23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Arnata Pakangraras # Reinkarnasi Api

Arnata Pakangraras by Arnata Pakangraras
March 30, 2019
in Puisi
Puisi-puisi Arnata Pakangraras # Reinkarnasi Api

Karya rupa Nyoman Erawan (croping)

REINKARNASI API

.

Desember tua di atas selat Sunda

Langit kehilangan biru

Kumulus menyaput

.

Bulan samar

Elang laut bergegas ke pulau asing

Tanpa sebuah rencana

.

Sebab abu menjadi hujan

Sebab belerang sangit menuba laut

.

Dari kepundan muda

Mekar kembang api

Tangkainya menancap jantung atau limpa atau hati

Maka lusa kau dapati kulit ari punggungmu, Krakatau

Lepuh

Gosong

Seperti luka kami

.

Jala kusut

Perahu sungsang

Pesisir Banten amuk tsunami

Menumpah amis kakap merah

Kembung banjar, selar batang, kerapu, cumi, kerang hijau

.

Sekumpulan belia, hempas !

Ayah, ibu dan segenap kenangan angin garam

.

Di Tanjung Lesung sepasang kekasih

Dijemput takdir yang tak pernah berkabar

: Ratusan jejak kaki di pasir melela

Tak menemukan pemiliknya lagi

.

O, Krakatau

Tubuh purbamu mungkin punah

Tapi yang meleleh dari dadamu adalah susu

Tapi yang mengalir dari garbamu adalah darah

Menemukan pembuluh nadi pada legam tubuh anakmu

Anak kandungmu.

.

Desember 2018

.

MENONTON OGOH-OGOH

.

Sekawanan tawon riuh

Seorang pejalan kaki tersengat di leher dan daun telinga

Sasih Kesanga

Langit sandikala serupa tanah ladang warna buram

Bulan bersembunyi di balik awan

Anak-anak bersembunyi di ketiak ibu

.

Raksasalah engkau

Lahir dari bercak darah

Lukisan purba dinding gua

.

Bhutalah engkau

Kegelapan sempurna

Peretas lorong waktu

.

Manusialah engkau

Pemanggul karma paling setia

Pelupa yang bangga

.

Pada riwayat temurun

Dadamu kawah gunung

Matamu api

Gigimu bilah taji

Pikiranmu busur

Lidahmu anak panah

.

Ini upacara pengepungan !

Segera tabuhkan beleganjur

Pukul kendang kulit sapi

Agar ceng-ceng menimpali

Catus Pata mungkin lima belas depa lagi

Catur Muka berkulit lumut, menunggu

Tetaplah bersorak, menarilah api

Murwa daksina menapak tilas jejak tua

Berputar, berputar, berputar

.

Obor bambu mengerjap

Beleganjur senyap

Beringas lenyap

Peluh lesap

Sekejap

.

Oi, ogoh-ogoh

Di tepi sepi tubuh imajimu lumat

Menjadi abu menjadi tanah

Sedang ruhmu tak pernah pralina

Meski kubakar berkali-kali

.

Bila ngembak geni tiba, pulanglah

Pintu jendela kembali terbuka

Tubuhku adalah rumah abadimu.

.

Maret 2019

.

MEMBANGUN SEBUAH RUMAH

.

1/

Sesungguhnya doa yang menikahkan kita

Rindu hanya mempertemukan

.

Di bale dangin ini kembang dan dupa

Adalah biang wangi selain tubuhmu

.

Bila kau Ratih aku pasti Kamajaya

Dua yang satu terikat tak bertali

.

2/

Pernah kubayangkan sebuah rumah

Tumbuh sendiri

Seperti kecambah menembus sunyi tanah

Mengintip wajah matahari

Tapi rumah tak tumbuh sendiri

Ia dibangun dengan rencana dan ukuran-ukuran

.

Kubangun rumah agar terlindung dari kabar angin

Kejahilan bhuta kala, teluh desti

Serta binatang buas yang tak pernah punah

Dalam pikiran

.

Pintu utama menghadap timur

Hangatlah sawo matang kulitmu

Hangatlah nyala tungku, ritual dini hari

Seperti ibu dari ibu melakukan

.

3/

Sebuah lemari di sudut kamar

Menyimpan sedikit perhiasan dan pakaian

Warna-warni kebaya

Tiga lembar kain songket kesukaanmu

Meski kadang ada kusut, simpanlah

Tutup rapat pintu lemari

Satu anak kunci ditanganmu

Satu anak kunci ditanganku

.

4/

Kelak, mungkin, kita berbeda pendapat

Memberi nama anak-anak, misalnya

Atau memilih gaya lukisan 

Pajangan ruang tengah

.

Ada bangku bambu di tepi sawah

Mari duduk dan bicara

Asap singkong rebus dan aroma teh tubruk

Saling menghisap

Bila beruntung, sekawanan bangau putih

Melintas di matamu, pulang

Bersama sandikala yang rebah

.

O, istriku

Ketika jenjang lehermu wangi cendana

Darahku mengalir melebihi cair

Peluhku basah melebihi kuyup

Menjelmalah sepasang Oleg Tamulilingan

Lincah menari di bawah kilau lampu

Lupa dimatikan

.

Maret 2019

.

BERITA-BERITA BASI

.

Peluh para pemecah beton

Nanah koruptor muda

Mengambang di permukaan banjir

Ruas-ruas jalan ibu kota

.

Jauh di hulu

Air tergusur dari kaki-kaki pohon

Hutan yang tak lagi keramat

.

Kali kumal bertubuh ceking

Selalu mual disumpal plastik

.

Seekor ikan gabus pucat tertancap duri kawat

Sisa pembatas demokrasi

.

Seorang pengamen terkenang ibu mati

Dihantam moncong kereta pagi

Hei, lampu merah menyala lagi

Mari bernyanyi Despacito

: Sebungkus nasi harus dibeli

Sebelum pekat perut langit

.

Seorang gadis terkunci di lantai sebelas apartemen

Kamar kedap suara

Telepon genggam dimatikan

.

Sepasang suami istri berpisah di simpang jalan

Sisa pertengkaran tercecer di bahu trotoar

.

Sekawanan lalat hijau berkabar tentang riwayat bangkai

Di taman kota

Kaki dan kepala belum ditemukan

Duh, udara tuba menyusup pintu-pintu

.

2017

Tags: Puisi
Share61TweetSendShareSend
Previous Post

Mahasiswa Jawa Masuk Undiksha: Awalnya Cemas Kalah Saing, Akhirnya Senang Banyak Pengalaman

Next Post

Paradoks Politik dan Etnisitas dalam Novel Plitik Karya Nanoq da Kansas

Arnata Pakangraras

Arnata Pakangraras

Lahir di Gianyar 24 Februari 1967. Saat SMA puisi-puisinya tersebar di halaman apresiasi sekaligus ikut “kompetisi puisi” yang disuh Umbu Landu Paranggi di Bali Post Minggu. Kini tinggal di Jakarta

Related Posts

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

by Eddy Pranata PNP
May 30, 2026
0
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

CANGKIR TEH YANG MENUA kita masuki rumah baru, AC yang tidak dinginrapikan dapur dan kamar, bersihkan kamar mandi: "au, kita...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

by Sholihul Mubarok
May 29, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

ASIMTOTE sebentar nyala mataharidari pagimenyalak matakudan matamuselalu silau ada jeda tersembunyidi bibir sianglebih sunyidari celah renggang akan tetapi, bayangmemanjang satu...

Read moreDetails
Next Post
Paradoks Politik dan Etnisitas dalam Novel Plitik Karya Nanoq da Kansas

Paradoks Politik dan Etnisitas dalam Novel Plitik Karya Nanoq da Kansas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co