12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Relief Yeh Pulu dalam Titi Wangsa – Catatan Pameran Wayan Kun Adnyana

Wayan Jengki Sunarta by Wayan Jengki Sunarta
October 31, 2018
in Ulasan
Relief Yeh Pulu dalam Titi Wangsa – Catatan Pameran Wayan Kun Adnyana

Lukisan Kun Adnyana, On Desire, 140x160 cm, ink-acrylic-on-canvas, 2018

MENAFSIR ulang situs arkeologi ke dalam seni rupa kontemporer tentu bukan perkara mudah. Sebab bila tidak cerdik dalam kreasi artistik, karya yang dibuat cenderung menjadi mimesis dari objek yang telah ada. Untuk menghindari hal itu, riset atau penelitian komprehensif sangat diperlukan.

Hal itulah yang dilakukan perupa Wayan Kun Adnyana berkaitan dengan situs Relief Yeh Pulu yang berlokasi di Desa Bedulu, Gianyar, Bali.

Sebelum diolah menjadi karya seni rupa, Kun melakukan penelitian terhadap situs yang memiliki panjang sekitar dua puluh lima meter dan tinggi dua meter tersebut. Situs yang diperkirakan dibangun pada abad ke-14 atau 15 Masehi itu mirip komik strip, menggambarkan fragmen-fragmen kehidupan keseharian manusia Bali. Di dalamnya juga terkandung nilai-nilai kepahlawanan dari kaum rakyat jelata.

Situs Yeh Pulu bisa dimaknai sebagai sebuah karya seni rupa dari zaman Bali kuno. Dan, hal itu tentu saja menarik untuk ditafsir ulang ke dalam karya seni rupa kontemporer, seperti yang dilakukan oleh Kun Adnyana.

Hasil pembacaan dan pemaknaan terhadap situs tersebut dipamerkan oleh Kun dengan tajuk “Titi Wangsa” di Museum Neka, Ubud, 12 – 31 Oktober 2018.

Titi Wangsa menurut Kun adalah jalan menuju diri yang berkarakter dan meruang, yang hadir dalam sejarah. Pameran yang dikurasi Warih Wisatsana ini adalah upaya menciptakan jembatan imajiner yang menghubungkan masa silam dan masa kini.

Wayan Kun Adnyana adalah perupa kelahiran Bangli, 4 April 1976. Dia meraih gelar doktor bidang seni rupa di ISI Yogyakarta. Sejak 1997 dia aktif dalam banyak pameran bersama maupun tunggal, baik di dalam maupun luar negeri. Sejumlah penghargaan di bidang seni rupa juga pernah diraihnya, antara lain finalis UOB Painting of The Year.

Selain sebagai dosen di ISI Denpasar, Kun juga dikenal sebagai kurator dan penulis seni rupa. Kun menggunakan tujuh pendekatan artistik dalam mengolah Relief Yeh Pulu ke dalam karya seni rupa kontemporer, yakni cutting, coloring, highlighting, drawing, smashing, layering, dan deconstructing.

Dalam penerapannya, cutting berkaitan dengan membayangkan Relief Yeh Pulu sebagai bentangan poster komik yang gambar-gambarnya dapat digunting sesuai keperluan untuk ditata kembali dalam karya seni lukis. Coloring adalah pewarnaan ulang sesuai dengan cita rasa artistik pelukisnya.

Highlighting adalah memilih figur atau subjek gambar tertentu sebagai pusat perhatian. Drawing berkaitan dengan merepresentasikan ulang objek gambar dengan teknik goresan garis. Smashing adalah teknik membayangkan objek relief dalam kondisi terpecah dan rapuh karena faktor korusi dan sejenisnya.

Pendekatan layering dilakukan untuk menyusun lapis-lapis warna sebagai latar belakang lukisan. Sedangkan deconstructing lebih ditujukan untuk mendekonstruksi tema, adegan, dan komposisi menjadi suatu yang baru.

Lukisan Kun Adnyana, Back Home 140 x 160 cm, ink acrylic on canvas, 2018
Lukisan Kun Adnyana, Constant Battle,140×160 cm, ink-acrylic-on-canvas, 2018

Tujuh pendekatan itu bisa dilihat, misalnya, pada karya berjudul Back Home (140 x 160 cm, ink & acrylic on canvas, 2018). Kun memindahkan adegan dua manusia memikul hewan buruan yang terdapat pada Relief Yeh Pulu ke bidang kanvasnya. Adegan itu menjadi fokus dengan pemanis berupa figur-figur manusia yang tampak melayang pada bidang kanvas yang penuh sapuan warna dan tulisan tangan. Dalam lukisan ini, Kun menggabungkan gaya figuratif dan abstrak menjadi suatu keutuhan.

Adegan dua figur memikul hewan buruan itu juga tampil dengan visual berbeda pada lukisan berjudul Constant Battle (140×160 cm, ink & acrylic on canvas, 2018). Dalam lukisan ini, Kun menambahkan figur Superman dan Batman berbaur dengan figur-figur manusia yang tampak melayang di tengah keriuhan warna. Tujuh pendekatan yang digunakan Kun tampak menyatu dalam lukisan ini.

Selain itu, ikon masa silam dan masa kini berpadu melahirkan pemaknaan baru. Relief Yeh Pulu merupakan rangkaian adegan yang unik dan menarik untuk dimaknai ulang. Sebutlah misalnya adegan berburu macan dan perempuan yang menarik ekor kuda yang dikendarai lelaki. Adegan berburu macan tampak ironis karena pemburu menarik lidah dan ekor si macan.

Kun menampilkan adegan yang menunjukkan semangat kepahlawanan itu dalam lukisan berjudul Be Heros (60×60 cm, ink & acrylic on canvas, 2018). Bila macan adalah simbol kekuasaan pada masa relief itu dibuat, maka tindakan menarik lidah (mulut) dan ekor si macan (kekuasaan) menjadi suatu keberanian tersendiri, apalagi dilakukan oleh kaum jelata.

Adegan tersebut bisa ditafsir dalam konteks persoalan sosial politik yang terjadi pada masa itu. Adegan seorang perempuan menarik ekor kuda yang sedang ditunggangi lelaki juga bisa dibaca sebagai simbol yang membuka berbagai kemungkinan penafsiran. Hal itu dijabarkan oleh Kun Adnyana dalam lukisan berjudul On Desire (140×160 cm, ink & acrylic on canvas, 2018).

Lukisan Kun Adnyana, Be Heros, 60×60 cm, ink-acrylic-on-canvas, 2018
Lukisan Kun Adnyana, On Desire, 140×160 cm, ink-acrylic-on-canvas, 2018

Bisa jadi adegan tersebut merupakan simbol perlawanan terhadap budaya patriarki. Mencermati pameran ini, Kun Adnyana tampak kreatif memparodikan adegan-adegan Relief Yeh Pulu dengan ikon-ikon kekinian. Lukisan-lukisannya kali ini membuka ruang dialektika antara masa silam dan masa kini dengan berbagai perenungan yang terkandung di dalamnya. Terutama dalam konteks semangat kepahlawanan yang ditunjukkan oleh kaum rakyat jelata. (T)

Tags: ISI DenpasarPameran Seni RupaSeni Rupa
Share22TweetSendShareSend
Previous Post

Menjaga Alam dengan Dharma di Festival Payangan

Next Post

Reproduksi Kebudayaan sebagai Mekanisme Survival #Kolom Made Metera

Wayan Jengki Sunarta

Wayan Jengki Sunarta

Penulis puisi, cerpen, novel, esai/artikel/ulasan seni. Penyuka seni, batu akik & barang antik.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Reproduksi Kebudayaan sebagai Mekanisme Survival   #Kolom Made Metera

Reproduksi Kebudayaan sebagai Mekanisme Survival #Kolom Made Metera

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co