3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Benarkah Imajinasi Anak Itu Penting?

Wayan Purne by Wayan Purne
February 2, 2018
in Esai

Lukisan Ikan Robot karya Atlisna

TAK mengherankan membaca situs berita Kompas dengan judul “Daya Imajinasi Siswa Lemah” yang juga pernah dimuat versi cetaknya edisi 15 Desember 2016. Dalam berita itu dijelaskan bahwa pendidikan Indonesia masih membuat daya imajinasi anak tumpul karena hapalan. Tentu permasalahan ini sudah menjadi rahasia umum, tetapi tetap saja sebagian masyarakat tidak mau merubah paradigma ini.

Sebab, selama puluhan tahun, sebagian besar sekolah hanya bergelut pada pendidikan dua gunung dan di tengah-tengah ada matahari yang dihiasi hamparan persawahan. Padahal alam sudah semakin menakutkan berada di ujung tanduk kehancuran.

Kalau tidak percaya dengan kecemasan pendidikan ini, coba lihat anak-anak di sekolah dalam menggambar. Imajinasi anak-anak akan terkurung pada pola gambar matahari, gunung, bunga, sawah, pohon kelapa, dan jalan ada di tengah-tengahnya. Walaupun kelihatan gambarnya berbeda, tetapi tetap saja menampilkan pola yang sama.

Atau, batu bata diletakkan di atas meja. Kemudian, anak-anak diminta, “Apa yang bisa kamu lakukan dengan batu bata ini?”.

Jika dilakukan survai di antara puluhan anak-anak, mungkin sebagian besar anak-anak akan menjawab, ”Aku akan membuat dinding tembok rumah dengan batu bata itu”.

Lalu, hanya satu anak yang menjawab, “Aku akan melempar maling di rumahku dengan batu bata itu.”

Bahkan, mungkin tidak akan ada anak menggambarkan batu bata itu di luar sudut pandang fungsi baku batu bata itu sendiri.

Di samping itu, ada sebuah kebiasaan bertanya, “Boleh gak aku …?” yang mungkin sebagian orang terlihat sepele atau tidak penting. Kalau tidak percaya, coba lakukan kegiatan kreativitas bersama anak-anak, pasti ada anak yang akan bertanya, “Pak, boleh tidak saya buat kayak gini? Pak, seperti ini ya buatnya?”

Kebiasaan bertanya yang memerlukan jawaban “boleh atau tidak” menjamur dan menjadi penyakit akut dari TK sampai SMA bahkan mungkin sampai ke perguruan tinggi. Akibatnya, imajinasinya sendiri dikekang dalam ketakutan penilaian orang lain.

Mengapa imajinasi anak-anak semakin tumpul? Di sini sudah dilupakan, imajinasi anak ketika masa kanak-kanak dibunuh. Kemudian, ketika memasuki sekolah formal, kematian imajinasi anak dilegalkan oleh sebagian besar sekolah dengan menerbitkan surat kematian imajinasi secara lisan.

Jadi teringat dengan cerita Ibu Nengah, seorang guru PAUD yang diprotes oleh guru SD kelas 1 karena sepuluh anak didiknya dulu. Ketika hari pertama masuk sekolah, anak-anak diberikan pilihan. “Anak-anak, siapa yang tidak ingin belajar boleh keluar dari kelas ini!” ucap guru SD itu memberi pilihan.

Guru SD melakukan hal itu tentu bermaksud untuk menakuti anak agar mau belajar serius. Akan tetapi, ketika mendengar perkataan guru SD-nya itu, sepuluh anak didik itu langsung keluar ruang kelas.

“Jelas anak-anak itu mengikuti ucapan ibu. Anak-anak ketika di PAUD sudah terbiasa bebas memilih permainan atau kegiatan yang mereka inginkan. Namun, mereka tetap tahu atau paham aturan bermain atau berkegiatan,” ucap Ibu Nengah.

Lalu, sikap keberanian kesepuluh anak itu dalam memilih atau menentukan pilihannya berdasarkan imajinasinya mulai terpotong semenjak saat itu. Sebab, kata-kata peringatan/larangan dengan tujuan anak-anak tetap anteng duduk mengikuti pelajaran berjam-jam selalu terpaku dalam kepala selama bertahun-tahun. Tak salah, anak-anak menjadi tidak berani dan takut mengambil sikap dalam menyatakan imajinasinya.

Berbeda halnya dengan anak yang tidak dibunuh daya imajinasinya. Anak akan penuh kebanggaan dan berani menuangkan setiap daya imajinasinya ke dalam dunia nyata. Apalagi, jika hasil karya imajinasi anak dipuji, mereka pun tapa batas mengembangkan daya imajinasinya tanpa rasa dikerdilkan.

Lukisan Ikan Robot karya Atlisna

Sama halnya seperti Atlisna tanpa rasa takut dan penuh kebanggaan mengungkapkan imajinasinya. “Kak, aku menggambar Ikan Robot. Nanti, aku masuk ke dalam ikan robot ini dan bisa melihat banyak ikan di laut,” ucap Aklisna bangga.

Ini terjadi, ketika seorang guru, Angga, membahas topik ikan di kelas PAUD/TK dan menggambar ikan yang mereka sukai. Angga sungguh kagum dengan imajinasi Aklisna.

“Aklisna, mudah-mudahan ketika masuk sekolah formal, imajinasimu tidak dibunuh.” Doa Angga dalam hatinya.

Anak seumuran PAUD mulai tumbuh bibit pemikiran imajinasi yang unik. Meskipun, orang dewasa melihat gambar Aklisna sebagai goresan anak-anak yang biasa.

Nah, masalahnya sebagian besar orangtua/guru tidak paham bahwa masa kanak-kanak merupakan masa anak hidup di dunia imajinasinya. Sebab, pengembang imajinasi adalah dasar awal melatih memori intelijen anak. Karena, selama ini yang dibanggakan adalah short-term memory dan long term memory. Orangtua bangga terhadap anaknya yang mampu menghafal dan mengingat hal-hal yang terdahulu.

Memang melatih short-term memory dan long term memory penting bagi anak. Tapi, jika hanya fokus pada kedua memori itu, anak hanya seperti ensiklopedia berjalan. Oleh sebab itu, memori intelejen memberikan peran penting bagi short-term memory dan long term memory. Sebab, memori intelenjen adalah kemampuan memori dalam menyatukan, memahami, menganalisis, dan menyimpulkan hubungan potongan-potongan short-term memory maupun long term memory. Dan, dari memori intelenjen itulah, anak mampu dengan mudah memecahkah masalah, melahirkan pemikiran baru, dan menjadi kreatif.

Kembali ke gambar Ikan Robot, Aklisna berimajinasi berada dalam Ikan Robot agar bisa melihat ikan-ikan yang ada di laut. Kemudian, memori intelejen Aklisna bekerja dengan menyatukan, memahami, menganalisis, dan menyimpulkan hubungan potongan-potongan ingatannya tentang ikan dan robot. Lalu, terlahirlah Ikan Robot.

Caba kalau imajinasi Aklisna itu dihentikan, “Mengapa kamu mengambar ikan seperti itu? Ikan tidak seperti itu. Gambar kamu jelek.” Maka, memori intelejen tidak akan telatih maupun berkembang. Kemudian, jangan mengeluh kalau sebagian besar anak-anak hanya bisa mengerjakan soal yang sifatnya hafalan. Soal yang jawaban tersimpan dalam short-term memory maupun long term memory.

Lalu, masihkah kita menganggap imajinasi itu tidak penting bagi perkembangan intelenjen anak? (T)

Tags: anak-anakPendidikanpendidikan usia dini
Share10TweetSendShareSend
Previous Post

Sanggar JKP Lagukan 5 Puisi, Teater Antariksa Berkisah 2 Mpu

Next Post

Musikalisasi Puisi “Pohon Kita”: Lebih Berwarna dan Aransemennya Apik

Wayan Purne

Wayan Purne

Lulusan Undiksha Singaraja. Suka membaca. Kini tinggal di sebuah desa di kawasan Buleleng timur menjadi pendidik di sebuah sekolah yang tak konvensional.

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post

Musikalisasi Puisi “Pohon Kita”: Lebih Berwarna dan Aransemennya Apik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co