerannya menjadi daya tarik bagi penonton.hal ini tidak bisa dikesampingkan karena akan terbetik hikmah bahwa kecantikan feminim bukanlah sesuatu yang melekat sejak lahir, melainkan bisa diraih. Pada akhirya perempuan sebagai entitas menemukan ruang untuk melihat feminitas sebagai sebetuk identitas yang terus berubah, bisa dilekatkan  dan dilepaskan kapan saja mereka menginginkannya. Di samping itu, perempuan juga mendapatkan kesempatan untuk merasakan aktivitas dan kompetisi konsumtif yang eksklusif.

Film melodrama kerap dituding menjual mimpi indah bagi perempuan. Ia menjadi dekat dengan film melodrama karena merasakan bahwa sementara mereka menyaksikan adegan demi adegan, kisah di yang terjadi di dunia yang hanya fiksi itu kemudian diparalelkan dengan apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pada titik inilah film melodrama menjadi dunia “tetangga” yang dekat dengan, namun tidak sungguh-sungguh menjadi bagian dari kehidupan. Bentuk tontonan yag dialamatkan pada perempuan seperti melodrama berkembang menjadi sebentuk budaya populer yang memberikan ruang bagi representasi sebuah wilayah pengalaman dalam kehidupan personal sekaligus emosional.

Tags: filmmelodramamusikPerempuansinetron
Share17TweetSendShareSend
Previous Post

Pergub Anti Sampah Plastik adalah Pergub Instan

Next Post

Rahasia Waras Leluhur Bali: Berdoa & Tanam Pohon – Catatan Harian Sugi Lanus

Putu Hendra Mas Martayana

Putu Hendra Mas Martayana

Lahir di Gilimanuk, 14 Agustus 1989, tinggal di Gerokgak, Buleleng. Bisa ditemui di akun Facebook dan IG dengan nama Marx Tjes

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Rahasia Waras Leluhur Bali: Berdoa & Tanam Pohon – Catatan Harian Sugi Lanus

Rahasia Waras Leluhur Bali: Berdoa & Tanam Pohon - Catatan Harian Sugi Lanus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co