2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puspayoga Kalah jadi Menteri, Ahok Kalah jadi Apa?

Agus Sadya Eka Putra by Agus Sadya Eka Putra
February 2, 2018
in Esai

INGAT Pilgub Bali 2013? Made Mangku Pastika yang kali itu menjadi calon pertahana diusung Partai Demokrat setelah mengetahui partai yang mengusungnya pada Pilgub sebelumnya telah memberikan mandat kepada lawannya, yang tidak lain adalah wakilnya saat menjabat, yaitu Anak Agung Ngurah Puspayoga. Namun akhirnya Puspayoga kandas oleh Mangku Pastika.

Puspayoga merupakan kader Partai PDI Perjuangan yang sempat menjadi walikota Denpasar selama dua periode. Kemudian mencalonkan diri sebagai wakil gubernur maju bersama Mangku Pastika pada Pilgub Bali tahun 2008.

Pasangan Mangku Pastika-Puspayoga kemudian memenangkan pesta demokrasi di Pulau Seribu Pura dengan mengandaskan lawan politiknya yaitu Cok Budi Suryawan-Njoman Gde Suweta dan I Gde Winasa-IB Alit Putra.

Namun menjelang Pilgub berikutnya, ide dan gagasan Mangku Pastika dan Puspayoga tampaknya berseberangan sehingga pun saling melawan dalam :Pilgub 2013. Mangku Pastika berpasangan dengan Ketut Sudikerta, dan Puspayoga berpasangan dengan Dewa Nyoman Sukrawan.

Namun akhirnya rakyat Bali memberikan kepercayaan pada pasangan Mangku Pastika dan Sudikerta. Kini, menjelang Pilgub Bali 2018, Sudikerta yang kader Partai Golkar sudah memasang ancang-ancang bakal maju sebagai calon gubernur menggantikan Pastika.

Setelah Puspayoga kalah, ia ternyata tak “lenyap”. Namanya bangkit kembali setelah diangkat menjadi Menteri Koperasi  dan UMKM di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Nah, apakah fenomena hal itu akan terjadi pada Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, seorang yang berkepribadian teguh yang berdasarkan hasil quick count kalah di perhelatan demokrasi akbar di ibukota Jakarta. Akankah, Ahok menjadi Menteri juga seperti Puspayoga, atau Ketua KPK, atau mungkin menjadi Wapres di bursa Pilpres mendatang bersama Jokowi?

Memang begitulah yang tersebar di media sosial. Banyak pendukung Ahok, di Jakarta maupun di luar Jakarta menulis prediksi bahwa jika Ahok kalah ia akan jadi Menteri Dalam Negeri, atau menjadi Ketua KPK, atau menjadi Wapres-nya Jokowi pada periode berikutnya.

Untuk urusan jadi Wapres, kemungkinan Ahok akan berhadapan kembali dengan pilihan rakyat, karena ditentukan oleh Pilpres. Tapi jika untuk menjadi menteri, Ahok cukup berhadapan dengan Jokowi karena pemilihan menteri adalah hak prerogratif Presiden. Untuk menjadi Ketua KPK, tentu ada syarat lain yang kemungkinan lebih menjelimet ketimbang menjadi menteri.

Tapi apa pun itu, jelaslah rakyat pecinta dan pendukung Ahok, baik di Jakarta maupun di luar Jakarta, sebagaimana mereka ungkapan dalam status-status facebook, twiter, atau instagram, sangat berharap Ahok tetap “digunakan” dengan syarat apa pun, untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik.

Harapan-harapan pecinta Ahok itu mungkin semacam ungkapan kekecewaan dan niat untuk “balas dendam” atas kekalahan Ahok. Pokoknya, mereka berharap agar Ahok diangkat agar kedudukannya “lebih tinggi” dari Anies Baswedan setelah ditetapkan menjadi Gubernur DKI.

Jika menjadi Menteri Dalam Negeri misalnya tentu saja Ahok akan menjadi “atasan” Anies. Jika menjadi Ketua KPK, tentu bukan hanya Anies yang harus tunduk kepada Ahok, tapi semua kepala daerah termasuk Presiden. Apalagi jika Ahok jadi wakil presiden, atau presiden.

Meski harapan pecinta Ahok yang tersebar di media sosial itu dianggap berbau kekecewaan, namun segala kemungkinan bisa saja terjadi. Karena semua itu rencana Tuhan. Apalagi Ahok memenuhi banyak syarat untuk menjadi pejabat Negara yang bisa mengantarkan Negara ke arena kemajuan.

Anies saja bisa menang di pesta akbar ibukota, padahal awalnya dicibir tak bisa mengalahkan kubu pertahana yang terbilang begitu solid dan pekerjaannya yang begitu terlihat nyata dan diakui banyak warga Ibukota.

Peluang Ahok menjadi Menteri tentu sangat besar. Terlebih, Presiden Jokowi adalah pribadi yang suka ‘memakai’ orang yang berani bekerja nyata, tanpa banyak basa basi, dan bekerja dengan cepat demi pembangunan Indonesia. Lihat saja keputusannya mengangkat Susi Pudjiastuti menjadi Menteri Kelautan.  Mungkin saja ada beberapa posisi menteri yang saat ini kinerjanya masih dipertanyakan dan merupakan peluang emas bagi Ahok masuk ke istana mendampingi Jokowi kembali.

Penilaian yang terjadi hingga kini adalah Ahok tidak kompromi dengan para koruptor. Penilaian itulah mungkin melahirkan sebuah pemikiran, kenapa tidak Ahok saja yang jadi ketua KPK? Media sosial begitu ramai bercuit tentang hal ini, jauh sebelum hari pencoblosan, yakni ketika mengetahui begitu besarnya ancaman bagi Ahok ketika akan naik kembali merebut DKI 1.

Ahok bisa diharap sangat membantu dalam rangka mengerjakan PR Korupsi yang tak kunjung selesai di negeri ini. Orang yang berkepribadian teguh dan pemberani seperti Ahok, sangat layak mendapat posisi strategis di KPK.

Tapi syarat menjadi ketua KPK tak segampang menjadi menteri. Salah satunya adalah berijazah sarjana hukum atau sarjana lain yang memiliki keahlian dan pengalaman sekurang-kurangnya 15 tahun dalam bidang hukum, ekonomi, keuangan, atau perbankan. Ahok kemungkinan besar terganjal di syarat ini.

Lalu bagaimana dengan menjadi Wapres di Pilpres mendatang, ya bisa saja. Semua tergantung tensi politik di tahun-tahun mendatang. Jokowi yang diprediksi akan maju lagi tentu membutuhkan pembantu yang pemberani dan berpendirian teguh layaknya Ahok, dan tentu Ahok kembali lagi punya peluang untuk maju di bursa pilpres mendatang. (T)

Tags: AhokbaliDKI JakartaPilkadaPuspayoga
Share114TweetSendShareSend
Previous Post

Deru Angin Dini Hari di Puncak Gunung Abang

Next Post

Isu Sektarian Bisa Menular ke Pilgub Bali, “Wangsa” dan “Soroh” Bisa jadi Jualan Kampanye

Agus Sadya Eka Putra

Agus Sadya Eka Putra

Bernama lengkap Gusti Putu Agus Sadya Eka Putra. Kelahiran Jembrana. Kuliah di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha. Suka membaca dan berorganisasi.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post

Isu Sektarian Bisa Menular ke Pilgub Bali, “Wangsa” dan “Soroh” Bisa jadi Jualan Kampanye

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co