2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Curangologi: Filsafat Curang Seri 4 – Tas Edy Asparanggi, Andy Warhol, atawa Gratifikasi

Hartanto by Hartanto
February 2, 2018
in Esai

Foto dok penulis dan google

 

HARI libur Natal, seseorang mengantar paket ke rumah saya. Sebuah bungkusan yang membuat saya bertanya-tanya. Apa gerangan isi paket tersebut. Apakah kado Natal, parcel, atau gratifikasi? Ah saya bukan pejabat, siapa berkepentingan memberi gratifikasi pada saya? Andai itu gratifikasi, apa pula kepentingannya pada saya yang tak punya ‘kuasa’?

Saya memang punya jabatan kepala, tapi itu merupakan jabatan lumrah setiap lelaki normal. Ya kepala rumah tangga adalah jabatan resmiku. Heeyyy….saya tak boleh berprasangka buruk dengan memunculkan pemikiran tentang relasi kekuasaan dan gratifikasi. Mungkin saja memang tak ada hubungan antara gratifikasi dan kekuasaan. Mungkin ya, mungkin tak.

Dengan penuh tanda tanya dan mencoba meramu kajian filsafat gratifikasi (biar kelihatan serem dan intelektual, pakai istilah filsafat) saya buka paket misteri yang saya ‘curigai’ gratifikasi itu.

Wooouuw ternyata, sebuah produk senirupa berupa tas gendong dari bahan kanvas yang di-print karya perupa Putu Edy Asparanggi. Tapi mengapa, tiba-tiba ada semacam gangguan proses ‘paranoia’. Ah….saya tak mau gejala ini disebut sebagai gangguan, ini sama artinya ada persoalan psikis secara permanen.

Saya tak mau menderita paranoia permanen. Saya hanya ingin menderita paranoia dalam hitungan detik. Itu menandakan saraf kritisku masih sehat. Itu saja.

Tapi gejala paranoia ini masih pelan-pelan merambat di nadi. Apa ini gratifikasi atau bukan? Pertanyaan itu masih bermunculan. Tidak mungkin Putu Edy memberi gratifikasi pada saya, karena saya bukan kepala lingkungan yang bisa menutup jalan desa untuk kepentingan Putu Edy. Dia sudah memiliki Art Space yang apik di daerah Ubud. Di tepi jalan. Jadi gugurlah stigma gratifikasi dalam relasi persahabatan saya dengan Putu Edy.

Dengan rasa bahagia dan tak merasa jadi korban gratifikasi, saya amati tas yang bergambarkan karya rupa Putu Edy. Sembari mengamati karya rupa itu, pikiran saya melayang-layang soal gratifikasi tadi.

Dulu, waktu saya masih sekolah dasar, tak kenal kata-kata gratifikasi. Saya hanya kenal dua pengertian yang artinya berdekatan dengan gratifikasi. Yang berkonotasi positif adalah ‘pemberian’, ‘hadiah’, dan beberapa kata lainnya. Yang berkonotasi negative, ‘sogokan’, ‘suap’. ‘salam tempel’, dan lain-lain. Terus yang berada di tengah-tengah, bisa berarti positif atau negatif adalah ‘tip’, ‘imbalan’, dan beberapa kata lainnya.

Dan masih banyak lagi padanan kata yang artinya sama dengan gratifikasi. Baik yang berkonotasi positif, maupun negatif. Saya tak hendak mengkaji lebih dalam soal penempatan kata-kata tersebut. Semuanya tergantung kepentingan pemakainya. Maksudnya, orang yang menyuap bisa saja berdalih memberi hadiah. Dan kendali logika kata itu, kembali pada pemikiran penggunanya.

Yang tertanam dalam tempurung kepala saya sejak kecil adalah bahwa ‘memberi’ dan ‘menerima’ adalah merupakan hubungan yang erat dalam etik pergaulan.

Sepertinya, pada perkembangan selanjutnya — demi kepentingan tertentu, relasi antara ‘memberi’ dan ‘menerima’ – dimanipulir. Etik pergauluan bergeser ke kepentingan. Korban dari tabiat me-‘manipulasi’ relasi antara ‘memberi’ dan ‘menerima’ itu adalah negara dan masyarakat luas. Soal korban ini, akan kita telisik di kesempatan lain.

Waduh….kenapa waktu sekolah dasar, saya tak cerdas untuk mengembangkan pengertian ‘memberi’ dan ‘menerima’. Atau setidaknya belajar ‘memanipulir’ pengertian itu untuk kepentingan sendiri. Menyontek teman sebang saat ulangan, kemudian mentraktirnya di kantin, misalnya. Ah…tapi syukur juga bahwa saya tak belajar meng-‘korupsi’ kepercayaan guru pada saat itu. Yang artinya, saya tak sedang belajar memakai ‘rompi oranje’.

Lho..lho…lho kenapa saya jadi melupakan pemberian Putu Edy? Bahkan lupa berterima kasih. Oke, ucapan terima kasih kutitipkan pada angin yang bertiup menuju Batubulan, Ubud sampai Tampaksiring. Di ujung bulan Desember ini, tentu arah menuju Ubud agak macet. Semoga angin yang membawa ucapan terima kasih itu tak terhenti di Banjar Delod Tangluk – Sukawati, tempat Nyoman Erawan bermukim.

Tapi saya percaya kekuatan angin dalam menembus hambatan kokoh lewat celah-celah yang tampak maupun tak tampak. Saya jadi ingin belajar pada angin.

Saya masih mengamati cenderamata berupa tas pemberian Putu Edy. Ingatan 5 tahun lalu lantas meloncat dari tempurung kepala. Tahun 2012, putri saya mengajak untuk melihat pameran Andy Warhol di ArtScience Museum, Marina Bay Sands – Singapura.

Pameran apresiasi yang disponsori oleh The Bank of New York Mellon, The Andy Warhol Museum, dan Andy Warhol Foundation for the Visual Arts itu juga menjual cenderamata, kaos, buku-buku, produk-produk sablon, dan repro benda-benda memorable lainnya. Pameran ini untuk memperingati 25 tahun kematiannya.

Andy Warhol dan benda-benda memorable

Dalam dunia pop art, Warhol menjadi inspirasi bagi banyak seniman. Ia, seperti ‘menghancurkan’ pola pikir kebudayaan Eropa yang terlalu lama mendominasi dunia dan meng’sakral-sakral’kan karya seni. Ia menciptakan frasa ’15 minute of fame’. “Di masa depan, semua orang akan menjadi terkenal di dunia selama 15 menit”, begitu kata-kata Warhol.

Berpijak dari kata-kata Warhol itulah, maka pameran yang dibuka tgl 17 Maret 2012 itu bertajuk “Andy Warhol: 15 Minutes Eternal”. Pameran tersebut, menampilkan lebih dari 260 lukisan, gambar, patung, film, dan video karya sang seniman legendaris. Pameran juga disertai berbagai dokumen terkait, jadwal interaktif, foto, dan bahan-bahan arsip.

BACA JUGA:

  • Curangologi: Filsafat Curang Seri 1 – Gambar Umbul
  • Curangologi: Filsafat Curang Seri 2 – Sekuni Milenial
  • Curangologi: Filsafat Curang Seri 3 – Paleokultur

Pelukis Amerika Andy Warhol, yang memiliki nama asli Andrew Warhol (6 Agustus 1928-22 Februari 1987), merupakan seorang pelukis, seniman grafis, dan pembuat film. Dia adalah tokoh terkemuka dalam gerakan seni rupa yang dikenal sebagai pop art. Warhol terkenal karena menggunakan produksi massal budaya populer, seperti iklan, buku komik, dan produk merek, sebagai dasar dari seni. Ia juga mempopulerkan karya seni sebagai produk massal lewat sablon, cetak saring, repro, print dan semacamnya. Warhol, seperti mengaburkan batas karya seni dan ilustrasi.

Tapi, ia tak peduli itu. Karyanya yang bertajuk ‘Rorschach’, yang ia buat tahun 1980 dengan warna monokrom dan menggunakan cat air di atas kanvas berukuran besar, dianggap suatu kesalahan fatal bagi pengamat seni konvensional (yang berpikir linear?). Namun, setelah Warhol tiada, banyak kritikus seni dunia memuji karya tersebut. Salah satunya kritikus. Rosalind E.Krauss.

Ia mengatakan ‘Rorschach’ adalah gumpalan seni abstrak Warhol yang mengaburkan batas seni. “Setiap penikmat, bermain psikolog dan menganalisa setiap noda dari simetris yang berubah-ubah,” ujar Krauss

Putu Edy, dan beberapa perupa lainnya apakah (mungkin) ingin mengikuti jejak Warhol, dengan menyesuaikan era kekinian/milenial yang memang condong ke pop art (dan sesuai dengan frasa nya; ’15 minute of fame’)?

Wah…pertanyaan itu bukan saya yang harus menjawab, kembali ke Putu Edy dan teman-teman perupa lainnya, tentunya. Yang jelas, kiriman paket dari Putu Edy bukanlah gratifikasi, melainkan apresiasi (sama-sama berakhiran ‘i’ kan?). Semoga saya dijauhkan dengan kata (dan mungkin mahluk) yang bernama gratifikasi tersebut. Kalau gravitasi is oke. Karena saya memang masih membutuhkan gaya tarik bumi. Agar tak ‘melangit’. Lho, judul di atas kayaknya gak nyambung deh…maafin deh..ya. (T/dari berbagai sumber dan dari tempurung kepala)

Tags: cinderamatagratifikasiSeni Rupa
Share2TweetSendShareSend
Previous Post

Trotoar dan Hal Remeh yang Terasa Hilang – Cerita Kecil dari Desa Wisata

Next Post

Liburan di Yogya

Hartanto

Hartanto

Pengamat seni, tinggal di mana-mana

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post

Liburan di Yogya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co