12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sekar Sumawur: Dialog Kosong tentang Saluran Air dan Ikan Lele

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
February 3, 2018
in Esai
Sekar Sumawur: Dialog Kosong tentang Saluran Air dan Ikan Lele

Foto: Mursal Buyung

HUJAN sangat deras malam itu. Petir menyambar-nyambar, dan angin kencang tidak seperti biasanya. Ada yang mengatakan, jika petir menyambar-nyambar dan angin bertiup kencang maka carilah perlindungan. Perlindungan dari dua gejala alam tadi, dengan masuk ke dalam gua. Tapi di mana ada gua di tengah kota semacam Denpasar?

Tidak saya pedulikan nasihat tentang gua tadi. Maka terobos saja hujan yang tidak lebih lebat dari hutan hujan tropis. Maka dengan jas hujan baru yang dibelikan ayah saya, jarak Denpasar-Gianyar-Bangli, saya tempuh selama satu setengah jam. Setengah jam lebih lambat dari biasanya. Malam, hujan, dingin, angin, petir juga banjir menjadi alasannya. Kecepatan motor yang saya kendarai, tidak lebih cepat dari kecepatan lari seekor jaguar yang dahulu saya tonton di televisi.

Hujan terlalu deras malam itu, maka banjir datang tanpa kompromi. Roda motor tenggelam, dan saya mesti hati-hati sebab di daerah urban dan juga pusat kota bukan jaminan tidak ada jalan berlubang.

Semasa duduk di Sekolah Menengah Pertama, saya tidak pernah berpikir, bahwa Bali akan terkena banjir. Sebab di seputaran tempat tinggal, dikelilingi oleh pangkung. Pangkung itu jurang yang lumayan dalam, dan lebih sering kering dari pada dialiri air. Sanitasi air juga dikelola dengan profesional secara tradisional. Subak nama kelompok yang mengaturnya.

Sebelum musim penghujan datang kira-kira pada bulan kanem sampai kapitu, dalam perhitungan kalender tradisional, maka orang-orang yang masuk anggota subak akan membersihkan saluran air itu. Anggota subak itu para petani, tapi kini petani sulit ditemui, apalagi subak. Saya masih ingat betul, ikan-ikan kecil yang berenang bebas di air yang lumayan jernih itu. Juga binatang mirip kerang laut, yang sampai sekarang tidak saya ketahui namanya. Mungkin pici-pici.

Di hilir, bahkan ada anggota Subak yang membuat kolam ikan. Diisinya kolam itu dengan ikan mujair, lele, dan lain sebaginya. Tumbuhan kangkung tumbuh lebat di atasnya, jadi ikan-ikan itu tidak kelaparan. Saya sering datang ke kolam itu sembunyi-sembunyi.

Bayangan masa kecil itu tidak lagi saya temukan pada masa sekarang. Nyatanya malam itu saya di atas motor, kedinginan, menerobos hujan, banjir dan petir yang semakin menjadi-jadi. Saya mengingat beberapa teman mengkritik orang-orang yang membuang sampah ke saluran air. Saat itu saya juga mengamini, itulah biang kerok permasalahan. Tidak banyak yang sadar, sepotong sampah yang dibuangnya mampu membuat kerusakan demikian parah. Pada gilirannya, orang-orang akan merasai diri sebagai korban.

Berbeda lagi tanggapan orang-orang yang memahami agama dari akar sampai ujung daunnya. Dikatakannya begini, “Bali ini mesti membangkitkan Tri Hita Karana yang mulai ditinggalkan. Tingkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga hubungan baik antara manusia, alam, dan Tuhan. Upacara besar mesti diadakan, alam sedang marah”.

Seorang sahabat lain juga memiliki pendapat sendiri. Dengan menulis di media sosial dia berkata “Hubungan dengan Tuhan itu penting untuk dijaga, tapi tanpa adanya kesadaran terhadap lingkungan itu sama saja hasilnya. Nol! Maka seyogyanyalah, kita menjaga lingkungan agar tetap bersih, aman dan juga nyaman. Berhenti membuang sampah ke saluran air”.

Dua orang kawan saya itu memang kritis. Saya hanya mendengarkan, sambil mencari-cari siapa saja kira-kira yang sering membuang sampah ke saluran air. Juga siapa saja yang peduli dengan Tuhan tapi tidak pada lingkungan. Percaya bahwa Tuhan itu hadir di setiap unsur yang ada di Bumi, tapi tidak sampai ke tulang sumsumnya. Maka secara tidak sadar saya juga sepaham dengan kedua teman tadi. Saya merasai diri sebagai korban.

Ketika memikirkan hubungan antara banjir, dan saluran air, saya melihat seekor ikan lele muncul dari saluran air yang airnya tidak hanya mengalir di saluran. Air itu telah menggenangi jalan. Ikan lele tadi berenang menggelepar di jalan beraspal. Dia menuju saluran air yang ada di sisi lainnya. Saya pikir, ia bosan dengan saluran air yang telah lama ia tinggali.

Saya jadi teringat tentang cerita tiga ekor ikan dalam satua-satua Bali. Ikan-ikan itu sedang kesusahan, memilih antara hidup dan mati. Maka salah satunya memilih untuk meninggalkan kolam tempat tinggalnya untuk dapat hidup di tempat lain. Saya juga mengingat nasihat ayah ketika memberikan jas hujan yang sedang saya pakai. “Jaga dengan baik”, begitu katanya.

Perkataan itu saya ingat-ingat lagi. Sudahkah saya turut menjaga dengan baik? Saya pikirkan dan ingat-ingat lagi, segala macam hal yang telah terjadi. Saat saya makan dan minum. Kemana saya buang sampah-sampahnya? Atau ketika saya membeli sesuatu ke minimarket, dimana saya taruh tas plastiknya? Harus saya akui, kadang tas plastik itu terbang karena hanya saya gantung begitu saja. Mungkin salah satu dari tas plastik itu, kini sedang menyumbat saluran air di dekat saya.

Atau ke mana saya buang sisa-sisa bunga, kuwangen, dupa, canang, setelah saya bersembahyang di suatu pura? Kadang saya hanya membiarkannya begitu saja. Kadang juga saya membuangnya ke tong sampah sekitar pura. Tapi bukankah saya telah turut menyumbang gundukan sampah yang membusuk di seputaran pura, lalu bertarung dengan wangi dupa di dalamnya? Sungguh saya kaget dengan kenyataan bahwa ternyata saya bukan korban, saya juga pelaku! Ada lagikah pelaku-pelaku yang tidak sadar dirinya pelaku? (T)

Tags: alamhujanrenungan
Share18TweetSendShareSend
Previous Post

“Catatan Pulang” Penyair Angga Wijaya, Catatan Seorang Pengagum

Next Post

Defining Tranquility at Banyumala Waterfall

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Defining Tranquility at Banyumala Waterfall

Defining Tranquility at Banyumala Waterfall

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co