23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sekar Sumawur: Dialog Kosong tentang Saluran Air dan Ikan Lele

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
February 3, 2018
in Esai
Sekar Sumawur: Dialog Kosong tentang Saluran Air dan Ikan Lele

Foto: Mursal Buyung

HUJAN sangat deras malam itu. Petir menyambar-nyambar, dan angin kencang tidak seperti biasanya. Ada yang mengatakan, jika petir menyambar-nyambar dan angin bertiup kencang maka carilah perlindungan. Perlindungan dari dua gejala alam tadi, dengan masuk ke dalam gua. Tapi di mana ada gua di tengah kota semacam Denpasar?

Tidak saya pedulikan nasihat tentang gua tadi. Maka terobos saja hujan yang tidak lebih lebat dari hutan hujan tropis. Maka dengan jas hujan baru yang dibelikan ayah saya, jarak Denpasar-Gianyar-Bangli, saya tempuh selama satu setengah jam. Setengah jam lebih lambat dari biasanya. Malam, hujan, dingin, angin, petir juga banjir menjadi alasannya. Kecepatan motor yang saya kendarai, tidak lebih cepat dari kecepatan lari seekor jaguar yang dahulu saya tonton di televisi.

Hujan terlalu deras malam itu, maka banjir datang tanpa kompromi. Roda motor tenggelam, dan saya mesti hati-hati sebab di daerah urban dan juga pusat kota bukan jaminan tidak ada jalan berlubang.

Semasa duduk di Sekolah Menengah Pertama, saya tidak pernah berpikir, bahwa Bali akan terkena banjir. Sebab di seputaran tempat tinggal, dikelilingi oleh pangkung. Pangkung itu jurang yang lumayan dalam, dan lebih sering kering dari pada dialiri air. Sanitasi air juga dikelola dengan profesional secara tradisional. Subak nama kelompok yang mengaturnya.

Sebelum musim penghujan datang kira-kira pada bulan kanem sampai kapitu, dalam perhitungan kalender tradisional, maka orang-orang yang masuk anggota subak akan membersihkan saluran air itu. Anggota subak itu para petani, tapi kini petani sulit ditemui, apalagi subak. Saya masih ingat betul, ikan-ikan kecil yang berenang bebas di air yang lumayan jernih itu. Juga binatang mirip kerang laut, yang sampai sekarang tidak saya ketahui namanya. Mungkin pici-pici.

Di hilir, bahkan ada anggota Subak yang membuat kolam ikan. Diisinya kolam itu dengan ikan mujair, lele, dan lain sebaginya. Tumbuhan kangkung tumbuh lebat di atasnya, jadi ikan-ikan itu tidak kelaparan. Saya sering datang ke kolam itu sembunyi-sembunyi.

Bayangan masa kecil itu tidak lagi saya temukan pada masa sekarang. Nyatanya malam itu saya di atas motor, kedinginan, menerobos hujan, banjir dan petir yang semakin menjadi-jadi. Saya mengingat beberapa teman mengkritik orang-orang yang membuang sampah ke saluran air. Saat itu saya juga mengamini, itulah biang kerok permasalahan. Tidak banyak yang sadar, sepotong sampah yang dibuangnya mampu membuat kerusakan demikian parah. Pada gilirannya, orang-orang akan merasai diri sebagai korban.

Berbeda lagi tanggapan orang-orang yang memahami agama dari akar sampai ujung daunnya. Dikatakannya begini, “Bali ini mesti membangkitkan Tri Hita Karana yang mulai ditinggalkan. Tingkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga hubungan baik antara manusia, alam, dan Tuhan. Upacara besar mesti diadakan, alam sedang marah”.

Seorang sahabat lain juga memiliki pendapat sendiri. Dengan menulis di media sosial dia berkata “Hubungan dengan Tuhan itu penting untuk dijaga, tapi tanpa adanya kesadaran terhadap lingkungan itu sama saja hasilnya. Nol! Maka seyogyanyalah, kita menjaga lingkungan agar tetap bersih, aman dan juga nyaman. Berhenti membuang sampah ke saluran air”.

Dua orang kawan saya itu memang kritis. Saya hanya mendengarkan, sambil mencari-cari siapa saja kira-kira yang sering membuang sampah ke saluran air. Juga siapa saja yang peduli dengan Tuhan tapi tidak pada lingkungan. Percaya bahwa Tuhan itu hadir di setiap unsur yang ada di Bumi, tapi tidak sampai ke tulang sumsumnya. Maka secara tidak sadar saya juga sepaham dengan kedua teman tadi. Saya merasai diri sebagai korban.

Ketika memikirkan hubungan antara banjir, dan saluran air, saya melihat seekor ikan lele muncul dari saluran air yang airnya tidak hanya mengalir di saluran. Air itu telah menggenangi jalan. Ikan lele tadi berenang menggelepar di jalan beraspal. Dia menuju saluran air yang ada di sisi lainnya. Saya pikir, ia bosan dengan saluran air yang telah lama ia tinggali.

Saya jadi teringat tentang cerita tiga ekor ikan dalam satua-satua Bali. Ikan-ikan itu sedang kesusahan, memilih antara hidup dan mati. Maka salah satunya memilih untuk meninggalkan kolam tempat tinggalnya untuk dapat hidup di tempat lain. Saya juga mengingat nasihat ayah ketika memberikan jas hujan yang sedang saya pakai. “Jaga dengan baik”, begitu katanya.

Perkataan itu saya ingat-ingat lagi. Sudahkah saya turut menjaga dengan baik? Saya pikirkan dan ingat-ingat lagi, segala macam hal yang telah terjadi. Saat saya makan dan minum. Kemana saya buang sampah-sampahnya? Atau ketika saya membeli sesuatu ke minimarket, dimana saya taruh tas plastiknya? Harus saya akui, kadang tas plastik itu terbang karena hanya saya gantung begitu saja. Mungkin salah satu dari tas plastik itu, kini sedang menyumbat saluran air di dekat saya.

Atau ke mana saya buang sisa-sisa bunga, kuwangen, dupa, canang, setelah saya bersembahyang di suatu pura? Kadang saya hanya membiarkannya begitu saja. Kadang juga saya membuangnya ke tong sampah sekitar pura. Tapi bukankah saya telah turut menyumbang gundukan sampah yang membusuk di seputaran pura, lalu bertarung dengan wangi dupa di dalamnya? Sungguh saya kaget dengan kenyataan bahwa ternyata saya bukan korban, saya juga pelaku! Ada lagikah pelaku-pelaku yang tidak sadar dirinya pelaku? (T)

Tags: alamhujanrenungan
Share18TweetSendShareSend
Previous Post

“Catatan Pulang” Penyair Angga Wijaya, Catatan Seorang Pengagum

Next Post

Defining Tranquility at Banyumala Waterfall

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Defining Tranquility at Banyumala Waterfall

Defining Tranquility at Banyumala Waterfall

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co