2 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dongeng Pendidikan: Krayon Abu-abu dan Si Gajah

Wayan Purne by Wayan Purne
February 2, 2018
in Esai

PADA suatu hari di Dunia Krayon. Krayon Merah, Krayon Ungu, dan Krayon Coklat Muda sedang sibuk mewarnai buah-buahan di hutan. Krayon Merah sibuk mewarnai buah apel. Krayon Ungu sedang asik mewarnai anggur. Dan, Krayon Coklat Muda sedang khusyuk mewarnai buah sawo.

“Krayon Merah, apakah apelnya sudah selesai kamu warnai?” tanya Krayon Ungu tanpa menoleh ke arah Krayon Merah.

“Sudah mau selesai. Ini tinggal lagi satu buah apel,” jawab Krayon Merah.

“Gimana dengan kamu, Krayon Coklat Muda? Apakah kamu sudah selesai mewarnai buah sawo?” tanya Krayon Ungu agak teriak. Sebab, tempat Krayon Ungu agak berjauhan dengan posisi Krayon Coklat Muda.

“Ini lagi dua buah sawo belum diwarnai,” teriak Krayon Coklat Muda yang hampir jatuh dari pohon sawo.

Mereka pun menyelesaikan kegiatan itu dengan penuh kepuasan. Dan, dengan rasa kekaguman, mereka beristirahat menikmati warna-wani buah itu dari rumah pohon.

Tiba-tiba, jauh di bawah, mereka melihat Krayon Abu-abu berlari dikejar-kejar Si Gajah.

“Krayon Abu-abu, tunggu aku! Jangan lari terus! Tubuhku belum selesai kamu warnai,” teriak Si Gajah.

 “Mengapa Krayon Abu-abu lari dari Si Gajah?” tanya Krayon Merah kepada  temannya di atas pohon. Mereka melihat bersama-sama dengan perasaan heran.

Dari atas pohon, Krayon Ungu, Krayon Merah dan Krayon Coklat Muda, melihat Si Gajah terus mengejar Krayon Abu-abu. Sampai Si Gajah kehabisan tenaga. Ia tak memiliki kekuatan lagi mengejar Krayon Abu-abu yang berlari begitu kencang. Si Gajah pun berhenti.

“Mengapa Krayon Abu-abu lari sebelum selesai mewarnai tubuhku? Ah, aku sudah lelah. Nanti saja aku mencari Krayon Abu-abu,” keluh Si Gajah sambil terengah-engah.

Si Gajah beristirahat dan tertidur di bawah pohon.

Krayon Merah, Ungu, dan Coklat turun dari pohon, lalu mendekati Krayon Abu-abu yang sedang kelelahan sehabis berlari.

“Krayon Abu-abu, apa yang terjadi antara kamu dan Si Gajah?” tanya Krayon Merah.

“Aku lelah mewarnai Si Gajah yang besar itu. Lihat tubuhku ini yang semakin kecil karena harus mewarnai Si Gajah Besar yang besar.” cerita si Krayon Abu-abu dengan wajah bersedih.

Krayon Merah, Ungu, dan Coklat Muda pun mendekati Si Gajah yang sedang tertidur.

“Ternyata benar kata Krayon Abu-abu, Si Gajah memang begitu besar,” gumam Krayon Merah.

“Bukankah kita melihat Si Gajah terlihat kecil?” ucap Krayon Ungu yang masih heran.

“Itu kan karena kita berada di atas pohon,” terang Krayon Merah.

Krayon Merah, Ungu, dan Coklat meninggalkan Si Gajah yang sedang tertidur lelap. Mereka berjalan perlahan-lahan agar tidak membangunkan si Gajah. Mereka pun kembali menemui Krayon Abu-abu.

“Krayon Abu-abu, benar perkataanmu. Gajah itu begitu besar,” ungkap Krayon Coklat Muda.

“Sudah aku bilang, Si Gajah itu begitu besar. Aku tidak sanggup lagi mewarnainya,” ucap Krayon Abu-abu yang mulai dipahami oleh teman-temannya.

“Kami akan membantumu mewarnai Si Gajah. Benar kan, Kroyon Merah dan Coklat?” kata Krayon Ungu.

Krayon Merah dan Coklat muda mengangguk tanda setuju. Krayon Abu-abu merasa lega.

Mereka pergi mendekati Si Gajah yang sedang tertidur.

“Pelan-pelan, jangan sampai membangunkan Si Gajah,” bisik si Krayon Abu-abu.

Mereka mulai mewarnai Si Gajah dengan hati-hati. Kulit Si Gajah menjadi berwana merah, ungu, coklat muda, dan abu-abu.

“Si Gajah pasti senang tubuhnya berwarna-warni,” kata Krayon Coklat Muda.

“Iya, pasti Si Gajah akan terlihat lucu,” ucap Krayon Abu-abu.

Ketika Si Gajah bangun, ia heran dengan tubuhnya yang warna-warni.

“Ini bukan warna kesukaanku. Warna kesukaanku adalah abu-abu,” kata Si Gajah sedih.

Si Gajah lari mendekati sungai dan menceburkan dirinya. 

***

Dongeng tentang Krayon Abu-abu dan Si Gajah itu sebenarnya adalah karangan Wayan. Ia sedang mempersiapkan bahan mengajar untuk anak-anak PAUD (Pendidikan Usia Dini). Dengan dongeng itu, ia ingin memberitahu anak-anak PAUD tentang warna.

Ketika sedang suntuk masuk ke Dunia Krayon, Wayan tak sadar bahwa sebenarnya dia sedang rapat bersama guru-guru lain. Ia tersentak ketika seseorang menepuk pundaknya.

“Yan, sudah dapat ide cerita untuk berbicara soal topik warna abu-abu bersama anak-anak?” tanya Angga tiba-tiba.

Wayan gelagapan.

“Sebelumnya kita sudah membahas topik warna merah, ungu, dan coklat muda. Kini gliran membahas topik warna abu-abu” tanya Angga lagi memecah kekhusyukkan Wayan yang tampaknya masih larut dalam Dunia Krayon.

“Sudah, Ga. Kita akan mengawali dengan dongeng ‘Krayon Abu-abu dan Si Gajah’,” jawab Wayan setelah benar-benar sadar ia sedang berada di tengah rapat.

“Lalu apa lagi?” ucap Angga yang ingin mendengar penjelasan lebih lanjut. Wayan pun mengerti yang dimaksud Angga.

“Dari cerita, kita berbicara perasaan Krayon Abu-abu  dan seperti apa keluhan si Krayon Abu-abu? Apa saja yang berwarna abu-abu? Kita juga membicarakan soal kerjasama warna yang menimbulkan perpaduan warna yang indah. Kita juga bicara soal riwayat Krayon Abu-abu yang lahir dari pencampuran hitam dan putih, lalu kita membuktikannya dengan mencampur warna bersama anak-anak,” terang Wayan.

“Bagaimana kalau anak-anak juga diajak bermain mewarnai gajah tetapi dengan mata tertutup,” ucap Ibu Nengah mengusulkan idenya.

“Bagaimana cara bermainnya?” tanya Wayan yang tertarik dengan ide itu.

“Kita siapkan sketsa gambar-gambar gajah yang besar dan ditempel di papan. Lalu, anak berpasangan, satu anak ditutup matanya dan pasangannya memberikan instruksi daerah mana saja yang harus diwarnai,” kata Ibu Nengah bersemangat.

“Aku setuju idenya Ibu Nengah,” celetuk Juli.

Mereka pun mempersiapkan semua bahan yang diperlukan dalam kegiatan PAUD besoknya. Namun, Wayan lupa pada Si Gajah yang menceburkan diri di sungai. Ia pun kembali masuk ke Dunia Krayon untuk melihat kejadian yang dialami Si Gajah.

***

Ajaib, setelah menceburkan diri ke sungai, seluruh tubuh Si Gajah berubah menjadi berwarna abu-abu. Si Gajah begitu bahagia melihat kulitnya sesuai dengan warna kesukaanya.

“Ah, aku tak kan lagi menyusahkan Krayon Abu-abu lagi, kasihan dia tubuhnya makin pendek saja,” ucap Si Gajah dalam hatinya. Si Gajah pun pergi ke tengah hutan. (T)

 

Tags: dongengfaunafloraPendidikanpendidikan usia dini
Share17TweetSendShareSend
Previous Post

Musik Pop Gamelan – Musik yang Sudah “Terkunyah Habis”

Next Post

Demokrasi, Korupsi, dan Filsafat “Sekeha Tuak”

Wayan Purne

Wayan Purne

Lulusan Undiksha Singaraja. Suka membaca. Kini tinggal di sebuah desa di kawasan Buleleng timur menjadi pendidik di sebuah sekolah yang tak konvensional.

Related Posts

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails

Memang Pasar Malam

by Angga Wijaya
May 30, 2026
0
Memang Pasar Malam

BUKAN di sebuah kota kabupaten di Jawa. Bukan pula di lapangan alun-alun yang hanya ramai ketika ada perayaan tertentu. Pasar...

Read moreDetails
Next Post

Demokrasi, Korupsi, dan Filsafat “Sekeha Tuak”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati
Khas

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

by Emi Suy
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co