24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Isu-isu Konyol Valentine: Dari Hadiah “Istimewa” Hingga Akal-akalan Coklat

Julio Saputra by Julio Saputra
February 2, 2018
in Esai

Adegan drama The Heirs. Foto: Google

KALIAN pasti sudah bisa menebak hari saat kalian pergi ke sebuah tempat, entah toko atau tempat belanja lainnya, dan menemukan obral berbagai jenis coklat dan berbagai tawaran harga, atau saat kalian melihat berbagai dekorasi bernuansa pink yang menyakitkan mata.

Ya, itulah hari perayaan cinta, atau istilah internasionalnya Valentine’s Day. Wow, hari perayaan untuk cinta ada juga ya? Ya iyalah, hari tanpa bra sedunia saja ada, apalagi hari perayaan cinta, ya jelas ada. Tanggal 14 Februari itulah yang menjadi hari untuk merayakan cinta.

Perayaan cinta itu sendiri bisa dilakukan dengan macam-macam, seperti dengan memberi setangkai bunga mawar yang menjadi simbol cinta, katanya. Ya, katanya, entah kata siapa itu. Depang anake ngadanin.

Nah, karena identik dengan cinta, tentu saja sebagian orang berpikir Hari Valentine itu akan berasa dan bernuansa romantis, indah, atau apapun itu yang masih mencerminkan perasaan bahagia.

Terlepas dari pro dan kontra tentang perayaan Hari Valentine, tampaknya pada setiap perayaan itu ada isu-isu tak sedap yang selalu saja muncul. Disebut isu, karena orang sering bicara tanpa tahu kebenarannya. Disebut nyata tentu juga bisa juga, karena ada beberapa yang bercerita langsung tentang pengalamannya merayakan Valentine.

Isu itu bisa saja konyol, bisa lucu, bisa juga biasa-biasa saja. Isu apakah itu?

Hadiah “Istimewa”

Seperti yang dikatakan di atas tadi, perayaan cinta itu sendiri bisa dilakukan dengan bermacam-macam. Salah satunya adalah dengan memberikan sebuah hadiah, ya anggap saja hadiah, karena tentu saja diberikan secara gratis. Hahahaha.

Hadiah yang diberikan juga bisa bermacam-macam. Parfum, boneka, baju, tas, kemeja, sepatu, boneka, dan masih banyak lagi. Tak sedikit juga salah satu dari pasangan memberi kode-kode tertentu untuk memberi petunjuk agar pasangannya membelikan sesuatu yang sesuai kode.

Namun, bagiamana jadinya jika hadiah yang diberikan adalah hadiah “istimewa”? Hadiah itu ditulis dalam tanda kutip, tau dong maksudnya apa. Ya, maksudnya adalah hadiah “bercinta”. Hari Valentine-lah yang jadi alasan jika pasangannya mau atau berkeinginan untuk melakukan hubungan intim.

Misalnya, si cowok ingin mangajak begituan dan si cewek bukannya menolak tapi akan menjawab, “Nanti saja, ketika hari Valentine”. Wah, si cowok tentu saja akan bersemangat untuk menunggu dan menahan keinginan itu sementara sampai Hari Valentine tiba.

Soal hadiah “istimewa” memang selalu jadi isu konyol pada Hari Valentine. Tentu tak semuanya seperti itu.

Penginapan Kecil Panen Besar

Setelah sama-sama sepakat untuk melakukan hubungan intim saat Hari Valentine. Tentu saja yang menjadi kendala selanjutnya adalah tempat.  Bagi yang sudah siap dengan tempat, seperti kost atau rumah yang sepi, hal tersebut tidak akan menjadi kendala.

Nah, bagi yang tidak punya, tentu saja akan bingung. “Di mana tempat aman, ya?”

Karena itu, banyak sekali penginapan kecil yang menajadi jawaban atas pertanyaan itu. Penginapan-penginapan kecil tersebut akan menyelesaikan kendala dengan program PILKADA alias “Pilih Kamar Anda” sesuai budget dan keperluan.

Penginapan-penginapan kecil akan panen besar, terutama panen short time yang hanya diperuntukkan bagi mereka yang menyewa kamar dalam waktu 1 – 3 jam. Hahaha, kan cuma untuk merayakan cinta. Karena itu juga, penginapan-penginapan kecil akan menyediakan berbagai tambahan, seperti kondom, tisu dan air mineral. Minum dulu sebelum dan setelah main ya.

Isu soal penginapan ini mungkin tak sepenuhnya benar. Tapi, cobalah sesekali mengintip ke penginapan-penginapan kecil di sekitarmu.

Kelahiran Besar-besaran di Bulan November

Nah, mari kita bahas hal ini sedikit saja. Hari Valentine dan dua hal di atas menjadi alasan kenapa banyak anak lahir di bulan November. Hahaha, karena dibuat di bulan Februari, dan jika perjuangan pasangan-pasangan yang merayakan cinta tersebut gagal entah kerana kondom bocor atau apalah itu, maka hasilnya akan bisa dilihat langsung setelah 9 bulan, tepatnya di bulan November.

Isu inilah yang membuat munculnya sejumlah meme lucu di media sosial. Meme itu menggambar laki-laki mengejar perempuan pada bulan Februari. Lalu bulan November digambarkan perempuan dengan perut besar mengejar laki-laki.

Coklat

Bagi sebagian besar orang, coklat tentu menjadi salah satu ikon perayaan Hari Valentine di belahan dunia manapun. Berbagai coklat diproduksi besar-besaran menjelang Hari Valentine. Bukan hanya coklat dengan rasa coklat, tapi juga coklat dengan rasa-rasa lain, seperti rasa strawberry, greentea dan lain-lain, kecuali rasa yang dulu pernah ada atau rasa yang dulu pernah tertinggal.

Ups, jangan baper. Berbagai promo ditawarkan kepada masyarakat. Beli satu gratis satu, beli dua gratis dua, beli tiga gratis tiga, dan masih banyak lagi. Orang-orang pun banyak yang mendadak menjadi penjual atau reseller coklat untuk meraup keuntungan.

Tapi sejak kapan Hari Valentine dirayakan dengan coklat? Hhh Valentine apanya, menyebalkan.

Semua cuma akal-akalan perusahaan pembuat kue. Kenapa permainan cinta memakai coklat. Mereka tidak tahu kalau Saint Valentine yang menajadi asal-usul Hari Valentine dibunuh diakhir penyiksaannya. (Kata-kata tersebut dikutip dari komik Detective Conan, lupa episode berapa, hehehe).

Mendadak Ingin Punya Pacar

Seperti yang kita ketahui bersama, banyak pasangan menunjukan kemesraan dan kebahagian di Hari Valentine. Ada yang jalan-jalan bersama, bermain bersama, makan malam bersama, bahkan tidur mesra bersama juga ada. Lalu bagaimana nasib para jomblo ketika Hari Valentine?

Hahaha, tentu saja aka ada yang mendadak ingin punya pacar, baik yang cowok ataupun yang cewek. Mendadak si cowok akan melakukan pendekataan super kepada si cewek sebelum valentine tiba dengan menjadi orang yang menjanjikan untuk si cewek tersebut.

Alasannya mungkin karena gengsi dengan teman-teman yang lain. Masak iya Hari Valentine mereka wifi-an sendirian di plaza Telkom atau di mana pun wifi corner berada.

Nah, bagi yang cewek, tentu saja mereka akan baper, masak iya teman-teman mereka akan mendapat hadiah yang istimewa dan diperlakukan secara romantis oleh pasangannya. Masak iya si cewek cuma bengong sambil nonton drama korea malam-malam sendirian, kalau nonton sama pasangan wah itu bisa disebut romantis juga kok. Karena itu, seketika para jomblo ingin punya pacar.

Bagi mereka, Hari Valentine bukan menjadi hari untuk terima kasih (kasih sayang), tapi menjadi tempat untuk terima nasib. Hhhh.

Nah, bagi para jomblo, jangan khawatir, tahun depan, mari kita adakan aksi bela jomblo atau jombi (jomblo yang sudah jadi zombie, jomblo seumur hidup. Kita namai gerakan tersebut gerakan 142, kan buat nama pakai angka-angka memang lagi ngetrend. Hahahaha.

Nanti tidak aka nada pembagian nasi bungkus, yang ada kita bagi-bagi kasih sayang dan cinta, tak perlu bagi-bagi pacar. Cukup bagi kasih sayang dan cinta saja, seperti yang dilakukan teman-teman kita yang menggalang dana ketika Hari Valentine untuk korban bencana alam, anak-anak atau keluarga kurang mampu, dan sebagainya, nah mana yang lebih baik, gerakan 142 atau melakukan hal-hal seperti isu-isu konyol yang disebutkan di atas? (T)

 

BACA JUGA ARTIKEL LAIN SEPUTAR VALENTINE:

Jomblo di Hari Valentine: Merdeka atau Meratap?

Khayal Pilu Hari Valentine dari Pekerja Pemula di Restoran Romantis

Status Galau Jelang Valentine Day: Teman Rasa Pacar

Valentine dan Kenangan Cinta yang Tak Seperti Coklat

Tags: Hari Valentinejomblokasihsex
Share16TweetSendShareSend
Previous Post

Mahasiswa Hindu dan Muslim Turun ke Jalan – Galang Donasi untuk Korban Bencana Bali

Next Post

Perlindungan Pohon dalam Undang-Undang Bali Kuno – Renungan Pasca Bencana

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post

Perlindungan Pohon dalam Undang-Undang Bali Kuno - Renungan Pasca Bencana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co