3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bencana Gunung Agung, Berkaca dari Yogya

Angga Wijaya by Angga Wijaya
February 2, 2018
in Esai

Gunung Agung. Foto FB/Ayip Budiman. Difoto 19 September 2017

 

BALI sedang dirundung sedih. Gunung Agung di Karangasem bergejolak. Ribuan penduduk mengungsi. Media sosial ramai oleh berita Gunung Agung. Juga doa-doa dan solidaritas masyarakat Bali yang membantu para pengungsi. Tak ketinggalan, berita bohong (hoax) dan berita tentang sapi-sapi penduduk yang dibeli murah oleh para saudagar. Semangat menyamabraya masyarakat Bali tampak pada saat-saat krisis seperti ini. Tak menunggu bantuan pemerintah, masyarakat bahu-membahu membantu sesama warga Bali yang dirundung bencana.

Melihat ini saya teringat bencana Gunung Merapi tahun 2010 silam. Walau hanya mengikutinya melalui TV dan koran saya bisa merasakan kepedihan warga Yogya tersebut. Apa yang terjadi di Yogya tujuh tahun lalu tersebut bisa dijadikan pelajaran oleh masyarakat Bali tentang bagaimana menghadapi dan apa yang mesti dilakukan ketika bencana gunung berapi menghampiri.

Wahyu Budi Nugroho, Sosiolog Universitas Udayana dalam catatannya mengungkapkan pengalaman sewaktu terjadi erupsi Gunung Merapi. Menurutnya, bagi mereka yang tinggal di luar radius berbahaya ihwal yang sarat diwaspadai adalah abu vulkanik. Apabila tanda-tanda hujan abu vulkanik sudah tampak, maka yang perlu dipersiapkan adalah masker, kertas koran, air, stok makanan dan jaringan internet.

Masker jelas digunakan untuk melindungi saluran pernapasan agar terhindar dari ISPA, kertas koran diperlukan untuk menutupi lubang-lubang ventilasi rumah agar tak kemasukan abu vulkanik. Sedangkan air, di samping untuk minum, juga digunakan untuk menyiram halaman untuk mengurangi efek abu vulkanik, Adapun jaringan internet diperlukan untuk terus mengikuti perkembangan letusan gunung berapi.

Nugroho juga mengungkapkan, di Yogya setiap Gunung Merapi meletus, tim SAR (BASARNAS) dan para relawan selalu menyediakan live streaming via internet (website) untuk mengabarkan perkembangan perkembangan terkini menyangkut; arah guguran lava pijar, aliran lahar dingin, hembusan arah angin yang membawa abu vulkanik serta bilamana terjadi letusan-letusan susulan; bahkan bisa secara langsung dan terus-menerus mendengarkan komunikasi tim SAR lewat handy talkie (HT). Ini mengingat, televisi dan radio yang tak mungkin menyiarkan perkembangan letusan gunung secara terus-menerus.

Ini perlu ditiru oleh tim SAR juga Badan Nasional Penangggulanngan Bencana (BNPB) yang saat ini telah bersiaga di Karangasem. Teknologi terkini bisa diterapkan seperti yang dilakukan di Yogya. Masyarakat biasanya mengikuti perkembangan bencana gunung Agung melalui TV dan media sosial yang mana masih ada saja berita bohong (hoax) yang menyesatkan. TV lokal di Bali hendaknya lebih cepat memberitakan perkembangan Gunung Agung. Banyak warganet Bali yang mengeluhkan hal ini, berita tentang gunung Agung malah lebih banyak disajikan TV nasional ketimbang TV lokal.

Hal menarik lain dari letusan Merapi beberapa rahun lalu seperti yang diungkapkan Nugroho adalah Mbah Maridjan yang bersikukuh untuk tetap tinggal dan memilih mengembuskan nafas terakhir bersama hembusan awan panas Merapi yang oleh warga lokal disebut wedhus gembel (kambing gembel) karena awannya berbentuk seperti bulu kambing yang tak terurus.

Tak sedikit pihak yang menanggap Mbah Maridjan tolol, atau “mati konyol”. Namun, analisis sosiologis menunjukkan pemahaman lain. Mengingat Mbah Maridjan ditempatkan sebagai “juru kunci Merapi” yang dengan demikian mempunyai status dan peran menjaga Merapi, maka justru menjadi hal yang memalukan apabila Mbah Maridjan ikut mengungsi bersana masyarakat sekitar. Dengan kata lain, martabat dan harga dirinya sebagai juru kunci akan jatuh di mata masyarakat jika ia meninggalkan Merapi.

Dikutip dari laman Sejarah Bali, kalau kita lihat saat Gunung Agung meletus pada 1963 silam, tak hanya juru kunci Gunung Agung yang tak mau mengungsi, bahkan hampir semua lelaki dewasa dari beberapa desa “menyambut” lahar tumpahan gunung Agung tersebut, seperti yang terjadi di Badeg Dukuh yang menurut budayawan Bali Cok Sawitri memang bukan perdukuhan biasa. Kepala dukuhnya seperti juru kunci Gunung Agung, seperti Mbah Maridjan di Gunung Merapi.

Dia bertugas berkomunikasi dengan Gunung Agung. Saat meletus, dia tak mau mengungsi. Saksi mata yang mengevakuasi korban awan panas di Badeg Dukuh pada waktu itu bercerita bahwa di pura itu seperti upacara penyambutan, semacam odalan. Saat ditemukan, para korban dalam posisi duduk menabuh gamelan. Kepala dukuh duduk dengan genta masih di tangan. Dia berdoa. Semua korban, menurut Cok Sawitri berlapis debu, saat disentuh langsung hancur. Cok yakin, orang-orang yang meninggal di pura Badeg Dukuh itu sengaja menyambut letusan.

Menurut Nugroho, letusan gunung berapi tentu membawa beragam dampak kerugian seperti rusaknya tempat tinggal dan berbagai bangunan lain, matinya ternak, kegagalan panen serta terganggunya aktivitas keseharian masyarakat. Namun, apabila kita menggunakan sudut pandang lain, letusan gunung berapi bisa menjadi keberkahan tersendiri. Dan memang, hanya lewat letusan gunung berapilah, pasir dan segala macam bebatuan muncul ke permukaan.

Di Yogya misalkan, letusan Gunung Merapi tak lagi dianggap sebagai ancaman dan “kutukan”. Letusan Merapi berarti akan semakin banyak tersedianya pasir berikut bebatuan sebagai bahan bangunan, termasuk bakal semakin murahnya harga berbagai material tersebut. Di samping itu, terbuka pula lapangan kerja baru, yakni mereka yang hendak berprofesi sebagai bego atau penambang pasir.

Dari segi pariwisata, bentang alam baru yang diakibatkan letusan gunung berapi tak kalah menarik untuk dijadikan obyek wisata baru, bahkan di Yogya muncul wahana wisata berupa “Lava Tour” dan “Museum Hartaku” yang berisi sisa-sisa harta masyarakat lereng Merapi pasca dihantam awan panas. Pun melalui sudut pandang ilmu pengetahuan modern, berbagai material yang dimuntahkan gunung berapi adalah sumber kekayaan baru pengetahuan yang tak ternilai harganya di bidang geologi sebagai bahan penelitan termutakhir. (T)

Tags: balibencana alamGunung Agung
Share32TweetSendShareSend
Previous Post

Budaya Populer di Kalangan Mahasiswa: Membaca Buku atau Belanja Terus Sampai Mati

Next Post

Cak Modern SMA Dwijendra dan SMAN 4 Bangli: Terkesan Wah, tapi Kurang Rasa Cak

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post

Cak Modern SMA Dwijendra dan SMAN 4 Bangli: Terkesan Wah, tapi Kurang Rasa Cak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co