25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lentera Merah: Menghidupkan Singaraja sebagai Kota Pendidikan Melalui Perpustakaan Jalanan

Indra Andrianto by Indra Andrianto
February 2, 2018
in Esai

Perpustakaan jalanan di sudut Taman Kota Singaraja pada setiap malam Minggu

 

STATUS Kota Pendidikan tentu merupakan sebuah daerah dengan kualitas sumber daya manusia yang cerdas kritis serta didukung dengan budaya-budaya peningkatan inelektual dengan berbagai kegiatan positif yang membangun sebuah peradaban. Sejak di bangku sekolah kita sering mendengar status kota pendidikan yang disandang oleh Jogjakarta. Tentu dalam benak kita kota Jogjakarta banyak melahirkan pemikir-pemikir hebat seperti Ki Hajar Dewantara misalnya.

Tentu juga bukan hanya sebatas itu jika kita main-main ntah sekedar liburan atau ada tugas keluar kota menuju Jogjakarta kita akan disuguhkan banyak hal menarik yang memberikan banyak edukasi kepada kita. Misalnya di Jogjakarta banyak penggiat-penggiat membaca buku dengan membuka perpustakaan jalanan bahkan di daerah tersebut harga buku-buku bacaan yang tersedia di tempat-tempat buku sangatlah terjangkau. Hingga sumber belajar dan pengembangan wawasan sangatlah dimanjakan oleh lingkungan yang sengaja dibentuk untuk menguatkan kualitas intelektual.

Yang terjadi di kalangan umum sangat mudah mendapakatkan ilmu pengetahuan hingga daya nalar krittis mampu memberikan sebuah kontrol dan mengembangkan potensi budaya daerahnya. Nyatanya hari ini Jogjakarta menjadi teladan untuk basil kultur pendidikan. Apa yang tidak ada di daerah ini baik seni, budaya, wisata, bahkan dunia akademisi paling berkembang di Jogjakarta maka layak jika kota Pendidikan berhasil disandang oleh daerah yang istimewa ini.

Lantas bagaimana dengan kondisi di Bali hari ini ? Tentu potensi Bali lebih menjanjikan jika dilihat dari hal wisata alamnya dan kesenian budaya daerahnya dibanding Jogjakarta yang notabene juga kaya akan budaya tentu perbandingan ini berdasarkan fakta rill realitas bahwa bule-bule yang datang berwisata lebih kenal Bali bahkan daripada Indonesia sendiri. Maka tak heran jika statemen Walikota Jogjakarta sendiri pernah menyampaikan kepada media bahwa Jogjakarta harus bercermin pada Bali dengan tata kelola yang baik tentang wisata.

Dalam hal ini tentu kita patut cermati antara Bali dan Jogjakarta sama-sama belajar menciptakan yang namanya mengembangkan wilayahnya. Bali harus bercermin pada Jogjakarta tentang kultur budaya pendidikan, sedangkan Jogjakarta bercermin terkait pengelolaan Pariwisata yang ada di Bali. Dari itu semua tentu kabupaten kecil yang berada di sebelah utara di pulau Bali, yakni Buleleng, juga harus mengambil kesimpulan dan sikap untuk belajar dengan didasari kemauan untuk maju.

Di Jogjakarta sangat menjamur yang namanya Toko Buku dan Perpustakaan, tak hanya perpustakaan yang dikelola oleh pemerintah atau sebuah lembaga-lembaga perbedaya akan tetapi perpustakaan Jalananan yang di galang oleh pemuda-pemuda yang mengemban misi mencerdaskan kehidupan bangsa mengingat rata-rata orang Indonesia dalam membaca buku setiap tahunnya sangat sedikit rata-rata 5 sampai 10 buku orang Indonesia membaca hingga tamat. Sedangkan di Eropa dan Jepang mereka hampir rata-rata 25 buku habis dibaca dalam setahun.

Jika dilihat dari manfaatnya sudah sangat jelas jika membaca buku adalah kebiasaan yang sangat membawa manfaat untuk mengenal dunia dan isinya, kalau diibaratkan lagi pentingnya sebuah buku itu seperti kita punya harta karun persis yang disampaikan oleh sastrawan Putu Wijaya dalam monolognya.

Di Singaraja khusus perpustakaan jalanan tidak menjamur seperti Jogjakarta bahkan Toko-toko buku yang memfasilitasi buku-buku bagus tidaklah banyak di Singaraja. Hanya terdapat sekitar 2 toko buku yang berpusat di kota. Untuk perpustakaan hanya ada 2 perpustakaan yakni perpustakaan Provinsi Bali dan Perpustakaan Daerah/Kabupaten, dan baru satu Perpustakaan Jalanan yang bernama Lentera Merah yang digalang oleh mahasiswa-mahasiswa sebagai bentuk dari amanah preambul UUD 1945 Bab ke-empat untuk senantiasa ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Lentera Merah dalam pengertiannya tentu memiliki Filosofi sendiri dalam setiap komposisi katanya yakni Lentera yang berarti lampu atau cahaya yang menerangi atau mencerahkan dan Merah secara arti memiliki makna berani atau sebuah bentuk perlawanan jika disederhanakan dalam sebuah pengertian atau pemaknaan utuh tentu Lentera Merah yang basisnya adalah sebuah Perpustakaan Jalanan yang nantinya mampu membantu masyarakat daerah Singaraja untuk menambah wawasan atau mencerahkan wawasannya dan perlawanan.

Perlawanan sendiri tentu maksudnya bukan perlawanan yang memakan korban atau sebuah pemberontakan berdarah namun perlawanan itu sendiri ialah bentuk kita untuk melawan kebodohan dan merawat ingat bahwa kita manusia Indonesia adalah bangsa yang berperadaban sesuai gambaran yang ditulis oleh penulis asal Brasil dengan judul bukunya yakni “Atlantis yang Hilang”. Buku tersebut menceritakan asal mula peradaban itu lahir hingga kita manusia Indonesia masuk dalam cirri-ciri dari apa yang digambarkan oleh Andrea Dos Santos.

Perpustakaan jalanan tentu akan memiliki pengaruh yang menimbulkan sebuah perubahan semisal dari pemuda-pemudi yang ada di Singaraja mempunyai yang namanya komunitas diskusi dan belajar yang di mana setiap kegiatannya dapat melakukan bedah buku dan diskusi-diskusi tentang keadaan negara hari ini. Hingga nantinya komunitas dalam Lentera Merah ini mampu menjadikan setiap kegiatannya menjadi sebuah tulisan untuk mengajak atau menyerikan pentingnya membaca untuk memberikan semangat membaca kepada pemuda-pemudi sebagai generasi bangsa.

Tentu hal ini dalam subjektivitas penulis merupakan sebuah bentuk revitalisasi terkait keberadaan Singaraja sebagai Kota Pendidikan. Menyandang julukan sebagai kota pendidikan itu tidaklah biasa-biasa saja. Banyak indikator yang harus kita perhatikan semisal kultur budaya pendidikan, rasa ingin tahu masyarakatnya yang sangat tinggi, melahirkan intelektual-intelektual cerdas, fasilitas edukasi yang memanjakan untuk membaca dan belajar, sumber daya manusianya yang berkualitas dan lain-lain yang berhubungan dengan pendidikan itu sendiri.

Melalui Komunitas Lentera Merah dengan gebrakan membuka perpustakaan jalanan nantinya diharapkan mampu memberikan sumbangsih atau berbagi media belajar dengan adanya buku-buku yang disediakan untuk membaca dan merawat ingatnya. Bukan tanpa tujuan masyarakat cerdas tentu menyokong demokrasi yang sehat karena dalam demokrasi harus terjalin yang namanya kontrol sosial baik secara horizontal maupun vertikal sehingga menciptakan keadilan dan kesejahteraan. Jika masyarakat yang menganut sistem demokrasi tetapi tidak didukung oleh masyarakat yang cerdas tentu roda kehidupan demokrasi sehat akan cacat. Maka dari itu Pancasila menempatkan Bangsa cerdas di point pertama dalam identitas bangsa setelah memeluk keyakinan.

Lentera Merah bisa dikatakan sebuah revitalisasi untuk mengembalikan budaya pendidikan di Singaraja, dengan hal tersebut tentu mampu sejalan dengan amanat pancasila. Revitalisasi mengandung arti pembaharuan sesuatu yang sempat hilang atau memudar hingga dihadirkan kembali. Singaraja tentu merupakan kota pendidikan maka dengan ini adanya Lentera Merah dengan gerakan perpustakaan jalanan diharapkan mampu mengembalikan citra Kota Pendidikan di Singaraja.

Pasalnya di Singaraja sendiri menurut data yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kepemudaan Provinsi Bali mengatakan bahwa Kabupaten Buleleng menduduki ranking pertama paling banyak anak-anak putus sekolah tentunya sangat kontradiktif dengan status yang disandang Singaraja sebagai Kota Pendidikan. Dengan adanya Lentera Merah yang menyediakan sumber-sumber belajar diharapkan mampu menjadi solusi dan manfaat bahkan jika perlu ada lentera-lenteta lain yang punya gerakan sama untuk membantu mengembangkan kualitas Sumber daya manusia di Kabupaten Buleleng.

Lentera Merah itu buka setiap malam minggu atau Sabtu malam di sudut Taman Kota Singaraja. Datanglah ke situ… (T)

Tags: BukuKotaPendidikanperpustakaanSingarajataman kota
Share211TweetSendShareSend
Previous Post

Siaran Pers Pemerintah Masuk Tong Sampah? Tunggu, Ini Ilmu dari Kota Gudeg

Next Post

“Apa yang Kaucari di Ubud, Vabyo?” – Berbincang dengan Valiant Budi, Penulis “Forgotten Colors”

Indra Andrianto

Indra Andrianto

Lahir pada tanggal 14 Maret 1995 kelahiran Bondowoso-Jatim. Saat ini menempuh pendidikan di Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Undiksha-Bali. Kabid Perguruan Tinggi dan Kepemudaan HMI Cabang Singaraja.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post

“Apa yang Kaucari di Ubud, Vabyo?” - Berbincang dengan Valiant Budi, Penulis “Forgotten Colors”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co