2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Seperti Nonton Drama, Bali Ikut Deg-degan Menunggu Ending Pilkada DKI

Agus Sadya Eka Putra by Agus Sadya Eka Putra
February 2, 2018
in Esai

TIDAK adanya suara 50 persen plus 1 pada Pemilukada DKI Jakarta putaran pertama menyebabkan adanya persaingan yang begitu ketat pada putaran kedua, di mana tersisa dua calon kuat yang salah satunya merupakan kubu pertahana, Ahok-Djarot. Setelah kandasnya pasangan Agus-Sylvi kini pengamat politik, timses, dan kader partai yang terkait masih meraba-raba ke mana arah larinya suara pendukung Agus-Sylvi yang 17 persen itu, apakah ke Ahok-Djarot atau ke Anies-Sandy.

Berbagai talkshow hadir untuk membahas Pemilukada DKI dengan menghadirkan pengamat politik, dan timses para paslon untuk membahas perkiraan arah suara 17 itu dan membahas strategi untuk menggaet dukungan masyarakat pada putaran kedua. Berbagai pro-kontra dihadirkan pada semua pasangan calon, white or black campaign, untuk kedua paslon semakin marak di media sosial, saling sindir, saling mendikte, saling mengetes program, hingga menelusuri data-data survei yang dipakai ketika debat.

Itu semua terjadi di DKI. Tapi warga di Bali yang tentu saja tak ikut memilih, ternyata ikut deg-degan menyaksikannya berbagai perdebatan lewat TV dan berbagai media sosial seperti Instagram, dan Facebook. Doa untuk Jakarta adalah semoga 50% plus 1 warga Jakarta tidak kebingungan memilih yang “terbaik”. Hingga endingnya bisa membuat banyak orang ikut gembira, bukan saja orang dari Jakarta tapi juga warga di luar ibukota, termasuk Bali.

Warga Bali, mungkin juga warga lain di daerah lain di Indonesia, Pemilukada DKI tak ubahnya seperti teater atau sinetron bersambung. Berbeda dengan warga Jakarta yang ikut sebagai pemain, bahkan kadang ikut jadi sutradara, punya peran penting untuk menentukan plot, alur, dan akhir cerita. Nah, warga Bali hanya berperan sebagai penonton.

Sebagai penonton warga di Bali ikut deg-degan menyaksikan episode demi episode sinetron Pemilukada DKI itu. Yang paling bikin deg-degan tentu saja pada hari-hari menunggu ending, 19 April 2017. Deg-degan karena endingnya tak bisa ditebak.

Seperti menonton drama gong atau arja, warga Bali ingin menikmati ending yang menyenangkan sesuai dengan harapan masing-masing. Meski tak ikut bermain, tak ikut bikin cerita, apalagi bikin ending, warga di Bali bebas menentukan mana dari dua pasang kandidat yang bertarung itu dijadikan peran protagonis (raja muda atau mantri manis), mana yang jadi antagonis (raja buduh atau mantri buduh). Masing-masing tentu ingin peran protagonis yang menang seperti kebanyakan kisah dalam drama gong dan arja.

Mungkin sejak lebih dari setahun lalu, warga di Bali sudah dijejali berbagai cerita, dari yang horor, dramatis, tragedi, hingga komedi, untuk menentukan siapa yang layak berperan sebagai tokoh protagonis sesuai “naskah” yang dibikin dalam hati.

Mungkin sejak lebih dari setahun juga dua kandidat itu sudah menebarkan cerita, fakta maupun fiksi, untuk menarik simpati pemilih, sekaligus juga menarik simpati warga bukan pemilih yang berada di luar Jakarta. Siapa yang berhasil dengan ceritanya, dia layak ditempatkan sebagai tokoh protagonis, siapa yang gagal dia tentu mendapatkan antipasti.

Dengan kondisi murni sebagai penonton, warga di Bali (juga daerah luar Jarata lainnya di Indonesia), memiliki irama deg-degan dari degup jantung yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Mereka bersimpati atau antipati pada satu kandidat, tapi tak ikut memilih. Hanya menonton, menunggu ending.

Endingnya, ya, tergantung warga Jakarta.

Hasil Pemilu putaran pertama memang menunjukan bahwa pasangan pertahana begitu popular bagi masyarakat Jakarta walapun suara itu belum sampai 50% lebih. Namun data itu menunjukkan betapa kuat dan solid-nya pasangan pertahana. Dapat diprediksi suara itu adalah suara kepercayaan pada pasngan pertahana yang telah “mampu” memberikan perubahan bagi mereka, warga Jakarta.

Di lain sisi pasangan lawan yang lolos putaran kedua ini termasuk hoki atau mungkin sosoknya begitu popular dengan kepribadinnya yang selama ini dianggap “mulia”. Pasangan ini juga mampu meraih suara yang lumayan banyak, sekitar 39 persen. Ini memberikan signal bahwa rakyat yang 39 persen ini mengidolakan sosok pasangan ini dan mereka mungkin saja adalah orang-orang yang belum sempat terkena “imbas” pekerjaan kubu pertahana ketika menjabat sehingga mereka langsung berpindah ke lain hati.

Kemungkinan lain adalah mereka yang  suaranya tak terhiraukan oleh kubu pertahana ketika menjabat, sehingga mereka memilih pasangan lain yang dirasa lebih pas yaitu pasangan lawan. Sungguh menarik memang politik itu. Tak suka yang satu bisa pilih yang lain tapi kalau pacar sudah punya satu tak boleh pilih yang lain lagi.

Masyarakat Jakarta adalah masyarakat metropolitan yang tentunya sebagian besar dari mereka adalah orang-orang terdidik, walau ada pula yang jauh dari pendidikan, namun dapat kita prediksi bahwa pemilih pada pemilukada Jakarta bukan orang biasa. Mereka tentu punya dasar dan landasan tertentu dalam memilih siapa yang layak duduk di Balai Kota.

Keberagaman tingkat intelektualitas dari pemilih tentu membuat para paslon dan tim suksenya memutar otak dengan keras untuk mencari ide dan hal baru dalam rangka menggaet dukungan rakyat Jakarta terlebih kemajuan teknologi dan informasi membuat informasi mudah didapatkan jadi informasi baik dan kurang baik dari masing masing paslon begitu mudah ditemukan.

Pertarungan tokoh silat politik seperti itulah yang menjadi tontonan warga Bali selama ini. Meski sebagai orang Bali, sah-sah saja punya “keinginan membantu” masyarakat Jakarta memilih yang terbaik, karena Jakarta ini adalah ibu kota negara tentu harus jatuh ke tangan yang “terbaik” guna mampu dikelola dengan baik sehingga membanggakan Indonesia dan kita Bali juga secara tidak langsung ikut terdampak.

“Keinginan membantu” dengan apa? Ya, membantu dengan doa sekaligus rasa deg-degan agar yang terbaik menang untuk Jakarta. Tentu sebuah keinginan yang absurd, karena dalam politik, yang terbaik adalah yang sesuai dengan kepentingan masing-masing, baik kepentingan hati nurani maupun kepentingan murni kekuasaan politik. (T)

Tags: AhokAnies BaswedanbaliDKI JakartaPilkadaPolitik
Share30TweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Kecil Putu Wijaya: Kompromi (3), Taktik dan Strategi

Next Post

Sepak Bola dan Mitos Pahlawan – Catatan Bara Puputan di Gelora Bandung Lautan Api

Agus Sadya Eka Putra

Agus Sadya Eka Putra

Bernama lengkap Gusti Putu Agus Sadya Eka Putra. Kelahiran Jembrana. Kuliah di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha. Suka membaca dan berorganisasi.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post

Sepak Bola dan Mitos Pahlawan – Catatan Bara Puputan di Gelora Bandung Lautan Api

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co