23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Curangologi: Filsafat Curang Seri 4 – Tas Edy Asparanggi, Andy Warhol, atawa Gratifikasi

Hartanto by Hartanto
February 2, 2018
in Esai

Foto dok penulis dan google

 

HARI libur Natal, seseorang mengantar paket ke rumah saya. Sebuah bungkusan yang membuat saya bertanya-tanya. Apa gerangan isi paket tersebut. Apakah kado Natal, parcel, atau gratifikasi? Ah saya bukan pejabat, siapa berkepentingan memberi gratifikasi pada saya? Andai itu gratifikasi, apa pula kepentingannya pada saya yang tak punya ‘kuasa’?

Saya memang punya jabatan kepala, tapi itu merupakan jabatan lumrah setiap lelaki normal. Ya kepala rumah tangga adalah jabatan resmiku. Heeyyy….saya tak boleh berprasangka buruk dengan memunculkan pemikiran tentang relasi kekuasaan dan gratifikasi. Mungkin saja memang tak ada hubungan antara gratifikasi dan kekuasaan. Mungkin ya, mungkin tak.

Dengan penuh tanda tanya dan mencoba meramu kajian filsafat gratifikasi (biar kelihatan serem dan intelektual, pakai istilah filsafat) saya buka paket misteri yang saya ‘curigai’ gratifikasi itu.

Wooouuw ternyata, sebuah produk senirupa berupa tas gendong dari bahan kanvas yang di-print karya perupa Putu Edy Asparanggi. Tapi mengapa, tiba-tiba ada semacam gangguan proses ‘paranoia’. Ah….saya tak mau gejala ini disebut sebagai gangguan, ini sama artinya ada persoalan psikis secara permanen.

Saya tak mau menderita paranoia permanen. Saya hanya ingin menderita paranoia dalam hitungan detik. Itu menandakan saraf kritisku masih sehat. Itu saja.

Tapi gejala paranoia ini masih pelan-pelan merambat di nadi. Apa ini gratifikasi atau bukan? Pertanyaan itu masih bermunculan. Tidak mungkin Putu Edy memberi gratifikasi pada saya, karena saya bukan kepala lingkungan yang bisa menutup jalan desa untuk kepentingan Putu Edy. Dia sudah memiliki Art Space yang apik di daerah Ubud. Di tepi jalan. Jadi gugurlah stigma gratifikasi dalam relasi persahabatan saya dengan Putu Edy.

Dengan rasa bahagia dan tak merasa jadi korban gratifikasi, saya amati tas yang bergambarkan karya rupa Putu Edy. Sembari mengamati karya rupa itu, pikiran saya melayang-layang soal gratifikasi tadi.

Dulu, waktu saya masih sekolah dasar, tak kenal kata-kata gratifikasi. Saya hanya kenal dua pengertian yang artinya berdekatan dengan gratifikasi. Yang berkonotasi positif adalah ‘pemberian’, ‘hadiah’, dan beberapa kata lainnya. Yang berkonotasi negative, ‘sogokan’, ‘suap’. ‘salam tempel’, dan lain-lain. Terus yang berada di tengah-tengah, bisa berarti positif atau negatif adalah ‘tip’, ‘imbalan’, dan beberapa kata lainnya.

Dan masih banyak lagi padanan kata yang artinya sama dengan gratifikasi. Baik yang berkonotasi positif, maupun negatif. Saya tak hendak mengkaji lebih dalam soal penempatan kata-kata tersebut. Semuanya tergantung kepentingan pemakainya. Maksudnya, orang yang menyuap bisa saja berdalih memberi hadiah. Dan kendali logika kata itu, kembali pada pemikiran penggunanya.

Yang tertanam dalam tempurung kepala saya sejak kecil adalah bahwa ‘memberi’ dan ‘menerima’ adalah merupakan hubungan yang erat dalam etik pergaulan.

Sepertinya, pada perkembangan selanjutnya — demi kepentingan tertentu, relasi antara ‘memberi’ dan ‘menerima’ – dimanipulir. Etik pergauluan bergeser ke kepentingan. Korban dari tabiat me-‘manipulasi’ relasi antara ‘memberi’ dan ‘menerima’ itu adalah negara dan masyarakat luas. Soal korban ini, akan kita telisik di kesempatan lain.

Waduh….kenapa waktu sekolah dasar, saya tak cerdas untuk mengembangkan pengertian ‘memberi’ dan ‘menerima’. Atau setidaknya belajar ‘memanipulir’ pengertian itu untuk kepentingan sendiri. Menyontek teman sebang saat ulangan, kemudian mentraktirnya di kantin, misalnya. Ah…tapi syukur juga bahwa saya tak belajar meng-‘korupsi’ kepercayaan guru pada saat itu. Yang artinya, saya tak sedang belajar memakai ‘rompi oranje’.

Lho..lho…lho kenapa saya jadi melupakan pemberian Putu Edy? Bahkan lupa berterima kasih. Oke, ucapan terima kasih kutitipkan pada angin yang bertiup menuju Batubulan, Ubud sampai Tampaksiring. Di ujung bulan Desember ini, tentu arah menuju Ubud agak macet. Semoga angin yang membawa ucapan terima kasih itu tak terhenti di Banjar Delod Tangluk – Sukawati, tempat Nyoman Erawan bermukim.

Tapi saya percaya kekuatan angin dalam menembus hambatan kokoh lewat celah-celah yang tampak maupun tak tampak. Saya jadi ingin belajar pada angin.

Saya masih mengamati cenderamata berupa tas pemberian Putu Edy. Ingatan 5 tahun lalu lantas meloncat dari tempurung kepala. Tahun 2012, putri saya mengajak untuk melihat pameran Andy Warhol di ArtScience Museum, Marina Bay Sands – Singapura.

Pameran apresiasi yang disponsori oleh The Bank of New York Mellon, The Andy Warhol Museum, dan Andy Warhol Foundation for the Visual Arts itu juga menjual cenderamata, kaos, buku-buku, produk-produk sablon, dan repro benda-benda memorable lainnya. Pameran ini untuk memperingati 25 tahun kematiannya.

Andy Warhol dan benda-benda memorable

Dalam dunia pop art, Warhol menjadi inspirasi bagi banyak seniman. Ia, seperti ‘menghancurkan’ pola pikir kebudayaan Eropa yang terlalu lama mendominasi dunia dan meng’sakral-sakral’kan karya seni. Ia menciptakan frasa ’15 minute of fame’. “Di masa depan, semua orang akan menjadi terkenal di dunia selama 15 menit”, begitu kata-kata Warhol.

Berpijak dari kata-kata Warhol itulah, maka pameran yang dibuka tgl 17 Maret 2012 itu bertajuk “Andy Warhol: 15 Minutes Eternal”. Pameran tersebut, menampilkan lebih dari 260 lukisan, gambar, patung, film, dan video karya sang seniman legendaris. Pameran juga disertai berbagai dokumen terkait, jadwal interaktif, foto, dan bahan-bahan arsip.

BACA JUGA:

  • Curangologi: Filsafat Curang Seri 1 – Gambar Umbul
  • Curangologi: Filsafat Curang Seri 2 – Sekuni Milenial
  • Curangologi: Filsafat Curang Seri 3 – Paleokultur

Pelukis Amerika Andy Warhol, yang memiliki nama asli Andrew Warhol (6 Agustus 1928-22 Februari 1987), merupakan seorang pelukis, seniman grafis, dan pembuat film. Dia adalah tokoh terkemuka dalam gerakan seni rupa yang dikenal sebagai pop art. Warhol terkenal karena menggunakan produksi massal budaya populer, seperti iklan, buku komik, dan produk merek, sebagai dasar dari seni. Ia juga mempopulerkan karya seni sebagai produk massal lewat sablon, cetak saring, repro, print dan semacamnya. Warhol, seperti mengaburkan batas karya seni dan ilustrasi.

Tapi, ia tak peduli itu. Karyanya yang bertajuk ‘Rorschach’, yang ia buat tahun 1980 dengan warna monokrom dan menggunakan cat air di atas kanvas berukuran besar, dianggap suatu kesalahan fatal bagi pengamat seni konvensional (yang berpikir linear?). Namun, setelah Warhol tiada, banyak kritikus seni dunia memuji karya tersebut. Salah satunya kritikus. Rosalind E.Krauss.

Ia mengatakan ‘Rorschach’ adalah gumpalan seni abstrak Warhol yang mengaburkan batas seni. “Setiap penikmat, bermain psikolog dan menganalisa setiap noda dari simetris yang berubah-ubah,” ujar Krauss

Putu Edy, dan beberapa perupa lainnya apakah (mungkin) ingin mengikuti jejak Warhol, dengan menyesuaikan era kekinian/milenial yang memang condong ke pop art (dan sesuai dengan frasa nya; ’15 minute of fame’)?

Wah…pertanyaan itu bukan saya yang harus menjawab, kembali ke Putu Edy dan teman-teman perupa lainnya, tentunya. Yang jelas, kiriman paket dari Putu Edy bukanlah gratifikasi, melainkan apresiasi (sama-sama berakhiran ‘i’ kan?). Semoga saya dijauhkan dengan kata (dan mungkin mahluk) yang bernama gratifikasi tersebut. Kalau gravitasi is oke. Karena saya memang masih membutuhkan gaya tarik bumi. Agar tak ‘melangit’. Lho, judul di atas kayaknya gak nyambung deh…maafin deh..ya. (T/dari berbagai sumber dan dari tempurung kepala)

Tags: cinderamatagratifikasiSeni Rupa
Share2TweetSendShareSend
Previous Post

Trotoar dan Hal Remeh yang Terasa Hilang – Cerita Kecil dari Desa Wisata

Next Post

Liburan di Yogya

Hartanto

Hartanto

Pengamat seni, tinggal di mana-mana

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post

Liburan di Yogya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co