2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Isu-isu Konyol Valentine: Dari Hadiah “Istimewa” Hingga Akal-akalan Coklat

Julio Saputra by Julio Saputra
February 2, 2018
in Esai

Adegan drama The Heirs. Foto: Google

KALIAN pasti sudah bisa menebak hari saat kalian pergi ke sebuah tempat, entah toko atau tempat belanja lainnya, dan menemukan obral berbagai jenis coklat dan berbagai tawaran harga, atau saat kalian melihat berbagai dekorasi bernuansa pink yang menyakitkan mata.

Ya, itulah hari perayaan cinta, atau istilah internasionalnya Valentine’s Day. Wow, hari perayaan untuk cinta ada juga ya? Ya iyalah, hari tanpa bra sedunia saja ada, apalagi hari perayaan cinta, ya jelas ada. Tanggal 14 Februari itulah yang menjadi hari untuk merayakan cinta.

Perayaan cinta itu sendiri bisa dilakukan dengan macam-macam, seperti dengan memberi setangkai bunga mawar yang menjadi simbol cinta, katanya. Ya, katanya, entah kata siapa itu. Depang anake ngadanin.

Nah, karena identik dengan cinta, tentu saja sebagian orang berpikir Hari Valentine itu akan berasa dan bernuansa romantis, indah, atau apapun itu yang masih mencerminkan perasaan bahagia.

Terlepas dari pro dan kontra tentang perayaan Hari Valentine, tampaknya pada setiap perayaan itu ada isu-isu tak sedap yang selalu saja muncul. Disebut isu, karena orang sering bicara tanpa tahu kebenarannya. Disebut nyata tentu juga bisa juga, karena ada beberapa yang bercerita langsung tentang pengalamannya merayakan Valentine.

Isu itu bisa saja konyol, bisa lucu, bisa juga biasa-biasa saja. Isu apakah itu?

Hadiah “Istimewa”

Seperti yang dikatakan di atas tadi, perayaan cinta itu sendiri bisa dilakukan dengan bermacam-macam. Salah satunya adalah dengan memberikan sebuah hadiah, ya anggap saja hadiah, karena tentu saja diberikan secara gratis. Hahahaha.

Hadiah yang diberikan juga bisa bermacam-macam. Parfum, boneka, baju, tas, kemeja, sepatu, boneka, dan masih banyak lagi. Tak sedikit juga salah satu dari pasangan memberi kode-kode tertentu untuk memberi petunjuk agar pasangannya membelikan sesuatu yang sesuai kode.

Namun, bagiamana jadinya jika hadiah yang diberikan adalah hadiah “istimewa”? Hadiah itu ditulis dalam tanda kutip, tau dong maksudnya apa. Ya, maksudnya adalah hadiah “bercinta”. Hari Valentine-lah yang jadi alasan jika pasangannya mau atau berkeinginan untuk melakukan hubungan intim.

Misalnya, si cowok ingin mangajak begituan dan si cewek bukannya menolak tapi akan menjawab, “Nanti saja, ketika hari Valentine”. Wah, si cowok tentu saja akan bersemangat untuk menunggu dan menahan keinginan itu sementara sampai Hari Valentine tiba.

Soal hadiah “istimewa” memang selalu jadi isu konyol pada Hari Valentine. Tentu tak semuanya seperti itu.

Penginapan Kecil Panen Besar

Setelah sama-sama sepakat untuk melakukan hubungan intim saat Hari Valentine. Tentu saja yang menjadi kendala selanjutnya adalah tempat.  Bagi yang sudah siap dengan tempat, seperti kost atau rumah yang sepi, hal tersebut tidak akan menjadi kendala.

Nah, bagi yang tidak punya, tentu saja akan bingung. “Di mana tempat aman, ya?”

Karena itu, banyak sekali penginapan kecil yang menajadi jawaban atas pertanyaan itu. Penginapan-penginapan kecil tersebut akan menyelesaikan kendala dengan program PILKADA alias “Pilih Kamar Anda” sesuai budget dan keperluan.

Penginapan-penginapan kecil akan panen besar, terutama panen short time yang hanya diperuntukkan bagi mereka yang menyewa kamar dalam waktu 1 – 3 jam. Hahaha, kan cuma untuk merayakan cinta. Karena itu juga, penginapan-penginapan kecil akan menyediakan berbagai tambahan, seperti kondom, tisu dan air mineral. Minum dulu sebelum dan setelah main ya.

Isu soal penginapan ini mungkin tak sepenuhnya benar. Tapi, cobalah sesekali mengintip ke penginapan-penginapan kecil di sekitarmu.

Kelahiran Besar-besaran di Bulan November

Nah, mari kita bahas hal ini sedikit saja. Hari Valentine dan dua hal di atas menjadi alasan kenapa banyak anak lahir di bulan November. Hahaha, karena dibuat di bulan Februari, dan jika perjuangan pasangan-pasangan yang merayakan cinta tersebut gagal entah kerana kondom bocor atau apalah itu, maka hasilnya akan bisa dilihat langsung setelah 9 bulan, tepatnya di bulan November.

Isu inilah yang membuat munculnya sejumlah meme lucu di media sosial. Meme itu menggambar laki-laki mengejar perempuan pada bulan Februari. Lalu bulan November digambarkan perempuan dengan perut besar mengejar laki-laki.

Coklat

Bagi sebagian besar orang, coklat tentu menjadi salah satu ikon perayaan Hari Valentine di belahan dunia manapun. Berbagai coklat diproduksi besar-besaran menjelang Hari Valentine. Bukan hanya coklat dengan rasa coklat, tapi juga coklat dengan rasa-rasa lain, seperti rasa strawberry, greentea dan lain-lain, kecuali rasa yang dulu pernah ada atau rasa yang dulu pernah tertinggal.

Ups, jangan baper. Berbagai promo ditawarkan kepada masyarakat. Beli satu gratis satu, beli dua gratis dua, beli tiga gratis tiga, dan masih banyak lagi. Orang-orang pun banyak yang mendadak menjadi penjual atau reseller coklat untuk meraup keuntungan.

Tapi sejak kapan Hari Valentine dirayakan dengan coklat? Hhh Valentine apanya, menyebalkan.

Semua cuma akal-akalan perusahaan pembuat kue. Kenapa permainan cinta memakai coklat. Mereka tidak tahu kalau Saint Valentine yang menajadi asal-usul Hari Valentine dibunuh diakhir penyiksaannya. (Kata-kata tersebut dikutip dari komik Detective Conan, lupa episode berapa, hehehe).

Mendadak Ingin Punya Pacar

Seperti yang kita ketahui bersama, banyak pasangan menunjukan kemesraan dan kebahagian di Hari Valentine. Ada yang jalan-jalan bersama, bermain bersama, makan malam bersama, bahkan tidur mesra bersama juga ada. Lalu bagaimana nasib para jomblo ketika Hari Valentine?

Hahaha, tentu saja aka ada yang mendadak ingin punya pacar, baik yang cowok ataupun yang cewek. Mendadak si cowok akan melakukan pendekataan super kepada si cewek sebelum valentine tiba dengan menjadi orang yang menjanjikan untuk si cewek tersebut.

Alasannya mungkin karena gengsi dengan teman-teman yang lain. Masak iya Hari Valentine mereka wifi-an sendirian di plaza Telkom atau di mana pun wifi corner berada.

Nah, bagi yang cewek, tentu saja mereka akan baper, masak iya teman-teman mereka akan mendapat hadiah yang istimewa dan diperlakukan secara romantis oleh pasangannya. Masak iya si cewek cuma bengong sambil nonton drama korea malam-malam sendirian, kalau nonton sama pasangan wah itu bisa disebut romantis juga kok. Karena itu, seketika para jomblo ingin punya pacar.

Bagi mereka, Hari Valentine bukan menjadi hari untuk terima kasih (kasih sayang), tapi menjadi tempat untuk terima nasib. Hhhh.

Nah, bagi para jomblo, jangan khawatir, tahun depan, mari kita adakan aksi bela jomblo atau jombi (jomblo yang sudah jadi zombie, jomblo seumur hidup. Kita namai gerakan tersebut gerakan 142, kan buat nama pakai angka-angka memang lagi ngetrend. Hahahaha.

Nanti tidak aka nada pembagian nasi bungkus, yang ada kita bagi-bagi kasih sayang dan cinta, tak perlu bagi-bagi pacar. Cukup bagi kasih sayang dan cinta saja, seperti yang dilakukan teman-teman kita yang menggalang dana ketika Hari Valentine untuk korban bencana alam, anak-anak atau keluarga kurang mampu, dan sebagainya, nah mana yang lebih baik, gerakan 142 atau melakukan hal-hal seperti isu-isu konyol yang disebutkan di atas? (T)

 

BACA JUGA ARTIKEL LAIN SEPUTAR VALENTINE:

Jomblo di Hari Valentine: Merdeka atau Meratap?

Khayal Pilu Hari Valentine dari Pekerja Pemula di Restoran Romantis

Status Galau Jelang Valentine Day: Teman Rasa Pacar

Valentine dan Kenangan Cinta yang Tak Seperti Coklat

Tags: Hari Valentinejomblokasihsex
Share16TweetSendShareSend
Previous Post

Mahasiswa Hindu dan Muslim Turun ke Jalan – Galang Donasi untuk Korban Bencana Bali

Next Post

Perlindungan Pohon dalam Undang-Undang Bali Kuno – Renungan Pasca Bencana

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post

Perlindungan Pohon dalam Undang-Undang Bali Kuno - Renungan Pasca Bencana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co