15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gelagat Gunung Agung Sebelum Meletus & Keadaan Besakih Setelah Letusan 1963

Sugi Lanus by Sugi Lanus
February 2, 2018
in Esai

Sumber foto: bbc.com/Terence Spencer/The LIFE Images Collection/Getty Images. //Gelombang di sungai-sungai di Bali, penuh dengan lumpur dan abu dan puing setelah letusan Gunung Agung 1963.

 

Kesaksian Prof. Anwari Dilmy

Prof. Anwari Dilmy adalah ahli botani ternama, lulusan Sekolah Pertanian Buitenzorg (sekarang Bogor), sebulan setelah letusan Gunung Agung terjadi tahun 1963 datang ke Besakih meneliti tumbuh-tumbuhan dan keadaan Besakih dan Gunung Agung.
Prof. Anwari Dilmy menulis makalah berjudul: ‘Pioneer Plants Found One Year After the 1963 Eruption of Agung in Bali’, ditulis berdasarkan kesaksiannya berkunjung/survey 3 kali ke Besakih dan naik Gunung Agung.

Di bawah ini adalah terjemahkan cepat, disederhanakan dan versi pendek makalah yang ditulis Prof. Anwari Dilmy tersebut:

TANDA-TANDA SEBELUM LETUSAN

GEMPA TREMOR
16-17 Februari 1963
Indikasi pertama dari gunung berapi yang aktif pada tahun 1963 adalah gempa dan guncangan gempa yang sering terjadi dan berulang yang dirasakan oleh beberapa orang yang tinggal di Jehkuri, sebuah desa di lereng selatan gunung berapi sekitar 6 kilometer dari puncak.

Tidak tercatat jam berapa tepat gempa dan guncangan gempa terjadi, namun dirasakan pada sore hari tanggal 16 Februari. Keesokan harinya gempa bumi yang lemah kembali terasa, kali ini di Kubu, sebuah desa pantai di kaki utara gunung berapi. Kejadian ini menyebabkan ayunan lampu gantung berayun-ayun lambat.

GEMURUH
18 Februari 1963
Keesokan harinya, 18 Februari, pukul 11 malam, gemuruh yang lemah tapi berbeda terdengar untuk pertama kalinya.

AWAN TIPIS & API
19 Februari 1963
Pada jam 3 pagi hari pada tanggal 19 beberapa orang yang khawatir dan tetap terjaga sepanjang malam melihat pendakian pertama dari sebuah kolom asap tipis yang naik secara vertikal. Dari saat itu, aktivitas terus berlanjut sebentar-sebentar, dengan periode aktivitas yang berlangsung sekitar 1 jam diikuti dengan periode istirahat 1 jam. Pada malam hari ke-19 sinar terlihat di bibir kawah utara.

LAHAR MENGALIR
20 Februari 1963
Aktivitas vulkanik periodik berlanjut dengan intensitas yang meningkat sampai 20 Februari, pada hari dimana lahar mulai mengalir di sepanjang lereng utara dan ‘nuees ardentes’ turun ke arah yang sama, menyebabkan kematian korban pertama di Siligading.

LAHAR SEBULAN
Pertengahan Maret 1963
Pencurahan lahar berlanjut sampai pertengahan Maret.
Panjang sungai mencapai sampai 7 km dan lidahnya berhenti pada ketinggian sekitar 500 m.

Hari demi hari-hari aktivitas gunung berapi meningkat dalam intensitas.

GEMPA KERAS
15 Maret 1963
Terjadi gempa bumi yang keras.

MELETUS
17 Maret 1963
Letusan paroxysmal pertama dimulai pada 17 Maret saat matahari terbit dan berlangsung sekitar 7 jam. Hal itu didahului pagi hari dua hari sebelumnya oleh gempa bumi yang kuat.
Sebagai rangkaian ledakan baru muncul di lereng selatan dan utara, dengan kekuatan destruktif yang dihasilkan mencapai jarak maksimal 14 km.

Ledakan dari rongga kawah pada 17 Maret membawa keluarnya arus keluar lahar.
Ereksi karat pada lava andesito-basalt, fakta bahwa ia mulai mencurahkan nyawa pada fase awal letusan, dan fakta bahwa pencobaannya berhenti sesaat sebelum ledakan paroksismal pada 17 Maret, mendukung teori bahwa lahar ini adalah sisa dari letusan sebelumnya 1843 macet di gunung berapi dan dipanaskan dan dicairkan dalam letusan saat ini.

JUMLAH KEMATIAN
Jumlah kematian yang disebabkan pada siklus pertama letusan 1963 sekitar 1.100, dan sekitar 150 pada ledakan kedua.

TOTAL VOLUME LETUSAN
Kusumadinata (1964) dari Survei Geologi Indonesia memperkirakan total volume material yang dikeluarkan sekitar 280 X 106 meter kubik. Dari perkiraan volume material dikeluarkan energi termal dan kinetik yang dilepaskan dihitung. Dengan demikian total energi kinetik dan termal, seperti yang diperkirakan, berjumlah 8,2 X 1024 ergs.
Lava, aliran lumpur, awan menyala, nuees ardentes, lapilli, pasir dan abu membunuh tidak hanya manusia dan hewan tapi juga tanaman.

KEADAAN BESAKIH SETELAH LETUSAN

SURVEY PERTAMA
Mei 1963
Pada bulan Mei 1963, kami melakukan perjalanan ke kuil Besakih di dekat resthouse Dinas Kehutanan, di lereng utara Agung, lebih dari 900 m dpl. Di sini kita tidak melihat apa-apa selain tanaman mati, semak, tumbuhan, dan rumput, jamur, pakis, lumut, dan lumut. Tempat itu sangat sepi di sekitar tempat suci Besakih.

SURVEY KEDUA
Oktober 1963
Saat penulis (Prof. Anwari Dilmy) berkunjung ke Bali lagi pada bulan Oktober 1963, dengan Dr. Tarnavschi dari Rumania dan Prof. Jacovlev dari Soviet Rusia, kami tidak menemukan apa di sekitar Besakih selain tanaman mati kecuali tiga spesies yang mulai tumbuh. Sejauh yang bisa kita lihat, semua tanaman lainnya telah mati.

SURVEY KETIGA
Maret 1964
Survei ketiga selama bulan Maret 1964, sangat mudah karena 90% wilayahnya masih tandus. Saat ada pohon-pohon yang hampir semuanya mati. Tanaman ditemukan hanya di dekat sungai kecil dan di tempat yang lembab. Dengan delapan pembantu kami mengumpulkan tanaman dan menyiapkan bahan herbarium. Kita bisa menamai 75% tanaman di lapangan; Sisanya ditentukan di herbarium di Bogor.

HASIL SURVEY Maret 1964
Keadaannya sangat berbeda dengan yang terjadi di bulan Oktober. Meski ada arus keluar awan dari gunung berapi setiap hari, tidak ada lapilli, pasir, atau abu yang dikeluarkan lagi, sehingga setelah hujan mulai mulai tumbuh lagi.

Rumah-rumah masih reruntuhan dan hanya satu atau dua yang ditempati; 10% tanah di sekitar kuil Besakih memiliki tutup rumput, tumbuhan, semak, dan pepohonan yang kehijauan mulai tumbuh, bersama dengan beberapa spesimen yang tumbuh daun dan tumbuh normal lagi.

Antara ketinggian 900 dan 1250 m di atas permukaan laut, 83 spesies rumput, tumbuh-tumbuhan, semak, dan pepohonan tumbuh. Semua tanaman yang disebutkan di atas hanya mencakup 10% area; Permukaan tanah lainnya masih tandus, seolah daerah itu telah terbangun. Tidak ada tanaman sejenis yang tumbuh di sana.

Saat kami mencapai ketinggian 1.250 m, kami menemukan hutan pinus Pinus merkussii Yunghuhn dan de Vr. semua mati dan tanah di sekitarnya mengeras seakan disemen. Kami membuat tiga lubang di permukaan yang mengeras ini dan mendapati pengerasan melebar sampai kedalaman 10-15 em. Di bawah lapisan ini kita menemukan jarum pohon pinus, yang masih tidak rusak, dan langsung berada di bawah lapisan jarum tanah asli ini.

Ada 316 hektar hutan pinus yang mengelilingi Besakih, semua pohonnya mati karena awan panas, lahar, lapilli, atau pasir dan abu dari gunung berapi. Lava ini dicampur dengan lapilli, pasir, dan abu membentuk lapisan atas yang disemen 10-15 cm.

Di atas 1250 m hanya sembilan spesies tumbuhan telah ditemukan: Albizzia montana Benth., Cynodon dactylon Pers, Ficus sp., Gigantochloa apus Kurz., Imperata cylindrica Beauv., Pennisetum purpureum Schumacher dan Thonn., Plantago major Linn., Sesbania grandiflora Pers, dan Themeda gigantea Hack.

Pada ketinggian 1400 m pohon pinus yang mati dibiarkan berdiri, sementara jauh di lembah satu atau dua spesimen dari spesies berikut diamati: Phragmites karka T rin., Sambucus javanica Reinw., Pennisetum purpureum Schum. dan Swarz., Themeda gigantea Hack., Engelhardia sp., Schima wallichii vat. noronhae bl.

Di lereng lembah yang kami temukan: Polygonumsinensis Linn., CordiaobliqueWilld., Dryopteris campestris Rumph., Cheilanth es tenuifolia Swarz., Coffea sp., Dan Gigantochloa apus Kurz. (T)

Tags: besakiherupsiGunung Agungkarangasem
Share123TweetSendShareSend
Previous Post

Fenomena Mahasiswa Jaman Now: Baca Buku itu Mitos

Next Post

“Nyepi Segara” di Nusa Penida: Berani Berhenti Berani Menepi

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails
Next Post

"Nyepi Segara" di Nusa Penida: Berani Berhenti Berani Menepi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co