24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bencana Gunung Agung, Berkaca dari Yogya

Angga Wijaya by Angga Wijaya
February 2, 2018
in Esai

Gunung Agung. Foto FB/Ayip Budiman. Difoto 19 September 2017

 

BALI sedang dirundung sedih. Gunung Agung di Karangasem bergejolak. Ribuan penduduk mengungsi. Media sosial ramai oleh berita Gunung Agung. Juga doa-doa dan solidaritas masyarakat Bali yang membantu para pengungsi. Tak ketinggalan, berita bohong (hoax) dan berita tentang sapi-sapi penduduk yang dibeli murah oleh para saudagar. Semangat menyamabraya masyarakat Bali tampak pada saat-saat krisis seperti ini. Tak menunggu bantuan pemerintah, masyarakat bahu-membahu membantu sesama warga Bali yang dirundung bencana.

Melihat ini saya teringat bencana Gunung Merapi tahun 2010 silam. Walau hanya mengikutinya melalui TV dan koran saya bisa merasakan kepedihan warga Yogya tersebut. Apa yang terjadi di Yogya tujuh tahun lalu tersebut bisa dijadikan pelajaran oleh masyarakat Bali tentang bagaimana menghadapi dan apa yang mesti dilakukan ketika bencana gunung berapi menghampiri.

Wahyu Budi Nugroho, Sosiolog Universitas Udayana dalam catatannya mengungkapkan pengalaman sewaktu terjadi erupsi Gunung Merapi. Menurutnya, bagi mereka yang tinggal di luar radius berbahaya ihwal yang sarat diwaspadai adalah abu vulkanik. Apabila tanda-tanda hujan abu vulkanik sudah tampak, maka yang perlu dipersiapkan adalah masker, kertas koran, air, stok makanan dan jaringan internet.

Masker jelas digunakan untuk melindungi saluran pernapasan agar terhindar dari ISPA, kertas koran diperlukan untuk menutupi lubang-lubang ventilasi rumah agar tak kemasukan abu vulkanik. Sedangkan air, di samping untuk minum, juga digunakan untuk menyiram halaman untuk mengurangi efek abu vulkanik, Adapun jaringan internet diperlukan untuk terus mengikuti perkembangan letusan gunung berapi.

Nugroho juga mengungkapkan, di Yogya setiap Gunung Merapi meletus, tim SAR (BASARNAS) dan para relawan selalu menyediakan live streaming via internet (website) untuk mengabarkan perkembangan perkembangan terkini menyangkut; arah guguran lava pijar, aliran lahar dingin, hembusan arah angin yang membawa abu vulkanik serta bilamana terjadi letusan-letusan susulan; bahkan bisa secara langsung dan terus-menerus mendengarkan komunikasi tim SAR lewat handy talkie (HT). Ini mengingat, televisi dan radio yang tak mungkin menyiarkan perkembangan letusan gunung secara terus-menerus.

Ini perlu ditiru oleh tim SAR juga Badan Nasional Penangggulanngan Bencana (BNPB) yang saat ini telah bersiaga di Karangasem. Teknologi terkini bisa diterapkan seperti yang dilakukan di Yogya. Masyarakat biasanya mengikuti perkembangan bencana gunung Agung melalui TV dan media sosial yang mana masih ada saja berita bohong (hoax) yang menyesatkan. TV lokal di Bali hendaknya lebih cepat memberitakan perkembangan Gunung Agung. Banyak warganet Bali yang mengeluhkan hal ini, berita tentang gunung Agung malah lebih banyak disajikan TV nasional ketimbang TV lokal.

Hal menarik lain dari letusan Merapi beberapa rahun lalu seperti yang diungkapkan Nugroho adalah Mbah Maridjan yang bersikukuh untuk tetap tinggal dan memilih mengembuskan nafas terakhir bersama hembusan awan panas Merapi yang oleh warga lokal disebut wedhus gembel (kambing gembel) karena awannya berbentuk seperti bulu kambing yang tak terurus.

Tak sedikit pihak yang menanggap Mbah Maridjan tolol, atau “mati konyol”. Namun, analisis sosiologis menunjukkan pemahaman lain. Mengingat Mbah Maridjan ditempatkan sebagai “juru kunci Merapi” yang dengan demikian mempunyai status dan peran menjaga Merapi, maka justru menjadi hal yang memalukan apabila Mbah Maridjan ikut mengungsi bersana masyarakat sekitar. Dengan kata lain, martabat dan harga dirinya sebagai juru kunci akan jatuh di mata masyarakat jika ia meninggalkan Merapi.

Dikutip dari laman Sejarah Bali, kalau kita lihat saat Gunung Agung meletus pada 1963 silam, tak hanya juru kunci Gunung Agung yang tak mau mengungsi, bahkan hampir semua lelaki dewasa dari beberapa desa “menyambut” lahar tumpahan gunung Agung tersebut, seperti yang terjadi di Badeg Dukuh yang menurut budayawan Bali Cok Sawitri memang bukan perdukuhan biasa. Kepala dukuhnya seperti juru kunci Gunung Agung, seperti Mbah Maridjan di Gunung Merapi.

Dia bertugas berkomunikasi dengan Gunung Agung. Saat meletus, dia tak mau mengungsi. Saksi mata yang mengevakuasi korban awan panas di Badeg Dukuh pada waktu itu bercerita bahwa di pura itu seperti upacara penyambutan, semacam odalan. Saat ditemukan, para korban dalam posisi duduk menabuh gamelan. Kepala dukuh duduk dengan genta masih di tangan. Dia berdoa. Semua korban, menurut Cok Sawitri berlapis debu, saat disentuh langsung hancur. Cok yakin, orang-orang yang meninggal di pura Badeg Dukuh itu sengaja menyambut letusan.

Menurut Nugroho, letusan gunung berapi tentu membawa beragam dampak kerugian seperti rusaknya tempat tinggal dan berbagai bangunan lain, matinya ternak, kegagalan panen serta terganggunya aktivitas keseharian masyarakat. Namun, apabila kita menggunakan sudut pandang lain, letusan gunung berapi bisa menjadi keberkahan tersendiri. Dan memang, hanya lewat letusan gunung berapilah, pasir dan segala macam bebatuan muncul ke permukaan.

Di Yogya misalkan, letusan Gunung Merapi tak lagi dianggap sebagai ancaman dan “kutukan”. Letusan Merapi berarti akan semakin banyak tersedianya pasir berikut bebatuan sebagai bahan bangunan, termasuk bakal semakin murahnya harga berbagai material tersebut. Di samping itu, terbuka pula lapangan kerja baru, yakni mereka yang hendak berprofesi sebagai bego atau penambang pasir.

Dari segi pariwisata, bentang alam baru yang diakibatkan letusan gunung berapi tak kalah menarik untuk dijadikan obyek wisata baru, bahkan di Yogya muncul wahana wisata berupa “Lava Tour” dan “Museum Hartaku” yang berisi sisa-sisa harta masyarakat lereng Merapi pasca dihantam awan panas. Pun melalui sudut pandang ilmu pengetahuan modern, berbagai material yang dimuntahkan gunung berapi adalah sumber kekayaan baru pengetahuan yang tak ternilai harganya di bidang geologi sebagai bahan penelitan termutakhir. (T)

Tags: balibencana alamGunung Agung
Share32TweetSendShareSend
Previous Post

Budaya Populer di Kalangan Mahasiswa: Membaca Buku atau Belanja Terus Sampai Mati

Next Post

Cak Modern SMA Dwijendra dan SMAN 4 Bangli: Terkesan Wah, tapi Kurang Rasa Cak

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post

Cak Modern SMA Dwijendra dan SMAN 4 Bangli: Terkesan Wah, tapi Kurang Rasa Cak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co