25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puspayoga Kalah jadi Menteri, Ahok Kalah jadi Apa?

Agus Sadya Eka Putra by Agus Sadya Eka Putra
February 2, 2018
in Esai

INGAT Pilgub Bali 2013? Made Mangku Pastika yang kali itu menjadi calon pertahana diusung Partai Demokrat setelah mengetahui partai yang mengusungnya pada Pilgub sebelumnya telah memberikan mandat kepada lawannya, yang tidak lain adalah wakilnya saat menjabat, yaitu Anak Agung Ngurah Puspayoga. Namun akhirnya Puspayoga kandas oleh Mangku Pastika.

Puspayoga merupakan kader Partai PDI Perjuangan yang sempat menjadi walikota Denpasar selama dua periode. Kemudian mencalonkan diri sebagai wakil gubernur maju bersama Mangku Pastika pada Pilgub Bali tahun 2008.

Pasangan Mangku Pastika-Puspayoga kemudian memenangkan pesta demokrasi di Pulau Seribu Pura dengan mengandaskan lawan politiknya yaitu Cok Budi Suryawan-Njoman Gde Suweta dan I Gde Winasa-IB Alit Putra.

Namun menjelang Pilgub berikutnya, ide dan gagasan Mangku Pastika dan Puspayoga tampaknya berseberangan sehingga pun saling melawan dalam :Pilgub 2013. Mangku Pastika berpasangan dengan Ketut Sudikerta, dan Puspayoga berpasangan dengan Dewa Nyoman Sukrawan.

Namun akhirnya rakyat Bali memberikan kepercayaan pada pasangan Mangku Pastika dan Sudikerta. Kini, menjelang Pilgub Bali 2018, Sudikerta yang kader Partai Golkar sudah memasang ancang-ancang bakal maju sebagai calon gubernur menggantikan Pastika.

Setelah Puspayoga kalah, ia ternyata tak “lenyap”. Namanya bangkit kembali setelah diangkat menjadi Menteri Koperasi  dan UMKM di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Nah, apakah fenomena hal itu akan terjadi pada Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, seorang yang berkepribadian teguh yang berdasarkan hasil quick count kalah di perhelatan demokrasi akbar di ibukota Jakarta. Akankah, Ahok menjadi Menteri juga seperti Puspayoga, atau Ketua KPK, atau mungkin menjadi Wapres di bursa Pilpres mendatang bersama Jokowi?

Memang begitulah yang tersebar di media sosial. Banyak pendukung Ahok, di Jakarta maupun di luar Jakarta menulis prediksi bahwa jika Ahok kalah ia akan jadi Menteri Dalam Negeri, atau menjadi Ketua KPK, atau menjadi Wapres-nya Jokowi pada periode berikutnya.

Untuk urusan jadi Wapres, kemungkinan Ahok akan berhadapan kembali dengan pilihan rakyat, karena ditentukan oleh Pilpres. Tapi jika untuk menjadi menteri, Ahok cukup berhadapan dengan Jokowi karena pemilihan menteri adalah hak prerogratif Presiden. Untuk menjadi Ketua KPK, tentu ada syarat lain yang kemungkinan lebih menjelimet ketimbang menjadi menteri.

Tapi apa pun itu, jelaslah rakyat pecinta dan pendukung Ahok, baik di Jakarta maupun di luar Jakarta, sebagaimana mereka ungkapan dalam status-status facebook, twiter, atau instagram, sangat berharap Ahok tetap “digunakan” dengan syarat apa pun, untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik.

Harapan-harapan pecinta Ahok itu mungkin semacam ungkapan kekecewaan dan niat untuk “balas dendam” atas kekalahan Ahok. Pokoknya, mereka berharap agar Ahok diangkat agar kedudukannya “lebih tinggi” dari Anies Baswedan setelah ditetapkan menjadi Gubernur DKI.

Jika menjadi Menteri Dalam Negeri misalnya tentu saja Ahok akan menjadi “atasan” Anies. Jika menjadi Ketua KPK, tentu bukan hanya Anies yang harus tunduk kepada Ahok, tapi semua kepala daerah termasuk Presiden. Apalagi jika Ahok jadi wakil presiden, atau presiden.

Meski harapan pecinta Ahok yang tersebar di media sosial itu dianggap berbau kekecewaan, namun segala kemungkinan bisa saja terjadi. Karena semua itu rencana Tuhan. Apalagi Ahok memenuhi banyak syarat untuk menjadi pejabat Negara yang bisa mengantarkan Negara ke arena kemajuan.

Anies saja bisa menang di pesta akbar ibukota, padahal awalnya dicibir tak bisa mengalahkan kubu pertahana yang terbilang begitu solid dan pekerjaannya yang begitu terlihat nyata dan diakui banyak warga Ibukota.

Peluang Ahok menjadi Menteri tentu sangat besar. Terlebih, Presiden Jokowi adalah pribadi yang suka ‘memakai’ orang yang berani bekerja nyata, tanpa banyak basa basi, dan bekerja dengan cepat demi pembangunan Indonesia. Lihat saja keputusannya mengangkat Susi Pudjiastuti menjadi Menteri Kelautan.  Mungkin saja ada beberapa posisi menteri yang saat ini kinerjanya masih dipertanyakan dan merupakan peluang emas bagi Ahok masuk ke istana mendampingi Jokowi kembali.

Penilaian yang terjadi hingga kini adalah Ahok tidak kompromi dengan para koruptor. Penilaian itulah mungkin melahirkan sebuah pemikiran, kenapa tidak Ahok saja yang jadi ketua KPK? Media sosial begitu ramai bercuit tentang hal ini, jauh sebelum hari pencoblosan, yakni ketika mengetahui begitu besarnya ancaman bagi Ahok ketika akan naik kembali merebut DKI 1.

Ahok bisa diharap sangat membantu dalam rangka mengerjakan PR Korupsi yang tak kunjung selesai di negeri ini. Orang yang berkepribadian teguh dan pemberani seperti Ahok, sangat layak mendapat posisi strategis di KPK.

Tapi syarat menjadi ketua KPK tak segampang menjadi menteri. Salah satunya adalah berijazah sarjana hukum atau sarjana lain yang memiliki keahlian dan pengalaman sekurang-kurangnya 15 tahun dalam bidang hukum, ekonomi, keuangan, atau perbankan. Ahok kemungkinan besar terganjal di syarat ini.

Lalu bagaimana dengan menjadi Wapres di Pilpres mendatang, ya bisa saja. Semua tergantung tensi politik di tahun-tahun mendatang. Jokowi yang diprediksi akan maju lagi tentu membutuhkan pembantu yang pemberani dan berpendirian teguh layaknya Ahok, dan tentu Ahok kembali lagi punya peluang untuk maju di bursa pilpres mendatang. (T)

Tags: AhokbaliDKI JakartaPilkadaPuspayoga
Share114TweetSendShareSend
Previous Post

Deru Angin Dini Hari di Puncak Gunung Abang

Next Post

Isu Sektarian Bisa Menular ke Pilgub Bali, “Wangsa” dan “Soroh” Bisa jadi Jualan Kampanye

Agus Sadya Eka Putra

Agus Sadya Eka Putra

Bernama lengkap Gusti Putu Agus Sadya Eka Putra. Kelahiran Jembrana. Kuliah di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha. Suka membaca dan berorganisasi.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post

Isu Sektarian Bisa Menular ke Pilgub Bali, “Wangsa” dan “Soroh” Bisa jadi Jualan Kampanye

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co