23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Malas Menghantui Mahasiswa Semester Akhir? Ah, Itu Biasa…

Fatika Arum Rahmawati by Fatika Arum Rahmawati
November 2, 2018
in Esai
Malas Menghantui Mahasiswa Semester Akhir? Ah, Itu Biasa…

Ilustrasi diolah dari Google

MALAS? Yups, sudah tidak asing lagi kata “malas” di dalam kehidupan kita. Bahkan semua golongan juga mengetahui apa itu malas.

Malas merupakan sifat yang ada disetiap  individu, dimana malas ini memiliki arti bahwasanya seseorang yang tidak mau bekerja atau tidak mau mengerjakan sesuatu. Dari sejak kita kecil pun sudah memiliki rasa malas, contohnya saja seorang ibu meminta si anak untuk belajar, ketika anak itu tidak mau melaksanakannya, maka akan menolak perintah ibunya, itu sudah termasuk kategori malas.

Apakah anda tahu, darimana muncul rasa malas itu? Rasa malas akan muncul dari dalam diri seseorang karena ada bagian tertentu dalam diri seseorang merasa perlu waktu untuk istirahat, atau bisa terjadi karena seseorang itu melakukan aktivitasnya setiap saat dan merasa bosan, tidak adanya pembaharuan dalam aktivitas tersebut.

Ketika kita mendengar kata “malas”, maka di dalam pikiran orang pasti bermakna negatif, akan tetapi tidak semua malas itu bermakna negatif, malas untuk kebaikan pun juga ada. Contohnya ketika anak remaja disuruh ikut berkumpul dengan orang-orang yang suka mabuk, akan tetapi anak remaja itu menolak dengan alasan malas ikut berkumpul dengan orang-orang yang ingin membahayakan dirinya sendiri.

Contoh lainnya yaitu ada seseorang yang benar-benar malas bergerak atau melakukan sesuatu, akan tetapi seseorang itu memiliki pengetahuan yang luas, dalam arti bisa dikatakan pinter, jadi untuk melakukan di dalam pekerjaannya, orang tersebut menggunakan temannya untuk membantu pekerjaannya tersebut dengan mengandalkan kepinteran yang dimilikinya, bahkan orang yang dibantunya pun juga merasakan untung, sehingga pekerjaan mereka pun juga cepat selesai.

Jika dilihat dari dua contoh tersebut maka, sebenarnya malas itu bisa dikategorikan negatif dan bisa juga dikategorikan positif, semua tergantung pada sikap dan tindakan apa yang seseorang itu lakukan.

Ketika kita melihat sifat malas pada anak sekolah yang masih duduk di bangku mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, bahkan sampai Sekolah Menengah Atas atau yang sederajatnya, banyak sekali siswa-siswa yang tidak naik kelas, faktor utamanya karena mereka merasa nyaman dan dihantui dengan rasa malas. Karena ketika siswa diberikan tugas oleh guru, dan siswa itu merasa tidak bisa mengerjakan soal yang diberikan, maka siswa itu tidak akan mengerjakannya sama sekali, karena mereka berpikir lebih baik dihukum yang hanya dalam waktu sebentar daripada membuat asal-asalan pun tetap tidak diterima oleh guru.

Cara berpikir yang seperti itu dan tanpa adanya rasa semangat untuk mencoba terlebih dahulu, maka semakin lama rasa malas itu semakin nyaman berada dalam diri seseorang tersebut, serta biasanya seorang siswa juga sangat mudah dirayu oleh temannya untuk menunda mengerjakan pekerjaan rumah dan lebih asik bermain bersama, ketika sudah asik bermain bersama hingga sore menjelang malam, karena seseorang itu merasa capek, lelah, dan lemas, pada akhirnya tidak jadi mengerjakan pekerjaan rumah, alhasil nilai mereka pada rapot selalu menurun, tidak adanya peningkatan, dan mereka pun tidak naik kelas.

Berbeda halnya ketika kita melihat sifat malas pada dunia pekerjaan, seseorang yang telah bekerja pun bisa memiliki rasa malas yang tinggi. Contohnya yaitu seorang karyawan malas mengerjakan sesuatu yang diperintahkan oleh atasan, hal ini disebabkan karena atasan tersebut memberikan gaji kepada karyawannya selalu tidak tepat waktu, dengan begitu, karyawan pun merasa bosan dan jenuh, karena memberikan haknya pun selalu tertunda.

Kemudian contoh lainnya yaitu, ketika karyawan sedang mengerjakan tugas yang diberikan oleh atasan, namun beberapa waktu kemudian, pekerjaannya pun ditambah lagi, sehingga pekerjaan karyawan tersebut menjadi menumpuk, sedangkan pekerjaannya harus bisa selesai tepat pada waktunya, pekerjaan yang menumpuk seperti inilah yang membuat karyawan malas mengerjakannya.

Contoh lainnya yaitu seorang karyawan yang memiliki banyak permasalahan, bahkan permasalahan di dalam keluarganya sering di bawa masuk dalam dunia pekerjaannya, sehingga ketika karyawan tersebut mendapat tugas, karyawan tersebut tidak bisa mengerjakan tugasnya dengan baik, dan seketika rasa malas itu datang dengan sendirinya untuk menunda pekerjaan tersebut.

Nah, coba kita lihat rasa malas dalam dunia perkuliahan dengan sasaran yaitu mahasiswa. Mahasiswa seakan identik dengan sifat malas, mengapa demikian? Ketika kita memasuki dunia perkuliahan, maka yang terbayang adalah tugas, tugas dan tugas semakin berat dan semakin banyak.

Baru saja kita menjadi mahasiswa baru, ketika mengikuti masa orientasi perkenalan kampus, para senior mahasiswa pun sudah memberikan tugas-tugas yang begitu banyak, karena tugas ini menjadi salah satu persyaratan untuk lulus mengikuti masa orientasi perkenalan kampus, jika tidak lulus, maka akan diulang kembali tahun berikutnya.

Jadi mau tidak mau, suka tidak suka mahasiswa baru harus tetap mengerjakannya, akan tetapi rasa mala situ selalu saja datang, ketika malas datang, maka semua tugas akan terhambat, alhasil banyak tugas yang tidak dikerjakan, dan tidak sedikit mahasiswa baru yang terkena hukuman, walaupun terkena hukuman, ada beberapa mahasiswa baru tetap saja tidak jengah dengan hukuman tersebut, dan kembali melakukan kesalahan yang sama di hari berikutnya, hal ini terjadi karena mahasiswa baru tersebut dihantui rasa malas, karena sudah pusing melihat tugas-tugas barunya, dengan seenaknya sendiri tugas itu dibiarkan begitu saja dan lebih enak tetap menerima hukuman.

Kemudian ketika menjadi mahasiswa biasa yang sudah memasuki semester 2, 3, 4, 5, dan 6, kebanyakan mahasiswa sudah berani mulai bolos kuliahnya dengan berbagai alasan, ada yang hanya beralasan sakit, padahal mahasiswa tersebut jalan-jalan, ada yang beralasan izin dan membuat surat izin palsu.

Hal ini ada beberapa faktor yang menyebabkannya yaitu ketika ada dosen yang mereka tidak sukai, dalam artian dosen tersebut membosankan dalam mengajarnya, dan ada juga dosen dengan tipe yang terkenal galaknya, faktor-faktor tersebut pun yang megakibatkan seorang mahasiswa malas untuk mengikuti kuliah dan memilih tidak masuk saja.

Kemudian ketika mahasiswa di semester akhir, yaitu mulai dari semester 7, dimana di semester ini mahasiswa sudah ada memulai tahap pembuatan skripsi, mata kuliah umumnya hanya tinggal beberapa saja, namun yang lebih prioritas di semester ini yaitu skripsi.

Pada pembuatan skripsi ini, mahasiswa semester akhir ini banyak terdapat godaan, salah satunya rasa malas yang selalu menghantui, mengapa bisa? Yups, karena ada beberapa faktor yang menyebabkan mahasiswa menunda-nunda membuat skripsi, yaitu:

(1) Bingung menentukan judul skripsi, hal ini sering terjadi diawal-awal, karena mahasiswa masih bingung untuk mencari tempat penelitian, dan menentukan masalah yang ada, maka dari itu judul pun masih susah untuk ditentukan.

(2) Judul atau topik yang diajukan sering ditolak, hal ini menyebabkan mahasiswa harus mencari judul topik baru kembali, kebanyakan mahasiswa yang mengalami penolakan judul topik tersebut akan kembali bingung dan akan ada rasa malas yang membuat menunda mencari judul topik baru tersebut.

(3) Dosen pembimbing susah ditemui, hal ini juga memicu munculnya rasa malas, ketika mahasiswa sudah janjian kepada dosen pembimbing untuk melakukan bimbingan revisian skripsi, akan tetapi dosen tersebut tidak kunjung datang dan tidak memberikan alasan kepada mahasiswa, dengan begitu mahasiswa tersebut akan malas yang berkepanjangan untuk kembali ke kampus menemui dosen pembimbing, karena tidak adanya kepastian kapan benar-benar bisa melakukan revision.

(4) Mahasiswa lebih prioritaskan kegiatan di organisasinya daripada membuat skripsi, tidak banyak mahasiswa yang mengalami hal ini, dimana mahasiswa yang sangat aktif bisa dikatakan aktivis, lebih memprioritaskan kegiatan di organisasinya daripada membuat skripsi, karena saking senangnya dan nyamannya dalam berkegiatan di organisasi, dengan begitu membuat skripsi pun selalu tertunda. Itulah beberapa faktor yang menyebabkan mahasiswa akhir malas untuk mengerjakan skripsi.

Adapun solusinya untuk menghindari rasa malas di semester akhir, yaitu:

(1) Buanglah rasa malas dengan cara mengingat perjuangan orangtua anda untuk mebiayai anda selama menempuh jenjang pendidikan, dengan mengingat perjuangan orangtua yang susah payah membiayai anaknya sampai hingga jenjang perkuliahan maka anda seharusnya bisa segera sadar untuk cepat lulus kuliah dan mencari pekerjaan yang layak agar dapat mebiayai diri sendiri dan keluarga.

(2) Bergaul dengan teman yang rajin membuat skripsi, dengan bergaul bersama teman yang rajin membuat skripsi, maka rasa malas yang ada dirimu akan hilang dengan begitu saja, dan ikut rajin membuat skripsi bersama temanmu.

(3) Buatlah jadwal rencana yang tepat, hal ini dapat membantu mahasiswa agar termotivasi diri sendiri untuk membuat skripsi, dengan adanya jadwal setiap harinya, maka mahasiswa selalu ingat dan tidak bingung lagi langkah demi langkah dalam mengerjakan skripsi. (T)

Tags: mahasiswaPendidikanSkripsi
Share16TweetSendShareSend
Previous Post

Mendengar Afrizal Malna & Samar Gantang: Terjebak Dalam Bahasa

Next Post

Hal-Hal Kecil yang Teater? – Pertanyaan di Parade Teater Canasta 2018

Fatika Arum Rahmawati

Fatika Arum Rahmawati

Lahir di Tabanan, 28 Juli 1997. Wanita karier sekaligus seorang istri.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Hal-Hal Kecil yang Teater? – Pertanyaan di Parade Teater Canasta 2018

Hal-Hal Kecil yang Teater? - Pertanyaan di Parade Teater Canasta 2018

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co