23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Isu-isu Konyol Valentine: Dari Hadiah “Istimewa” Hingga Akal-akalan Coklat

Julio Saputra by Julio Saputra
February 2, 2018
in Esai

Adegan drama The Heirs. Foto: Google

KALIAN pasti sudah bisa menebak hari saat kalian pergi ke sebuah tempat, entah toko atau tempat belanja lainnya, dan menemukan obral berbagai jenis coklat dan berbagai tawaran harga, atau saat kalian melihat berbagai dekorasi bernuansa pink yang menyakitkan mata.

Ya, itulah hari perayaan cinta, atau istilah internasionalnya Valentine’s Day. Wow, hari perayaan untuk cinta ada juga ya? Ya iyalah, hari tanpa bra sedunia saja ada, apalagi hari perayaan cinta, ya jelas ada. Tanggal 14 Februari itulah yang menjadi hari untuk merayakan cinta.

Perayaan cinta itu sendiri bisa dilakukan dengan macam-macam, seperti dengan memberi setangkai bunga mawar yang menjadi simbol cinta, katanya. Ya, katanya, entah kata siapa itu. Depang anake ngadanin.

Nah, karena identik dengan cinta, tentu saja sebagian orang berpikir Hari Valentine itu akan berasa dan bernuansa romantis, indah, atau apapun itu yang masih mencerminkan perasaan bahagia.

Terlepas dari pro dan kontra tentang perayaan Hari Valentine, tampaknya pada setiap perayaan itu ada isu-isu tak sedap yang selalu saja muncul. Disebut isu, karena orang sering bicara tanpa tahu kebenarannya. Disebut nyata tentu juga bisa juga, karena ada beberapa yang bercerita langsung tentang pengalamannya merayakan Valentine.

Isu itu bisa saja konyol, bisa lucu, bisa juga biasa-biasa saja. Isu apakah itu?

Hadiah “Istimewa”

Seperti yang dikatakan di atas tadi, perayaan cinta itu sendiri bisa dilakukan dengan bermacam-macam. Salah satunya adalah dengan memberikan sebuah hadiah, ya anggap saja hadiah, karena tentu saja diberikan secara gratis. Hahahaha.

Hadiah yang diberikan juga bisa bermacam-macam. Parfum, boneka, baju, tas, kemeja, sepatu, boneka, dan masih banyak lagi. Tak sedikit juga salah satu dari pasangan memberi kode-kode tertentu untuk memberi petunjuk agar pasangannya membelikan sesuatu yang sesuai kode.

Namun, bagiamana jadinya jika hadiah yang diberikan adalah hadiah “istimewa”? Hadiah itu ditulis dalam tanda kutip, tau dong maksudnya apa. Ya, maksudnya adalah hadiah “bercinta”. Hari Valentine-lah yang jadi alasan jika pasangannya mau atau berkeinginan untuk melakukan hubungan intim.

Misalnya, si cowok ingin mangajak begituan dan si cewek bukannya menolak tapi akan menjawab, “Nanti saja, ketika hari Valentine”. Wah, si cowok tentu saja akan bersemangat untuk menunggu dan menahan keinginan itu sementara sampai Hari Valentine tiba.

Soal hadiah “istimewa” memang selalu jadi isu konyol pada Hari Valentine. Tentu tak semuanya seperti itu.

Penginapan Kecil Panen Besar

Setelah sama-sama sepakat untuk melakukan hubungan intim saat Hari Valentine. Tentu saja yang menjadi kendala selanjutnya adalah tempat.  Bagi yang sudah siap dengan tempat, seperti kost atau rumah yang sepi, hal tersebut tidak akan menjadi kendala.

Nah, bagi yang tidak punya, tentu saja akan bingung. “Di mana tempat aman, ya?”

Karena itu, banyak sekali penginapan kecil yang menajadi jawaban atas pertanyaan itu. Penginapan-penginapan kecil tersebut akan menyelesaikan kendala dengan program PILKADA alias “Pilih Kamar Anda” sesuai budget dan keperluan.

Penginapan-penginapan kecil akan panen besar, terutama panen short time yang hanya diperuntukkan bagi mereka yang menyewa kamar dalam waktu 1 – 3 jam. Hahaha, kan cuma untuk merayakan cinta. Karena itu juga, penginapan-penginapan kecil akan menyediakan berbagai tambahan, seperti kondom, tisu dan air mineral. Minum dulu sebelum dan setelah main ya.

Isu soal penginapan ini mungkin tak sepenuhnya benar. Tapi, cobalah sesekali mengintip ke penginapan-penginapan kecil di sekitarmu.

Kelahiran Besar-besaran di Bulan November

Nah, mari kita bahas hal ini sedikit saja. Hari Valentine dan dua hal di atas menjadi alasan kenapa banyak anak lahir di bulan November. Hahaha, karena dibuat di bulan Februari, dan jika perjuangan pasangan-pasangan yang merayakan cinta tersebut gagal entah kerana kondom bocor atau apalah itu, maka hasilnya akan bisa dilihat langsung setelah 9 bulan, tepatnya di bulan November.

Isu inilah yang membuat munculnya sejumlah meme lucu di media sosial. Meme itu menggambar laki-laki mengejar perempuan pada bulan Februari. Lalu bulan November digambarkan perempuan dengan perut besar mengejar laki-laki.

Coklat

Bagi sebagian besar orang, coklat tentu menjadi salah satu ikon perayaan Hari Valentine di belahan dunia manapun. Berbagai coklat diproduksi besar-besaran menjelang Hari Valentine. Bukan hanya coklat dengan rasa coklat, tapi juga coklat dengan rasa-rasa lain, seperti rasa strawberry, greentea dan lain-lain, kecuali rasa yang dulu pernah ada atau rasa yang dulu pernah tertinggal.

Ups, jangan baper. Berbagai promo ditawarkan kepada masyarakat. Beli satu gratis satu, beli dua gratis dua, beli tiga gratis tiga, dan masih banyak lagi. Orang-orang pun banyak yang mendadak menjadi penjual atau reseller coklat untuk meraup keuntungan.

Tapi sejak kapan Hari Valentine dirayakan dengan coklat? Hhh Valentine apanya, menyebalkan.

Semua cuma akal-akalan perusahaan pembuat kue. Kenapa permainan cinta memakai coklat. Mereka tidak tahu kalau Saint Valentine yang menajadi asal-usul Hari Valentine dibunuh diakhir penyiksaannya. (Kata-kata tersebut dikutip dari komik Detective Conan, lupa episode berapa, hehehe).

Mendadak Ingin Punya Pacar

Seperti yang kita ketahui bersama, banyak pasangan menunjukan kemesraan dan kebahagian di Hari Valentine. Ada yang jalan-jalan bersama, bermain bersama, makan malam bersama, bahkan tidur mesra bersama juga ada. Lalu bagaimana nasib para jomblo ketika Hari Valentine?

Hahaha, tentu saja aka ada yang mendadak ingin punya pacar, baik yang cowok ataupun yang cewek. Mendadak si cowok akan melakukan pendekataan super kepada si cewek sebelum valentine tiba dengan menjadi orang yang menjanjikan untuk si cewek tersebut.

Alasannya mungkin karena gengsi dengan teman-teman yang lain. Masak iya Hari Valentine mereka wifi-an sendirian di plaza Telkom atau di mana pun wifi corner berada.

Nah, bagi yang cewek, tentu saja mereka akan baper, masak iya teman-teman mereka akan mendapat hadiah yang istimewa dan diperlakukan secara romantis oleh pasangannya. Masak iya si cewek cuma bengong sambil nonton drama korea malam-malam sendirian, kalau nonton sama pasangan wah itu bisa disebut romantis juga kok. Karena itu, seketika para jomblo ingin punya pacar.

Bagi mereka, Hari Valentine bukan menjadi hari untuk terima kasih (kasih sayang), tapi menjadi tempat untuk terima nasib. Hhhh.

Nah, bagi para jomblo, jangan khawatir, tahun depan, mari kita adakan aksi bela jomblo atau jombi (jomblo yang sudah jadi zombie, jomblo seumur hidup. Kita namai gerakan tersebut gerakan 142, kan buat nama pakai angka-angka memang lagi ngetrend. Hahahaha.

Nanti tidak aka nada pembagian nasi bungkus, yang ada kita bagi-bagi kasih sayang dan cinta, tak perlu bagi-bagi pacar. Cukup bagi kasih sayang dan cinta saja, seperti yang dilakukan teman-teman kita yang menggalang dana ketika Hari Valentine untuk korban bencana alam, anak-anak atau keluarga kurang mampu, dan sebagainya, nah mana yang lebih baik, gerakan 142 atau melakukan hal-hal seperti isu-isu konyol yang disebutkan di atas? (T)

 

BACA JUGA ARTIKEL LAIN SEPUTAR VALENTINE:

Jomblo di Hari Valentine: Merdeka atau Meratap?

Khayal Pilu Hari Valentine dari Pekerja Pemula di Restoran Romantis

Status Galau Jelang Valentine Day: Teman Rasa Pacar

Valentine dan Kenangan Cinta yang Tak Seperti Coklat

Tags: Hari Valentinejomblokasihsex
Share16TweetSendShareSend
Previous Post

Mahasiswa Hindu dan Muslim Turun ke Jalan – Galang Donasi untuk Korban Bencana Bali

Next Post

Perlindungan Pohon dalam Undang-Undang Bali Kuno – Renungan Pasca Bencana

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post

Perlindungan Pohon dalam Undang-Undang Bali Kuno - Renungan Pasca Bencana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co