23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bencana Gunung Agung, Berkaca dari Yogya

Angga Wijaya by Angga Wijaya
February 2, 2018
in Esai

Gunung Agung. Foto FB/Ayip Budiman. Difoto 19 September 2017

 

BALI sedang dirundung sedih. Gunung Agung di Karangasem bergejolak. Ribuan penduduk mengungsi. Media sosial ramai oleh berita Gunung Agung. Juga doa-doa dan solidaritas masyarakat Bali yang membantu para pengungsi. Tak ketinggalan, berita bohong (hoax) dan berita tentang sapi-sapi penduduk yang dibeli murah oleh para saudagar. Semangat menyamabraya masyarakat Bali tampak pada saat-saat krisis seperti ini. Tak menunggu bantuan pemerintah, masyarakat bahu-membahu membantu sesama warga Bali yang dirundung bencana.

Melihat ini saya teringat bencana Gunung Merapi tahun 2010 silam. Walau hanya mengikutinya melalui TV dan koran saya bisa merasakan kepedihan warga Yogya tersebut. Apa yang terjadi di Yogya tujuh tahun lalu tersebut bisa dijadikan pelajaran oleh masyarakat Bali tentang bagaimana menghadapi dan apa yang mesti dilakukan ketika bencana gunung berapi menghampiri.

Wahyu Budi Nugroho, Sosiolog Universitas Udayana dalam catatannya mengungkapkan pengalaman sewaktu terjadi erupsi Gunung Merapi. Menurutnya, bagi mereka yang tinggal di luar radius berbahaya ihwal yang sarat diwaspadai adalah abu vulkanik. Apabila tanda-tanda hujan abu vulkanik sudah tampak, maka yang perlu dipersiapkan adalah masker, kertas koran, air, stok makanan dan jaringan internet.

Masker jelas digunakan untuk melindungi saluran pernapasan agar terhindar dari ISPA, kertas koran diperlukan untuk menutupi lubang-lubang ventilasi rumah agar tak kemasukan abu vulkanik. Sedangkan air, di samping untuk minum, juga digunakan untuk menyiram halaman untuk mengurangi efek abu vulkanik, Adapun jaringan internet diperlukan untuk terus mengikuti perkembangan letusan gunung berapi.

Nugroho juga mengungkapkan, di Yogya setiap Gunung Merapi meletus, tim SAR (BASARNAS) dan para relawan selalu menyediakan live streaming via internet (website) untuk mengabarkan perkembangan perkembangan terkini menyangkut; arah guguran lava pijar, aliran lahar dingin, hembusan arah angin yang membawa abu vulkanik serta bilamana terjadi letusan-letusan susulan; bahkan bisa secara langsung dan terus-menerus mendengarkan komunikasi tim SAR lewat handy talkie (HT). Ini mengingat, televisi dan radio yang tak mungkin menyiarkan perkembangan letusan gunung secara terus-menerus.

Ini perlu ditiru oleh tim SAR juga Badan Nasional Penangggulanngan Bencana (BNPB) yang saat ini telah bersiaga di Karangasem. Teknologi terkini bisa diterapkan seperti yang dilakukan di Yogya. Masyarakat biasanya mengikuti perkembangan bencana gunung Agung melalui TV dan media sosial yang mana masih ada saja berita bohong (hoax) yang menyesatkan. TV lokal di Bali hendaknya lebih cepat memberitakan perkembangan Gunung Agung. Banyak warganet Bali yang mengeluhkan hal ini, berita tentang gunung Agung malah lebih banyak disajikan TV nasional ketimbang TV lokal.

Hal menarik lain dari letusan Merapi beberapa rahun lalu seperti yang diungkapkan Nugroho adalah Mbah Maridjan yang bersikukuh untuk tetap tinggal dan memilih mengembuskan nafas terakhir bersama hembusan awan panas Merapi yang oleh warga lokal disebut wedhus gembel (kambing gembel) karena awannya berbentuk seperti bulu kambing yang tak terurus.

Tak sedikit pihak yang menanggap Mbah Maridjan tolol, atau “mati konyol”. Namun, analisis sosiologis menunjukkan pemahaman lain. Mengingat Mbah Maridjan ditempatkan sebagai “juru kunci Merapi” yang dengan demikian mempunyai status dan peran menjaga Merapi, maka justru menjadi hal yang memalukan apabila Mbah Maridjan ikut mengungsi bersana masyarakat sekitar. Dengan kata lain, martabat dan harga dirinya sebagai juru kunci akan jatuh di mata masyarakat jika ia meninggalkan Merapi.

Dikutip dari laman Sejarah Bali, kalau kita lihat saat Gunung Agung meletus pada 1963 silam, tak hanya juru kunci Gunung Agung yang tak mau mengungsi, bahkan hampir semua lelaki dewasa dari beberapa desa “menyambut” lahar tumpahan gunung Agung tersebut, seperti yang terjadi di Badeg Dukuh yang menurut budayawan Bali Cok Sawitri memang bukan perdukuhan biasa. Kepala dukuhnya seperti juru kunci Gunung Agung, seperti Mbah Maridjan di Gunung Merapi.

Dia bertugas berkomunikasi dengan Gunung Agung. Saat meletus, dia tak mau mengungsi. Saksi mata yang mengevakuasi korban awan panas di Badeg Dukuh pada waktu itu bercerita bahwa di pura itu seperti upacara penyambutan, semacam odalan. Saat ditemukan, para korban dalam posisi duduk menabuh gamelan. Kepala dukuh duduk dengan genta masih di tangan. Dia berdoa. Semua korban, menurut Cok Sawitri berlapis debu, saat disentuh langsung hancur. Cok yakin, orang-orang yang meninggal di pura Badeg Dukuh itu sengaja menyambut letusan.

Menurut Nugroho, letusan gunung berapi tentu membawa beragam dampak kerugian seperti rusaknya tempat tinggal dan berbagai bangunan lain, matinya ternak, kegagalan panen serta terganggunya aktivitas keseharian masyarakat. Namun, apabila kita menggunakan sudut pandang lain, letusan gunung berapi bisa menjadi keberkahan tersendiri. Dan memang, hanya lewat letusan gunung berapilah, pasir dan segala macam bebatuan muncul ke permukaan.

Di Yogya misalkan, letusan Gunung Merapi tak lagi dianggap sebagai ancaman dan “kutukan”. Letusan Merapi berarti akan semakin banyak tersedianya pasir berikut bebatuan sebagai bahan bangunan, termasuk bakal semakin murahnya harga berbagai material tersebut. Di samping itu, terbuka pula lapangan kerja baru, yakni mereka yang hendak berprofesi sebagai bego atau penambang pasir.

Dari segi pariwisata, bentang alam baru yang diakibatkan letusan gunung berapi tak kalah menarik untuk dijadikan obyek wisata baru, bahkan di Yogya muncul wahana wisata berupa “Lava Tour” dan “Museum Hartaku” yang berisi sisa-sisa harta masyarakat lereng Merapi pasca dihantam awan panas. Pun melalui sudut pandang ilmu pengetahuan modern, berbagai material yang dimuntahkan gunung berapi adalah sumber kekayaan baru pengetahuan yang tak ternilai harganya di bidang geologi sebagai bahan penelitan termutakhir. (T)

Tags: balibencana alamGunung Agung
Share32TweetSendShareSend
Previous Post

Budaya Populer di Kalangan Mahasiswa: Membaca Buku atau Belanja Terus Sampai Mati

Next Post

Cak Modern SMA Dwijendra dan SMAN 4 Bangli: Terkesan Wah, tapi Kurang Rasa Cak

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post

Cak Modern SMA Dwijendra dan SMAN 4 Bangli: Terkesan Wah, tapi Kurang Rasa Cak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co