2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dongeng Pendidikan: Krayon Abu-abu dan Si Gajah

Wayan Purne by Wayan Purne
February 2, 2018
in Esai

PADA suatu hari di Dunia Krayon. Krayon Merah, Krayon Ungu, dan Krayon Coklat Muda sedang sibuk mewarnai buah-buahan di hutan. Krayon Merah sibuk mewarnai buah apel. Krayon Ungu sedang asik mewarnai anggur. Dan, Krayon Coklat Muda sedang khusyuk mewarnai buah sawo.

“Krayon Merah, apakah apelnya sudah selesai kamu warnai?” tanya Krayon Ungu tanpa menoleh ke arah Krayon Merah.

“Sudah mau selesai. Ini tinggal lagi satu buah apel,” jawab Krayon Merah.

“Gimana dengan kamu, Krayon Coklat Muda? Apakah kamu sudah selesai mewarnai buah sawo?” tanya Krayon Ungu agak teriak. Sebab, tempat Krayon Ungu agak berjauhan dengan posisi Krayon Coklat Muda.

“Ini lagi dua buah sawo belum diwarnai,” teriak Krayon Coklat Muda yang hampir jatuh dari pohon sawo.

Mereka pun menyelesaikan kegiatan itu dengan penuh kepuasan. Dan, dengan rasa kekaguman, mereka beristirahat menikmati warna-wani buah itu dari rumah pohon.

Tiba-tiba, jauh di bawah, mereka melihat Krayon Abu-abu berlari dikejar-kejar Si Gajah.

“Krayon Abu-abu, tunggu aku! Jangan lari terus! Tubuhku belum selesai kamu warnai,” teriak Si Gajah.

 “Mengapa Krayon Abu-abu lari dari Si Gajah?” tanya Krayon Merah kepada  temannya di atas pohon. Mereka melihat bersama-sama dengan perasaan heran.

Dari atas pohon, Krayon Ungu, Krayon Merah dan Krayon Coklat Muda, melihat Si Gajah terus mengejar Krayon Abu-abu. Sampai Si Gajah kehabisan tenaga. Ia tak memiliki kekuatan lagi mengejar Krayon Abu-abu yang berlari begitu kencang. Si Gajah pun berhenti.

“Mengapa Krayon Abu-abu lari sebelum selesai mewarnai tubuhku? Ah, aku sudah lelah. Nanti saja aku mencari Krayon Abu-abu,” keluh Si Gajah sambil terengah-engah.

Si Gajah beristirahat dan tertidur di bawah pohon.

Krayon Merah, Ungu, dan Coklat turun dari pohon, lalu mendekati Krayon Abu-abu yang sedang kelelahan sehabis berlari.

“Krayon Abu-abu, apa yang terjadi antara kamu dan Si Gajah?” tanya Krayon Merah.

“Aku lelah mewarnai Si Gajah yang besar itu. Lihat tubuhku ini yang semakin kecil karena harus mewarnai Si Gajah Besar yang besar.” cerita si Krayon Abu-abu dengan wajah bersedih.

Krayon Merah, Ungu, dan Coklat Muda pun mendekati Si Gajah yang sedang tertidur.

“Ternyata benar kata Krayon Abu-abu, Si Gajah memang begitu besar,” gumam Krayon Merah.

“Bukankah kita melihat Si Gajah terlihat kecil?” ucap Krayon Ungu yang masih heran.

“Itu kan karena kita berada di atas pohon,” terang Krayon Merah.

Krayon Merah, Ungu, dan Coklat meninggalkan Si Gajah yang sedang tertidur lelap. Mereka berjalan perlahan-lahan agar tidak membangunkan si Gajah. Mereka pun kembali menemui Krayon Abu-abu.

“Krayon Abu-abu, benar perkataanmu. Gajah itu begitu besar,” ungkap Krayon Coklat Muda.

“Sudah aku bilang, Si Gajah itu begitu besar. Aku tidak sanggup lagi mewarnainya,” ucap Krayon Abu-abu yang mulai dipahami oleh teman-temannya.

“Kami akan membantumu mewarnai Si Gajah. Benar kan, Kroyon Merah dan Coklat?” kata Krayon Ungu.

Krayon Merah dan Coklat muda mengangguk tanda setuju. Krayon Abu-abu merasa lega.

Mereka pergi mendekati Si Gajah yang sedang tertidur.

“Pelan-pelan, jangan sampai membangunkan Si Gajah,” bisik si Krayon Abu-abu.

Mereka mulai mewarnai Si Gajah dengan hati-hati. Kulit Si Gajah menjadi berwana merah, ungu, coklat muda, dan abu-abu.

“Si Gajah pasti senang tubuhnya berwarna-warni,” kata Krayon Coklat Muda.

“Iya, pasti Si Gajah akan terlihat lucu,” ucap Krayon Abu-abu.

Ketika Si Gajah bangun, ia heran dengan tubuhnya yang warna-warni.

“Ini bukan warna kesukaanku. Warna kesukaanku adalah abu-abu,” kata Si Gajah sedih.

Si Gajah lari mendekati sungai dan menceburkan dirinya. 

***

Dongeng tentang Krayon Abu-abu dan Si Gajah itu sebenarnya adalah karangan Wayan. Ia sedang mempersiapkan bahan mengajar untuk anak-anak PAUD (Pendidikan Usia Dini). Dengan dongeng itu, ia ingin memberitahu anak-anak PAUD tentang warna.

Ketika sedang suntuk masuk ke Dunia Krayon, Wayan tak sadar bahwa sebenarnya dia sedang rapat bersama guru-guru lain. Ia tersentak ketika seseorang menepuk pundaknya.

“Yan, sudah dapat ide cerita untuk berbicara soal topik warna abu-abu bersama anak-anak?” tanya Angga tiba-tiba.

Wayan gelagapan.

“Sebelumnya kita sudah membahas topik warna merah, ungu, dan coklat muda. Kini gliran membahas topik warna abu-abu” tanya Angga lagi memecah kekhusyukkan Wayan yang tampaknya masih larut dalam Dunia Krayon.

“Sudah, Ga. Kita akan mengawali dengan dongeng ‘Krayon Abu-abu dan Si Gajah’,” jawab Wayan setelah benar-benar sadar ia sedang berada di tengah rapat.

“Lalu apa lagi?” ucap Angga yang ingin mendengar penjelasan lebih lanjut. Wayan pun mengerti yang dimaksud Angga.

“Dari cerita, kita berbicara perasaan Krayon Abu-abu  dan seperti apa keluhan si Krayon Abu-abu? Apa saja yang berwarna abu-abu? Kita juga membicarakan soal kerjasama warna yang menimbulkan perpaduan warna yang indah. Kita juga bicara soal riwayat Krayon Abu-abu yang lahir dari pencampuran hitam dan putih, lalu kita membuktikannya dengan mencampur warna bersama anak-anak,” terang Wayan.

“Bagaimana kalau anak-anak juga diajak bermain mewarnai gajah tetapi dengan mata tertutup,” ucap Ibu Nengah mengusulkan idenya.

“Bagaimana cara bermainnya?” tanya Wayan yang tertarik dengan ide itu.

“Kita siapkan sketsa gambar-gambar gajah yang besar dan ditempel di papan. Lalu, anak berpasangan, satu anak ditutup matanya dan pasangannya memberikan instruksi daerah mana saja yang harus diwarnai,” kata Ibu Nengah bersemangat.

“Aku setuju idenya Ibu Nengah,” celetuk Juli.

Mereka pun mempersiapkan semua bahan yang diperlukan dalam kegiatan PAUD besoknya. Namun, Wayan lupa pada Si Gajah yang menceburkan diri di sungai. Ia pun kembali masuk ke Dunia Krayon untuk melihat kejadian yang dialami Si Gajah.

***

Ajaib, setelah menceburkan diri ke sungai, seluruh tubuh Si Gajah berubah menjadi berwarna abu-abu. Si Gajah begitu bahagia melihat kulitnya sesuai dengan warna kesukaanya.

“Ah, aku tak kan lagi menyusahkan Krayon Abu-abu lagi, kasihan dia tubuhnya makin pendek saja,” ucap Si Gajah dalam hatinya. Si Gajah pun pergi ke tengah hutan. (T)

 

Tags: dongengfaunafloraPendidikanpendidikan usia dini
Share17TweetSendShareSend
Previous Post

Musik Pop Gamelan – Musik yang Sudah “Terkunyah Habis”

Next Post

Demokrasi, Korupsi, dan Filsafat “Sekeha Tuak”

Wayan Purne

Wayan Purne

Lulusan Undiksha Singaraja. Suka membaca. Kini tinggal di sebuah desa di kawasan Buleleng timur menjadi pendidik di sebuah sekolah yang tak konvensional.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post

Demokrasi, Korupsi, dan Filsafat “Sekeha Tuak”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co