4 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Betapa Kaya Jagat Raya Naya – Ulasan Buku Puisi “Resep Membuat Jagat Raya”

Rai Sri Artini by Rai Sri Artini
February 2, 2018
in Ulasan

Diki (anak dari penulis ulasan), Naya (penulis buku puisi "Resep Membuat Jagat Raya"), dan Putik Padi

Judul : Resep Membuat Jagat Raya (kumpulan puisi)
Penulis: Abinaya Ghina Jamela
Penerbit: Kabarita
Tahun : 2017
ISBN : 978-602-721139-1

Biarkan Gerbang semesta terbuka menyambutmu dengan petualangan baru

Buku “Resep Membuat Jagat Raya” membuat saya takjub. Sampulnya lukisan Kota Paris membawa angan saya ikut terbang tinggi. Setelah beberapa saat bengong menikmati lukisan itu, menimang dan membolak-balik buku yang tebalnya 81 halaman ini, barulah mulai menjelajah isinya lembar demi lembar hingga tuntas. Membaca 80 puisi Naya ini, saya merasakan dan membayangkan setiap pikiran dan pengalaman Naya dalam bait-baitnya.

Naya, sang penulis mengajak saya menjelajah belantaranya yang penuh warna. Perjalanan menjelajah dimulai dari puisi berjudul “Resep Membuat Jagat Raya”: Ambil sebutir proton yang sangat kecil/lebih kecil dari pasir/lalu lempar ke tempat yang jauh/dan meledak lebih hebat dari letusan gunung merapi.

Puisi ini bercerita tentang ledakan dahsyat atau dentuman besar di mana gumpalan superatom meledak memuntahkan isi alam semesta. Big bang melepaskan sejumlah energi di alam semesta yang akhirnya membentuk materi alam semesta. Debu dan awan hidrogen membentuk bintang dan planet-planet serta meteor. Maka lahirlah jagat raya yang indah.

“Aku melihat bintang berkerlap kerlip/ seakan mata yang cerah aku melihat garis hijau serupa kereta yang panjang /bulan seakan semangka perak/meteor-meteor berlingkaran persis mahkota batu di istana.”(Luar Angkasa)

Kemudian Naya mengajak saya berpetualang dengan isi jagat rayanya. Di dalamnya ada makanan kesukaannya : wafer, es krim, selai jeruk, roti lapis dan mi. Ada pula cerita dari buku-buku yang dibaca Naya, film yang ditonton Naya : Arlo, Dori, Dewa Mesir dan Hachiko.

Ada pula naga, putri duyung, tentang cita-cita menjadi penulis, tentang isi laut, tetumbuhan, hewan dan masih banyak lagi. Dalam jagat rayanya, saya diajak mencicipi berbagai rasa, menikmati berbagai momen, berkelana dengan liar imajinasinya yang bahkan menurut saya melampaui usianya.

“Dengan muka menyeramkan ia memasuki tubuhku lewat mulutku/ mengubahku menjadi hitam/ lalu keluar seperti air yang hitam.” (Babadok)

Puisi Naya tak hanya tentang celoteh kanak-kanak yang lucu namun juga tentang kepekaan terhadap lingkungan sosial. Seperti pada puisi yang berjudul “Budak” : Mengapa hidup mereka menyedihkan?/ Apakah karena kulit mereka hitam atau cokelat ?/ Dan orang Eropa menganggap mereka hewan dan dijadikan budak Eropa/ Tetapi bukankah itu tidak diperbolehkan, dijadikan budak?

Selain puisi di atas, puisi berjudul “Catatan Tentang Hutan” bercerita tentang lingkungan alam sekaligus persahabatan yang indah antara gajah, Mowgli, serigala dan macan kumbang.
“Tak ada tempat seindah hutan/ para serigala mengajari Mowgli seperti ayah dan ibu pada anaknya/ Dan Mowgli anak manusia yang pintar/ Ia menjelajah hutan bersama macan kumbang dan sekawan serigala kecil.”

Perjalanan menjelajah masih berlanjut. Setelah bereksplorasi dengan lingkungan, Naya juga tak lupa untuk memperhatikan tubuhnya. Sebab menjaga kesehatan tubuh juga sangat penting.

“Kepalaku sebulat telur
Rambutku selurus kabel listrik….
Kukuku jendela bertirai warna-warni bernama kutek. Sayangnya aku sakit. Sekarang aku akan menjaga tubuhku.” (tubuhku)

Naya juga menulis kesan dan perasaannya saat mendapat hadiah dari orang tercinta, perjumpaannya dengan beberapa penyair juga tentang mimpi-mimpi yang ingin ia gapai. Perjalanan menjelajah jagat raya Naya diakhiri dengan manis lewat ajakan untuk menyayangi lingkungan.

“Sampah seperti semut, juga bisa seperti beruang. Jika dicium baunya membuat hidung sakit. Makanya aku akan selalu membuang sampah di tempatnya. Ingat, jangan buang sampah sembarangan. Sayangi lingkungan!“

Pertemuan demi pertemuan dengan siapapun dan dengan apa pun merupakan pengalaman yang menarik bagi Naya. Setiap momen ia abadikan menjadi sebentuk puisi yang indah. Dalam puisi-puisinya yang kritis saya dapat merasakan kental sifat alami anak-anak. Seperti anak-anak pada umumnya yang penuh dengan rasa ingin tahu yang besar, yang selalu menikmati setiap momen, selalu ceria berada di masa kini (present) dan penuh dengan imajinasi dan ide.

Segala warna ada dalam jagat raya Naya. Sikap kritis Naya terasah dengan baik melalui pendampingan dan pemberian stimulus/ rangsangan yang tepat. Sungguh betapa kayanya jagat raya Naya. Jagat Raya Naya bukan hanya untuk dirinya namun juga untuk kita semua.

Akhir kata, semoga jagat raya Naya dapat memberi inisiasi bagi anak-anak untuk menyelami dunia melalui puisi juga bagi hadirnya jagat raya-jagat raya lain dari tangan-tangan mungil di tanah ini.

Semoga Jagat raya Naya dapat memberikan inspirasi bagi siapa pun bahwa begitu penting kita memperkenalkan, membuka jalan dan memberi tauladan tentang seni berbahagia pada anak-anak. Puisi adalah salah satu jalan untuk mengajarkan seni berbahagia kepada mereka (baca: anak-anak).

Dan akhirnya melalui puisi mereka belajar bagaimana tetap berbahagia dalam himpitan cobaan, bagaimana memiliki kebebasan dalam pekat tekanan dan memulai perjalanan ke dalam diri untuk menemukan dirinya. Sehingga mereka akan tumbuh menjadi generasi yang daya ketahanmalangannya (adversity quotient) tangguh dan kuat.

Teruslah berkarya Naya, tumbuhlah Naya-Naya yang lain. Ciptakan jagat rayamu. Bereksplorasilah dalam jagat raya yang kaya. Biarkan gerbang semesta terbuka menyambutmu dengan petualangan baru. (T)

Tags: anak-anakBukuPuisiresensisastra
Share84TweetSendShareSend
Previous Post

Apa Mungkin Istriku Dewi Sri?

Next Post

Jomblo di Hari Valentine: Merdeka atau Meratap?

Rai Sri Artini

Rai Sri Artini

Tinggal di Dalung, Kuta Utara. Pernah menempuh pendidikan pascasarjana di Undiksha. Bisa ditemui di raisri_artini@yahoo.com

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post

Jomblo di Hari Valentine: Merdeka atau Meratap?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

COCA Ubud, Merajut Musik, Film, Kuliner, dan Seni dalam Satu Rumah Kreatif
Pariwisata

COCA Ubud, Merajut Musik, Film, Kuliner, dan Seni dalam Satu Rumah Kreatif

DI Ubud, pengalaman menikmati musik, menonton film, menyantap hidangan, dan mengapresiasi seni kini memiliki satu ruang pertemuan. Namanya COCA Ubud....

by tatkala
November 3, 2026
Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba
Pendidikan

Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba

TIGA bendera kecil terangkat hampir bersamaan. Pertanyaan demi pertanyaan menguji ketangkasan para peserta. Ada yang sigap menjawab, ada pula yang...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam
Esai

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi
Pendidikan

Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi

KECERDASAN buatan atau artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. Teknologi ini menawarkan kemudahan dalam belajar dan berkarya. Namun,...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026
Pendidikan

Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026

FAKTA bisa menjadi cerita yang menggugah ketika berada di tangan yang tepat. Semangat itulah yang mengemuka dalam Pekan Jurnalistik Universitas...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co