6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Arnata Pakangraras # Reinkarnasi Api

Arnata Pakangraras by Arnata Pakangraras
March 30, 2019
in Puisi
Puisi-puisi Arnata Pakangraras # Reinkarnasi Api

Karya rupa Nyoman Erawan (croping)

REINKARNASI API

.

Desember tua di atas selat Sunda

Langit kehilangan biru

Kumulus menyaput

.

Bulan samar

Elang laut bergegas ke pulau asing

Tanpa sebuah rencana

.

Sebab abu menjadi hujan

Sebab belerang sangit menuba laut

.

Dari kepundan muda

Mekar kembang api

Tangkainya menancap jantung atau limpa atau hati

Maka lusa kau dapati kulit ari punggungmu, Krakatau

Lepuh

Gosong

Seperti luka kami

.

Jala kusut

Perahu sungsang

Pesisir Banten amuk tsunami

Menumpah amis kakap merah

Kembung banjar, selar batang, kerapu, cumi, kerang hijau

.

Sekumpulan belia, hempas !

Ayah, ibu dan segenap kenangan angin garam

.

Di Tanjung Lesung sepasang kekasih

Dijemput takdir yang tak pernah berkabar

: Ratusan jejak kaki di pasir melela

Tak menemukan pemiliknya lagi

.

O, Krakatau

Tubuh purbamu mungkin punah

Tapi yang meleleh dari dadamu adalah susu

Tapi yang mengalir dari garbamu adalah darah

Menemukan pembuluh nadi pada legam tubuh anakmu

Anak kandungmu.

.

Desember 2018

.

MENONTON OGOH-OGOH

.

Sekawanan tawon riuh

Seorang pejalan kaki tersengat di leher dan daun telinga

Sasih Kesanga

Langit sandikala serupa tanah ladang warna buram

Bulan bersembunyi di balik awan

Anak-anak bersembunyi di ketiak ibu

.

Raksasalah engkau

Lahir dari bercak darah

Lukisan purba dinding gua

.

Bhutalah engkau

Kegelapan sempurna

Peretas lorong waktu

.

Manusialah engkau

Pemanggul karma paling setia

Pelupa yang bangga

.

Pada riwayat temurun

Dadamu kawah gunung

Matamu api

Gigimu bilah taji

Pikiranmu busur

Lidahmu anak panah

.

Ini upacara pengepungan !

Segera tabuhkan beleganjur

Pukul kendang kulit sapi

Agar ceng-ceng menimpali

Catus Pata mungkin lima belas depa lagi

Catur Muka berkulit lumut, menunggu

Tetaplah bersorak, menarilah api

Murwa daksina menapak tilas jejak tua

Berputar, berputar, berputar

.

Obor bambu mengerjap

Beleganjur senyap

Beringas lenyap

Peluh lesap

Sekejap

.

Oi, ogoh-ogoh

Di tepi sepi tubuh imajimu lumat

Menjadi abu menjadi tanah

Sedang ruhmu tak pernah pralina

Meski kubakar berkali-kali

.

Bila ngembak geni tiba, pulanglah

Pintu jendela kembali terbuka

Tubuhku adalah rumah abadimu.

.

Maret 2019

.

MEMBANGUN SEBUAH RUMAH

.

1/

Sesungguhnya doa yang menikahkan kita

Rindu hanya mempertemukan

.

Di bale dangin ini kembang dan dupa

Adalah biang wangi selain tubuhmu

.

Bila kau Ratih aku pasti Kamajaya

Dua yang satu terikat tak bertali

.

2/

Pernah kubayangkan sebuah rumah

Tumbuh sendiri

Seperti kecambah menembus sunyi tanah

Mengintip wajah matahari

Tapi rumah tak tumbuh sendiri

Ia dibangun dengan rencana dan ukuran-ukuran

.

Kubangun rumah agar terlindung dari kabar angin

Kejahilan bhuta kala, teluh desti

Serta binatang buas yang tak pernah punah

Dalam pikiran

.

Pintu utama menghadap timur

Hangatlah sawo matang kulitmu

Hangatlah nyala tungku, ritual dini hari

Seperti ibu dari ibu melakukan

.

3/

Sebuah lemari di sudut kamar

Menyimpan sedikit perhiasan dan pakaian

Warna-warni kebaya

Tiga lembar kain songket kesukaanmu

Meski kadang ada kusut, simpanlah

Tutup rapat pintu lemari

Satu anak kunci ditanganmu

Satu anak kunci ditanganku

.

4/

Kelak, mungkin, kita berbeda pendapat

Memberi nama anak-anak, misalnya

Atau memilih gaya lukisan 

Pajangan ruang tengah

.

Ada bangku bambu di tepi sawah

Mari duduk dan bicara

Asap singkong rebus dan aroma teh tubruk

Saling menghisap

Bila beruntung, sekawanan bangau putih

Melintas di matamu, pulang

Bersama sandikala yang rebah

.

O, istriku

Ketika jenjang lehermu wangi cendana

Darahku mengalir melebihi cair

Peluhku basah melebihi kuyup

Menjelmalah sepasang Oleg Tamulilingan

Lincah menari di bawah kilau lampu

Lupa dimatikan

.

Maret 2019

.

BERITA-BERITA BASI

.

Peluh para pemecah beton

Nanah koruptor muda

Mengambang di permukaan banjir

Ruas-ruas jalan ibu kota

.

Jauh di hulu

Air tergusur dari kaki-kaki pohon

Hutan yang tak lagi keramat

.

Kali kumal bertubuh ceking

Selalu mual disumpal plastik

.

Seekor ikan gabus pucat tertancap duri kawat

Sisa pembatas demokrasi

.

Seorang pengamen terkenang ibu mati

Dihantam moncong kereta pagi

Hei, lampu merah menyala lagi

Mari bernyanyi Despacito

: Sebungkus nasi harus dibeli

Sebelum pekat perut langit

.

Seorang gadis terkunci di lantai sebelas apartemen

Kamar kedap suara

Telepon genggam dimatikan

.

Sepasang suami istri berpisah di simpang jalan

Sisa pertengkaran tercecer di bahu trotoar

.

Sekawanan lalat hijau berkabar tentang riwayat bangkai

Di taman kota

Kaki dan kepala belum ditemukan

Duh, udara tuba menyusup pintu-pintu

.

2017

Tags: Puisi
Share61TweetSendShareSend
Previous Post

Mahasiswa Jawa Masuk Undiksha: Awalnya Cemas Kalah Saing, Akhirnya Senang Banyak Pengalaman

Next Post

Paradoks Politik dan Etnisitas dalam Novel Plitik Karya Nanoq da Kansas

Arnata Pakangraras

Arnata Pakangraras

Lahir di Gianyar 24 Februari 1967. Saat SMA puisi-puisinya tersebar di halaman apresiasi sekaligus ikut “kompetisi puisi” yang disuh Umbu Landu Paranggi di Bali Post Minggu. Kini tinggal di Jakarta

Related Posts

Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

by Pitrus Puspito
March 1, 2026
0
Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

JARAK MENCURI KAU DARIKU Ketika cinta mulai terjelaskanjarak telah mencuri kau dariku. Sementara pagi tak menjanjikanbahwa kau akan datang,setiap detik...

Read moreDetails

Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

by Aura Syfa Muliasari
February 28, 2026
0
Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

MAMPIR DI NAKAREMPE angin berlalu liarmenelisik dan menjelma lalim yang jemawamembawa perkarabersoal tentang pendapa di ujung desa tapi atap ijuknya...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

by Vito Prasetyo
February 27, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

Hidup Bagai Galeri Ponsel Tatapanmu seperti sinar yang tersasardi antara bantal-bantal bau peluhkita bicara soal hidup sambil mengunyah gorengantapi hening...

Read moreDetails

Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

by Ida Ayu Made Dwi Antari
February 22, 2026
0
Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

LENTERA DI AMBANG PINTU Penghujung tahun ini dinginTangis seperti membendung waktuMenyesakkan batin Ada seseorang pernah jadi muara harapKini pupusKecewa mendekapkuHarapan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

by Wayan Esa Bhaskara
February 21, 2026
0
Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

Hikayat Begadang satu peringatan, bayangkanada tangga menuju surga, dan aku siap-siap menaridi bawahnya, malam kliwon baru saja usai tak ada...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Aku Tanpa-Mu

by Chusmeru
February 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Aku Tanpa-Mu

Aku Tanpa-Mu Ramadan hari iniSama seperti saat lalu ya RabbMenghitung pinta yang tak habis di sela doaMenagih nyata yang tak...

Read moreDetails

Puisi-puisi I Wayan Kuntara | Aku Benci Politik

by I Wayan Kuntara
February 15, 2026
0
Puisi-puisi I Wayan Kuntara | Aku Benci Politik

Aku Benci Politik aku benci politikdatang dengan senyum licikmanis kata-kata penuh retoriknamun di baliknya tersimpan taktik aku benci politikJanji-janji menggema...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Hipokrit

by Made Bryan Mahararta
February 14, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Hipokrit

Sepintas Kita pernah berjumpa meski sesaatdari pagi yang masih terasa beratsampai langit semakin gemerlapdan lampu jalan redup perlahan, padam Ku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

by Maria Utami
February 13, 2026
0
Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

Pengakuan Si Pahit dari Sumatra Aku tidak punya waktu untuk urusan asmaradi ketinggian yang manja.Lahir dari tanah Lampung yang keras...

Read moreDetails

Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

by Karst Mawardi
February 8, 2026
0
Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

AKTUAL preseden dan prediksijadi 2 sisi koin logammereka lemparkan itubukan buat ditangkap peristiwa jadi gentingtatkala koin mendaratmemaksa kita berpikirmelulu soal...

Read moreDetails
Next Post
Paradoks Politik dan Etnisitas dalam Novel Plitik Karya Nanoq da Kansas

Paradoks Politik dan Etnisitas dalam Novel Plitik Karya Nanoq da Kansas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co