24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Seperti Nonton Drama, Bali Ikut Deg-degan Menunggu Ending Pilkada DKI

Agus Sadya Eka Putra by Agus Sadya Eka Putra
February 2, 2018
in Esai

TIDAK adanya suara 50 persen plus 1 pada Pemilukada DKI Jakarta putaran pertama menyebabkan adanya persaingan yang begitu ketat pada putaran kedua, di mana tersisa dua calon kuat yang salah satunya merupakan kubu pertahana, Ahok-Djarot. Setelah kandasnya pasangan Agus-Sylvi kini pengamat politik, timses, dan kader partai yang terkait masih meraba-raba ke mana arah larinya suara pendukung Agus-Sylvi yang 17 persen itu, apakah ke Ahok-Djarot atau ke Anies-Sandy.

Berbagai talkshow hadir untuk membahas Pemilukada DKI dengan menghadirkan pengamat politik, dan timses para paslon untuk membahas perkiraan arah suara 17 itu dan membahas strategi untuk menggaet dukungan masyarakat pada putaran kedua. Berbagai pro-kontra dihadirkan pada semua pasangan calon, white or black campaign, untuk kedua paslon semakin marak di media sosial, saling sindir, saling mendikte, saling mengetes program, hingga menelusuri data-data survei yang dipakai ketika debat.

Itu semua terjadi di DKI. Tapi warga di Bali yang tentu saja tak ikut memilih, ternyata ikut deg-degan menyaksikannya berbagai perdebatan lewat TV dan berbagai media sosial seperti Instagram, dan Facebook. Doa untuk Jakarta adalah semoga 50% plus 1 warga Jakarta tidak kebingungan memilih yang “terbaik”. Hingga endingnya bisa membuat banyak orang ikut gembira, bukan saja orang dari Jakarta tapi juga warga di luar ibukota, termasuk Bali.

Warga Bali, mungkin juga warga lain di daerah lain di Indonesia, Pemilukada DKI tak ubahnya seperti teater atau sinetron bersambung. Berbeda dengan warga Jakarta yang ikut sebagai pemain, bahkan kadang ikut jadi sutradara, punya peran penting untuk menentukan plot, alur, dan akhir cerita. Nah, warga Bali hanya berperan sebagai penonton.

Sebagai penonton warga di Bali ikut deg-degan menyaksikan episode demi episode sinetron Pemilukada DKI itu. Yang paling bikin deg-degan tentu saja pada hari-hari menunggu ending, 19 April 2017. Deg-degan karena endingnya tak bisa ditebak.

Seperti menonton drama gong atau arja, warga Bali ingin menikmati ending yang menyenangkan sesuai dengan harapan masing-masing. Meski tak ikut bermain, tak ikut bikin cerita, apalagi bikin ending, warga di Bali bebas menentukan mana dari dua pasang kandidat yang bertarung itu dijadikan peran protagonis (raja muda atau mantri manis), mana yang jadi antagonis (raja buduh atau mantri buduh). Masing-masing tentu ingin peran protagonis yang menang seperti kebanyakan kisah dalam drama gong dan arja.

Mungkin sejak lebih dari setahun lalu, warga di Bali sudah dijejali berbagai cerita, dari yang horor, dramatis, tragedi, hingga komedi, untuk menentukan siapa yang layak berperan sebagai tokoh protagonis sesuai “naskah” yang dibikin dalam hati.

Mungkin sejak lebih dari setahun juga dua kandidat itu sudah menebarkan cerita, fakta maupun fiksi, untuk menarik simpati pemilih, sekaligus juga menarik simpati warga bukan pemilih yang berada di luar Jakarta. Siapa yang berhasil dengan ceritanya, dia layak ditempatkan sebagai tokoh protagonis, siapa yang gagal dia tentu mendapatkan antipasti.

Dengan kondisi murni sebagai penonton, warga di Bali (juga daerah luar Jarata lainnya di Indonesia), memiliki irama deg-degan dari degup jantung yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Mereka bersimpati atau antipati pada satu kandidat, tapi tak ikut memilih. Hanya menonton, menunggu ending.

Endingnya, ya, tergantung warga Jakarta.

Hasil Pemilu putaran pertama memang menunjukan bahwa pasangan pertahana begitu popular bagi masyarakat Jakarta walapun suara itu belum sampai 50% lebih. Namun data itu menunjukkan betapa kuat dan solid-nya pasangan pertahana. Dapat diprediksi suara itu adalah suara kepercayaan pada pasngan pertahana yang telah “mampu” memberikan perubahan bagi mereka, warga Jakarta.

Di lain sisi pasangan lawan yang lolos putaran kedua ini termasuk hoki atau mungkin sosoknya begitu popular dengan kepribadinnya yang selama ini dianggap “mulia”. Pasangan ini juga mampu meraih suara yang lumayan banyak, sekitar 39 persen. Ini memberikan signal bahwa rakyat yang 39 persen ini mengidolakan sosok pasangan ini dan mereka mungkin saja adalah orang-orang yang belum sempat terkena “imbas” pekerjaan kubu pertahana ketika menjabat sehingga mereka langsung berpindah ke lain hati.

Kemungkinan lain adalah mereka yang  suaranya tak terhiraukan oleh kubu pertahana ketika menjabat, sehingga mereka memilih pasangan lain yang dirasa lebih pas yaitu pasangan lawan. Sungguh menarik memang politik itu. Tak suka yang satu bisa pilih yang lain tapi kalau pacar sudah punya satu tak boleh pilih yang lain lagi.

Masyarakat Jakarta adalah masyarakat metropolitan yang tentunya sebagian besar dari mereka adalah orang-orang terdidik, walau ada pula yang jauh dari pendidikan, namun dapat kita prediksi bahwa pemilih pada pemilukada Jakarta bukan orang biasa. Mereka tentu punya dasar dan landasan tertentu dalam memilih siapa yang layak duduk di Balai Kota.

Keberagaman tingkat intelektualitas dari pemilih tentu membuat para paslon dan tim suksenya memutar otak dengan keras untuk mencari ide dan hal baru dalam rangka menggaet dukungan rakyat Jakarta terlebih kemajuan teknologi dan informasi membuat informasi mudah didapatkan jadi informasi baik dan kurang baik dari masing masing paslon begitu mudah ditemukan.

Pertarungan tokoh silat politik seperti itulah yang menjadi tontonan warga Bali selama ini. Meski sebagai orang Bali, sah-sah saja punya “keinginan membantu” masyarakat Jakarta memilih yang terbaik, karena Jakarta ini adalah ibu kota negara tentu harus jatuh ke tangan yang “terbaik” guna mampu dikelola dengan baik sehingga membanggakan Indonesia dan kita Bali juga secara tidak langsung ikut terdampak.

“Keinginan membantu” dengan apa? Ya, membantu dengan doa sekaligus rasa deg-degan agar yang terbaik menang untuk Jakarta. Tentu sebuah keinginan yang absurd, karena dalam politik, yang terbaik adalah yang sesuai dengan kepentingan masing-masing, baik kepentingan hati nurani maupun kepentingan murni kekuasaan politik. (T)

Tags: AhokAnies BaswedanbaliDKI JakartaPilkadaPolitik
Share30TweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Kecil Putu Wijaya: Kompromi (3), Taktik dan Strategi

Next Post

Sepak Bola dan Mitos Pahlawan – Catatan Bara Puputan di Gelora Bandung Lautan Api

Agus Sadya Eka Putra

Agus Sadya Eka Putra

Bernama lengkap Gusti Putu Agus Sadya Eka Putra. Kelahiran Jembrana. Kuliah di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha. Suka membaca dan berorganisasi.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post

Sepak Bola dan Mitos Pahlawan – Catatan Bara Puputan di Gelora Bandung Lautan Api

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co