24 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Betapa Kaya Jagat Raya Naya – Ulasan Buku Puisi “Resep Membuat Jagat Raya”

Rai Sri Artini by Rai Sri Artini
February 2, 2018
in Ulasan

Diki (anak dari penulis ulasan), Naya (penulis buku puisi "Resep Membuat Jagat Raya"), dan Putik Padi

Judul : Resep Membuat Jagat Raya (kumpulan puisi)
Penulis: Abinaya Ghina Jamela
Penerbit: Kabarita
Tahun : 2017
ISBN : 978-602-721139-1

Biarkan Gerbang semesta terbuka menyambutmu dengan petualangan baru

Buku “Resep Membuat Jagat Raya” membuat saya takjub. Sampulnya lukisan Kota Paris membawa angan saya ikut terbang tinggi. Setelah beberapa saat bengong menikmati lukisan itu, menimang dan membolak-balik buku yang tebalnya 81 halaman ini, barulah mulai menjelajah isinya lembar demi lembar hingga tuntas. Membaca 80 puisi Naya ini, saya merasakan dan membayangkan setiap pikiran dan pengalaman Naya dalam bait-baitnya.

Naya, sang penulis mengajak saya menjelajah belantaranya yang penuh warna. Perjalanan menjelajah dimulai dari puisi berjudul “Resep Membuat Jagat Raya”: Ambil sebutir proton yang sangat kecil/lebih kecil dari pasir/lalu lempar ke tempat yang jauh/dan meledak lebih hebat dari letusan gunung merapi.

Puisi ini bercerita tentang ledakan dahsyat atau dentuman besar di mana gumpalan superatom meledak memuntahkan isi alam semesta. Big bang melepaskan sejumlah energi di alam semesta yang akhirnya membentuk materi alam semesta. Debu dan awan hidrogen membentuk bintang dan planet-planet serta meteor. Maka lahirlah jagat raya yang indah.

“Aku melihat bintang berkerlap kerlip/ seakan mata yang cerah aku melihat garis hijau serupa kereta yang panjang /bulan seakan semangka perak/meteor-meteor berlingkaran persis mahkota batu di istana.”(Luar Angkasa)

Kemudian Naya mengajak saya berpetualang dengan isi jagat rayanya. Di dalamnya ada makanan kesukaannya : wafer, es krim, selai jeruk, roti lapis dan mi. Ada pula cerita dari buku-buku yang dibaca Naya, film yang ditonton Naya : Arlo, Dori, Dewa Mesir dan Hachiko.

Ada pula naga, putri duyung, tentang cita-cita menjadi penulis, tentang isi laut, tetumbuhan, hewan dan masih banyak lagi. Dalam jagat rayanya, saya diajak mencicipi berbagai rasa, menikmati berbagai momen, berkelana dengan liar imajinasinya yang bahkan menurut saya melampaui usianya.

“Dengan muka menyeramkan ia memasuki tubuhku lewat mulutku/ mengubahku menjadi hitam/ lalu keluar seperti air yang hitam.” (Babadok)

Puisi Naya tak hanya tentang celoteh kanak-kanak yang lucu namun juga tentang kepekaan terhadap lingkungan sosial. Seperti pada puisi yang berjudul “Budak” : Mengapa hidup mereka menyedihkan?/ Apakah karena kulit mereka hitam atau cokelat ?/ Dan orang Eropa menganggap mereka hewan dan dijadikan budak Eropa/ Tetapi bukankah itu tidak diperbolehkan, dijadikan budak?

Selain puisi di atas, puisi berjudul “Catatan Tentang Hutan” bercerita tentang lingkungan alam sekaligus persahabatan yang indah antara gajah, Mowgli, serigala dan macan kumbang.
“Tak ada tempat seindah hutan/ para serigala mengajari Mowgli seperti ayah dan ibu pada anaknya/ Dan Mowgli anak manusia yang pintar/ Ia menjelajah hutan bersama macan kumbang dan sekawan serigala kecil.”

Perjalanan menjelajah masih berlanjut. Setelah bereksplorasi dengan lingkungan, Naya juga tak lupa untuk memperhatikan tubuhnya. Sebab menjaga kesehatan tubuh juga sangat penting.

“Kepalaku sebulat telur
Rambutku selurus kabel listrik….
Kukuku jendela bertirai warna-warni bernama kutek. Sayangnya aku sakit. Sekarang aku akan menjaga tubuhku.” (tubuhku)

Naya juga menulis kesan dan perasaannya saat mendapat hadiah dari orang tercinta, perjumpaannya dengan beberapa penyair juga tentang mimpi-mimpi yang ingin ia gapai. Perjalanan menjelajah jagat raya Naya diakhiri dengan manis lewat ajakan untuk menyayangi lingkungan.

“Sampah seperti semut, juga bisa seperti beruang. Jika dicium baunya membuat hidung sakit. Makanya aku akan selalu membuang sampah di tempatnya. Ingat, jangan buang sampah sembarangan. Sayangi lingkungan!“

Pertemuan demi pertemuan dengan siapapun dan dengan apa pun merupakan pengalaman yang menarik bagi Naya. Setiap momen ia abadikan menjadi sebentuk puisi yang indah. Dalam puisi-puisinya yang kritis saya dapat merasakan kental sifat alami anak-anak. Seperti anak-anak pada umumnya yang penuh dengan rasa ingin tahu yang besar, yang selalu menikmati setiap momen, selalu ceria berada di masa kini (present) dan penuh dengan imajinasi dan ide.

Segala warna ada dalam jagat raya Naya. Sikap kritis Naya terasah dengan baik melalui pendampingan dan pemberian stimulus/ rangsangan yang tepat. Sungguh betapa kayanya jagat raya Naya. Jagat Raya Naya bukan hanya untuk dirinya namun juga untuk kita semua.

Akhir kata, semoga jagat raya Naya dapat memberi inisiasi bagi anak-anak untuk menyelami dunia melalui puisi juga bagi hadirnya jagat raya-jagat raya lain dari tangan-tangan mungil di tanah ini.

Semoga Jagat raya Naya dapat memberikan inspirasi bagi siapa pun bahwa begitu penting kita memperkenalkan, membuka jalan dan memberi tauladan tentang seni berbahagia pada anak-anak. Puisi adalah salah satu jalan untuk mengajarkan seni berbahagia kepada mereka (baca: anak-anak).

Dan akhirnya melalui puisi mereka belajar bagaimana tetap berbahagia dalam himpitan cobaan, bagaimana memiliki kebebasan dalam pekat tekanan dan memulai perjalanan ke dalam diri untuk menemukan dirinya. Sehingga mereka akan tumbuh menjadi generasi yang daya ketahanmalangannya (adversity quotient) tangguh dan kuat.

Teruslah berkarya Naya, tumbuhlah Naya-Naya yang lain. Ciptakan jagat rayamu. Bereksplorasilah dalam jagat raya yang kaya. Biarkan gerbang semesta terbuka menyambutmu dengan petualangan baru. (T)

Tags: anak-anakBukuPuisiresensisastra
Share84TweetSendShareSend
Previous Post

Apa Mungkin Istriku Dewi Sri?

Next Post

Jomblo di Hari Valentine: Merdeka atau Meratap?

Rai Sri Artini

Rai Sri Artini

Tinggal di Dalung, Kuta Utara. Pernah menempuh pendidikan pascasarjana di Undiksha. Bisa ditemui di raisri_artini@yahoo.com

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post

Jomblo di Hari Valentine: Merdeka atau Meratap?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026
Panggung

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Malam Keakraban Berbuntut Teror

MENJADI dosen pembimbing Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi membuat Asifa Furoda selalu dekat dengan mahasiswa. Bukan hanya ketika berada...

by Chusmeru
July 23, 2026
Membaca Ulang Mitos Lewat “Rahu” Karya Gus Martin
Khas

Membaca Ulang Mitos Lewat “Rahu” Karya Gus Martin

BERANDA Pustaka menggelar diskusi bedah buku bertajuk "Dekonstruksi Mitos: Menelusuri Kedalaman Peristiwa dalam Naskah Drama Rahu". Diskusi ini menjadi kesempatan...

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Menyelami Air, Menyelami Kehidupan —Catatan dari Tepi Kolam tentang Klub Selam Dolphin Singaraja

Air memiliki cara mendidik yang tidak dimiliki ruang kelas. Ia tidak pernah meninggikan suara ketika mengajarkan manusia tentang kesabaran. Ia...

by Dewa Rhadea
July 23, 2026
Kosmologi Sulur Wayan Setem
Ulas Rupa

Kosmologi Sulur Wayan Setem

PAMERAN Yogya Annual Art #11 dengan tema Direction (Arah) sangatlah menarik. Sebab, pameran ini menghadirkan medan ‘refleksi’ yang unik, terutama...

by Hartanto
July 23, 2026
Demokratisasi Suara, Krisis Pengetahuan: Tribalisme dan Ilusi Kesetaraan di Era Algoritma
Esai

Demokratisasi Suara, Krisis Pengetahuan: Tribalisme dan Ilusi Kesetaraan di Era Algoritma

KETIKA kebebasan berbicara terbuka tanpa batas, yang terbebaskan bukan hanya kemampuan manusia untuk menyampaikan gagasan, tetapi juga insting purba kesukuan...

by Wayan Gde Yudane
July 23, 2026
Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026
Ulas Pentas

Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026

Asap mengepul perlahan hingga menutupi sebagian panggung, sementara cahaya merah merambat dan menerangi Ocha Diartini yang saat itu berperan sebagai...

by Chandra Manikan
July 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
Oka Rusmini Bedah “Kembang”, Menggali Luka Sunyi Perempuan Penyintas Tragedi 1965
Khas

Oka Rusmini Bedah “Kembang”, Menggali Luka Sunyi Perempuan Penyintas Tragedi 1965

KALANGAN Ayodya, Taman Budaya Bali, yang biasanya dipenuhi riuh pertunjukan tari dan karawitan, berubah menjadi ruang perenungan pada Selasa (21/7/2026)...

by Nyoman Budarsana
July 22, 2026
Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]
Ulas Rupa

Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]

JIKA seni memiliki kemampuan mengembalikan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, maka Sundari Rajata melakukannya melalui sebuah kebaya. Busana yang...

by Angga Wijaya
July 23, 2026
Ketika Ngopi Menjadi Cara Anak Muda Membaca Dunia
Esai

Ketika Ngopi Menjadi Cara Anak Muda Membaca Dunia

Dahulu, kopi identik dengan rutinitas orang dewasa, diseduh pagi hari, diminum di rumah, atau dinikmati di warung sambil berbincang tentang...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
July 22, 2026
Eka Kurniawan Kupas Makna Kemanusiaan dalam Novel “O” di Festival Seni Bali Jani VIII 2026
Khas

Eka Kurniawan Kupas Makna Kemanusiaan dalam Novel “O” di Festival Seni Bali Jani VIII 2026

AGENDA Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 semakin semarak dengan hadirnya diskusi buku bertajuk "Hasrat Menjadi Manusia dalam...

by Nyoman Budarsana
July 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co