2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Relief Yeh Pulu dalam Titi Wangsa – Catatan Pameran Wayan Kun Adnyana

Wayan Jengki Sunarta by Wayan Jengki Sunarta
October 31, 2018
in Ulasan
Relief Yeh Pulu dalam Titi Wangsa – Catatan Pameran Wayan Kun Adnyana

Lukisan Kun Adnyana, On Desire, 140x160 cm, ink-acrylic-on-canvas, 2018

MENAFSIR ulang situs arkeologi ke dalam seni rupa kontemporer tentu bukan perkara mudah. Sebab bila tidak cerdik dalam kreasi artistik, karya yang dibuat cenderung menjadi mimesis dari objek yang telah ada. Untuk menghindari hal itu, riset atau penelitian komprehensif sangat diperlukan.

Hal itulah yang dilakukan perupa Wayan Kun Adnyana berkaitan dengan situs Relief Yeh Pulu yang berlokasi di Desa Bedulu, Gianyar, Bali.

Sebelum diolah menjadi karya seni rupa, Kun melakukan penelitian terhadap situs yang memiliki panjang sekitar dua puluh lima meter dan tinggi dua meter tersebut. Situs yang diperkirakan dibangun pada abad ke-14 atau 15 Masehi itu mirip komik strip, menggambarkan fragmen-fragmen kehidupan keseharian manusia Bali. Di dalamnya juga terkandung nilai-nilai kepahlawanan dari kaum rakyat jelata.

Situs Yeh Pulu bisa dimaknai sebagai sebuah karya seni rupa dari zaman Bali kuno. Dan, hal itu tentu saja menarik untuk ditafsir ulang ke dalam karya seni rupa kontemporer, seperti yang dilakukan oleh Kun Adnyana.

Hasil pembacaan dan pemaknaan terhadap situs tersebut dipamerkan oleh Kun dengan tajuk “Titi Wangsa” di Museum Neka, Ubud, 12 – 31 Oktober 2018.

Titi Wangsa menurut Kun adalah jalan menuju diri yang berkarakter dan meruang, yang hadir dalam sejarah. Pameran yang dikurasi Warih Wisatsana ini adalah upaya menciptakan jembatan imajiner yang menghubungkan masa silam dan masa kini.

Wayan Kun Adnyana adalah perupa kelahiran Bangli, 4 April 1976. Dia meraih gelar doktor bidang seni rupa di ISI Yogyakarta. Sejak 1997 dia aktif dalam banyak pameran bersama maupun tunggal, baik di dalam maupun luar negeri. Sejumlah penghargaan di bidang seni rupa juga pernah diraihnya, antara lain finalis UOB Painting of The Year.

Selain sebagai dosen di ISI Denpasar, Kun juga dikenal sebagai kurator dan penulis seni rupa. Kun menggunakan tujuh pendekatan artistik dalam mengolah Relief Yeh Pulu ke dalam karya seni rupa kontemporer, yakni cutting, coloring, highlighting, drawing, smashing, layering, dan deconstructing.

Dalam penerapannya, cutting berkaitan dengan membayangkan Relief Yeh Pulu sebagai bentangan poster komik yang gambar-gambarnya dapat digunting sesuai keperluan untuk ditata kembali dalam karya seni lukis. Coloring adalah pewarnaan ulang sesuai dengan cita rasa artistik pelukisnya.

Highlighting adalah memilih figur atau subjek gambar tertentu sebagai pusat perhatian. Drawing berkaitan dengan merepresentasikan ulang objek gambar dengan teknik goresan garis. Smashing adalah teknik membayangkan objek relief dalam kondisi terpecah dan rapuh karena faktor korusi dan sejenisnya.

Pendekatan layering dilakukan untuk menyusun lapis-lapis warna sebagai latar belakang lukisan. Sedangkan deconstructing lebih ditujukan untuk mendekonstruksi tema, adegan, dan komposisi menjadi suatu yang baru.

Lukisan Kun Adnyana, Back Home 140 x 160 cm, ink acrylic on canvas, 2018
Lukisan Kun Adnyana, Constant Battle,140×160 cm, ink-acrylic-on-canvas, 2018

Tujuh pendekatan itu bisa dilihat, misalnya, pada karya berjudul Back Home (140 x 160 cm, ink & acrylic on canvas, 2018). Kun memindahkan adegan dua manusia memikul hewan buruan yang terdapat pada Relief Yeh Pulu ke bidang kanvasnya. Adegan itu menjadi fokus dengan pemanis berupa figur-figur manusia yang tampak melayang pada bidang kanvas yang penuh sapuan warna dan tulisan tangan. Dalam lukisan ini, Kun menggabungkan gaya figuratif dan abstrak menjadi suatu keutuhan.

Adegan dua figur memikul hewan buruan itu juga tampil dengan visual berbeda pada lukisan berjudul Constant Battle (140×160 cm, ink & acrylic on canvas, 2018). Dalam lukisan ini, Kun menambahkan figur Superman dan Batman berbaur dengan figur-figur manusia yang tampak melayang di tengah keriuhan warna. Tujuh pendekatan yang digunakan Kun tampak menyatu dalam lukisan ini.

Selain itu, ikon masa silam dan masa kini berpadu melahirkan pemaknaan baru. Relief Yeh Pulu merupakan rangkaian adegan yang unik dan menarik untuk dimaknai ulang. Sebutlah misalnya adegan berburu macan dan perempuan yang menarik ekor kuda yang dikendarai lelaki. Adegan berburu macan tampak ironis karena pemburu menarik lidah dan ekor si macan.

Kun menampilkan adegan yang menunjukkan semangat kepahlawanan itu dalam lukisan berjudul Be Heros (60×60 cm, ink & acrylic on canvas, 2018). Bila macan adalah simbol kekuasaan pada masa relief itu dibuat, maka tindakan menarik lidah (mulut) dan ekor si macan (kekuasaan) menjadi suatu keberanian tersendiri, apalagi dilakukan oleh kaum jelata.

Adegan tersebut bisa ditafsir dalam konteks persoalan sosial politik yang terjadi pada masa itu. Adegan seorang perempuan menarik ekor kuda yang sedang ditunggangi lelaki juga bisa dibaca sebagai simbol yang membuka berbagai kemungkinan penafsiran. Hal itu dijabarkan oleh Kun Adnyana dalam lukisan berjudul On Desire (140×160 cm, ink & acrylic on canvas, 2018).

Lukisan Kun Adnyana, Be Heros, 60×60 cm, ink-acrylic-on-canvas, 2018
Lukisan Kun Adnyana, On Desire, 140×160 cm, ink-acrylic-on-canvas, 2018

Bisa jadi adegan tersebut merupakan simbol perlawanan terhadap budaya patriarki. Mencermati pameran ini, Kun Adnyana tampak kreatif memparodikan adegan-adegan Relief Yeh Pulu dengan ikon-ikon kekinian. Lukisan-lukisannya kali ini membuka ruang dialektika antara masa silam dan masa kini dengan berbagai perenungan yang terkandung di dalamnya. Terutama dalam konteks semangat kepahlawanan yang ditunjukkan oleh kaum rakyat jelata. (T)

Tags: ISI DenpasarPameran Seni RupaSeni Rupa
Share22TweetSendShareSend
Previous Post

Menjaga Alam dengan Dharma di Festival Payangan

Next Post

Reproduksi Kebudayaan sebagai Mekanisme Survival #Kolom Made Metera

Wayan Jengki Sunarta

Wayan Jengki Sunarta

Penulis puisi, cerpen, novel, esai/artikel/ulasan seni. Penyuka seni, batu akik & barang antik.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Reproduksi Kebudayaan sebagai Mekanisme Survival   #Kolom Made Metera

Reproduksi Kebudayaan sebagai Mekanisme Survival #Kolom Made Metera

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co